<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Seks Dewasa &#187; selingkuh</title>
	<atom:link href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/tag/selingkuh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info</link>
	<description>Kumpulan cerita seks cerita porno dan cerita dewasa Terlengkap</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jun 2011 04:12:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Selingkuh Dengan istri Bos</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 01:25:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[istri bos]]></category>
		<category><![CDATA[istri cantik]]></category>
		<category><![CDATA[istri konglomerat]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya ini mirip cerita Seks tukar pasangan, tapi ini mungkin lebih tepatnya tukar teman seks, coz ceritanya rada ribet, dan terjadi sangat singkat, Boleh jadi ini mirip cerita selingkuh juga, Makanya gue beri judul Selingkuh Dengan Istri Bos. Istri seorang konglomerat, dan gue orang biasa, dan tanpa gue sadari gue ml dengan istri konglomerat didepan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya ini mirip cerita Seks tukar pasangan, tapi ini mungkin lebih tepatnya tukar teman seks, coz ceritanya rada ribet, dan terjadi sangat singkat, Boleh jadi ini mirip cerita selingkuh juga,  Makanya gue beri judul Selingkuh Dengan Istri Bos. Istri seorang konglomerat, dan gue orang biasa, dan tanpa gue sadari gue ml dengan istri konglomerat didepan suaminya sendiri. </p>
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 606px"><img alt="" src="http://lh6.ggpht.com/best4cn/RmxBfnRXufI/AAAAAAAAB2M/enUYxwm_ST4/s800/13la.jpg" title="Istri Konglomerat" width="596" height="800" /><p class="wp-caption-text">istri orang</p></div><br />
Aku sedang menyantap makan siang di sebuah cafe yang terletak di lantai dasar gedung kantorku. Hari itu aku ditemani Pak Erwan, manajer IT perusahaanku dan Lia, sekretarisku. Biasanya aku makan siang hanya dengan Lia, sekretarisku, untuk kemudian dilanjutkan dengan acara bobo siang sejenak sebelum kembali lagi ke kantor. Tetapi hari itu sebelum aku pergi, Pak Erwan ingin bertemu untuk membicarakan proyek komputerisasi, sehingga aku ajak saja dia untuk bergabung menemaniku makan siang.</p>
<p>Aku dan Pak Erwan berbincang-bincang mengenai proyek implementasi software dan juga tambahan hardware yang diperlukan. Memang perusahaanku sedang ingin mengganti sistem yang lama, yang sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan yang terus berkembang. Sedangkan Lia sibuk mencatat pembicaraan kita berdua.</p>
<p>Sedang asyik-asyiknya menyantap steak yang kupesan, tiba-tiba HPku berbunyi. Kulihat caller idnya.. Dari Santi.</p>
<p>&#8220;Hallo Pak Robert. Kapan nih kesini lagi&#8221; suara merdu terdengar diseberang sana.<br />
&#8220;Oh iya. Nanti sebentar lagi saya ke sana. Saya sedang makan siang nih. Bapak tunggu sebentar ya&#8221; jawabku.<br />
&#8220;He.. He.. Sedang nggak bisa ngomong ya Pak&#8221; Santi menggoda.<br />
&#8220;Betul Pak.. OK sampai ketemu sebentar lagi ya&#8221; kataku sambil menutup pembicaraan.<br />
&#8220;Dari klien&#8221; kataku.</p>
<p>Aku sangat hati-hati tidak mau affairku dengan Santi tercium oleh mereka. Hal ini mengingat Pak Arief, suami Santi, adalah manajer keuangan di kantorku. Kebetulan Pak Arief ini sedang aku kirim training ke Singapore, sehingga aku bisa leluasa menikmati istrinya.</p>
<p>Seusai menikmati makan siang, aku berkata pada Lia bahwa aku akan langsung menuju tempat klienku. Seperti biasa, aku minta supaya aku tidak diganggu kecuali kalau ada emergency. Kamipun berpisah.. Mereka kembali ke lantai atas untuk bekerja, sedangkan aku langsung menuju tempat parkir untuk berangkat mengerjai istri orang he.. He..</p>
<p>Setelah kesal karena terjebak macet, sampai jugalah aku di rumah Santi. Hari sudah menjelang sore. Bayangkan saja, sudah beberapa jam aku di jalan tadi. Segera kuparkirkan Mercy silver metalik kesayanganku, dan memencet bel rumahnya. Santi sendiri yang membukakan pintu. Dia tersenyum gembira melihat kedatanganku.</p>
<p>&#8220;Aih.. Pak Robert kok lama sih&#8221; katanya.<br />
&#8220;Iya.. Tadi macet total tuh.. Rumah kamu sih jauh.. Mungkin di peta juga nggak ada&#8221; candaku.<br />
&#8220;Bisa aja Pak Robert..&#8221; jawab Santi sambil tertawa kecil.</p>
<p>Dia tampak cantik dengan baju &#8220;you can see&#8221; nya yang memperlihatkan lengannya yang mulus. Buah dadanya tampak semakin padat dibalik bajunya. Mungkin karena sudah beberapa hari ini aku remas dan hisap sementara suaminya aku &#8220;asingkan&#8221; di negeri tetangga.</p>
<p>Kamipun masuk ke dalam rumah dan aku langsung duduk di sofa ruang keluarganya. Santi menyuguhkan orange juice untuk menghilangkan dahagaku. Nikmat sekali meminum orange juice itu setelah lelah terjebak macet tadi. Dahagakupun langsung hilang, tetapi setelah melihat Santi yang cantik, dahagaku yang lainpun muncul. Aku masih bernafsu melihat Santi, meskipun telah lima hari berturut-turut aku setubuhi dia.</p>
<p>Kucium bibirnya sambil tanganku mengelus-elus pundaknya. Ketika aku akan membuka bajunya, dia menahanku.</p>
<p>&#8220;Pak.. Santi ada hadiah nih untuk bapak&#8221;<br />
&#8220;Apaan nih?&#8221; jawabku senang.<br />
&#8220;Ini ada teman Santi yang mau kenal sama bapak. Orangnya cantik banget.&#8221;</p>
<p>Lalu dia bercerita kalau dia berkenalan dengan seorang wanita, Susan, saat dia sedang berolahraga di gym. Setelah mulai akrab, merekapun bercerita mengenai kehidupan seks mereka. Singkat cerita, Susan menawarkan untuk berpesta seks sambil bertukar pasangan di rumah mereka.</p>
<p>&#8220;Dia ingin coba ini bapak. Katanya belum pernah lihat yang sebesar punya Pak Robert&#8221; kata Santi sambil meraba-raba kemaluanku.<br />
&#8220;Saya sih OK saja&#8221; jawabku riang.<br />
&#8220;Oh ya.. Nanti pura-pura saja Pak Robert suamiku&#8221; kata Santi sambil pamit untuk menelpon kenalan barunya itu.</p>
<p>Aku dan Santi kemudian meluncur menuju rumah Susan di kawasan Kemang. Untung jalanan Jakarta sudah agak lengang. Tak lama kamipun sampai di rumahnya yang luas. Seorang satpam tampak membukakan pintu garasi. Santipun menjelaskan kalau kami sudah ada janji dengan majikannya. Susan menyambut kami dengan ramah.</p>
<p>&#8220;Ini perkenalkan suami saya&#8221;</p>
<p>Seorang laki-laki paruh baya dengan kepala agak botak memperkenalkan diri. Namanya Harry, seorang pengusaha properti yang sukses. Santipun memperkenalkan diriku pada mereka.</p>
<p>Aku kagum pada rumah mereka yang sangat luas. Dengan perabot-perabot yang mahal, juga koleksi lukisan-lukisan pelukis terkenal yang tergantung di dinding. Bayangkan saja betapa kayanya mereka, karena orang sekelas aku saja kagum melihat rumahnya yang sangat wah itu.</p>
<p>Tetapi aku lebih kagum melihat Susan. Wanita ini memang cantik sekali. Terutama kulitnya yang putih dan mulus sekali. Ibaratnya kalau dihinggapi nyamuk, si nyamuk akan jatuh tergelincir. Disamping itu bodynya tampak seksi sekali dengan buah dada yang besar dan bentuk tubuh yang padat. Sekilas mengingatkan aku pada bintang film panas di jaman tahun 80-an.. Entah siapa namanya itu.</p>
<p>Merekapun menyuguhkan makan malam. Kamipun bercerita basa-basi ngalor ngidul sambil menikmati hidangan yang disediakan. Ditengah makan malam itu, Santi pamit untuk ke toilet. Dengan matanya dia mengajakku untuk mengikuti dia.</p>
<p>&#8220;Pak, habis ini pulang aja yuk&#8221; kata Santi berbisik perlahan setelah keluar dari ruang makan.<br />
&#8220;Kenapa?&#8221; tanyaku.<br />
&#8220;Habisnya Santi nggak nafsu lihat Pak Harry itu. Sudah tua, botak, perutnya buncit lagi&#8221;.</p>
<p>Aku tertawa geli dalam hati. Tetapi aku tentu saja tidak menyetujui permintaan Santi. Aku sudah ingin menikmati istri Pak Harry yang cantik sekali seperti boneka itu. Kupaksa saja Santi untuk kembali ke ruang makan.</p>
<p>Setelah makan, kamipun ke ruang keluarga sambil nonton video porno untuk membangkitkan gairah kami. Tak lama, seorang gadis pembantu kecil datang untuk menyuguhkan buah-buahan. Tetapi mungkin karena kaget melihat adegan di layar TV home theater itu, tanpa sengaja dia menjatuhkan gelas kristal sehingga pecah berkeping-keping. Kulihat tampak Susan melotot memarahi pembantunya itu, sedangkan si pembantu kecil itu tampak ketakutan sambil meminta maaf berkali-kali.</p>
<p>Adegan di TV tampak semakin hot saja. Tampak Pak Harry mulai mengerayangi tubuh Santi di sofa seberang. Sedangkan Santi tampak ogah-ogahan melayaninya.</p>
<p>&#8220;Sebentar Pak.. Santi mau lihat filmnya dulu&#8221;</p>
<p>Aku tersenyum mendengar alasan Santi ini. Sementara itu Susan minta ijin ke dapur sebentar. Akupun mencoba menikmati adegan di layar TV. Meskipun sebenarnya aku tidak perlu lihat yang seperti ini, mengingat tubuh Susan sudah sangat mengundang gairahku. Tak lama akupun merasa ingin buang air kecil, sehingga akupun pamitan ke belakang.</p>
<p>Setelah dari toilet, aku berjalan melintasi dapur untuk kembali ke ruang keluarga. Kulihat di dalam, Susan sedang berkacak pinggang memarahi gadis kecil pembantunya tadi.</p>
<p>&#8220;Ampun non.. Sri nggak sengaja&#8221; si gadis kecil memohon belas kasihan pada majikannya, Susan yang cantik itu.<br />
&#8220;Nggak sengaja nggak sengaja. Enak saja kamu bicara ya. Itu gelas harganya lebih dari setahun gaji kamu tahu!!&#8221; bentak Susan.<br />
&#8220;Gajimu aku potong. Biar tau rasa kamu..&#8221;</p>
<p>Si gadis kecil itu terdiam sambil terisak-isak. Sementara wajah Susan menampakkan kepuasan setelah mendamprat pembantunya habis-habisan. Mungkin betul kata orang, kalau wanita kurang dapat menyalurkan hasrat seksualnya, cenderung menjadi pemarah. Melihat adegan itu, aku kasihan juga melihat si gadis pembantu itu. Tetapi entah mengapa justru hasrat birahiku semakin timbul melihat Susan yang sepertinya lemah lembut dapat bersikap galak seperti itu.</p>
<p>&#8220;Dasar bedinde.. Verveillen!!&#8221; Susan masih terus berkacak pinggang memaki-maki pembantunya. Dengan tubuh yang putih bersih dan tinggi, kontras sekali melihat Susan berdiri di depan pembantunya yang kecil dan hitam.<br />
&#8220;Ampun non.. Nggak akan lagi non..&#8221;<br />
&#8220;Oh Pak Robert..&#8221; kata Susan ketika sadar aku berada di pintu dapur. Diturunkannya tangan dari pinggangnya dan beranjak ke arahku.<br />
&#8220;Sedang sibuk ya?&#8221; godaku.<br />
&#8220;Iya nih sedang kasih pelajaran ik punya pembantu&#8221; jawabnya sambil tersenyum manis.<br />
&#8220;Yuk kita kembali&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Kamipun kembali ke ruang keluarga. Kulihat Santi masih menonton adegan di layar sementara Pak Harry mengelus-elus pahanya. Aku dan Susanpun langsung berciuman begitu duduk di sofa. Aku melakukan &#8220;french kiss&#8221; dan Susanpun menyambut penuh gairah.</p>
<p>Kutelusuri lehernya yang jenjang sambil tanganku meremas buah dadanya yang membusung padat. Susanpun melenguh kenikmatan. Tangannya meremas-remas kemaluanku. Dia kemudian jongkok di depanku yang masih duduk di sofa, sambil membuka celanaku. Celana dalamku dielusnya perlahan sambil menatapku menggoda. Kemudian disibakkannya celana dalamku ke samping sehingga kemaluankupun mencuat keluar.</p>
<p>&#8220;Oh..my god.. Bener kata Santi.. Very big.. I like it..&#8221; katanya sambil menjilat kepala kemaluanku.</p>
<p>Kemudian dibukanya celana dalamku, sehingga kemaluankupun bebas tanpa ada penghalang sedikitpun di depan wajahnya. Dielus-elusnya seluruh kemaluan termasuk buah zakarku dengan tangannya yang halus. Tingkah lakunya seperti anak kecil yang baru mendapat mainan baru.</p>
<p>Kemaluankupun mulai dihisap mulut Susan dengan rakus. Sambil mengulum dan menjilati kemaluanku, Susan mengerang,emmhh.. emhh, seperti seseorang yang sedang memakan sesuatu yang sangat nikmat. Kuelus-elus rambutnya yang hitam dan diikat ke belakang itu.</p>
<p>Sambil menikmati permainan oral Susan, kulihat suaminya sedang mendapat handjob dari Santi. Tampak Santi mengocok kemaluan Pak Harry dengan cepat, dan tak lama terdengar erangan nikmat Pak Harry saat dia mencapai orgasmenya. Santipun kemudian meninggalkan Pak Harry, mungkin dia pergi ke toilet untuk membersihkan tangannya.</p>
<p>Sementara itu Susan masih dengan bernafsu menikmati kemaluanku yang besar. Memang kalau kubandingkan dengan kemaluan suaminya, ukurannya jauh berbeda. Apalagi setelah dia mengalami orgasme, tampak kemaluan Pak Harry sangat kecil dan tertutup oleh lemak perutnya yang buncit itu. Tak heran bila istrinya sangat menikmati kemaluanku.</p>
<p>Tak lama Santipun kembali muncul di ruang itu, dan menghampiriku. Susan masih berjongkok di depanku sambil mempermainkan lidahnya di batang kemaluanku. Santi duduk di sampingku dan mulai menciumiku. Dibukanya bajuku dan puting dadakupun dihisapnya. Nikmat sekali rasanya dihisap oleh dua wanita cantik istri orang ini. Seorang di atas yang lainnya di bawah. Sementara Pak Harry tampak menikmati pemandangan ini sambil berusaha membangkitkan kembali senjatanya yang sudah loyo.</p>
<p>Kuangkat baju Santi dan juga BHnya, sehingga buah dadanya menantang di depan wajahku. Langsung kuhisap dan kujilati putingnya. Sementara tanganku yang satu meremas buah dadanya yang lain. Sementara Susan masih mengulum dan menjilati kemaluanku.</p>
<p>Setelah puas bermain dengan kemaluanku, Susan kemudian berdiri. Dia kemudian melepaskan pakaiannya hingga hanya kalung berlian dan hak tingginya saja yang masih melekat di tubuhnya. Buah dadanya besar dan padat menjulang, dengan puting yang kecil berwarna merah muda. Aku terkagum dibuatnya, sehingga kuhentikan kegiatanku menghisapi buah dada Santi. Susan kemudian menghampiriku dan kamipun berciuman kembali dengan bergairah.</p>
<p>&#8220;Ayo isap susu ik &#8221; pintanya sambil menyorongkan buah dada sebelah kanannya ke mulutku. Tak perlu dikomando lagi langsung kuterkam buah dadanya yang kenyal itu. Kuremas, kuhisap dan kujilati sepuasnya. Susanpun mengerang kenikmatan.</p>
<p>Setelah itu, dia kembali berdiri dan kemudian berbalik membelakangiku. Diapun jongkok sambil mengarahkan kemaluanku ke dalam vaginanya yang berambut tipis itu. Kamipun bersetubuh dengan tubuhnya duduk di atas kemaluanku menghadap suaminya yang masih berusaha membangunkan perkakasnya kembali. Kutarik tubuhnya agak kebelakang sehingga aku dapat menciumi kembali bibirnya dan wajahnya yang cantik itu.</p>
<p>&#8220;Eh.. Eh.. Eh..&#8221; dengus Susan setiap kali aku menyodokkan kemaluanku ke dalam vaginanya. Aku terus menyetubuhinya sambil meremas-remas buah dadanya dan sesekali menjilati dan menciumi pundaknya yang mulus.</p>
<p>Sementara itu Santi bersimpuh di ujung sofa sambil meraba-raba buah zakarku, sementara aku sedang menyetubuhi Susan. Terkadang dikeluarkannya kemaluanku dari vagina Susan untuk kemudian dikulumnya. Setelah itu Santi memasukkan kembali kemaluanku ke dalam liang surga Susan.</p>
<p>Setelah beberapa menit, aku berdiri dan kuminta Susan untuk menungging di sofa. Aku ingin menggenjot dia dari belakang. Kusetubuhi dia &#8220;doggy-style&#8221; sampai kalung berlian dan buah dadanya yang besar bergoyang-goyang menggemaskan. Kadang kukeluarkan kemaluanku dan kusodorkan ke mulut Santi yang dengan lahap menjilati dan mengulumnya. Benar-benar nikmat rasanya menyetubuhi dua wanita cantik ini.</p>
<p>&#8220;Ahh.. Yes.. Yes.. Aha.. Aha.. That&#8217;s right.. Aha.. Aha..&#8221; begitu erangan Susan menahan rasa nikmat yang menjalari tubuhnya. Hal itu menambah suasana erotis di ruangan itu.</p>
<p>Sementara Pak Harry rupanya telah berhasil membangunkan senjatanya. Dihampirinya Santi dan ditariknya menuju sofa yang lain di ruangan itu. Santipun mau tak mau mengikuti kemauannya. Memang sudah perjanjian bahwa aku bisa menikmati istrinya sedangkan Pak Harry bisa menikmati &#8220;istriku&#8221;.</p>
<p>Sementara itu, aku masih menggenjot Susan secara doggy-style. Sesekali kuremas buah dadanya yang berayun-ayun akibat dorongan tubuhku. Kulihat Pak Harry tampak bernafsu sekali menyetubuhi Santi dengan gaya missionary. Tak beberapa lama kudengar erangan Pak Harry. Rupanya dia sudah mencapai orgasme yang kedua kalinya.</p>
<p>Santipun tampak kembali pergi meninggalkan ruangan. Sementara aku masih menyetubuhi Susan dari belakang sambil berkacak pinggang. Setelah itu kubalikkan badannya dan kusetubuhi dia lagi, kali ini dari depan. Sesekali kuciumi wajah dan buah dadanya, sambil terus kugenjot vaginanya yang sempit itu.</p>
<p>&#8220;Ohh.. Aha.. Aha.. Ohh god.. I love your big cock..&#8221; Susan terus meracau kenikmatan.</p>
<p>Tak lamapun tubuhnya mengejang dan dia menjerit melepaskan segala beban birahinya. Akupun sudah hampir orgasme. Aku berdiri di depannya dan kusuruh dia menghisap kemaluanku kembali. Sementara, aku lirik ke arah Pak Harry, dia sedang memperhatikan istrinya mengulumi kemaluanku. Kuremas rambut Susan dengan tangan kiriku, dan aku berkacak pinggang dengan tangan kananku.</p>
<p>Tak lama akupun menyemburkan cairan ejakulasiku ke mulut Susan. Diapun menelan spermaku itu, walaupun sebagian menetes mengenai kalung berliannya. Diapun menjilati bersih kemaluanku.</p>
<p>&#8220;Thanks Robert.. I really enjoyed it&#8221; katanya sambil membersihkan bekas spermaku di dadanya.<br />
&#8220;No problem Susan.. I enjoyed it too.. Very much&#8221; balasku.</p>
<p>Setelah itu, kamipun kembali mengobrol beberapa saat sambil menikmati desert yang disediakan. Kamipun berjanji untuk melakukannya lagi dalam waktu dekat.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang, Santi tampak kesal. Dia diam saja di dalam mobil. Akupun tidak begitu menghiraukannya karena aku sangat puas dengan pengalamanku tadi. Akupun bersenandung kecil mengikuti alunan suara Al Jarreau di tape mobilku.</p>
<p>&#8220;We&#8217;re in this love together..&#8221;<br />
&#8220;Kenapa sih sayang?&#8221; tanyaku ketika kami telah sampai di depan rumahnya.<br />
&#8220;Pokoknya Santi nggak mau lagi deh&#8221; katanya.<br />
&#8220;Habis Santi nggak suka sama Pak Harry. Udah gitu mainnya cepet banget. Santi nanggung nih.&#8221;</p>
<p>Akupun tertawa geli mendengarnya.</p>
<p>&#8220;Kok ketawa sih Pak Robert.. Ayo.. Tolongin Santi dong.. Santi belum puas.. Tadi Santi horny banget lihat bapak sama Susan make love&#8221; rengeknya.<br />
&#8220;Wah sudah malam nih.. Besok aja ya.. Lagian saya ada janji sama orang&#8221;.<br />
&#8220;Ah.. Pak Robert jahat..&#8221; kata Santi merengut manja.<br />
&#8220;Besok khan masih ada sayang&#8221; hiburku.<br />
&#8220;Tapi janji besok datang ya..&#8221; rengeknya lagi saat keluar dari mobilku.<br />
&#8220;OK so pasti deh.. Bye&#8221;</p>
<p>Sebenarnya aku tidak ada janji dengan siapa-siapa lagi malam itu. Hanya saja aku segan memakai Santi setelah dia disetubuhi Pak Harry tadi. Setidak-tidaknya dia harus bersih-bersih dulu.. He.. He.. Mungkin besok pagi saja aku akan menikmatinya kembali, karena Pak Arief toh masih beberapa hari lagi di luar negeri.</p>
<p>Kukebut mobilku mengarungi jalan tol di dalam kota. Semoga saja aku masih dapat melihat film bagus tayangan HBO di TV nanti.</p>
<p>Selingkuh Dengan istri bos ini bisa jadi bukan selingkuh, coz permainan seks gue terjadi didepan suaminya seolah menyetujui apa yang terjadi dengan gue dan istrinya.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="cerita porn bos">cerita porn bos</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="cerita bos porn">cerita bos porn</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="Kusetubuhi istri bosku">Kusetubuhi istri bosku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="Kumpulan cerita dewasa dengan judul istri selingkuh">Kumpulan cerita dewasa dengan judul istri selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="kok bisa bos selingkuh dgn satpam">kok bisa bos selingkuh dgn satpam</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="istriku selingkuh dengan bosku">istriku selingkuh dengan bosku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="istriku di ajak doggy stile oleh tman sex dewasa panas slingkuh">istriku di ajak doggy stile oleh tman sex dewasa panas slingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="istri majikan mintak setubuh">istri majikan mintak setubuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="Gairah sex bosku">Gairah sex bosku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="di tuggu lama rupanya asyik selingkuh">di tuggu lama rupanya asyik selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="ceritan itri bosku">ceritan itri bosku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="menciumi bos">menciumi bos</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="ml sama bosku">ml sama bosku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="Ngentot selingkuh dg Santi">Ngentot selingkuh dg Santi</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="www ML istri bos lg hamil com">www ML istri bos lg hamil com</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="www cerita sex istri dgn bos com">www cerita sex istri dgn bos com</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="www cerita selingkuh dgn istri bos">www cerita selingkuh dgn istri bos</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="www cerita ml dengan bos">www cerita ml dengan bos</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="www cerita fotomodel ml dgn bos">www cerita fotomodel ml dgn bos</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html" title="video porno istri selingkuh">video porno istri selingkuh</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-istri-bos.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selingkuh Dengan ibu Mertua</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 03:04:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[ibu mertua]]></category>
		<category><![CDATA[ibu mertua genit]]></category>
		<category><![CDATA[ibu nertua kesepian]]></category>
		<category><![CDATA[seks ibu mertua]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Loe yang udah nikah dan memiliki hasrat seks tinggi dan birahi yang cukup menantang, pasti ada terbesit pikiran untuk mencoba ibu mertua mu sendiri, apalagi ibu mertua cantik dan bahenol, ditambah lagi rada genit dan suka menggoda, pasti lo pade pengen juga mencoba mencicipinya, dasar otak kotor kwkwkwk, begitulah ungkapan si pembuat cerita kali ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Loe yang udah nikah dan memiliki hasrat seks tinggi dan birahi yang cukup menantang, pasti ada terbesit pikiran untuk mencoba ibu mertua mu sendiri, apalagi ibu mertua cantik dan bahenol, ditambah lagi rada genit dan suka menggoda, pasti lo pade pengen juga mencoba mencicipinya, dasar otak kotor kwkwkwk, begitulah ungkapan si pembuat cerita kali ini yang menikmati selingkuh dengan ibu mertua sendiri.</p>
<p><img class="alignnone" title="Ibu mertua" src="http://photos.friendster.com/photos/62/98/86368926/1_862574967m.jpg" alt="Mertua Binal" width="200" height="150" /><br />
Bapak mertuaku (Pak Tom, samaran) yang berusia sekitar 60 tahun baru saja pensiun dari pekerjaannya di salah satu perusahaan di Jakarta. Sebetulnya beliau sudah pensiun dari anggota ABRI ketika berumur 55 tahun, tetapi karena dianggap masih mampu maka beliau terus dikaryakan. Karena beliau masih ingin terus berkarya, maka beliau memutuskan untuk kembali ke kampungnya didaerah Malang, Jawa Timur selain untuk menghabiskan hari tuanya, juga beliau ingin mengurusi kebun Apelnya yang cukup luas.</p>
<p>Ibu mertuaku (Bu Mar, samaran) walaupun sudah berumur sekitar 45 tahun, tetapi penampilannya jauh lebih muda dari umurnya. Badannya saja tidak gemuk gombyor seperti biasanya ibu-ibu yang sudah berumur, walau tidak cantik tetapi berwajah ayu dan menyenangkan untuk dipandang. Penampilan ibu mertuaku seperti itu mungkin karena selama di Jakarta kehidupannya selalu berkecukupan dan telaten mengikuti senam secara berkala dengan kelompoknya.</p>
<p>Beberapa bulan yang lalu, aku mengambil cuti panjang dan mengunjunginya bersama Istriku (anak tunggal mertuaku) dan anakku yang baru berusia 2 tahun. Kedatangan kami disambut dengan gembira oleh kedua orang mertuaku, apalagi sudah setahun lebih tidak bertemu sejak mertuaku kembali ke kampungnya. Pertama-tama, aku di peluk oleh Pak Tom mertuaku dan istriku dipeluk serta diciumi oleh ibunya dan setelah itu istriku segera mendatangi ayahnya serta memeluknya dan Bu Mar mendekapku dengan erat sehingga terasa payudaranya mengganjal empuk di dadaku dan tidak terasa penisku menjadi tegang karenanya.</p>
<p>Dalam pelukannya, Bu Mar sempat membisikkan Sur&#8230;(namaku).., Ibu kangen sekali denganmu&#8221;, sambil menggosok-gosokkan tangannya di punggungku, dan untuk tidak mengecewakannya kubisiki juga, &#8220;Buuu&#8230;, Saya juga kangen sekali dengan Ibu&#8221;, dan aku menjadi sangat kaget ketika ibu mertuaku sambil tetap masih mendekapku membisikiku dengan kata-kata, &#8220;Suuur&#8230;, Ibu merasakan ada yang mengganjal di perut Ibu&#8221;, dan karena kaget dengan kata-kata itu, aku menjadi tertegun dan terus saling melepaskan pelukan dan kuperhatikan ibu mertuaku tersenyum penuh arti.</p>
<p>Setelah dua hari berada di rumah mertua, aku dan istriku merasakan ada keanehan dalam rumah tangga mertuaku, terutama pada diri ibu mertuaku. Ibu mertuaku selalu saja marah-marah kepada suaminya apabila ada hal-hal yang kurang berkenan, sedangkan ayah mertuaku menjadi lebih pendiam serta tidak meladeni ibu mertuaku ketika beliau sedang marah-marah dan ayah mertuaku kelihatannya lebih senang menghabiskan waktunya di kebun Apelnya, walaupun di situ hanya duduk-duduk seperti sedang merenung atau melamun. Istriku sebagai anaknya tidak bisa berbuat apa-apa dengan tingkah laku orang tuanya terutama dengan ibunya, yang sudah sangat jauh berlainan dibanding sewaktu mereka masih berada di Jakarta, kami berdua hanya bisa menduga-duga saja dan kemungkinannya beliau itu terkena post power syndrome. Karena istriku takut untuk menanyakannya kepada kedua orang tuanya, lalu Istriku memintaku untuk mengorek keterangan dari ibunya dan supaya ibunya mau bercerita tentang masalah yang sedang dihadapinya, maka istriku memintaku untuk menanyakannya sewaktu dia tidak sedang di rumah dan sewaktu ayahnya sedang ke kebun Apelnya.</p>
<p>Di pagi hari ke 3 setelah selesai sarapan pagi, istriku sambil membawa anakku, pamitan kepada kedua orang tuanya untuk pergi mengunjungi Budenya di kota Kediri, yang tidak terlalu jauh dari Malang dan kalau bisa akan pulang sore nanti.<br />
&#8220;Lho&#8230;, Mur (nama istriku), kok Mas mu nggak diajak..?&#8221;, tanya ibunya.<br />
&#8220;Laah.., nggak usahlah Buuu&#8230;, biar Mas Sur nemenin Bapak dan Ibu, wong nggak lama saja kok&#8221;, sahut istriku sambil mengedipkan matanya ke arahku dan aku tahu apa maksud kedipan matanya itu, sedangkan ayahnya hanya berpesan pendek supaya hati-hati di jalan karena hanya pergi dengan cucunya saja.</p>
<p>Tidak lama setelah istriku pergi, Pak Tompun pamitan dengan istrinya dan aku, untuk pergi ke kebun apelnya yang tidak terlalu jauh dari rumahnya sambil menambahkan kata-katanya, &#8220;Nak Suuur&#8230;, kalau nanti mau lihat-lihat kebun, susul bapak saja ke sana&#8221;. Sekarang yang di rumah hanya tinggal aku dan ibu mertuaku yang sedang sibuk membersihkan meja makan. Untuk mengisi waktu sambil menunggu waktu yang tepat untuk menjalankan tugas yang diminta oleh istriku, kugunakan untuk membaca koran lokal di ruang tamu.</p>
<p>Entah sudah berapa lama aku membaca koran, yang pasti seluruh halaman sudah kubaca semua dan tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara sesuatu yang jatuh dan diikuti dengan suara mengaduh dari belakang, dengan gerakan reflek aku segera berlari menuju belakang sambil berteriak, &#8220;Buuu&#8230;, ada apa buuu?&#8221;. Dan dari dalam kamar tidurnya kudengar suara ibu mertuaku seperti merintih, &#8220;Nak Suuur&#8230;, tolooong Ibuuu&#8221;, dan ketika kujenguk ternyata ibu mertuaku terduduk di lantai dan sepertinya habis terjatuh dari bangku kecil di dekat lemari pakaian sambil meringis dan mengaduh serta mengurut pangkal pahanya. Serta merta kuangkat ibu mertuaku ke atas tempat tidurnya yang cukup lebar dan kutidurkan sambil kutanya, &#8220;Bagian mana yang sakit Buuu&#8221;, dan ibu mertuaku menjawab dengan wajah meringis seperti menahan rasa sakit, &#8220;Di sini.., sambil mengurut pangkal paha kanannya dari luar rok yang dipakainya&#8221;.</p>
<p>Tanpa permisi lalu kubantu mengurut paha ibu mertuaku sambil kembali kutanya, &#8220;Buuu&#8230;, apa ada bagian lain yang sakit..?<br />
&#8220;Nggak ada kok Suuur&#8230;, cuman di sepanjang paha kanan ini ada rasa sakit sedikit..&#8221;, jawabnya.<br />
&#8220;Ooh&#8230;, iya nak Suuur&#8230;, tolong ambilkan minyak kayu putih di kamar ibu, biar paha ibu terasa panas dan hilang sakitnya&#8221;.<br />
Aku segera mencari minyak yang dimaksud di meja rias dan alangkah kagetku ketika aku kembali dari mengambil minyak kayu putih, kulihat ibu mertuaku telah menyingkap roknya ke atas sehingga kedua pahanya terlihat jelas, putih dan mulus. Aku tertegun sejenak di dekat tempat tidur karena melihat pemandangan ini dan mungkin karena melihat keragu-raguanku ini dan tertegun dengan mataku tertuju ke arah paha beliau, ibu mertuaku langsung saja berkata, &#8220;Ayooo..lah nak Suuur&#8230;, nggak usah ragu-ragu, kaki ibu terasa sakit sekali ini lho, lagi pula dengan ibu mertua sendiri saja kok pake sungkan sungkan&#8230;, tolong di urutkan paha ibu tapi nggak usah pakai minyak kayu putih itu&#8230;, ibu takut nanti malah paha ibu jadi kepanasan.</p>
<p>Dengan perasaan penuh keraguan, kuurut pelan-pelan paha kanannya yang terlihat ada tanda agak merah memanjang yang mungkin sewaktu terjatuh tadi terkena bangku yang dinaikinya seraya kutanya, &#8220;Bagaimana Buuu&#8230;, apa bagian ini yang sakit..?<br />
&#8220;Betul Nak Suuur&#8230;, yaa yang ituuu&#8230;, tolong urutkan yang agak keras sedikit dari atas ke bawah&#8221;, dan dengan patuh segera saja kuikuti permintaan ibu mertuaku. Setelah beberapa saat kuurut pahanya yang katanya sakit itu dari bawah ke atas, sambil memejamkan matanya, ibu mertuaku berkata kembali, &#8220;Nak Suuur&#8230;, tolong agak ke atas sedikit ngurutnya&#8221;, sambil menarik roknya lebih ke atas sehingga sebagian celana dalamnya yang berwarna merah muda dan tipis itu terlihat jelas dan membuatku menjadi tertegun dan gemetar entah kenapa, apalagi vagina ibu mertuaku itu terlihat mengembung dari luar CD-nya dan ada beberapa helai bulu vaginanya yang keluar dari samping CD-nya.</p>
<p>&#8220;Ayoo&#8230;,doong&#8230;, Nak Sur, kok ngurutnya jadi berhenti&#8221;, kata ibu mertuaku sehingga membuatku tersadar.<br />
&#8220;Iii&#8230;, yaa&#8230;, Buuu maaf, tapi&#8230;, Buuu&#8221;, jawabku agak terbata-bata dan tanpa menyelesaikan perkataanku karena agak ragu.<br />
&#8220;aah&#8230; kenapa sih Nak Suuur..?, kata ibu mertuaku kembali sambil tangan kanannya memegang tangan kiriku serta menggoncangnya pelan.<br />
&#8220;Buuu&#8230;, Saa&#8230;, yaa&#8230;, saayaa&#8221;, sahutku tanpa sadar dan tidak tahu apa yang harus kukatakan, tetapi yang pasti penisku menjadi semakin tegang karena melihat bagian CD ibu mertuaku yang menggelembung di bagian tengahnya.</p>
<p>&#8220;Nak Suuur..&#8221;, katanya lirih sambil menarik tangan kiriku dan kuikuti saja tarikan tangannya tanpa prasangka yang bukan-bukan, dan setelah tanganku diciumnya serta digeser geserkan di bibirnya, lalu secara tidak kuduga tanganku diletakkan tepat di atas vaginanya yang masih tertutup CD dan tetap dipegangnya sambil dipijat-pijatkannya secara perlahan ke vaginanya diikuti dengan desis suara ibu mertuaku, &#8220;ssshh&#8230;, ssshh&#8221;. Kejadian yang tidak kuduga sama sekali ini begitu mengagetkanku dan secara tidak sadar aku berguman agak keras.<br />
&#8220;Buuu&#8230;, Saa&#8230;yaa&#8221;, dan belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, dari mulut ibu mertuaku terdengar, &#8220;Nak Suuur&#8230;, koook seperti anak kecil saja.., siiih?&#8221;.<br />
&#8220;Buu&#8230;, Saa&#8230;, yaa&#8230;, takuuut kalau nanti bapak datang&#8221;, sahutku gemetar karena memang saat itu aku takut benar, sambil mencoba menarik tanganku tetapi tangan ibu mertuaku yang masih tetap memegang tanganku, menahannya dan bahkan semakin menekan tanganku ke vaginanya serta berkata pelan, &#8220;Nak Suuur&#8230;, Bapak pulang untuk makan siang selalu jam 1 siang nanti&#8230;, tolong Ibuuu&#8230;, naak&#8221;,terdengar seperti mengiba.</p>
<p>Sebetulnya siapa sih yang tidak mau kalau sudah seperti ini, aku juga tidak munafik dan pasti para pembaca Situs &#8220;17 Tahun.Com&#8221; pun juga tidak bisa menahan diri kalau dalam situasi seperti ini, tetapi karena ini baru pertama kualami dan apalagi dengan ibu mertuaku sendiri, tentunya perasaan takutpun pasti akan ada.<br />
&#8220;Ayooo&#8230;lah Nak Suuur&#8230;, tolongin Ibuuu&#8230;, Naak&#8221;, kudengar ibu mertuaku mengiba kembali sehingga membuatku tersadar dan tahu-tahu ibu mertuaku telah memelukku.<br />
&#8220;Buuu&#8230;, biar saya kunci pintunya dulu, yaa..?&#8221;, pintaku karena aku was-was kalau nanti ada orang masuk, tetapi ibu mertuaku malah menjawab, &#8220;Nggak usah naak&#8230;, selama ini nggak pernah ada orang pagi-pagi ke rumah Ibu&#8221;, serta terus mencium bibirku dengan bernafsu sampai aku sedikit kewalahan untuk bernafas. Semakin lama ibu mertuaku semakin tambah agresif saja, sambil tetap menciumiku, tangannya berusaha melepaskan kaos oblong yang kukenakan dan setelah berhasil melepaskan kaosku dengan mudah disertai dengan bunyi nafasnya yang terdengar berat dan cepat, ibu mertuaku terus mencium wajah serta bibirku dan perlahan-lahan ciumannya bergerak ke arah leher serta kemudian ke arah dadaku.</p>
<p>Ciuman demi ciuman ibu mertuaku ini tentu saja membuatku menjadi semakin bernafsu dan ketakutanku yang tadipun sudah tidak teringat lagi.<br />
&#8220;Buuu&#8230;, boleh saya bukaa&#8230;, rok Ibu..? tanyaku minta izin.<br />
&#8220;Suuur&#8230;, bol&#8230;, eh&#8230;, boleh&#8230;, Nak, Nak Suur&#8230;, boleh lakukan apa saja..&#8221;, katanya dengan suara terputus-putus dan terus kembali menciumi dadaku dengan nafasnya yang cepat dan sekarang malah berusaha melepas kancing celana pendek yang ada di badanku. Setelah rok ibu mertuaku terlepas, lalu kulepaskan juga kaitan BH-nya dan tersembulah payudaranya yang tidak begitu besar dan sudah agak menggelantung ke bawah dengan puting susunya yang besar kecoklatan. Sambil kuusapkan kedua tanganku ke bagian bawah payudaranya lalu kutanyakan, &#8220;Buuu&#8230;, boleh saya pegang dan ciumi tetek&#8230;, Ibuu..?<br />
&#8220;Bool&#8230;, eh&#8230;, boleh&#8230;, sayang.., lakukan apa saja yang Nak Sur mau.., Ibu sudah lama sekali tidak mendapatkan ini lagi dari bapakmu&#8230;, ayoo.., sayaang&#8221;, sahut ibu mertuaku dengan suara terbata-bata sambil mengangkat dadanya dan perlahan-lahan kupegang kedua payudara ibu mertuaku dan salah satu puting susunya langsung kujilati dan kuhisap-hisap, serta pelan-pelan kudorong tubuh ibu mertuaku sehingga jatuh tertidur di kasur dan dari mulut ibu mertuaku terdengar, &#8220;ssshh&#8230;, aahh.., sayaang&#8230;, ooohh&#8230;, teruuus&#8230;, yaang&#8230;, tolong puasiiin Ibuu&#8230;, Naak&#8221;, dan suara ibu mertuaku yang terdengar menghiba itu menjadikanku semakin terangsang dan aku sudah lupa kalau yang kugeluti ini adalah ibu mertuaku sendiri dan ibu dari istriku.</p>
<p>&#8220;Naak Suuur&#8221;, kudengar suara ibu mertuaku yang sedang meremas-remas rambut di kepalaku serta menciuminya, &#8220;Ibuu&#8230;, ingin melihat punyamu&#8230;, Naak&#8221;, seraya tangannya berusaha memegang penisku yang masih tertutup celana pendekku.<br />
&#8220;Iyaa&#8230;, Buu&#8230;, saya buka celana dulu Buuu&#8221;, sahutku setelah kuhentikan hisapanku pada payudaranya serta segera saja aku bangkit dan duduk di dekat muka ibu mertuaku. Segera saja ibu mertuaku memegang penisku yang sedang berdiri tegang dari luar celana dan berkomentar, &#8220;Nak Suur&#8230;, besar betuuul&#8230;, dan keras lagi, ayooo&#8230;, dong cepaat.., dibuka celananya&#8230;, agar Ibu bisa melihatnya lebih jelas&#8221;, katanya seperti sudah tidak sabar lagi, dan tanpa disuruh ibu untuk kedua kalinya, langsung saja kulepas celana pendek yang kukenakan.</p>
<p>Ketika aku membuka CD-ku serta melihat penisku berdiri tegang ke atas, langsung saja ibu mertuaku berteriak kecil, &#8220;Aduuuh&#8230;, Suuur&#8230;, besaar sekali&#8221;, padahal menurut anggapanku ukuran penisku sepertinya wajar saja menurut ukuran orang Indonesia tapi mungkin saja lebih besar dari punya suaminya dan ibu mertuaku langsung saja memegangnya serta mengocoknya pelan-pelan sehingga tanpa kusadari aku mengeluarkan desahan kecil, &#8220;ssshh&#8230;, aahh&#8221;, sambil kedua tanganku kuusap-usapkan di wajah dan rambutnya.</p>
<p>&#8220;Aduuuh&#8230;, Buuu&#8230;, sakiiit&#8221;, teriakku pelan ketika ibu mertuaku berusaha menarik penisku ke arah wajahnya, dan mendengar keluhanku itu segera saja ibu mertuaku melepas tarikannya dan memiringkan badannya serta mengangkat separuh badannya yang ditahan oleh tangan kanannya dan kemudian mendekati penisku. Setelah mulutnya dekat dengan penisku, langsung saja ibu mertuaku mengeluarkan lidahnya serta menjilati kepala penisku sedangkan tangan kirinya meremas-remas pelan kedua bolaku, sedangkan tangan kiriku kugunakan untuk meremas-remas rambutnya serta sekaligus untuk menahan kepala ibu mertuaku. Tangan kananku kuremas-remaskan pada payudaranya yang tergantung ke samping.</p>
<p>Setelah beberapa kali kepala penisku dijilatinya, pelan-pelan kutarik kepala ibu mertuaku agar bisa lebih dekat lagi ke arah penisku dan rupanya ibu mertuaku cepat mengerti apa yang kumaksud dan walaupun tanpa kata-kata langsung saja kepalanya didekatkan mengikuti tarikan kedua tanganku dan sambil memegangi batang penisku serta dengan hanya membuka mulutnya sedikit, ibu mertuaku secara pelan-pelan memasukkan penisku yang sudah basah oleh air liurnya sampai setengah batang penisku masuk ke dalam mulutnya. Kurasakan lidah ibu mertuaku dipermainkannya dan digesek-gesekannya pada kepala penisku, setelah itu kepala ibu ditariknya mundur pelan-pelan dan kembali dimajukan sehingga penisku terasa sangat nikmat. Karena tidak tahan menahan kenikmatan yang di berikan ibu mertuaku, aku jadi mendesis, &#8220;ssshh&#8230;, aacccrrr&#8230;, ooohh&#8221;, mengikuti irama maju mundurnya kepala ibu. Makin lama gerakan kepala ibu mertuaku maju mundur semakin cepat dan ini menambah nikmat bagiku.</p>
<p>Beberapa menit kemudian, ibu mertuaku secara tiba-tiba melepaskan penisku dari mulutnya, padahal aku masih ingin hal ini terus berlangsung dan sambil kembali menaruh kepalanya di tempat tidur, dia menarik bahuku untuk mengikutinya. Ibu langsung mencium wajahku dan ketika ciumannya mengarah ke telingaku, kudengar ibu berkata dengan agak berbisik, &#8220;Naak Suuur&#8230;, Ibu juga kepingin punya ibu dijilati&#8221;, dan sambil kunaiki tubuh ibu mertuaku lalu kutanyakan, &#8220;Buuu&#8230;, apa boleh&#8230;, saya lakukan?&#8221;, dan segera saja ibu menjawabnya, &#8220;Nak Suuur&#8230;, tolong pegang dan jilati kepunyaan ibu&#8230;, naak&#8230;, ibu sudah lama kepingin di gituin&#8221;.</p>
<p>Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, aku menurunkan badanku secara perlahan-lahan dan ketika melewati dadanya kembali kuciumi serta kujilati payudara ibu mertuaku yang sudah tidak terlalu keras lagi, setelah beberapa saat kuciumi payudara ibu, aku segera menurunkan badanku lagi secara perlahan sedangkan ibu mertuaku meremas-remas rambutku, juga terasa seperti berusaha mendorong kepalaku agar cepat-cepat sampai ke bawah. Kuciumi dan kujilati perut dan pusar ibu sambil salah satu tanganku kugunakan untuk menurunkan CD-nya. Kemudian dengan cekatan ku lepas CD-nya dan kulemparkan ke atas lantai. Kulihat vagina ibu mertuaku begitu lebat ditumbuhi bulu-bulu yang hitam mengitari liang vaginanya. Mungkin karena terlalu lama aku menjilati perut dan sekitarnya, kembali kurasakan tangan ibu yang ada di kepalaku menekan ke bawah dan kali ini kuikuti dengan menurunkan badanku pelan-pelan ke bawah dan sesampainya di dekat vaginanya, kuciumi daerah di sekitarnya dan apa yang kulakukan ini mungkin menyebabkan ibu tidak sabaran lagi, sehingga kudengar suara ibu mertuaku, &#8220;Nak Suuur&#8230;, tolooong&#8230;, cepaat&#8230;, saa.., yaang&#8230;, ayooo&#8230;, Suuur&#8221;.</p>
<p>Tanpa kujawab permintaannya, aku mulai melebarkan kakinya dan kuletakkan badanku di antara kedua pahanya, lalu kusibak bulu vaginanya yang lebat itu untuk melihat belahan vagina ibu dan setelah bibir vagina ibu terlihat jelas lalu kubuka bibir kemaluannya dengan kedua jari tanganku, ternyata vagina ibu mertuaku telah basah sekali. Ketika ujung lidahku kujilatkan ke dalam vaginanya, kurasakan tubuh ibu menggelinjang agak keras sambil berkata, &#8220;Cepaat&#8230;, Suuur&#8230;, ibu sudah nggak tahaan&#8221;.</p>
<p>Dengan cepat kumasukkan mulut dan lidahku ke dalam vaginanya sambil kujilati dan kusedot-sedot dan ini menyebabkan ibu mulai menaik-turunkan pantatnya serta bersuara, &#8220;ssshh&#8230;, aahh&#8230;, Suuur&#8230;, teruuus&#8230;, adduuuhh&#8230;, enaak&#8230;, Suuur&#8221;, Lalu kukecup clitorisnya berulang kali hingga mengeras, hal ini membuat ibu mertuaku menggelinjang hebat, &#8220;Aahh&#8230;, ooohh&#8230;, Suuur&#8230;, betuuul&#8230;, yang itu&#8230;, Suuur&#8230;, enaak&#8230;, aduuuh&#8230;, Suuur&#8230;, teruskaan&#8230;, aahh&#8221;, sambil kedua tangannya menjambak rambutku serta menekan kepalaku lebih dalam masuk ke vaginanya. Kecupan demi kecupan di vagina ibu ini kuteruskan sehingga gerakan badan ibu mertuaku semakin menggila dan tiba-tiba kudengar suara ibu setengah mengerang, &#8220;aahh&#8230;, oooh&#8230;, duuuh&#8230;, Suuur&#8230;, ibuu&#8230;, mau.., mauuu&#8230;, sampaiii&#8230;, Naak&#8230;, oooh&#8221;, disertai dengan gerakan pantatnya naik turun secara cepat.</p>
<p>Gerakan badannya terhenti dan yang kudengar adalah nafasnya yang menjadi terengah-engah dengan begitu cepatnya dan tangannyapun sudah tidak meremas-remas rambutku lagi, sementara itu jilatan lidahku di vagina ibu hanya kulakukan sekedarnya di bagian bibirnya saja. Dengan nafasnya yang masih memburu itu, tiba-tiba ibu mertuaku bangun dan duduk serta berusaha menarik kepalaku seraya berkata, &#8220;Naak Suuur&#8230;, ke siniii&#8230;, saayaang&#8221;, dan tanpa menolak kuikuti saja tarikan tangan ibu, ketika kepalaku sudah di dekat kepalanya, ibu mertuaku langsung saja memelukku seraya berkata dengan suara terputus-putus karena nafasnya yang masih memburu, &#8220;Suuur&#8230;, Ibu puas dengan apa yang Nak Suuur&#8230;, lakukan tadi, terima kasiih&#8230;, Naak&#8221;. Ibu mertuaku bertubi-tubi mencium wajahku dan kubalas juga ciumannya dengan menciumi wajahnya sambil kukatakan untuk menyenangkan hatinya, &#8220;Buuu&#8230;, saya sayang Ibuuu&#8230;, saya ingin ibu menjadi&#8230;, puu..aas&#8221;.</p>
<p>Setelah nafas ibu sudah kembali normal dan tetap saja masih menciumi seluruh wajahku dan sesekali bibirku, dia berkata, &#8220;Naak Suuur&#8230;, Ibu masih belum puas sekali&#8230;, Suuur&#8230;, tolooong puasin ibu sampai benar-benar puaas&#8230;, Naak&#8221;, seraya kurasakan ibu merenggangkan kedua kakinya. Karena aku masih belum memberikan reaksi atas ucapannya itu, karena tiba-tiba aku terpikir akan istriku dan yang kugeluti ini adalah ibu kandungnya, aku menjadi tersadar ketika ibu bersuara kembali, &#8220;Sayaang&#8230;, ayooo&#8230;, tolooong Ibu dipuasin lagi Suuur, tolong masukkan punyamu yang besar itu ke punya ibu&#8221;.<br />
&#8220;Buuu&#8230;, seharusnya saya tidak boleh melakukan ini&#8230;, apalagi kepada Ibuu&#8221;,sahutku di dekat telinganya.<br />
&#8220;Suuur&#8230;, nggak apa-apa&#8230;, Naak&#8230;, Ibu yang kepingin, lakukanlah Naak&#8230;, lakukan sampai Ibu benar-benar puas Suuur&#8221;, katanya dengan suara setengah mengiba.</p>
<p>&#8220;aahh&#8230;, biarlah, kenapa kutolak&#8221;, pikirku dan tanpa membuang waktu lagi aku lalu mengambil ancang-ancang dan kupegang penisku serta kuusap-usapkan di belahan bibir vagina ibu mertuaku yang sudah sedikit terbuka. Sambil kucium telinga ibu lalu kubisikkan, &#8220;Buuu&#8230;, maaf yaa&#8230;., saya mau masukkan sekarang, boleh?&#8221;.<br />
&#8220;Suur&#8230;, cepat masukkan, Ibu sudah kepingin sekali Naak&#8221;, sahutnya seperti tidak sabar lagi dan tanpa menunggu ibu menyelesaikan kalimatnya aku tusukkan penisku ke dalam vaginanya, mungkin entah tusukan penisku terlalu cepat atau karena ibu katanya sudah lama tidak pernah digauli oleh suaminya langsung saja beliau berteriak kecil, &#8220;Aduuuh&#8230;, Suuur&#8230;, pelan-pelan saayaang&#8230;, ibu agak sakit niiih&#8221;, katanya dengan wajah yang agak meringis mungkin menahan rasa kesakitan. Kuhentikan tusukan penisku di vaginanya, &#8220;Maaf Buu&#8230;, saya sudah menyakiti Ibu&#8230;, maaf ya Bu&#8221;. Ibu mertuaku kembali menciumku, &#8220;Tidak apa-apa Suuur&#8230;, Ibu cuma sakit sedikit saja kok, coba lagi Suur..&#8221;, sambil merangkulkan kedua tangannya di pungungku.</p>
<p>&#8220;Buuu&#8230;, saya mau masukkan lagi yaa dan tolong Ibu bilang yaa&#8230;, kalau ibu merasa sakit&#8221;, sahutku. Tanpa menunggu jawaban ibu segera saja kutusukkan kembali penisku tetapi sekarang kulakukan dengan lebih pelan. Ketika kepala penisku sudah menancap di lubang vaginanya, kulihat ibu sedikit meringis tetapi tidak mengeluarkan keluhan, &#8220;Buuu&#8230;, sakit.., yaa?&#8221;. Ibu hanya menggelengkan kepalanya serta menjawab, &#8220;Suuur&#8230;, masukkan saja sayaang&#8221;, sambil kurasakan kedua tangan ibu menekan punggungku. Aku segera kembali menekan penisku di lubang vaginanya dan sedikit terasa kepala penisku sudah bisa membuka lubang vaginanya, tetapi kembali kulihat wajah ibu meringis menahan sakit. Karena ibu tidak mengeluh maka aku teruskan saja tusukan penisku dan, &#8220;Bleess&#8221;, penisku mulai membongkar masuk ke liang vaginanya diikuti dengan teriakan kecil, &#8220;Aduuuh&#8230;, Suuur&#8221;, sambil menengkeramkan kedua tangannya di punggungku dan tentu saja gerakan penisku masuk ke dalam vaginanya segera kutahan agar tidak menambah sakit bagi ibu.<br />
&#8220;Buuu&#8230;, sakit yaa..? maaf ya Buuu&#8221;. Ibu mertuaku hanya menggelengkan kepalanya.<br />
&#8220;Enggak kok sayaang&#8230;, ibu hanya kaget sedikit saja&#8221;, lalu mencium wajahku sambil berucap kembali, &#8220;Suuur&#8230;, besar betul punyamu itu&#8221;.</p>
<p>Pelan-pelan kunaik-turunkan pantatku sehingga penisku yang terjepit di dalam vaginanya keluar masuk dan ibupun mulai menggoyang-goyangkan pantatnya pelan-pelan sambil berdesah, &#8220;ssshh&#8230;, oooh&#8230;, aahh&#8230;, sayaang&#8230;, nikmat&#8230;, teruuuskan&#8230;, Naak&#8221;, katanya seraya mempercepat goyangan pantatnya. Akupun sudah mulai merasakan enaknya vaginan ibu dan kusahut desahannya, &#8220;Buuu&#8230;, aahh&#8230;, punyaa Ibu juga nikmat, buuu&#8221;, sambil kuciumi pipinya.</p>
<p>Makin lama gerakanku dan ibu semakin cepat dan ibupun semakin sering mendesah, &#8220;Aah&#8230;, Suuurr&#8230;, ooh&#8230;, teruus&#8230;, Suur&#8221;. Ketika sedang nikmat-enaknya menggerakkan penisku keluar masuk vaginanya, ibu menghentikan goyangan pantatnya. Aku tersentak kaget, &#8220;Buuu&#8230;, kenapa? apa ibu capeeek?&#8221;, Ibu hanya menggelengkan kepalanya saja, sambil mencium leherku ibu berucap, &#8220;Suuur&#8230;, coba hentikan gerakanmu itu sebentar&#8221;.<br />
&#8220;Ada apa Buuu&#8221;, sahutku sambil menghentikan goyangan pantatku naik turun.<br />
&#8220;Suuur&#8230;, kamu diam saja dan coba rasakan ini&#8221;, kata ibu tanpa menjelaskan apa maksudnya dan tidak kuduga tiba-tiba terasa penisku seperti tersedot dan terhisap di dalam vagina ibu mertuaku, sehingga tanpa sadar aku mengatakan, &#8220;Buuu&#8230;, aduuuh&#8230;, enaak&#8230;, Buu&#8230;, teruus Bu, oooh&#8230;, nikmat Buu&#8221;, dan tanpa sadar, aku kembali menggerakkan penisku keluar masuk dengan cepat dan ibupun mulai kembali menggoyangkan pantatnya.<br />
&#8220;oooh&#8230;, aah&#8230;, Suuur&#8230;, enaak Suuur&#8221;, dan nafasnya dan nafaskupun semakin cepat dan tidak terkontrol lagi.</p>
<p>Mengetahui nafas Ibu serta goyangan pantat Ibu sudah tidak terkontrol lagi, aku tidak ingin ibu cepat-cepat mencapai orgasmenya, lalu segera saja kuhentikan gerakan pantatku dan kucabut penisku dari dalam vaginanya yang menyebabkan ibu mertuaku protes, &#8220;Kenapa&#8230;, Suuur&#8230;, kok berhenti?&#8221;, tapi protes ibu tidak kutanggapi dan aku segera melepaskan diri dari pelukannya lalu bangun.</p>
<p>Tanpa bertanya, lalu badan ibu mertuaku kumiringkan ke hadapanku dan kaki kirinya kuangkat serta kuletakkan di pundakku, sedangkan ibu mertuaku hanya mengikuti saja apa yang kulakukan itu. Dengan posisi seperti ini, segera saja kutusukkan kembali penisku masuk ke dalam vagina ibu mertuaku yang sudah sangat basah itu tanpa kesulitan. Ketika seluruh batang penisku sudak masuk semua ke dalam vaginanya, segera saja kutekan badanku kuat-kuat ke badan ibu sehingga ibu mulai berteriak kecil, &#8220;Suuur&#8230;, aduuuh&#8230;, punyamu masuk dalam sekali&#8230;, naak&#8230;, aduuuh&#8230;, teruuus sayaang&#8230;, aah&#8221;, dan aku meneruskan gerakan keluar masuk penisku dengan kuat. Setiap kali penisku kutekan dengan kuat ke dalam vagina ibu mertuaku, ibu terus saja berdesah, &#8220;Ooohh&#8230;, aahh&#8230;, Suuur&#8230;, enaak&#8230;, terus, tekan yang kuaat sayaang&#8221;.</p>
<p>Aku tidak berlama-lama dengan posisi seperti ini. Kembali kehentikan gerakanku dan kucabut penisku dari dalam vaginanya. Kulihat ibu hanya diam saja tanpa protes lagi dan lalu kukatakan pada ibu, &#8220;Buuu&#8230;, coba ibu tengkurap dan nungging&#8221;, kataku sambil kubantu membalikkan badan dan mengatur kaki ibu sewaktu nungging, &#8220;Aduuh&#8230;, Suuur&#8230;, kamu kok macem-macem sih&#8221;, komentar Ibu mertuaku. Aku tidak menanggapi komentarnya dan tanpa kuberi aba-aba penisku kutusukkan langsung masuk ke dalam vagina ibu serta kutekan kuat-kuat dengan memegang pinggangnya sehingga ibu berteriak, &#8220;Aduuuh Suuur, oooh&#8221;, dan tanpa kupedulikan teriakan ibu, langsung saja kukocok penisku keluar masuk vaginanya dengan cepat dan kuat hingga membuat badan ibu tergetar ketika sodokanku menyentuh tubuhnya dan setiap kali kudengar ibu berteriak, &#8220;oooh&#8230;, oooh&#8230;, Suuur&#8221;, dan tidak lama kemudian ibu mengeluh lagi, &#8220;Suuur&#8230;, Ibu capek Naak&#8230;, sudaah Suuur&#8230;, Ibuu capeeek&#8221;, dan tanpa kuduga ibu lalu menjatuhkan dirinya tertidur tengkurap dengan nafasnya yang terengah-engah, sehingga mau tak mau penisku jadi keluar dari vaginanya.</p>
<p>Tanpa mempedulikan kata-katanya, segera saja kubalik badan ibu yang jatuh tengkurap. Sekarang sudah tidur telentang lagi, kuangkat kedua kakinya lalu kuletakkan di atas kedua bahuku. Ibu yang kulihat sudah tidak bertenaga itu hanya mengikuti saja apa yang kuperbuat. Segera saja kumasukkan penisku dengan mudah ke dalam vagina ibu mertuaku yang memang sudah semakin basah itu, kutekan dan kutarik kuat sehingga payudaranya yang memang sudah aggak lembek itu terguncang-guncang. Ibu mertuaku nafasnya terdengar sangat cepat, &#8220;Suuur&#8230;, jangaan&#8230;, kuat-kuat Naak&#8230;, badan ibu sakit semua&#8221;, sambil memegang kedua tanganku yang kuletakkan di samping badannya untuk menahan badanku.</p>
<p>Mendengar kata-kata ibu mertuaku, aku menjadi tersadar dan teringat kalau yang ada di hadapanku ini adalah ibu mertuaku sendiri dan segera saja kehentikan gerakan penisku keluar masuk vaginanya serta kuturunkan kedua kaki ibu dari bahuku dan langsung saja kupeluk badan ibu serta kuucapkan, &#8220;Maaf&#8230;, Buu&#8230;, kalau saya menyakiti Ibu, saya akan mencoba untuk pelan-pelan&#8221;, segera saja ibu berucap, &#8220;Suuur nggak apa-apa Nak, tapi Ibu lebih suka dengan posisi seperti ini saja, ayoo&#8230;, Suuur mainkan lagi punyamu agar ibu cepat puaas&#8221;.<br />
&#8220;Iyaa&#8230;, Buuu&#8230;, saya akan coba lagi&#8221;, sahutku sambil kembali kunaik-turunkan pantatku sehingga penisku keluar masuk vagina ibu dan kali ini aku lakukan dengan hati-hati agar tidak menyakiti badan ibu, dan ibu mertuakupun sekarang sudah mulai menggoyangkan pantatnya serta sesekali mempermainkan otot-otot di vaginanya, sehingga kadang-kadang terasa penisku terasa tertahan sewaktu memasuki liang vaginanya.</p>
<p>Ketika salah satu payudara ibu kuhisap-hisap puting susunya yang sudah mengeras itu, ibu mertuaku semakin mempercepat goyangan pinggulnya dan terdengar desahannya yang agak keras diantara nafasnya yang sudah mulai memburu, &#8220;ooohh&#8230;, aahh&#8230;, Suuur&#8230;, teruuus&#8230;, oooh&#8221;, seraya meremas-remas rambutku lebih keras. Akupun ikut mempercepat keluar masuknya penisku di dalam vaginanya.</p>
<p>Goyangan pinggul ibu mertuakupun semakin cepat dan sepertinya sudah tidak bisa mengontrol dirinya lagi. Disertai nafasnya yang semakin terengah-engah dan kedua tangannya dirangkulkan ke punggungku kuat-kuat, ibu mengatakan dengan terbata-bata, &#8220;Nak Suuur&#8230;, aduuuh&#8230;, Ibuuu&#8230;, sudaah&#8230;, oooh&#8230;, mauuu kelluaar&#8221;. Aku sulit bernafas karena punggungku dipeluk dan dicengkeramnya dengan kuat dan kemudian ibu mertuaku menjadi terdiam, hanya nafasnya saja yang kudengar terengah-engah dengan keras dan genjotan penisku keluar masuk vaginanya. Untuk sementara aku hentikan untuk memberikan kesempatan pada ibu menikmati orgasmenya sambil kuciumi wajahnya, &#8220;Bagaimana&#8230;, Buuu?, mudah-mudahan ibu cukup puas.</p>
<p>Ibu mertuaku tetap masih menutup matanya dan tidak segera menjawab pertanyaanku, yang pasti nafas ibu masih memburu tetapi sudah mulai berkurang dibanding sebelumnya. Karena ibu masih diam, aku menjadi sangat kasihan dan kusambung pertanyaanku tadi di dekat telinganya, &#8220;Buu&#8230;, saya tahu ibu pasti capek sekali, lebih baik ibu istirahat dulu saja.., yaa?&#8221;, seraya aku mulai mengangkat pantatku agar penisku bisa keluar dari vagina ibu yang sudah sangat basah itu. Tetapi baru saja pantatku ingin kuangkat, ternyata ibu mertuaku cepat-cepat mencengkeram pinggulku dengan kedua tangannya dan sambil membuka matanya, memandang ke wajahku, &#8220;Jangaan&#8230;, Suuur&#8230;, jangan dilepas punyamu itu, ibu diam saja karena ingin melepaskan lelah sambil menikmati punyamu yang besar itu mengganjal di tempat ibuuu, jangaan dicabut dulu&#8230;, yaa&#8230;, sayaang&#8221;, terus kembali menutup matanya.</p>
<p>Mendengar permintaan ibu itu, aku tidak jadi mencabut penisku dari dalam vagina ibu dan kembali kujatuhkan badanku pelan-pelan di atas badan ibu yang nafasnya sekarang sudah kelihatan mulai agak teratur, sambil kukatakan, &#8220;Tidaak&#8230;, Buuu&#8230;, saya tidak akan mencabutnya, saya juga masih kepingin terus seperti ini&#8221;, sambil kurangkul leher ibu dengan tangan kananku. Ibu hanya diam saja dengan pernyataanku itu, tetapi tiba-tiba penisku yang sejak tadi kudiamkan di dalam vaginanya terasa seperti dijepit dan tersedot vagina ibu mertuaku, dan tanpa sadar aku mengaduh, &#8220;Aduuuh&#8230;, oooh&#8230;, Buuu&#8221;.<br />
&#8220;Kenapa&#8230;, sayaang&#8230;, enaak yaa?&#8221;, sahut ibu sambil mencium bibirku dengan lembut dan sambil kucium hidungnya kukatakan, &#8220;Buuu&#8230;, enaak sekaliii&#8221;, dan seperti tadi, sewaktu ibu mertuaku mula-mula menjepit dan menyedot penisku dengan vaginanya, secara tidak sengaja aku mulai menggerakkan lagi penisku keluar masuk vaginanya dan ibu mertuakupun kembali mendesah, &#8220;oooh&#8230;, aah&#8230;, Suuur&#8230;, teruuus&#8230;, naak&#8230;, aduuuh&#8230;, enaak sekali&#8221;.</p>
<p>Semakin lama gerakan pinggul ibu semakin cepat dan kembali kudengar nafasnya semakin lama semakin memburu. Gerakan pinggul ibu kuimbangi dengan mempercepat kocokan penisku keluar masuk vaginanya. Makin lama aku sepertinya sudah tidak kuat untuk menahan agar air maniku tetap tidak keluar, &#8220;Buuu&#8230;, sebentar lagi&#8230;, sayaa&#8230;, sudaah&#8230;, mau keluaar&#8221;, sambil kupercepat penisku keluar masuk vaginanya dan mungkin karena mendengar aku sudah mendekati klimaks, ibu mertuakupun semakin mempercepat gerakan pinggulnya serta mempererat cengkeraman tangannya di punggungku seraya berkata, &#8220;Suuur&#8230;, teruuuss&#8230;, Naak&#8230;, Ibuuu&#8230;, jugaa&#8230;, sudah dekat, ooohh&#8230;, ayooo Suuur&#8230;, semprooot Ibuu dengan airmuu&#8230;, sekaraang&#8221;.<br />
&#8220;Iyaa&#8230;, Buuu&#8230;, tahaan&#8221;, sambil kutekan pantatku kuat-kuat dan kami akhiri teriakan itu dengan berpelukan sangat kuat serta tetap kutekan penisku dalam-dalam ke vagina ibu mertuaku. Dalam klimaksnya terasa vagina ibu memijat penisku dengan kuat dan kami terus terdiam dengan nafas terengah-engah.</p>
<p>Setelah nafas kami berdua agak teratur, lalu kucabut penisku dari dalam vagina ibu dan kujatuhkan badanku serta kutarik kepala ibu mertuaku dan kuletakkan di dadaku.Setelah nafasku mulai teratur kembali dan kuperhatikan nafas ibupun begitu, aku jadi ingat akan tugas yang diberikan oleh istriku.<br />
&#8220;Buuu&#8230;, apa ini yang menyebabkan ibu selalu marah-marah pada Bapak..?&#8221;, tanyaku.<br />
&#8220;Mungkin saja Suuur&#8230;, kenapa Suuur?&#8221;, Sahutnya sambil tersenyum dan mencium pipiku.<br />
&#8220;Buuu&#8230;, kalau benar, tolong ibu kurangi marah-marahnya kepada Bapak, kasihan dia&#8221;, ibu hanya diam dan seperti berfikir.<br />
Setelah diam sebentar lalu kukatakan, &#8220;Buuu&#8230;, sudah siang lho, seraya kubangunkan tubuh ibu serta kubimbing ke kamar mandi.</p>
<p>Setelah peristiwa ini terjadi, ibu seringkali mengunjungi rumah kami dengan alasan kangen cucu dan anaknya Mur, tetapi kenyataannya ibu mertuaku selalu mengontakku melalui telepon di kantor dan meminta jatahnya di suatu motel untuk mendapatkan ritual <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/">Cerita Dewasa</a> seperti Biasanya. , sebelum menuju ke rumahku. Untungnya sampai sekarang Istriku tidak curiga, hanya saja dia merasa aneh, karena setiap bulannya ibunya selalu mengunjung rumah kami.</p>
<p>Sebenarnya aku takut untuk melanjutkan statsus selingkuh dengan ibu mertua, tapi apa daya, nafsu birahi kami berdua sangat kuat, ada penyesalan dan sangat menyesal dan takut yang sangat jika jika istriku tau hubungan kami yang diluar batas kewajaran.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="selingkuh dengan mertua">selingkuh dengan mertua</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="Cerita sex dengan ibu kos">Cerita sex dengan ibu kos</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="Cerita seks dewasa stw">Cerita seks dewasa stw</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="Cerita selingkuh stw">Cerita selingkuh stw</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="kumpulan cerita selingkuh dengan mertua">kumpulan cerita selingkuh dengan mertua</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="cerita selingkuh ibu mertua">cerita selingkuh ibu mertua</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="ngentot mertua di kebun">ngentot mertua di kebun</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="Ngentot jangandilepas">Ngentot jangandilepas</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="ngentot emak yang lagi sakit">ngentot emak yang lagi sakit</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="Ngentot Bol">Ngentot Bol</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="mertuaku yang sangat menggoda">mertuaku yang sangat menggoda</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="Mertuaku selingkuh denganku">Mertuaku selingkuh denganku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="mertua stw ngliat kontolku">mertua stw ngliat kontolku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="Menikmati seks dgn ibu mertua">Menikmati seks dgn ibu mertua</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="ibu mertua mengocokku">ibu mertua mengocokku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="kumpulan cerita sex ibu mertua selingkuh">kumpulan cerita sex ibu mertua selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="Ibu Mertua yang bahenol">Ibu Mertua yang bahenol</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="kumpulan cerita sex ibu ibu rumahtangga stw">kumpulan cerita sex ibu ibu rumahtangga stw</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="Kumpulan cerita selingkuh ibu mertua saat suaminya tidur">Kumpulan cerita selingkuh ibu mertua saat suaminya tidur</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html" title="kisah selingkuh dgn ibu mertua">kisah selingkuh dgn ibu mertua</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/selingkuh-dengan-ibu-mertua.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Selingkuh Istri Dengan Brondong</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 05:47:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[brondong]]></category>
		<category><![CDATA[istri genit]]></category>
		<category><![CDATA[istri selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang cari brondong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Dewasa. selingkuh mungkin tak ada habisnya, bisa karena kejenuhan dengan pasangan bisa saja karena keisengan, seperti cerita berikut dimana keisengan awalnya akhirnya menjadi kebablasan dari istri yang lebih miri tante girang ini, Cerita ini langsung diceritakan sendiri oleh sang istri. seperti layaknya pengakuan. Usia perkawinan kami menjelang 10 tahun, untuk menghindari kejenuhan biasanya kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/">Cerita Dewasa</a>. selingkuh mungkin tak ada habisnya, bisa karena kejenuhan dengan pasangan bisa saja karena keisengan, seperti cerita berikut dimana keisengan awalnya akhirnya menjadi kebablasan dari istri yang lebih miri tante girang ini, Cerita ini langsung diceritakan sendiri oleh sang istri. seperti layaknya pengakuan.</p>
<p><img class="alignnone" title="Tante girang" src="http://3.bp.blogspot.com/_98t1_mnPo4c/S7gFDIiUxKI/AAAAAAAAAxE/YpN5vpkoZlc/s400/Toket+Tante+Yuni.jpeg" alt="Tante girang" width="304" height="253" /><br />
Usia perkawinan kami menjelang 10 tahun, untuk menghindari kejenuhan biasanya kami refreshing dengan menginap di ubud. Anak anak ditinggal di Surabaya karena mereka juga sudah cukup besar. 2-3 hari suami cuti sudah cukup mencharge ulang hubungan percintaan kami.</p>
<p>Kali ini kami berdua kembali menginap di ubud bali. Kamar yang kami dapat sungguh luar biasa karena berada di puncak bukit dengan kaca yang terbuka di sekeliling kamar. Pemandangan yang luar biasa terhampar di depan mata. Bercinta di tempat seperti ini sungguh menggairahkan.</p>
<p>Belum lagi acara di malam hari yang diadakan oleh pihak hotel, sungguh menarik, dimulai dari pementasan tari bali yang indah, acara makan malam yang romantic dan diakhiri dengan melepaskan kepenatan di diskotik yang mulai dibuka pukul 10 malam sampai pagi.</p>
<p>. Sengaja aku memakai pakaian yang mengundang, rok mini sexy yang melekat erat di tubuhku dengan belahan dada yang sangat terbuka menyembulkan buah dadaku yang montok. Suamiku tidak keberatan bahkan menikmati ketika para mata lelaki melihatku dengan pandangan nafsu. “Rin..lihat cowok di ujung itu, matanya tidak lepas dari tubuhmu…heheheh” Suamiku berbisik sambil senyum senyum bangga. “mas nggak cemburu, Rini dilihat sama cowok cowok itu…”bisikku sambil memeluk pinggangnya.</p>
<p>“hmmmm…rasa bangganya memiliki kamu mengalahkan cemburuku…sayang…eh coba Rin mereka kamu goda…ajak kenalan gitu…aku pengen tahu sejauh mana keberanian mereka.” Suamiku mencoba bermain api.</p>
<p>“Eh…jangan mas..!” Bisikku “ Kalo kebablasan gimana hayo…”<br />
“hahahaha nggak papa sekali kali ngedate ama cowok lain gak papa asal nggak keterusan…” Suamiku tersenyum senyum.</p>
<p>Aku sempat berkenalan dengan beberapa pemuda menarik, mereka ganteng ganteng juga. Andi, Budi, …hmmm cowok cowok brondong yang menggairahkan. Suasana yang mulai menghangat membuatku berpikir untuk mencoba sedikit nakal. Dari dulu aku mempunyai fantasi threesome atau gang bang…mungkin tidak ada salahnya dicoba, mumpung suamiku sedikit memberi keleluasaan.</p>
<p>Dan sepertinya sangat menggairahkan, bercinta dengan orang lain disaat suami ada di dekat kita. Hmmm tapi bagaimana caranya..?</p>
<p>Aku biarkan suasana mengalir , lebih panas, lebih menggairahkan, dan mereka mulai berani memelukku. Bahkan Andi sempat meremas payudaraku. Kucari suamiku ternyata dia mabuk di pojok. Aku lebih berani untuk mengundang mereka dan mengutarakan keinginanku dan ternyata mereka antusias sekali, tentu saja…bercinta gratis dengan istri orang..masih sexy lagi…hm..hmmm.hmm..</p>
<p>Cuma aku harus berpikir bagaimana caranya agar suamiku tidak tahu…timbul ide bagus di benakku.</p>
<p>Rin…dimana kamu ingin making love ? suamimu kan menempel kamu terus tuh..” Bisik Andi. “Tenang…gw bisa kasih obat tidur..kita nanti main di sampingnya…ok ? “ Kataku tersenyum.</p>
<p>“Hoho..kamu nakal sekali Rin…ML disamping suami…? ” Tawa Andi.<br />
Seperti yang sudah aku rencanakan, suamiku ketika masuk kamar sudah dalam keadaan mabuk, aku beri sedikit dosis rendah obat tidur di minumannya, membuatnya terlelap dengan cepat.</p>
<p>Rencana nakalku berhasil, dengan cepat aku buka pintu kamar hotel dimana Andi sudah menunggu. “ Rin…aku ajak Budi ya…supaya lebih seru..gimana” Tanya Andi.</p>
<p>Hmmm aku sungguh tidak keberatan, karena seperti yang sudah aku jelaskan bahwa threesome salah satu fantasi liarku. Aku mempunyai fantasi seks yang cukup liar dimulai dari threesome dan bondage. Memang belum ada salah satupun fantasi yang terealisasi tapi aku sudah memutuskan di bali ini semua harus terlaksana, terutama bondage…entah terkadang aku menikmati kalau suamiku bercinta dengan sedikit kasar, sedikit ganas…sungguh berbeda…entah..</p>
<p>Sebelum menutup pintu Andi sudah memelukku erat dan meremas pantatku. “ hmmmm sekel banget pantatmu Rin…kamu sexy sekali. “ Bisik Andi sambil melumat bibirku. Sementara Budi hanya tersenyum sambil melepas kemejanya.</p>
<p>Aku memang menyukai sex singkat. Session pertama harus cepat, session kedua baru santai.</p>
<p>“Rin bener neeeh suamimu gak bangun…hehehe asyik banget dong bercinta di samping suami yang ketiduran…bisa aja idemu…lebih merangsang ya Rin ? “ Tanya Rudi, kini tubuhnya sudah sepenuhnya bugil , terlihat batangnya yang sungguh menarik. Tidak terlalu panjang tapi diameternya mantap, yang penting beda dengan milik suamiku. Ukuran tidak terlalu penting.<br />
Tangan Andi sudah menyelusup ke balik bra ku dan meremas lembut, sementara Budi sibuk menciumi paha…hmmm geli geli enak…</p>
<p>Andi menghempaskan tubuhku di samping suamiku yang tertidur nyenyak, dengan cepat melumat buah dada kiriku yang kini terbuka lebar. Budi tidak mau kalah dengan merebahkan badannya di samping kanan tepat di sebelah suamiku, juga sibuk melumat buah dada kananku. Wow..wow.wow sungguh menggetarkan, dadaku bergemuruh mendapatkan perlakuan seperti ini.</p>
<p>“ Rin…jantungmu kok keras banget berdetaknya….gue jadi ngeri “ Bisik Budi sambil sibuk menggigit gigit telingaku. “ hei guys….gue belum pernah tidur sama cowok lain…langsung threesome lagi !…kalian beruntung banget…ngerti nggak…”protesku.</p>
<p>“Baru pertama kali !? “ Budi terkaget kaget, Andi sampai harus melepas kuluman bibirnya dari putting dadaku.</p>
<p>“Huuussss…ngapain dilepas..”tanganku menarik kepala Andi dan membenamkannya kembali ke payudaraku.</p>
<p>Sambil tersenyum nakal, lidah Budi menari nari dari perut ke bawah dan makin ke bawah. “ Tenang Rin…kamu bakal puas dan nggak akan melupakan pengalaman pertamamu…ok ?”</p>
<p>Gilaaaa jilatan Budi lebih canggih dari suamiku. Nafasku mulai tersengal sengal. Aku sungguh tidak menduga kalau kenikmatannya melebihi ekspetasiku.<br />
Tiba tiba aku merasa benda tumpul menyelusup penuh ke miss V ku…ups enaaakk..tapi…” Bud !! pake kondom !! gue gak mau tanpa kondom ! ok ? tarik lagi..! jangan merusak mood ku..”kataku tegas.</p>
<p>“Sorry…sorry Rin…ok ambil dulu. “Sambil berjingkat Budi mengambil kondom di saku celana jeansnya.</p>
<p>“Kalo gitu gue dulu..hehe” Andi yang memasang kondomnya dengan buru buru segera memposisikan batangnya ke hadapan miss V ku, dan dengan tidak menunggu lama segera menghunjamkan dalam dalam…uuuffff.. sekali lagi nikmat.!!</p>
<p>Budi yang tidak jadi mengambil kondomnya segera mengarahkan batangnya ke mulutku. Ahhh threesome memang nikmat….Andi mengocok lebih cepat kali ini, , kulirik suamiku yang meskipun tempat tidur berguncang keras, dia sama sekali tidak terganggu. Memang bercinta di depan suami yang tertidur memberi sensasi yang berbeda. Getaran yang lain dari yang lain, antara takut ketahuan, kenikmatan tiada tara bercampur menjadi satu…hehe gue nakal banget ya…</p>
<p>“Gantian dong…”rintihku, aku ingin disetubuhi bergantian kali ini.</p>
<p>“Gimana Rin?…nikmat Rin?… enak Rin?…ahhhh kamu sexy sekali… kamu nakal sekali “ Kata Andy sambil menepuk keras pantatku. Batangnya makin kencang menghajar miss V ku.</p>
<p>“ Tepuk lagi dooong…please…yang agak keras…ahhh!” Rintihku.<br />
“Lebih keras !! Andi..please ….gigit punggungku…please ahhhh…”Teriakku.</p>
<p>Plak ! tiba tiba Budi menampar pelan pipiku, tangannya segera menjambak rambutku dan menariknya ke atas. Kepalaku yang mendongak ke atas membuat mulutku terbuka lebar, dengan cepat Budi mengisinya dengan batang mantapnya. Ufffff…gue sampe kesedak tapi nikmat…batang Budi tidak panjang tapi diameternya 1,5 kali milik suamiku. Aku lebih suka yang begini, kalau terlalu panjang malah nggak nyaman karena terlalu mentok. Hmmm…baunya khas…beda dengan milik suamiku. Sengaja aku gigit gigit karena gemas. Gila…ada juga batang yang sexy kaya begini. Nggak bosan aku menjilatinya. Kocokanku dan lumatan bibirku membuat keluar cairan bening di ujung batangnya….hmm mulai terangsang neeehh..</p>
<p>“Sepertinya kamu suka bondage Rin…gimana kali kita coba juga ok ? mau ?” Tanpa menunggu jawabanku Andi sibuk merobek robek gaun tipisku menjadi tali.</p>
<p>Kalo nikmat begini kenapa harus menolak “ Terserah kalian …yang penting gue pengen puas malem ini…! Ayo…Bud..jangan berhenti please…!” Teriakku histeris saking nikmatnya.</p>
<p>Ayo Rin aku ikat tanganmu ya…jangan kuatir nggak terlalu keras kok…pengen posisi nungging atau gimana ?….”Tanya Andi mengikat lembut tanganku ke besi tempat tidur, lidahnya menari nari kadang di leherku, buah dadaku membuatku kegelian.” Nungging please Bud..please…masukkan dalam dalam ya…janji lho….yang keras pokoknya…siksa aku please perkosa aku please….ayoooo..”.Rintihku<br />
Posisiku benar benar menggairahkan. Menungging dengan kedua kaki dan tangan terikat di tempat tidur, sementara suamiku menggeletak tertidur dengan nyenyak. Bisa kalian bayangkan…sexy bukan ?</p>
<p>Andi benar benar tidak membuang waktu, posisi yang menungging membuat batangnya menghunjam penuh dalam dalam. Kedua tangannya dengan keras menarik pinggangku agar batangnya masuk seluruhnya. Deritan tempat tidur besi membuat suasana lebih menggairahkan. Badanku terasa bergetar hebat…menjelang orgasme…uhhhh…kedua pahaku terasa kaku. Aku pejamkan mataku, sementara Andi makin mempercepat hentakannya. “Ahhhh !!! aahhh!! Andi ternyata ejakulasi terlebih dahulu. Batangnya terasa berdenyut denyut. “Gantian cepet…aku belum nyampe…cepet! Teriakku.</p>
<p>Sigap sekali Budi mengganti posisi Andi, karena tahu aku menjelang orgasme, Budi tidak mengurangi ritme hentakan yang sudah dibangun oleh Andi. Luar biasa nikmat sekali. Mataku terasa gelap…ohhhhhhh aku …aku orgasmeeee..!!! denyutan vaginaku bertambah cepat.</p>
<p>Tiba tiba suami mengerang pelan disebelahku ! kami terdiam terpaku….ups !! mungkin suamiku terganggu gara gara tempat tidur terlalu bergoyang keras. Aku gosok gosok pelan punggungnya agar tertidur lagi…hihihi gue bener bener nakal ya. Budi tersenyum senyum sambil mengocok pelan batangnya di vaginaku.</p>
<p>Agar aman, Budi menurunkan ritmenya, kali ini dia ingin menikmati persetubuhan ini. Sementara tubuhku lemas sekali, tetapi karena kondisi terikat tubuhku tidak bisa bergerak leluasa. Tiba tiba terasa batang Andi mengganti posisi batang Budi…uhhhh kok lebih enak ya… Mataku masih terpejam menikmati. “Kok kamu lagi sih An…Budi kan belum keluar…kasihan dong” Kataku pelan.<br />
Tidak sampai 5 menit, Andi sudah mengerang keras hmmm sudah dua kali dia ejakulasi. Aku masih memjamkan mata menikmati. Budi kembali menghunjamkan batangnya tetapi kali ini tangannya meremas rambutku..uhhhh ..”hmmm batang kalian kok lebih enak sihh…kok lain…? Bisikku.</p>
<p>Penasaran aku buka mataku menoleh ke belakang..hah !! Ada beberapa laki laki lain masuk kedalam kamarku ?! Mereka semua sibuk mengocok batangnya masing masing “Andiii! Apa apan ini !!..Teriakku.</p>
<p>“Tenang …tenang..Rin…kenalkan ini Robert..”Kata Andi sambil menunjuk laki laki yang tengah menyetubuhiku dari belakang. “Dan yang sebelumnya tadi, kenalkan Doni…”</p>
<p>“Kami ber enam sekarang, kamu nggak keberatan kan dipuaskan oleh 6 laki laki ? Fantasimu bakal terpenuhi Rin”…Kata Andi kalem..</p>
<p>“Aaaaah jangan begitu dong…gue ngeri…aduuuhhh gimana sih….”Aku mulai panik. NGeri juga kalo digilir banyak cowok begini meski aku pernah berfantasi gila gilaan digilir puluhan cowok. Tapi apa harus malam ini…rasanya aku belum siap…Dan lagi kalo suamiku tiba tiba bangun terus melihat aku lagi disetubuhi habis habisan gimana hayo….aduhhh tapi batang Robert yang mengaduk aduk vaginaku sungguh enak..Aku kembali meracau “ lebih cepaaaat…lebih cepat….uhhhh…ayooo…” Robert mengayun pinggangnya lebih kuat membuat pantatku berbunyi keras kena hempasan pahanya. Robert cepat mengerang, dan didalam vaginaku terasa ada cairan mengalir…kurang ajar ! rupanya mereka tidak memakai kondom.<br />
“Hei ! pakai kondomnya dong..! eh kok kalian tambah banyak ?“ Aku protes berat karena kuatir juga kalo mereka nggak bersih dan mengapa sekarang ada 15 cowok ?</p>
<p>“Rin kalo pake kondom dengan 15 cowok begini kamu bakal lecet, mending tanpa kondom deh, aku jamin temen temen bersih kok. Mereka semua masih perjaka loh…bayangin kamu merawanin 13 perjaka…asyik kan ? Andi sibuk promosi.</p>
<p>“nggak mau ! Andi please jangan dong…jangan masukin sperma kalian ke tubuhku……pake kondom dong please…pokoknya jangan masukkan sperma kalian…please”</p>
<p>“Rin…mereka kan masih perjaka…dijamin gak sampe 5 menit semburatlah…ok ? tapi oklah kita semua pake kondom….ok guys !! setuju !! kata Andi ke mereka.</p>
<p>Tanpa menunggu jawabanku lagi, mereka langsung menggilirku habis habisan. Aku hanya bisa pasrah nikmat ketika batang batang mereka bergantian menyetubuhiku. Memang benar rata rata Cuma 3 menit…tapi masalahnya mereka tidak berhenti di ronde pertama, istirahat 5 menit sudah recovery lagi, artinya masing masing cowok rata rata 3 kali menyetubuhiku… sama saja, rasanya bibir vaginaku menebal. Tapi terus terang saja aku mengalami multi orgasme.</p>
<p>Aku benar benar kelelahan ketika Andi mencoba memasukkan batangnya ke anusku. “Andi please jangan dong…gue belum pernah…” rengekku.</p>
<p>Tapi Andi tidak menghentikan usahanya. Gila anak ini…” Please jangan dong..”rengekku lagi.</p>
<p>“Hmmm..Rin kamu bilang tadi pengen coba bondage…nanggung dong kalo Cuma begitu aja, gue masukin ya…pokoknya gue masukin deh..loe nangis gue nggak perduli, pokoknya kita semua menikmati tubuhmu sepuas puasnya…bukankah itu yang kamu minta Rin ? “Kata Andi mulai kasar.</p>
<p>Andi mulai menekan batangnya ke anusku…duuuhhh perih banget ! Sementara Robert, Doni, Agung dan cowok cowok lain mengocok batangnya di wajahku sambil sesekali memukulkannya ke wajahku. Agung bahkan memaksa aku melumat batangnya. sementara batang Andi mulai masuk makin dalam…</p>
<p>“jangan keluarkan sperma kalian di wajahku ok ? gue nggak mau…ok ? Pintaku memelas…Aku memang menikmati digilir tapi tidak untuk merasakan sperma mereka, bagiku hanya sperma suamiku yang boleh masuk ke dalam tubuhku. Tadi aku kecolongan si Robert, kurang ajar banget..!!</p>
<p>“Ayo Rin ! nikmati ! ini yang kamu minta bukan ?! “ Andi mulai menggoyangkan batangnya perlahan. Aku belum pernah anal, dan memang ternyata cukup menyakitkan. Tetapi karena sudah terlanjur basah aku harus bisa menikmatinya. Ahhh ternyata masuk depan belakang ini memang nikmat…gila nikmat banget.</p>
<p>“Rin sekarang teman teman ingin mengisi vaginamu dengan sperma mereka bagaimana ….mau kan…? “ Tanya Andi.</p>
<p>“Jangan Di…gue udah bilang jangan…udah nikmati aja…kenapa sih harus masukin sperma kalian…becek..nggak enak…” Rengekku.</p>
<p>“Hmmmm, tapi kamu tidak ada pilihan lain bukan kalau kami paksa….”Senyum culas Andi mengembang.</p>
<p>“Ayolah Rin….Cuma 15 cowok kok….udah gini aja, mereka nggak usah coitus lagi, tadi kan udah..kali ini cuma onani didepan vaginamu, trus vagina elo gue buka lebar lebar agar sperma mereka masuk semua…ok ? Mereka penasaran neeeh …sperma 15 cowok muat nggak ke dalam satu vagina… ok ya Rin…” Rayu Andi.</p>
<p>“Duuuhhh Di..please gue nggak bisa nikmatin…dan lagi sprei jadi basah semua dong…kalo suami gue bangun gimana dong lihat sperma berceceran…ayolah plesase bukain ikatan gue ya…udah puas semua kan ? Dan lagi suami gue bentar lagi bangun, gue gak sempat bersih bersih dong “ Gue kuatir juga kalo mereka melaksanakan aksinya. Terus terang gak siap deh kalo vagina gue di isi sprema mereka…gila apa !</p>
<p>Tapi dasar mereka cowok bandel, tangan tangan mereka sudah sibuk mengocok masing masing batangnya. Arrrghhh !! gue bener bener sebel …hhhh tangan dan kaki gue bener bener terikat, mati kutu sama sekali tidak bisa bergerak. Sementara Jemari Andi sibuk mengobok obok vaginaku…aduh..diapain sih punya gue…!</p>
<p>Budi mulai mendekatkan batangnya ke vaginaku dan….ahhh kurang ajar…! Spermanya disemprotkan keras keras, tentu saja langsung masuk karena bibir vaginaku dibuka lebar oleh jari jari Andi..<br />
Doni mengikuti dari belakang…diikuti Rudi, Robert, Syuman dan aaahhh…sungguh kurang ajar mereka.</p>
<p>“Rin…coba lihat…terisi penuh kan…semua bisa masuk lohhh…” Andi tersenyum senyum.</p>
<p>“Di…coba gue masukin batang gue…luber nggak hahahaha “ Robert segera menghunjamkan batangnya, tentu saja sprema di dalamnya muncrat keluar kena tekanan dari luar…</p>
<p>Ok ..Rin gimana kalo kamu kami biarkan terikat begini…surprise untuk suamimu…ok ? hehehe”</p>
<p>“Andi..jangan dong please…lepasin dong ikatan gue…please..” Aku mulai panik.<br />
“Nggak mau…biar suamimu tahu kalo kamu nakal…ok ? kami pergi thanks honey….” Andi menepuk nepuk pipiku.</p>
<p>Arggghhh bang**t..!! Andi !! lepasin gue dong…gue teriak neeeh !!!” Ancam ku.</p>
<p>Ups !!! kalo gitu mulut kamu perlu ditutup sayang…”Tangan andi mengambil sobekan kain bajuku untuk menyumpal mulutku…ahhhh kurang ajar !!!</p>
<p>Mereka menutup pintu dan membiarkan aku terikat, aduhhh bagaimana kalau suamiku bangun nanti…!! Aduhhh gimana alasanku nanti ? …mataku jadi gelap…</p>
<p>Demikianlah <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html">cerita selingkuh</a> kali ini, cerita yang membuat kita belajra agar jangan main main dengan godaan pria lain, apalagi sudah berstatus sebagai istri orang, dan lebih cocok jika rasanya disebut sebagai tante girang.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="kisah ajak istri pertama kali 3some">kisah ajak istri pertama kali 3some</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerpen porno">cerpen porno</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita seks dewasa selingkuh istri">cerita seks dewasa selingkuh istri</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex dengan brondong">cerita sex dengan brondong</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex stw malam yg indah">cerita sex stw malam yg indah</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex diceritakan oleh tante tante">cerita sex diceritakan oleh tante tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="ceritasexstw">ceritasexstw</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex tante girang dengan brondong">cerita sex tante girang dengan brondong</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex jangan dong">cerita sex jangan dong</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="bercinta dengan dua brondong">bercinta dengan dua brondong</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex tante girang suka berondong">cerita sex tante girang suka berondong</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="ceritasexstw com">ceritasexstw com</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerpen bondage">cerpen bondage</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerpen gang bang">cerpen gang bang</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="Cerpen ketahuan ngentot dengan selingkuhan ku">Cerpen ketahuan ngentot dengan selingkuhan ku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerpen ngeseks tante">cerpen ngeseks tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex stw vs perjaka">cerita sex stw vs perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerpen porno pertama kali main">cerpen porno pertama kali main</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="Cerpen Sex">Cerpen Sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="certa sex pengalaman di gang bang teman suami">certa sex pengalaman di gang bang teman suami</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selingkuh Dengan Dokter kandungan</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Feb 2011 01:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[dokter kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[dokter nakal]]></category>
		<category><![CDATA[ml dengan dokter]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah cerita dewasa yang cukup panjang, karena itu kami membaginya menjadi 2 seri, alias bersambung, cerita bersambung ini diceritakan langsung oleh sang pelaku wanita yang menikmati selingkuh dengan dokter kandungan. Berikut cerita selengkapnya. Pada hari Minggu, 25 Nopember malam aku bersama suami telah berada di restoran Novotel Yogyakarta yang terkenal itu. Aku perhatikan semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah cerita dewasa yang cukup panjang, karena itu kami membaginya menjadi 2 seri, alias bersambung, cerita bersambung ini diceritakan langsung oleh sang pelaku wanita yang menikmati selingkuh dengan dokter kandungan. Berikut cerita selengkapnya.</p>
<p>Pada hari Minggu, 25 Nopember malam aku bersama suami telah berada di restoran Novotel Yogyakarta yang terkenal itu. Aku perhatikan semua kursi dipenuhi pengunjung. Secara ala kadarnya aku diperkenalkan dengan teman-teman suamiku yang juga datang bersama istri mereka. Dalam kerumunan meja besar untuk rombongan suamiku ini kami nampaknya merupakan pasangan yang paling muda dalam usia. Dan tentu saja aku menjadi perempuan yang termuda dan nampaknya juga paling cantik. Sementara ibu-ibu yang lain rata-rata sudah nampak ber-cucu atau buyut barangkali. Dan akhirnya aku tidak bisa begitu akrab dengan para istri-istri yang rata-rata nenek-nenek itu. Mungkin duniaku bukan lagi dunia mereka. Cara pandang dan sikap kehidupanku sudah jauh beda dari masa mereka.</p>
<p>Karena paling muda suamiku kebagian kamar yang paling tinggi di lantai 5, sementara teman-temannya kebanyakan berada di lantai 2 atau 3. Bagiku tak ada masalah, bahkan dari kamarku ini aku bisa lebih leluasa melihat Yogyakarta di waktu malam yang gebyar-gebyar penuh lampu warna-warni.</p>
<p>Malam itu kami serasa berbulan madu yang kedua. Kami bercumbu hingga separoh malam sebelum tidur nyenyak hingga saat subuh datang. Pagi harinya kami sempat sedikit jalan-jalan di taman hotel yang cukup luas itu untuk menghirup udara pagi sebelum kami sarapan bersama. Jadwal penataran suamiku sangat ketat, maklum disamping setiap session selalu diisi oleh pembicara tamu atau ahli dari Jakarta, juga dihadiri oleh pejabat penting dari berbagai tingkatan dan wilayah setanah air. Setiap pagi suamiku harus sudah berada di tempat seminar di lantai 2 pada jam 7 pagi. Apalagi sebagai anggota rombongan yang termuda dia seperti kena pelonco, segala hal yang timbul selalu larinya ke dia. Untung suamiku bertype &#8220;positive thinking&#8221; dan selalu penuh semangat dalam melaksanakan semua tugasnya.</p>
<p>Sesaat setelah suamiku memasuki ruang penataran aku sempatkan jalan-jalan di seputar hotel kemudian mencari book store untuk membeli koran pagi. Sesudah duduk sebentar di lobby aku balik ke kamar untuk mencoba telpon ke rumah sekedar &#8216;check rechek&#8217; kegiatan pelayanku di rumah. Kemudian duduk santai membaca koran di balkon kamarku yang berpanorama atap-atap kampung Yogyakarta sambil minum coklat instant yang tersedia di setiap kamar Novotel ini.</p>
<p>Bosan membaca koran aku buka channel TV sana-sini yang juga membosankan. Aku berpikir mau apa lagi, nih. Akhirnya sekitar jam 9 pagi aku berpikir sebaiknya aku turun ke lobby sambil mencuci mata melihat etalase toko di seputarnya. Aku keluar kamar melangkah di koridor yang panjang untuk menuju lift. Bersamaan dengan itu kulihat kamar di depan kamarku pintunya terbuka dan nampak sepintas di dalamnya ada seseorang setengah umur sedang sibuk menulis.</p>
<p>Dia sempat menengok ke arahku sebelum aku bergerak menuju lift. Hal yang lumrah di dalam hotel yang tamunya dari segala macam orang dan asal. Tak terbersit pikiran apapun pada apa yang barusan tampak oleh mataku. Aku adalah type perempuan yang berpribadi dan paling teguh menjaga diri sendiri baik karena kesadaran sosial budayaku maupun kesadaran akan etika moral yang berkaitan dengan nilai-nilai kesetiaan seorang istri pada suaminya.</p>
<p>Kembali aku jalan-jalan di seputar lobby, di shopping arcade yang menampilkan berbagai rupa barang dagangan pernik-pernik menarik, ada parfum, ada accessories, ada boutique. Ah.. aku nggak begitu tertarik dengan semua itu. Aku punya pandangan sendiri bagaimana membuat hidup lebih nyaman dan punya nilai. Aku memang tidak tertarik dengan pola hidup khalayak. Aku menyenangi keindahan yang serba alami. Kalau toh ada poles di sana, itu adalah &#8216;touch&#8217; yang lahir dari sikap budaya sebagaimana manusia yang memang memiliki rasa dan pikir.</p>
<p>Demikian pula yang berkaitan dengan kecantikan. Aku sangat menyadari bahwa basis tampilanku adalah perempuan yang cantik. Dan hal itu terbukti dari banyak orang yang sering secara langsung ataupun tidak langsung memberikan komentar dan penghargaan atas kecantikanku serta sikapku pada kecantikanku itu. Aku ingin kecantikkan yang juga memancar dari sikap budayaku. Dengan demikian aku akan selalu cantik dalam keadaan apapun. Oleh karenanya aku sangat menyukai &#8216;touch&#8217; yang sangat mencerminkan kemuliaan pribadi. Buatku hidup ini sangat tinggi maknanya dan perlu disikapi secara mulia, khas dan penuh kepribadian.</p>
<p>Sesudah 1 jam jalan dan lihat sana-sini kembali aku dilanda rasa bosan yang menuntunku untuk balik ke kamar saja. Aku memasuki kembali lift menuju kamarku di lantai 5. Aku masih melihat kamar depanku yang tetap pintunya terbuka. Aku membuka pintuku dan masuk. Aku sedang hendak mengunci kembali kamarku ketika terdengar dari luar sapaan halus.</p>
<p>&#8220;Selamat pagi&#8221;</p>
<p>Yang spontan aku jawab selamat pagi pula sambil membuka sedikit pintuku. Kulihat lelaki dari kamar depanku itu dan begitu cepat menyisipkan tangannya ke celah pintu dan meraih daunnya, kemudian dengan sangat sigap pula masuk menelusup ke kamar sebelum aku menyadari dan mempersilahkannya.</p>
<p>Hal yang sungguh sangat tidak mengenakkan aku. Aku tidak terbiasa berada dalam sebuah ruangan tertutup dengan lelaki lain yang bukan suamiku. Tetapi peristiwa itu rasanya berlangsung demikian cepat. Bahkan kemudian lelaki itu merapatkan dan langsung mengunci pintuku hingga kini benar-benar aku bersamanya dalam kamar tertutup dan terkunci ini. Ini adalah sebuah kekeliruan yang besar. Aku langsung marah dan berusaha menolaknya keluar dengan meraih kunci di pintu. Tetapi kembali dia lebih sigap dari aku.</p>
<p>&#8220;Tenang, zus, jangan takut. Aku nggak akan menyakiti zus, kok. Aku cuma sangat kagum dengan kecantikan yang zus miliki. Benar-benar macam kecantikan yang lahiriah maupun kecantikkan dari dalam batin. Inner beauty. Khayalanku menjadi melambung jauh setiap melihat zus. Sejak semalam di meja makan saat makan malam, kebetulan aku berada di samping meja makan rombongan suami zus, aku lihat tangan-tangan lentik zus. Aku pastikan zus sangat cantik. Dan pagi tadi saat zus jalan-jalan di taman bersama suami dan kemudian juga jalan-jalan di sekitar lobby kembali aku sangat mengagumi penampilan zus. Aku sangat terpesona dan tak mampu menahan diriku. Aku kepingin sekali tidur bersama zus, pagi ini&#8221;.</p>
<p>Orang itu memandangkan matanya tajam ke mataku. Omongan orang itu benar-benar biadab, tak punya malu. Apalagi rasa hormat. Dia seakan begitu yakin pasti menang atasku. Edan! Kok ada orang edan macam ini. Omongan panjangnya kurasakan sangat merendahkan diriku, kurang ajar, mengerikan dan menakutkan. Limbung dan ketakutan yang amat sangat langsung melanda sanubariku. Bulu kudukku merinding. Aku sepertinya jatuh dari ketinggian tanpa tahu akhirnya. Rasa sesak nafasku demikian menekan emosiku. Aku merasa begitu sangat lemah, terbatas dan tak punya pilihan.</p>
<p>Jangan harap kebaikan dari lelaki biadab ini. Dia jelas tidak menyadari dan paham betapa aku mengagungkan nilai-nilai hidup ini. Dia tidak tahu betapa aku selalu takut pada pengkhianatan dan pengingkaran terhadap kesetiaanku pada suami. Aku sama sekali tak pernah siap akan hal-hal yang sebagaimana kuhadapi saat ini. Sungguh edan!!</p>
<p>Kemudian dengan kalemnya dia raih tangan dan pinggangku untuk memelukku. Harga diri dan martabatku langsung bangkit marah. Aku berontak dan melawannya habis-habisan. Tanganku meraih apapun untuk aku pukulkan pada lelaki itu. Kutendangkan kakiku ke tubuhnya sekenanya, kucakarkan kukuku pada tubuhnya sekenanya pula. Tetapi.. Ya ampuunn.. Dia sangat tangguh dan kuat bagiku.</p>
<p>Lelaki itu berpostur tinggi pula dan mengimbangi tinggiku, dan usianya yang aku rasa tidak jauh beda dengan usia suamiku disertai dengan otot-otot lengannya yang nampak gempal saat menahan pegangan tanganku yang terus berontak dan mencakarinya.</p>
<p>Dia seret dan paksa aku menuju ke ranjang. Aku setengah dibantingkannya ke atasnya. Dan aku benar-benar terbanting. Kacamataku terlempar entah ke mana. Teriakanku sia-sia. Aku rasa kamar Novotel ini kedap suara sehingga suaraku yang sekeras apapun tidak akan terdengar dari luar. Karena perlawananku yang tak kenal menyerah dia dengan cepat meringkus tangan-tanganku dan mengikatnya dengan dasi suamiku yang dia temukan dan sambar dari tumpukan baju dekat ranjang hotel.</p>
<p>Dia ikat tanganku ke backdrop ranjang itu. Aku meraung, menangis dan berteriak sejadi-jadinya hingga akhirnya dia juga sumpel mulutku, entah pakai apa, sehingga aku tak mampu lagi bergerak banyak maupun berteriak. Sesudah itu dia tarik tungkai kakiku mengarah ke dirinya. Dia nampak berusaha menenangkan aku, dengan cara menekan mentalku, seakan meniupi telingaku. Dia berbisik dalam desahnya,</p>
<p>&#8220;Ayolah, zus, jangan lagi memberontak. Nanti lelah saja. Percuma khan, Waktu kita nggak banyak. Sebentar lagi suami zus istirahat makan siang. Dan bukankah dia selalu menyempatkan untuk menjemput zus untuk makan bersama?!&#8221;.</p>
<p>Aku berpikir cepat menyadari kata-katanya itu dan menjadi sangat khawatir. Ini orang memang betul-betul lihay. Mungkin memang tukang perkosa profesional. Dia seakan tahu dan menghitung semuanya. Dia bisa melemparkan isue yang langsung menekan. Dia tahu bahwa aku tidak mau kehilangan suamiku. Dan dia juga tahu, kalau toh kepergokpun, dia tak akan merugi. Hampir tak pernah dengar ada suami yang melapor istrinya diperkosa orang. Yang ada hanyalah seorang suami yang menceraikan istrinya tanpa alasan yang jelas. Disinilah bentuk tekanan lelaki biadab ini padaku. Sementara itu tindakan brutalnya terus dilakukannya.</p>
<p>Dia robek blusku dengan kekerasannya untuk menelanjangi dadaku. Dia hentakkan kutangku hingga lepas dan dilemparkannya ke lantai. Kemudian dengan seringainya dia menelusurkan mukanya. Dia benamkan wajahnya ke ketiakku. Dia menciumi, mengecup dan menjilati lembah-lembah ketiakku. Dari sebelah kanan kemudian pindah ke kiri. Yang kurasakan hanyalah perasaan risih yang tak terhingga. Suatu perasaan yang terjadi karena tiba-tiba ada sesuatu, entah setan, binatang atau orang telah merangseki tubuhku ini.</p>
<p>Tangan-tangannya menjamah dan menelusup kemudian mengelusi pinggulku, punggungku, dadaku. Tangannya juga meremas-remas susuku. Dengan jari-jarinya dia memilin puting-puting susuku. Disini dia melakukannya mulai dengan sangat pelan.<br />
Ah.. Bukan pelan, tt.. tetapi.. lembut. Dd.. dan.. dan demikian penuh perasaan. Kurang ajaarr..! D.. dd.. dia pikir bisa menundukkan aku dengan caranya yang demikian itu. Aku terus berontak dalam geliat.. Tetapi aku bagai kijang yang telah lumpuh dalam terkaman predatornya. Aku telah rebah ke tanah dan cakar-cakar predatorku telah menghunjam di urat leherku. Kini aku hanyalah seonggok daging konsumsi predatorku.</p>
<p>Aku sesenggukan melampiaskan tangisku dalam sepi. Tak ada suara dari mulutku yang tersumpal. Yang ada hanya air mataku yang meleleh deras. Aku memandang ke-langit-langit kamar Novotel. Aku demikian sakit atas ketidak adilan yang sedang kulakoni. Kini lelaki itu melihati aku. Aku menghindarkan tatapan matanya. Dia menciumi pipiku dan menjilat air mataku,</p>
<p>&#8220;Duhh, sayangkuu.. kamu cantik banget, siihh.. &#8220;, orang ini benar-benar kasmaran padaku.</p>
<p>Dia juga menciumi tepian bibirku yang tersumpal. Kini kengerian dari kebiadaban berikutnya datang menyusul. Tangannya sigap menyibakkan gaun penutup wilayah rahasiaku. Tangan lainnya mencapai pahaku dan mulai meraba-raba kulitku yang sangat halus karena tak pernah kulewatkan merawatnya. Lelaki ini tahu kehalusan kulitku. Dia merabanya dengan pelan dan mengelusinya semakin lembut. Ucchh.. Betapa aku dilanda perasaan malu yang amat sangat. Aku yang tak pernah menunjukkan auratku selama ini, tiba-tiba ada seorang lelaki asing yang demikian saja merabaiku dan menyingkap segala kerahasiaanku.</p>
<p>Kemudian dia kembali melanjutkan kebiadabannya, dia merenggut dan merobek gaunku. Dia tarik dari haribaan tubuhku. Dia campakkan ke lantai sebagaimana kutangku tadi. Dan kini aku hanyalah perempuan yang hina dengan setengah telanjang dan siap dalam perangkap lumatannya. Aku merasakan sepertinya dia telah merobeki jiwaku dan mencampakannya ke lantai kehinaan perempuan.</p>
<p>Aku merasakan betisku, pahaku kemudian gumpalan bokongku dirambati tangan-tangannya. Berontakku sekali lagi hanyalah kesia-siaan. Dia menindih berat dengan dadanya. Wajahnya mendekat hingga kurasakan nafasnya yang meniupkan angin ke selangkanganku. Lelaki itu mulai menenggelamkan wajahnya ke selangkanganku. Bukan main. Belum pernah ada seorangpun berbuat macam ini padaku. Juga tidak begini suamiku selama ini.<br />
Edan. Edaann..!!<br />
Aku tak kuasa menolak semua ini. Segala berontakku kandas. Kemudian aku merasakan lidahnya menyapu pori-pori selangkanganku. Edaann..!!</p>
<p>Lidah itu sangat pelan menyapu dan sangat lembut. Sesaat sepertinya aku berada di persimpangan jalan. Di depan mataku ada 2 potret. Aku membayangkan suamiku dan sekaligus lelaki ini.<br />
Salahkah aku?<br />
Dosakah aku?<br />
Siapa yang salah?<br />
Kenapa aku ditinggal sendirian di kamar ini?<br />
Kenapa mesti ada lelaki ini?<br />
Aku berpusing. Duniaku seakan-akan berputar dan aku tergiring pada tepian samudra yang sangat mungkin akan menelan dan menenggelamkan aku. Aku mungkin sedang terseret dalam sebuah arus yang sangat tak mampu kulawan. Aku merasakan lidah-lidah lelaki ini seakan menjadi seribu lidah. Seribu lidah lelaki ini menjalari semua bagian-bagian rahasiaku. Seribu lidah lelaki inilah yang menyeretku ke tepian samudra kemudian menyeret aku untuk tertelan dan tenggelam.</p>
<p>Ammpuunn.. Bayangan kengerian akan ingkarnya kesetiaan seorang istri menerkam aku. Keringatku meluncur deras. Aku tak bisa pungkiri. Aku sedang jatuh dalam lembah nikmat yang sangat dalam.. Aku sedang terseret dan tenggelam dalam samudra nafsu birahiku. Aku sedang tertelan oleh gelombang nikmat syahwatku.<br />
Salahkah akuu..??<br />
Salahkah..??</p>
<p>Dan saat kombinasi lidah yang menjilati selangkanganku dan sesekali dan jari-jari tangannya yang mengelusi paha di wilayah puncak-puncaknya rahasiaku, aku semakin tak mampu menyembunyikan rasa nikmatku. Isak tangisku terdiam, berganti dengan desahan dari balik kain yang menyumpal mulutku. Dan saat kombinasi olahan bibir dan lidah dipadukan dengan bukan lagi sentuhan tetapi remasan pada kemaluanku, desahanku berganti dengan rintihan yang penuh derita nikmat birahi. Aku telah tenggelam.</p>
<p>Dan gelombang itu kini menggoyang pantatku. Aku menggelinjang. Aku histeris ingin..<br />
Yaa.. Aku ingin!<br />
Aku punya ingin menjemputi ribuan lidah dan jari-jari lelaki ini. Ampuunn..!!<br />
Masih adakah aku??<br />
Dan ah.. Pintarnya lelaki ini. Dia begitu yakin bahwa aku telah tenggelam. Dia begitu yakin bahwa aku telah tertelan dalam syahwatku. Dia renggut sumpal di mulutku.</p>
<p>&#8220;Ayolah, sayang.. mendesahlah.. merintihlah.. Ambil nikmatmu. Teguk haus birahimu..&#8221;,</p>
<p>Aku mendesah dan merintih sangat histeris. Kulepaskan dengan liar derita nikmat yang melandaku. Aku kembali menangis dan mengucurkan air mata. Aku kembali berteriak histeris. Tetapi kini aku menangis, mengucurkan air mata dan berteriak histeris beserta gelinjang syahwatku. Aku meronta menjemput nikmat. Aku menggoyang-goyangkan pinggul dan pantatku dalam irama nafsu birahi yang menerjangku.</p>
<p>Dan sejak saat itu aku memasuki wilayah tak terhingga, tanpa batasan norma sekaligus meninggalkan batasan-batasan yang selama ini kupertahankan dengan sangat teguhnya. Aku memasuki suatu wilayah yang terbersit sepintas, bahwa aku sebenarnya pernah menginginkan nilai macam ini, nilai dimana tak ada kekhawatiran, ketakutan, rasa salah dan rasa mengkhianati. Aku memasuki wilayah dimana aku eksis secara murni menjadi diriku. Mungkin semacam ini alamiahku, yang adalah mahkluk untuk dipenuhi keinginan nafsu dan birahi yang demikian bebas tanpa kendali. Bahkan aku merasa ini adalah hak. Hak-ku. Aku merasa ber-hak untuk mendapatkannya.</p>
<p>Dan ke-tak terhingga-an serta ke-tak terbatas-an itu merayap menuju puncaknya ketika aku diterpa rasa dingin menggigil serta gemetar seluruh tubuhku yang disebabkan bibir lelaki itu merambah turun meluncur melewati perutku dan langsung menghunjam terperosok ke-kemaluanku. Aku tak mampu mengendalikan diriku lagi. Aku bergoncang-goncang mengangkati pantatku untuk mendorong dan menjemputi bibirnya karena kegatalan yang amat sangat pada kemaluanku. Dengan serta merta pula aku berusaha menjilati buah dadaku sendiri menahan gelinjang nikmat yang melanda nafsu birahiku. Dan kurasakan betapa kecupan, gigitan dan ruyak lidah lelaki ini membuat gigil dan gemetarku melempar aku ke lupa diri.</p>
<p>Akhirnya karena tak mampu aku menahannya lagi aku merintih.</p>
<p>&#8220;Hauss, mmaass.. Aku hauss..&#8221;</p>
<p>Rintihan itu membuat lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga bisa kuraih bibirnya. Aku rakus menyedotinya. Kehausanku yang tak bisa kubendung membuat aku ingin melumati mulutnya. Aku berpagut dengan pemerkosaku. Aku melumat mulutnya sebagaimana sering aku melumati mulut suamiku saat aku sudah sangat di puncak birahiku. Aku benar-benar dikejar badai birahiku. Aku benar-benar gelisah gelombang syahwatku. Biasanya kalau sudah begini suamiku langsung tahu. Dia akan menusukkan penisnya ke vaginaku untuk menutup kegairahanku. Dia akan menjejalkan kontolnya dan memekku pasti cepat menjemputnya.</p>
<p>Dan kini aku benar-benar menunggu lelaki itu memasukkan kontolnya ke kemaluanku pula. Aku sebenar-benarnya berharap karena sudah tidak tahan merasakan badai birahiku yang demikian melanda seluruh organ-organ peka birahi di tubuhku. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang sama sekali diluar dugaanku. Aku sama sekali tak menduga, karena memang aku tak pernah punya dugaan sebelumnya. Kemaluan lelaki ini demikian gedenya.</p>
<p>Rasanya ingin tanganku meraihnya, namun belum lepas dari ikatan dasi di backdrop ranjang ini. Yang akhirnya kulakukan adalah sedikit mengangkat kepalaku dan berusaha melihati kemaluan itu. Ampuunn.. Sungguh mengerikan. Rasanya ada pisang tanduk gede dan panjang yang sedang dipaksakan untuk menembusi memekku. Aku menjerit tertahan. Tak lagi aku sempat memandangnya.</p>
<p>Lelaki ini sudah langsung menerkam kembali bibirku. Dia kini berusaha meruyakkan lidahnya di rongga mulutku sambil menekankan kontolnya untuk menguak bibir vaginaku. Selama ini aku pikir kontol suamiku itulah pada umumnya kemaluan lelaki itu. Kini aku dihadapkan kenyataan betapa besar kontol di gerbang kemaluanku saat ini, yang terus berusaha mendesaki dan menembusi kemaluanku tetapi tak kunjung berhasil. Aku sendiri sudah demikian kehausan dan tanpa malu lagi mencoba merangsekkan lubang kemaluanku tetapi tak juga berhasil.</p>
<p>Cairan-cairan yang mestinya melicinkanpun belum bisa membantu lincirnya kontol itu memasuki kemaluanku. Tetapi lelaki ini ada cara. Dia meludah pada tangannya untuk kemudian menambahi lumuran pelicin pada bibir kemaluanku. Dia lakukan 2 atau 3 kali. Dan sesudahnya dia kembali menyorongkan ujung kontolnya yang dengan serta merta aku menyambutnya hingga..<br />
Blezzhh..<br />
Ampuunn.. Kenapa sangat nikmat begini, ya, ampuunn.. Kemana nikmat macam ini selama ini..??<br />
Kemana nikmat dari suamiku yang seharusnya kudapatkan selama ini..??<br />
Kenapa aku belum pernah merasakan nikmat macam ini..??</p>
<p>Kombinasi ke-sesakkan karena cengkeraman kemaluanku pada bulatan keras batang besar kontol lelaki ini sungguh menyuguhkan sensasi terbesar dalam seluruh hidupku selama ini. Aku rasanya terlempar melayang kelangit tujuh. Aku meliuk-liukkan tubuhku, menggeliat-liat, meracau dan mendesah dan merintih dan mengerang dan.. Aku bergoncang dan bergoyang tak karuan.. Ya, ampuunn.. Orgasmeku dengan cepat menghampiri dan menyambarku. Aku kelenger dalam kenikmatan tak bertara. Lelaki ini langsung mematerikan nilai tak terhingga pada sanubariku. Aku masih kelenger saat dia mengangkat salah satu tungkai kakiku untuk kemudian dengan semakin dalam dan cepat menggenjoti hingga akhirnya muntah dan memuntahkan cairan panas dalam rongga kemaluanku.</p>
<p>Uhh.. Nikmat inii.. Uucchh..</p>
<p>Kami langsung roboh. Hening sesaat. Aneh, aku tak merasa menyesal, tak merasa khawatir, tak merasa takut. Ada rasa kelapangan dan kelegaan yang sangat longgar. Aku merasakan seakan menerima pencerahan. Memahami arti nikmat yang sejati dari peristiwa ranjang. Demikian membuat aku seakan di atas rakit yang sedang hanyut dalam sungai dalam yang sangat anteng. Aku bahkan tertidur barang 5 menit.</p>
<p>Aku bangun karena dering telpon. Itu pasti suamiku. Aku langsung cemas. Lelaki itu tak lagi berada di sampingku. Aku coba tengok ke kamar mandi sebelum menjawab telepon. Tak juga kutemui. Ternyata itu telepon dari kamar di depanku, telepon dari lelaki itu.</p>
<p>&#8220;Zus, cepat mandi, 15 menit lagi suamimu kembali ke kamar, saatnya mereka istirahat&#8221;.</p>
<p>Ah, bijak juga dia. Aku rapikan ranjang dan sepreinya, kemudian cepat mandi. Siang itu aku usul pada suamiku untuk makan di kamar saja, badanku agak nggak enak, kataku. Memang badanku agak lemes sejak aku mendapatkan orgasmeku yang bukan main dahsyatnya tadi.</p>
<p>Dan aku merasakan ada kelegaan sedikit, tak ada nampak bekas-bekas ulah lelaki itu pada bagian-bagian peka tubuhku. Saat ketemu di siang itu suamiku nampak menunjukkan sedikit prihatin padaku. Dia tahu aku dilanda rasa bosan menunggu. Dia sarankan aku jalan-jalan ke Molioboro atau tempat lainnya yang tak begitu jauh dari hotel. Aku mengangguk setuju.<br />
Ah.. Akhirnya aku dapat ide.</p>
<p>Menjelang jam 1 siang suamiku kembali ke ruang penataran di lantai 2, dan jam 1 lebih 5 menit lelaki itu kembali menelponku, aku nggak menjawab langsung kututup. Aku kembali merasa ketakutan pada apa yang aku pahami selama ini. Aku tak akan melanggarnya lagi. Yang sudah, ya, sudah. Masak aku mesti sengaja mengulangi kesalahanku lagi. Tetapi tiba-tiba ada ketukan di pintu. Aku curiga, lelaki itu datang lagi. Dan aku nggak tahu, kenapa aku ingin tahu. Aku ingin tahu siapa yang mengetuk itu, walaupun aku sudah hampir pastikan dia sang lelaki yang tak kukenal itu.</p>
<p>Kuintip dari lubang lensa kecil di pintu. Dan benar, dia lagi. Dari dalam aku teriak kasar, mau apa kamu, yang dia sahuti dengan halus.</p>
<p>&#8220;Sebentar saja zus, aku mau bicara. Sebentar saja, zus, ayo dong, bukain pintu&#8221;, pintanya.</p>
<p>Aku jadi ingat akan gelinjang nikmat yang aku terima darinya. Aku juga ingat betapa kontolnya tak pernah kurasakan nikmat macam itu. Aku juga ingat betapa lidahnya yang menyelusuri gatal bukit dadaku. Dan aku ingat pula betapa gigitan kecilnya pada pentilku demikian merangsang dan menggetarkan seluruh tubuhku. Kini aku lihat kembali bibir edan itu dari lubang pintu ini. Dan tanpa bisa kuhindarkan tangan kananku menggerakkan turun handle pintu ini. Dan, clek, terbuka celah sempit di ambang pintu. Dan dengan cepat, sret, tangan lelaki itu cepat menyelip di celah ambang itu.</p>
<p>&#8220;Sebentar, saja zus, perbolehkan aku masuk&#8221;</p>
<p>Dia tidak menunggu ijinku. Kakinya langsung mengganjal pintu dan dengan kaki lainnya mendorong, dia masuk. Kembali dia memeluki aku, lantas menciumi bibirku, lantas menyingkap gaunku, lantas melepasi kutangku, lantas memerosotkan celana dalamku. Lantas mengelusi pantatku, pahaku, meremasi kemaluanku kembali, bibirnya terus melumati bibirku.</p>
<p>Kacamataku diangkatnya. Itulah rangkaian serangannya padaku. Pada awalnya aku kembali berusaha berontak dan melawan, walaupun kali ini tidak segigih pada peristiwa pagi tadi. Dan aku yang memang bersiap untuk &#8220;keok&#8221; langsung takluk bersimpuh saat tangan ototnya meremasi wilayah peka di selangkanganku.</p>
<p>Kali ini dia gendong aku menuju ke-ranjang dan sama-sama berguling di atasnya. Tetapi kali ini dia tidak menelanjangi aku. Dia hanya singkapkan gaunku, kemudian dia memelukku dari arah punggungku. Dia lumati kudukku yang langsung membuat aku menjadi sedemikian merinding dan tanpa kuhindarkan tanganku jadi erat memegangi tangannya. Suatu kali ciuman di kudukku demikian membuat aku tergelinjang hingga aku menengokkan leherku untuk menyambar bibirnya. Kami saling berpagut dengan buasnya.</p>
<p>Lelaki itu rupanya ingin menambah khasanah nikmat seksual baru padaku. Aku tak tahu kapan dia melepasi celananya, tahu-tahu kontolnya sudah menyodokki kemaluanku dari arah belakangku. Dengan posisi miring serta satu tungkai kakiku dia peluk ke atas, kontolnya menyerbu memekku dan..<br />
Blezzhh.. Blezzhh.. Blezzhh..<br />
Dia kembali memompa. Rupanya kemaluanku sudah cepat adaptasi, kontol gedenya tak lagi kesulitan menembusi memekku ini.</p>
<p>Posisi ini, duh.. Nikmatnya tak alang kepalang. Macam ini sungguh menjadi kelengkapan sensasi perkosaannya padaku yang kedua. Ah, entah, ini masih bisa disebut sebagai perkosaannya padaku atau sudah menjadi penyelewenganku pada suamiku. Rasanya sudah tak lagi penting buatku yang kini sedang demikian sepenuhnya menikmati kerja lelaki ini pada tubuhku. Beberapa kali dia membetulkan singkapan gaunku yang menghalangi pompaan kontolnya pada kemaluanku.</p>
<p>Sesudah beberapa lama dalam nikmat posisi miring, diangkatnya tubuhku menindih tubuhnya. Posisi baru ini menuntut aku yang harus aktif bergerak. Terlintas rasa maluku. Tak pernah aku berlaku begini. Biasanya aku merupakan bagian yang pasif dalam ulah sanggama dengan suamiku, tetapi kali ini.</p>
<p>&#8220;Ayo, sayang, naik turunkan pantatmu, sayang, ayoo..&#8221;</p>
<p>Lelaki itu setengah memaksa aku untuk menaik turunkan pantatku dalam menerima tembusan kontolnya dari bawah tubuhku. Dan sesungguhnya aku yang memang sangat kegatalan menunggu sodokkan-sodokkannya kini berusaha menghilangkan rasa maluku dan mencoba memompa. Uh.., sungguh tak terduga nikmatnya. Aku mengerang dan merintih setengah berteriak setiap kali aku menurunkan pantatku dan merasakan betapa kontol gede itu meruyak di dalam rongga kemaluanku, menggeseki saraf-saraf gatal di dalamnya.</p>
<p>&#8220;Sayang, coba kamu duduk tegak dengan terus memompa, kamu akan merasakan sangat nikmat. Saya jamin pasti kamu nggak mau berhenti nantinya&#8221;, begitulah dia antara menghimbau dan memerintah aku yang dengan tangannya mengangkat tubuhku tanpa melepaskan kontolnya dari kemaluanku.</p>
<p>Dan dengan aku berposisi duduk membelakangi dia dan tanganku yang bertumpu pada dadanya, aku kembali memompa. Ah.., dia benar lagi. Ini kembali menjadi sensasi seksualku, karena aku sekarang melihat betapa diriku nampak di cermin kamarku dengan kerudung rambutku yang sudah awut-awutan dan demikian basah oleh keringatku. Aku seperti main enjot-enjotan naik-turun di atas kuda-kudaan.</p>
<p>Sepintas ada malu pada ulahku itu. Kok, bisa-bisanya, hanya dalam waktu satu hari aku melakukan hubungan mesum perkosaan atau penyelewengan, entahlah, dengan lelaki yang tak kukenal ini. Dan yang terjadi kemudian adalah genjotan naik turunku semakin cepat saja. Aku merasakan betapa kegatalan yang sangat menguasai rongga kemaluanku. Serta dengan menyaksikan diriku sendiri pada cermin yang tepat di mukaku, nafsu birahiku langsung melonjak dan mendorong gelinjangku kembali mendekati orgasmeku yang kedua dalam tempo tidak lebih dari 4 jam ini.</p>
<p>Dan saat orgasme itu akhirnya benar-benar hadir, aku kembali berteriak histeris mengiringi naik turunnya pantatku yang demikian cepat. Kontol yang keluar masuk pada lubang kemaluanku nampak seperti pompa hidrolik pada mesin lokomotif yang pernah aku lihat di stasiun Gambir.</p>
<p>Lelaki itu juga membantu cepatnya keluar masuk kontolnya. Aku kembali rubuh. Sementara dia, lelaki yang belum memuasi dirinya itu menyeretku ke tepian kasur dan meneruskan pompaannya hingga menyusul mencapai titik klimaksnya. Dia cengkeram pahaku dan kurasakan kedutan-kedutan kontolnya menyemprotkan cairan kental panas pada kemaluanku kembali.</p>
<p>Saat jeda, dia menceritakan siapa dirinya. Dia adalah seorang dokter kandungan. Dia sangat tahu seluk beluk persenggamaan. Dia tahu gaya-gaya dalam meraih nikmat sanggama. Dia tahu titik-titk peka pada tubuh perempuam. Dia tahu mana yang baik dan buruk. Dia puji aku setengah mati, betapa otot-otot kemaluanku demikian kencang mencengkeram kontolnya. Namanya Dr. Ronald, 52 tahun, asli Malang. Dia buka praktek di beberapa kota. Minggu terakhir di setiap bulan dia berada di Yogya untuk melayani pasien di beberapa rumah sakit di Yogya. Dia memang tidak ada giliran ke kotaku.</p>
<p>Aku boleh panggil Ron saja atau Ronad. Aku pikir dia adalah lelaki yang luar biasa. Dan aku lega saat dia mengenalkan dirinya. Aku lega karena dia termasuk orang terpelajar dan punya identitas. Dia tidak liar. Dan dia bilang bertanggung jawab apabila ada hal yang nggak benar padaku karena bersanggama dengannya. Dia memberikan aku kartu nama. Aku terima dan tak kuatir pada suamiku, karena dia dokter kandungan, yang mungkin saja aku dapatkan dari referensi teman-temanku.</p>
<p>Sore itu dia memberikan aku sekali lagi orgasme. Huh.. sungguh melelahkan dan sekaligus sangat memuaskan aku. Dan yang paling mengesankan bagiku, sesiang hari ini dalam 3 kali persanggamaan aku meraih 6 kali orgasme. Aku nggak tahu lagi, bagaimana aku harus bersikap padanya.</p>
<p>Saat suamiku pulang, kamarku sudah kembali rapi, seakan tak ada yang terjadi. Aku sudah mandi dan dandan agar tidak menampakkan kelelahanku. Dan malam itu aku bersama suamiku kembali makan malam bersama. Di pojok ruang makan kulihat meja dengan 4 kursi yang hanya diduduki seorang, dr. Ronad. Dia nampak tidak berusaha memandang aku. Dia menyibukkan dirinya dengan bacaan dan tulis menulis. Sungguh suatu kamuflase yang hebat.</p>
<p>Pada keesokan harinya, hanya 10 menit sesudah suamiku turun ke lantai 2 untuk mengikuti penataran di hari ke dua, dr. Ronad kembali mengetuk pintu. Kembali aku menghadapi peperangan bathinku. Masa, perkosaan bisa terjadi sekian kali berturut-turut, dan sementara itu, apabila disebut sebagai penyelewengan, bagaimana perempuan tegar dan berkepribadian seperti aku ini demikian mudah runtuh oleh nikmatnya perselingkuhan. Tetapi bayangan dan segala macam keraguanku itu hanyalah menjadi awal dari elusan dan rabaan batin yang langsung membangkitkan naluriah nafsu birahiku. Aku sudah mulai berselingkuh sebelum perselingkuhan itu di mulai. Aku telah benar-benar runtuh. Aku bukakan pintu untuk Ronad.</p>
<p>Rasa harga diriku yang masih tersisa mendramatisir keadaanku. Aku bertindak seakan menolak saat Ronad menggendong aku dari ambang pintu ke peraduanku. Tetapi segala ocehanku langsung bungkam saat bibirnya melumat bibirku. Segala tolakan tanganku langsung luruh saat tangannya memilin pentil-pentilku. Segala hindar dan elak tubuhku langsung sirna saat pelukan tangannya yang kekar merabai pinggul dan bokongku. Dan segala keinginan untuk &#8220;Tidak!&#8221; langsung musnah saat kombinasi lumatan di bibir, pelukan di pinggul, rabaan pada pantatku merangsek dengan sertaan nafasnya yang memburu. Aku aktip menunggu Ronad melahapku.</p>
<p>Dia mengulangi awal yang seperti kemarin, merangkul dan memulai dari belakang punggungku, memelukku kemudian menjilati kudukku. Aku meronta bukan untuk melawan, tetapi meronta karena menerima kenikmatan. Aku menengokkan leherku hingga bisa meraih wajahnya. Kulumati bibirnya. Dan seperti kemarin, setelah menyingkap busana yang menutup bokongku hingga paha dan memekku terpampang, tahu-tahu kontolnya sudah telanjang menyelip dari celah celana dalamku, siap berada di gerbang kemaluanku. </p>
<p>wew&#8230; sudah cukup capek nih nulis cerita, sambung ke postingan berikutnya ya temen temen&#8230;</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="KISAH SELINGKUHAN dokter kandungan">KISAH SELINGKUHAN dokter kandungan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="cerita mesum dokter kandungan">cerita mesum dokter kandungan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="cerita selingkuh dokter kandungan">cerita selingkuh dokter kandungan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="seks dewasa dokter kandungan">seks dewasa dokter kandungan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="Selingkuhdokterkandungan">Selingkuhdokterkandungan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="Cerita dokter">Cerita dokter</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="kisah aku istri yang menikmati selingkuh">kisah aku istri yang menikmati selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="kisah mesum dokter kandungan">kisah mesum dokter kandungan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="istri yang memberontak dan selingkuh">istri yang memberontak dan selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="istri dokter yg diperkosa">istri dokter yg diperkosa</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="istri dokter selingkuh cerita dewasa">istri dokter selingkuh cerita dewasa</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="Istriku selingkuh dengan temannya di depanku">Istriku selingkuh dengan temannya di depanku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="isteri selingkuh kontol gede">isteri selingkuh kontol gede</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="ibu selingkuh di depanku">ibu selingkuh di depanku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="Gedenya kontol dokter">Gedenya kontol dokter</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="dokter kandungan sex">dokter kandungan sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="Dokter kandungan Cerita dewasa">Dokter kandungan Cerita dewasa</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="diperkosa dokter kandungan-cerita sex">diperkosa dokter kandungan-cerita sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="di paksa melayani ibu ibu stw">di paksa melayani ibu ibu stw</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html" title="CRITA DOKTER KANDUNGAN MESUM">CRITA DOKTER KANDUNGAN MESUM</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-dokter-kandungan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selingkuh dengan Tetangga</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 15:57:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita perselingkuhan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[ibu muda]]></category>
		<category><![CDATA[ibu rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Mirna adalah seorang tetangga dari pengarang, dalam cerita seks ini mirna digambarkan sebagai sosok ibu muda yang baik, sopan dan ramah, tapi siapa sangka nafsu besar yang dimiliki mirna ternyata tertutup oleh keramahannya. Setelah sebelumnya cerita tentang istriku tukang selingkuh, berikut tentang perselingkuhan seorang ibu muda. Kejadian ini terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mirna adalah seorang tetangga dari pengarang, dalam cerita seks ini mirna digambarkan sebagai sosok ibu muda yang baik, sopan dan ramah, tapi siapa sangka nafsu besar yang dimiliki mirna ternyata tertutup oleh keramahannya. Setelah sebelumnya cerita tentang istriku tukang selingkuh, berikut tentang perselingkuhan seorang ibu muda.</p>
<p><img class="alignnone" title="Ibu muda" src="http://4.bp.blogspot.com/_3312LCVz0FI/TFB49_3uowI/AAAAAAAAATg/2K2MYwhB33g/s1600/Video_Mesum_Janda_Borneo_Kesepian.png" alt="Ibu Muda selingkuh" width="176" height="144" /><br />
Kejadian ini terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Waktu itu saya beserta dua orang teman kantor sedang makan siang di sebuah restoran di bilangan Kemang. Ketika saya hendak membayar makanan, saya mengantri di belakang seorang wanita cantik yang sedang menggendong anak kecil. Karena agak lama, saya menegurnya. Ketika ia menengok ke arah saya, saya sangat kaget, ternyata ia adalah Mirna.</p>
<p>Nah, Mirna ini adalah istri tetangga saya di komplek rumah saya. &#8220;Eh, Mas Vito. Lagi ngapain Mas..?&#8221; tanyanya. &#8220;Anu, saya sedang makan siang. Kamu sama siapa Mir..? Andre ndak ikut..?&#8221; &#8220;Enggak Mas, dia lagi tugas luar kota. Saya lagi beli makanan, sekalian buat nanti malam. Soalnya si Ijah lagi pulang kampung juga. Ya sudah, saya keluar aja bareng Vina (anaknya-pen).&#8221; &#8220;Kamu bawa mobil..?&#8221; tanya saya. &#8220;Enggak tuh Mas, mobilnya dibawa Mas Andre ke Lampung.&#8221; &#8220;Oo, mau pulang bareng..? Kebetulan saya juga mau langsung pulang, tadi habis tugas lapangan.&#8221; &#8220;Ya sudah nggak apa-apa.&#8221; Singkat cerita, saya dan kedua teman saya langsung pulang ke rumah masing-masing. Sementara saya, Mirna dan Vina pulang bersama di mobil saya. Sesampainya di rumah Mirna yang hanya berjarak 4 rumah dari saya, Mirna mengajak mampir, tapi saya bilang mau pulang dulu, ganti baju dan menaruh mobil. Karena Jenny, istri saya, sedang pergi ke rumah orangtuanya, saya langsung saja pergi ke rumah Mirna dengan memakai celana pendek dan kaos. Ternyata, rumah Mirna tertata cukup apik. Ketika saya masuk, si Mirna hanya memakai piyama mandi. &#8220;Saya ganti baju dulu ya Mas, gerah nih,&#8221; katanya sambil tersenyum. &#8220;Oo.., iya, si Vina mana..?&#8221; tanya saya sambil terpesona melihat kecantikan dan kemulusan body si Mirna. &#8220;Anu Mas, dia langsung tidur pas sampai di rumah tadi, kasihan dia capek, saya ke kamar dulu ya Mas..!&#8221; &#8220;Eh, iya, jangan lama-lama ya,&#8221; kata saya.</p>
<p>Ketika Mirna masuk ke dalam kamar, dia (entah sengaja atau tidak) tidak rapat menutup pintu kamarnya. Merasa ada kesempatan, saya mencoba mengintip. Memang lagi mujur, ternyata di lurusan celah pintu itu, ada kaca lemari riasnya. Wow, untuk ukuran wanita yang telah mempunyai anak berumur 3 tahun, si Mirna ini masih punya bentuk tubuh yang bagus dan indah. Dengan ukuran 34B dan selangkangan yang dicukur, dia langsung membuat &#8220;adik kecil&#8221; saya berontak dan bangun. Dan yang menambah kaget saya, sebelum memakai daster yang hanya selutut, ia hanya memakai celana dalam jenis G-string dan tidak mengenakan BH. Sebelum ia berjalan ke luar kamar, saya langsung lari ke sofa dan pura-pura membaca koran. &#8220;Eh, maaf ya Mas kelamaan.&#8221; kata Mirna sambil duduk setelah sepertinya berusaha untuk membetulkan letak tali celana dalamnya yang menyempil. &#8220;Ndak apa-apa kok, saya juga lagi baca koran. Memangnya Andre berapa hari tugas luar kota..?&#8221; tanya saya yang juga &#8216;sibuk&#8217; membetulkan letak si &#8216;kecil&#8217; yang salah orbit. Sambil tersenyum penuh arti, Mirna menjawab, &#8220;3 hari Mas, baru berangkat tadi pagi. Ngomong-ngomong saya juga sudah 2 hari ini nggak liat Mbak Jenny, kemana ya Mas..?&#8221; &#8220;Dia ke rumah orangtuanya. Seminggu. Bapaknya sakit.&#8221; jawab saya. &#8220;Wah, kesepian dong..?&#8221; tanya Mirna menggoda saya.</p>
<p>Merasa hal ini harus saya manfaatkan, saya jawab saja sekenanya, &#8220;Iya nih, mana seminggu lagi, ndak ada yang nemenin. Kamu mau nemenin saya emangnya..?&#8221; &#8220;Wah tawaran yang menarik tuh..,&#8221; jawab Mirna sambil tersenyum lagi, &#8220;Emangnya Mas mau saya temenin..? Saya kan ada si Vina, nanti ganggu Mas lagi. Mas Vito kan belum punya anak, jadinya santai.&#8221; &#8220;Ndak apa-apa, eh iya, saya mau tanya, kamu ini umur berapa sih? Kok keliatannya masih muda ya..?&#8221; sambil menggeser posisi duduk saya supaya lebih dekat ke Mirna. &#8220;Saya baru 27 kok Mas, saya married waktu 23, pas baru lulus kuliah. Saya diajak married Mas Andre itu pas dia sudah bekerja 3 tahun. Gitu Mas, memang kenapa sih..?&#8221; &#8220;Ndak, saya kok penasaran ya. Kamu sudah punya anak umur 3 tahun, tapi kok badan kamu masih bagus banget, kayak anak umur 20-an gitu.&#8221; kata saya. &#8220;Yah, saya berusaha jaga badan aja Mas. Biar laki-laki yang ngeliat saya pada ngiler,&#8221; katanya sambil tersenyum. &#8220;Wah, kamu ini bisa saja, tapi memang iya sih ya, saya kok juga jadi mau ngiler nih.&#8221; &#8220;Nah kan, mulai macem-macem ya, nanti saya jewer lho..!&#8221; &#8220;Kalo saya macem-macem beneran, emangnya kamu mau jewer apa saya..?&#8221; tanya saya sambil terus melakukan penetrasi dari sayap kanan Mirna.</p>
<p>Merasa saya melakukan pendekatan, Mirna kok ya mengerti. Sambil menghadap ke wajah saya, dia bilang, &#8220;Wah, kalo beneran, saya mau jewer &#8216;burungnya&#8217;-nya Mas Vito, biar putus sekalian.&#8221; &#8220;Memangnya kamu berani..?&#8221; tanya saya, &#8220;Dan lagi saya juga bisa mbales,&#8221; &#8220;Saya berani lho Mas..!&#8221; sambil beneran memegang &#8216;burung&#8217; saya yang memang sudah minta dipegang, &#8220;Terus Mas Vito mbalesnya gimana..?&#8221; &#8220;Nanti saya remes-remes lho toketmu..!&#8221; jawab saya sambil beneran juga melakukan serangan pada bagian dada. Karena merasa masing-masing sudah memegang &#8216;barang&#8217;, kami tidak bicara banyak lagi. Saya langsung mengulum bibir Mirna yang memang lembut sekali dan basah serta penuh gairah. Dan tampaknya, Mirna yang sudah setengah jalan, langsung memasukkan tangannya ke dalam celana saya, tepat memegang &#8216;burung&#8217; saya yang maha besar itu (kata istri saya sih). &#8220;Mas Vito, kon**lnya gede banget.&#8221; kata Mirna sambil terengah-engah. &#8220;Sudah, nikmati aja. Kalo mau diisep juga boleh..!&#8221; kata saya.</p>
<p>Dan tanpa banyak bicara, Mirna langsung membuka 2 pertahanan bawah saya. Dengan seenaknya ia melempar celana pendek dan celana dalam saya, dan langsung menghisap batang kemaluan saya. Ternyata, hisapannya top banget. Tanpa tanggung-tanggung, setengah penis saya yang 18 cm itu dimasukkan semuanya. Dalam hati saya berpikir, &#8220;Maruk juga nih perempuan..!&#8221; Setelah hampir 5 menit, Mirna saya suruh berdiri di depan saya sambil saya lucuti pakaiannya. Tanpa di komando, Mirna melepas celana dalamnya yang mini itu, dan menjejalkan kemaluannya yang tanpa bulu ke mulut saya. Ya sudah, namanya juga dikasih, langsung saja saya ciumi dan saya jilat-jilat. &#8220;Mas, geli Mas,&#8221; kata Mirna sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya. &#8220;Tadi ngasih, sekarang komentar..!&#8221; kata saya sambil memasukkan dua jari tangan saya ke dalam vaginanya yang (ya ampun) peret banget, kayak kemaluan perawan. Masih dalam posisi duduk, saya membimbing pantat dan vagina Mirna ke arah batang kemaluan saya yang makin lama makin keras. Perlahan-lahan, Mirna memasukkan kejantanan saya ke dalam vaginanya yang mulai agak-agak basah. &#8220;Pelan-pelan ya Mir..! Nanti memekmu sobek,&#8221; kata saya sambil tersenyum. Mirna malah menjawab saya dengan serangan yang benar-benar membuat saya kaget. Dengan tiba-tiba dia langsung menekan batang kejantanan saya dan mulai bergoyang-goyang.</p>
<p>Gerakannya yang halus dan lembut saya imbangi dengan tusukan-tusukan tajam menyakitkan yang hanya dapat dijawab Mirna dengan erangan dan desahan. Setelah posisi duduk, Mirna mengajak untuk berposisi Dog Style. Mirna langsung nungging di lantai di atas karpet. Sambil membuka jalan masuk untuk kemaluan saya di vaginanya, Mirna berkata, &#8220;Mas jangan di lubang pantat ya, di memek aja..!&#8221; Seperti anak kecil yang penurut, saya langsung menghujamkan batang kejantanan saya ke dalam liang senggama Mirna yang sudah mulai agak terbiasa dengan ukuran kemaluan saya. Gerakan pantat Mirna yang maju mundur, benar-benar hebat.</p>
<p>Pertandingan antar jenis kelamin itu, mulai menghebat tatkala Mirna &#8216;jebol&#8217; untuk yang pertama kali. &#8220;Mas, aku basah..,&#8221; katanya dengan hampir tidak memperlambat goyangannya. Mendengar hal itu, saya malah langsung masuk ke gigi 4, cepat banget, sampai-sampai dengkul saya terasa mau copot. Kemaluan Mirna yang basah dan lengket itu, membuat si &#8216;Vladimir&#8217; tambah kencang larinya. &#8220;Mir, aku mau keluar, di dalam apa di luar nih buangnya..?&#8221; tanya saya. Eh Mirna malah menjawab, &#8220;Di dalam aja Mas, kayaknya aku juga mau keluar lagi, barengin ya..?&#8221; Sekitar 3 menit kemudian, saya sudah benar-benar mau keluar, dan sepertinya Mirna juga. Sambil memberi aba-aba, saya bilang, &#8220;Mir, sudah waktunya nih, keluarin bareng ya, 1 2 3..!&#8221; Saya memuntahkan air mani saya ke dalam liang vagina Mirna yang pada saat bersamaan juga mengeluarkan cairan kenikmatannya.</p>
<p>Setelah itu saya mengeluarkan batang kejantanan saya dan menyuruh Mirna menghisap dan menjilatinya sekali lagi. Si Mirna menurut saja, sambil ngos-ngosan, Mirna menjilati penis saya. Ketika Mirna sedang sibuk dengan batang kejantanan saya, Vina bangun tidur dan langsung menghampiri kami sambil bertanya, &#8220;Mami lagi ngapain..? Kok Om Vito digigit..?&#8221; Mirna yang tampaknya tidak kaget, malah menyuruh Vina mendekat dan berkata, &#8220;Vina, Mami nggak gigit Om Vito. Mami lagi makan &#8216;permen kojek&#8217;-nya Om Vito, rasanya enak banget deh, asin-asin..&#8221; &#8220;Mami, emangnya permennya enak..? Vina boleh nggak ikut makan..?&#8221; tanya Vina. Sambil mengocok-ngocok penis saya, Mirna berkata, &#8220;Vina nggak boleh, nanti diomelin sama Om Vito, mendingan Vina duduk di bangku ya, ngeliat Mami sama Om Vito main dokter-dokteran.&#8221; Saya yang dari tadi diam saja, mulai angkat bicara, &#8220;Iya, Vina nonton aja ya, tapi jangan bilang-bilang ke Papi Vina, soalnya kasian Mami nanti. Ini Mami kan lagi sakit, jadinya Om kasih permen terus disuntik.&#8221; Sambil terus memegang penis saya yang mulai kembali mengeras, Mirna berkata pada Vina, &#8220;Nanti kalo&#8217; Vina nggak bilang ke papi, Vina Mami beliin baju baru lagi deh, ya? Tuh liat, suntikannya Om Vito mulai keras. Vina diam aja ya, Mami mau disuntik dulu nih..!&#8221; Merasa ada tantangan lagi, saya langsung mencium Mirna dengan lembut di bibirnya yang masih beraroma sperma, sambil meremas buah dadanya yang kembali mengeras. Mirna langsung melakukan gerakan berputar dan langsung telentang sambil tertawa dan berteriak tertahan, &#8220;Babak kedua dimulai, teng..!&#8221; Sementara Vina hanya diam melihat maminya dan saya &#8216;acak-acak&#8217;, walaupun terkadang dia membantu mengelap keringat maminya dan saya.</p>
<p>Itulah pengalaman saya dan Mirna yang masih berlanjut untuk hari-hari berikutnya. Kadang-kadang di rumah saya, dan tidak jarang pula di rumahnya. Kami melakukan berbagai macam gaya, dan di segala ruangan dan kondisi. Pernah kami melakukan di kamar mandi, masih dengan Vina yang ikut nimbrung &#8216;nonton&#8217; pertandingan saya vs maminya. Dan Vina juga diam dan tidak bicara apa-apa ketika papinya pulang dari Lampung. Hal itu malah makin mempermudah saya dan Mirna yang masih sering bersenggama di rumah saya ketika saya pulang kantor, dan ketika istri saya belum pulang dari rumah orangtuanya. Dan saya akan masih terus akan menceritakan pengalaman saya dengan Mirna. Dan nanti akan saya ceritakan pengalaman saya dengan adik Mirna, Rere.</p>
<p>Demikian kiriman kisah petualangan seks dari seorang pemuda, sampai dicerita selanjutnya.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="cerita sex dengan tetangga">cerita sex dengan tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="cerita sex tetangga">cerita sex tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="cerita seks tetangga">cerita seks tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="cerita seks dengan tetangga">cerita seks dengan tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="cerita sex sama tetangga">cerita sex sama tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="cerita selingkuh dengan tetangga">cerita selingkuh dengan tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="cerita dewasa selingkuh dgn istri tetangga">cerita dewasa selingkuh dgn istri tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="cerita mesum sama tetangga">cerita mesum sama tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="selingkuh dengan tetangga">selingkuh dengan tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="cerita perselingkuhan keluarga tetangga">cerita perselingkuhan keluarga tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="Cerita sex selingkuh dengan tetangga">Cerita sex selingkuh dengan tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="cerita dewasa selingkuh dengan tetangga">cerita dewasa selingkuh dengan tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="Cerita sex ngentot mirna dan rere">Cerita sex ngentot mirna dan rere</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="cerita sex goyang tetangga">cerita sex goyang tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="ibu selingkuh dengan pemuda">ibu selingkuh dengan pemuda</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="cerita sex selingkuh tetangga">cerita sex selingkuh tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="ceritasex dewasa selingkuh">ceritasex dewasa selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="certa tetangga">certa tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="certa sek mirna dan rere">certa sek mirna dan rere</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html" title="cerita sexs sama tetangga">cerita sexs sama tetangga</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/selingkuh-dengan-tetangga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istriku tukang Selingkuh</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 06:29:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[cerita perselingkuhan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[istri binal]]></category>
		<category><![CDATA[istri nakal]]></category>
		<category><![CDATA[perselingkuhan]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Dalam cerita seks ada saja cerita yang menyedihkan yang diungkap oleh sio pengirim cerita, banyak yang mgngira cerita cerita panas dalam blog ini selalu dibumbui birahi dan seks semata, padahal tentu tidak, ada banyak hal yang bisa diambil untuk dijadikan sebuah pelajaran. Setelah Aku memarkirkan mobilKu, Aku melihat jam tanganKu pukul 5.00 sore. Kantornya telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam cerita seks ada saja cerita yang menyedihkan yang diungkap oleh sio pengirim cerita, banyak yang mgngira cerita cerita panas dalam blog ini selalu dibumbui birahi dan seks semata, padahal tentu tidak, ada banyak hal yang bisa diambil untuk dijadikan sebuah pelajaran.</p>
<p><img class="alignnone" title="Istri nakal" src="http://2.bp.blogspot.com/_a6d3cOgVnbw/SI4Ipgqn6ZI/AAAAAAAAABo/t2oQUDtiO1I/s400/momo_sa_34.jpg" alt="Istri Binal" width="400" height="368" /><br />
Setelah Aku memarkirkan mobilKu, Aku melihat jam tanganKu pukul 5.00 sore. Kantornya telah sepi. Memang tadi waktu Aku telpon dari kantorKu, Dia tak mau di jemput, Akan meeting sama direksinya. Tapi Aku mau memberinya kejutan, Akan mengajaknya makan malam di resto. Aku mengunggu istriKu di mobil.</p>
<p>Yah, Aku namaku Joko Santoso. umurKu 29 tahun. Sedangkan istriKu bernama Sherly berumur 27 tahun. Kulitnya putih, matanya sipit, cantik sekali. Dan Kami baru menikah 3 tahun. Belum memiliki keturunan. Aku sangat mencintainya. Aku tak mau kehilangannya.</p>
<p>15 menit berlalu, Akhirnya Aku turun dari mobil dan masuk kekantor istriKu. Semua ruangan kantor rata rata sudah gelap, karena lampu telah di padamKu. Tapi ruang kantor istriku masih menyala, Jendelanya tertutup tirai. Aku mendekat dan mendengar suara cekik kikan. Aku mengitip dari sela sela tirai.</p>
<p>KepalaKu seperti di hantam palu besar. Aku melihat Ganda, sedang menjilati buah dada istriKu. Dan istriKu, mengelijing ,dan mendesah &#8220;ashh.. Gan… geli….” Suaranya pelan. Pak Ganda adalah GM, yang berarti jabatannya di atas istriKu. IstriKu sering menceritakan tentang Pak Ganda. Dan Dia pernah memperkenalkan Ku pada Pak Ganda ini. Tapi Aku tak menyangKa…</p>
<p>Ingin Aku masuk ke ruangan itu, dan memukuli Pak Ganda. Tapi Aku urungkan, Aku memilih menonton saja, Aku mau lihat sampai di mana kelakuan istriKu. Tak lama setelah puas Pak ganda menjilati buah dada istriKu, Pak Ganda membuka celananya. dan dia duduk di meja. penisnya terlihat ngaceng. Harus aku akui penisnya, lebih besar dari Ku.</p>
<p>IstriKu tanpa malu malu, langsung menciumi penisnya. Lalu menjilati dan mengemotnya. IstriKu terlihat sangat nafsu, Dia mengocok batang penisnya, dan mulutnya mengemut kepala penisnya. Se ingatKu selama tiga tahun menikah dengannya Sherly tak pernah menservis Ku seperti ini. Aku melihatnya, dan tanpa Aku rasa penisku mendaji tegang. Aku mengelus ngelus peniskuKu sendiri, dan membayangkan kalau Sherly sedang menjilati penisKu.</p>
<p>Setelah itu, Pak ganda berdiri, lalu melepas seluruh pakaian istriKu. IstriKu lalu duduk di meja, hanya memakai celana dalam merah, yang Aku belikan waktu hari Valentin. Pak Ganda lalu menciumi istriku, dan berbisik. &#8220;kamu cantik sekali Sheerly, Aku ingin menjilati vaginamu dan bersetubuh dengan sayang, boleh ya sayang…”. Sherly menciumnya dan berkata &#8220;Boleh aja Mas Ganda….”. Lalu Pak Ganda melepas celana dalam istriKu.</p>
<p>Dan menjilati vagina istriku dengan penuh nafsu. IstriKu mengelijing, matanya terpejam, menikmati jilatan Pak Ganda. Aku memang tahu, istriku paling suka di oral. Dan Dia tak akan tahan, pasti sebentar saja orgasme. Pak Ganda dengan rakusnya menjilati vagina istriKu. Aku mendengar samar-samar desahan istriKu &#8220;ahhh mas, ahh udah gatel banget, mas Aku mau keluarr…..”. Tak lama istriku mengejang. Tubuhnya bergetar. &#8220;Mas masukin sekarang, ayo mas, Gatel nih..”.</p>
<p>JantungKu berdegup keras, penisnya yang besar itu mulai di masukan ke lobang vagina istriku. Dengan penisku yang lebih kecil dari penis pak Ganda saja, Aku merasa liang vagina nya sempit, apalagi penis pak Ganda yang besar. Dan &#8220;Ahhh, pelan pelan mas, sakit…” kata istri Ku.<br />
Dan pak Ganda mulai bergoyang ,dengan irama birahi yang mengebu, Istriku mengelijing. Istriku nampak sangat menikmati penis besar pak Ganda. Kulit pak Ganda yang Hitam, tampak kontras dengan Sherly yang putih. Aku terus saja mengelus elus sendiri penisku yang ngaceng itu.</p>
<p>Pak Ganda terus saja mengoyang istriKu dengan nafsu. dan beberapa saat kemudian, Pak Ganda ejakulasi di liang vagina istriKu. Dan Aku juga ejakulasi, tanganKu basah akibat spermaKu sendiri. Aku melihat mereka segera rapi rapi, istriku melap vagina nya pakai tisuue dan, Aku buru buru lari ke mobil.</p>
<p>Aku segera meng HP istriKu. &#8220;sayang, aku di kantormu nih …”. Aku berkata seakan akan tak tahu apa apa dan tak terjadi apa apa. IstriKu berkata &#8220;Oh..iya kebenaran Mas, rapatnya juga sudah selesai….”.</p>
<p>Aku berpikir, pantas selama ini istriku selalu memakan obat anti hamil, alasannya belum siap punya momongan. Pikiran Ku kacau, Aku yakin istriKu tidak hanya main dengan Pak Ganda.</p>
<p>Aku membawa juga istriKu ke restoran. Dia makan dengan lahap, sedangkan Aku.. nafsu makanKu menurun. Tapi Aku tetap berpura pura tak tahu apa apa.</p>
<p>Malamnya saat istriKu tertidur pulas, Aku masih terjaga. Aku perlahan membuka celana dalam istriKu. Aku melebarkan kakinya. Menatap vagina istriKu yang tadi habis di goyang sama Pak Ganda. Aku menguak bibir vaginanya, terasa sedikit lembab. Penisku jadi ngaceng. Aku memjilati memeknya. Istriku mengeliat, tapi tak bangun.</p>
<p>Lalu Aku memasukan penisKu ke liang vaginanya. Istriku mengeliat, tapi matanya terpejam. Aku merasakan memek istriku tetap sempit. Aku terus mengoyangnya. Aku merasakan makin lama vaginanya makin basah.</p>
<p>Istriku tetap memejamkan matanya, hanya suara desahan desah lemah, keluar dari bibirnya yang sexy. Aku terus mengoyangnya sampai Aku ejakulasi. Aku memakaikan celana dalamnya lagi, lalu Aku tertidur.</p>
<p>Demikian kisah kali ini. Tamat</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="cerita tukang pijet sex">cerita tukang pijet sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="cerita seks istriku binal">cerita seks istriku binal</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="cerita desahan binal">cerita desahan binal</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="desahan mama ketika selingkuh">desahan mama ketika selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="desahan seks istriku">desahan seks istriku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="isteriku binal sekali">isteriku binal sekali</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="istri binal suka selingkuh">istri binal suka selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="istriku binal">istriku binal</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="istriku binal - cerita dewasa">istriku binal - cerita dewasa</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="istriku binal selingkuh">istriku binal selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="istriku selingkuh">istriku selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="Memek istriku yg binal">Memek istriku yg binal</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="mengapa cwe kalau lagi bercinta mata nya terpejam">mengapa cwe kalau lagi bercinta mata nya terpejam</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="cerita sex nafsu istriku">cerita sex nafsu istriku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="cerita sex dewasa istri selingkuh">cerita sex dewasa istri selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="Cerita sex dewasa aku istri yang binal dan selingkuh">Cerita sex dewasa aku istri yang binal dan selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="cerita desahan mama ku istri ku">cerita desahan mama ku istri ku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="cerita dewasa - istriku dan tukang">cerita dewasa - istriku dan tukang</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="cerita dewasa desahan mamanya sela">cerita dewasa desahan mamanya sela</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html" title="cerita dewasa desahan nafsu istri selingkuh">cerita dewasa desahan nafsu istri selingkuh</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/istriku-tukang-selingkuh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngeseks dengan teman Istri</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-teman-istri.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-teman-istri.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 09:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[aku dan teman istriku]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[teman istriku ku entot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Cerita seks dewasa &#8211; Siang itu pertemuanku dengan client makan waktu lebih cepat dari perkiraan. Jam masih menunjukkan jam 11.00, paling sampai kantor pas jam istirahat dan pasti sdh sepi, pada makan siang diluar kantor&#8230; mmm&#8230; kubelokkan mobilku, dan kutuju satu arah pasti&#8230; kantor Tari istriku&#8230; Istriku seorang wiraswasta, berkantor di daerah Tomang. &#8221; Eee&#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita seks dewasa &#8211; Siang itu pertemuanku dengan client makan waktu lebih cepat dari perkiraan. Jam masih menunjukkan jam 11.00, paling sampai kantor pas jam istirahat dan pasti sdh sepi, pada makan siang diluar kantor&#8230; mmm&#8230; kubelokkan mobilku, dan kutuju satu arah pasti&#8230; kantor Tari istriku&#8230; Istriku seorang wiraswasta, berkantor di daerah Tomang.<br />
&#8221; Eee&#8230; mas Tommy, tumben muncul siang-siang begini&#8230;?&#8221; Dina sekretaris Tari menyambutku&#8230;<br />
&#8221; Sepi amat..? udah pada istirahat..?&#8221; sahutku sambil melangkah masuk kantor yang tampak sepi.<br />
&#8221; Mmm&#8230; Tari ke customer sama pak Darmo, Liliek dan Tarjo nganterin barang dan katanya Tari sekalian meeting dengan customer&#8230; sukri lagi Dina suruh beli makan siang, tunggu aja mas diruangan Tari..&#8221; celoteh Dina yang berjalan di depanku memperlihatkan pantatnya yang montok bergoyang seirama dengan langkah kakinya&#8230; Aku masuk ke ruangan Tari, kujatuhkan pantatku ke kursi direktur yang empuk&#8230;<br />
Dalam hati aku mengutuk habis-habisan, atas kesialanku hari ini&#8230; malah sampe disini, ketemu ama Dina&#8230; oh ya Dina sebenarnya adalah sahabat Tari waktu kuliah, janda beranak 2 ini diajak kerja istriku setelah setahun menjanda&#8230; orangnya cantik, ramah&#8230; cuma sebagai lelaki aku kurang menyukai karakternya&#8230; terutama dandanannya yang selalu tampak menor, dengan tubuhnya yang montok&#8230; tetenya gede sebanding dengan pantatnya yg juga gede, pokoknya bukan type wanita yg kusukai dan menurutku kulitnya terlalu putih&#8230; jadi tampak kaya orang sakit-sakitan&#8230; walaupun kata Tari, Dina orangnya sangat cekatan dan sangat doyan kerja alias rajin&#8230; Kubuka laptopku dan kunyalakan&#8230; kucari-cari file yang kira-kira bisa menemaniku disini&#8230; daripada aku hrs ngobrol sama Dina, yang menurutku bukan temen ngobrol yang asyik&#8230; wow&#8230; di kantong tas laptopku terselip sebuah CD&#8230; wiih DVD bokep punya Rudy ketinggalan disini&#8230; lumayan juga buat ngabisin waktuku nungguin Tari&#8230;. Mmmm Asia Carera&#8230; lumayan bikin ngaceng juga setelah kira-kira setengah jam melihat aksi seks Asia Carera melawan aksi kasar Rocco Sifredi&#8230;<br />
&#8221; Ooo.. ooo.. mas Tommy nonton apa tuuuh&#8230; sorry mas Tommy mau minum apa..? panas, dingin&#8230; hi..hi.. pasti sekarang lagi panas dingin kan..?&#8221; suara Dina bagaikan suara petir disiang bolong&#8230; dengan nada menggodaku&#8230;<br />
&#8221; Ah kamu bikin kaget aja&#8230; ngg&#8230; dingin boleh deh&#8230; mm ga ngrepotin neeh..?&#8221; sahutku sambil memperbaiki posisiku yang ternyata dari arah pintu, layar laptopku keliatan banget&#8230; sial lagiiii&#8230;. aahh masa bodo laahh&#8230; toh Dina bukan anak kecil.. Dina masuk ruangan lagi sambil membawa 2 gelas es jeruk..<br />
&#8221; Mas Tommy boleh dong Dina ikutan nonton&#8230; mumpung lagi istirahat&#8230; kayanya tadi ada Rocco sifredi yak..?&#8221; kata Dina sambil cengar cengir bandel..<br />
&#8221; ha&#8230; kamu tau Rocco Sifredi juga..?&#8221; tanyaku spontan&#8230; agak kaget juga, ternyata wanita yang tiba-tiba kini jadi tampak menggairahkan sekali di mataku, tau nama bintang film top bokep Rocco Sifredi&#8230;<br />
&#8221; Woo bintang kesayangan Dina tuuuh..&#8221; sahut Dina yang berdiri di belakang kursiku&#8230;<br />
&#8221; Kamu sering nonton bokep..?&#8221; tanyaku agak heran sebab Dina setelah menjanda tinggal dg orang tuanya dan rumahnya setahuku ditinggali banyak orang&#8230;<br />
&#8221; Iya&#8230; tapi dulu&#8230; waktu masih sama &#8220;begajul&#8221; itu..&#8221; sahut Dina enteng dan membuatku ketawa geli mendengar Dina menyebut mantan suaminya yang kabur sama wanita lain&#8230; Suasana hening&#8230; tapi tak dapat dielakkan dan disembunyikan nafas kami berdua sdh tak beraturan, bahkan beberapa kali kudengar Dina menghela nafas panjang&#8230; ciri khas wanita yang hendak mengendorkan syaraf birahinya yang kelewat tegang&#8230; dan beberapa kali kudengar desisan lembut, seperti luapan ekspresi&#8230; yang kuartikan Dina sudah larut dalam aksi para bintang bokep di layar monitor&#8230; Sementara keadaanku tak jauh beda.. celanaku terasa menyempit&#8230; desakan batang kemaluanku di selangkangan yang mengeras sejak setengah jam yang lalu, mulai menyiksaku&#8230; dalam kondisi seperti ini biasanya, aku melakukan onani di tempat.. Tapi kali ini masak onani di depan Dina..? ampuuuunn siaal lagiii..!<br />
&#8221; Din.. kamu suka Rocco Sifredi..? memang suka apanya..?&#8221; tanyaku memulai komunikasi dengan Dina yang desah napasnya makin memburu tak beraturan dan sesekali kudengar remasan tangannya seolah gemas pada busa sandaran kursi yang kududuki&#8230;<br />
&#8221; Mmm&#8230; hhh.. apanya yak..? iih&#8230; mas Tommy nanyanya&#8230; sok ga tau..&#8221; sahut Dina sambil mencubit pundakku&#8230; entah siapa yang menuntun tanganku untuk menangkap tangan Dina yang sedang mencubit&#8230; mmm&#8230; Dina membiarkan tanganku menangkap tangannya&#8230;<br />
&#8221; Kamu ga cape, berdiri terus&#8230; duduk sini deh..?&#8221; kataku sambil tetap menggenggam tangan Dina, kugeser pantatku memberi tempat untuknya, tapi ternyata kursi itu terlalu kecil untuk duduk berdua, apalagi untuk ukuran pantat Dina yang memang gede&#8230;<br />
&#8221; Pantat Dina kegedean sih mas&#8230;&#8221; kata Dina sambil matanya melempar kerling aneh, yang membuat darahku berdesir hebat, akhirnya Dina menjatuhkan pantatnya di sandaran tangan.. oooww&#8230; aku dihadapkan pada paha mulus yang bertumpangan muncul dari belahan samping rok mininya dan entah sejak kapan kulit putih ini menjadi begitu menggairahkan dimataku..? Kembali perhatian kami tercurah pada aksi seks dilayar laptop&#8230; sesekali remasan gemas tangan lembutnya pada telapak tanganku terasa hangat&#8230; dimana tangan kami masih saling menggenggam&#8230; dan menumpang diatas paha mulus Dina&#8230;<br />
&#8221; Iiih Gila&#8230; Dina sudah lama enggak nonton yang begini..&#8221; kata Dina mendesah pelan seolah bicara sendiri.. menggambarkan kegelisahan dan kegalauan jiwanya&#8230;<br />
&#8221; kalo ngerasain..?&#8221; tanyaku menyahut desahannya tadi&#8230;<br />
&#8221; Apalagi&#8230;&#8221; jawabnya pendek serta lirih sambil matanya menatapku dengan tatapan jalang&#8230; yang bisa kuartikan sebagai tantangan, undangan atau sebuah kepasrahan, kutarik lembut tangannya dan diikuti tubuh montoknya&#8230; kini pantat montok Dina mendarat empuk di pangkuanku sedangkan tanganku melingkar di pinggangnya yang ternyata cukup ramping tak berlemak&#8230; Iblis dan setan neraka bersorak sorai mengiringi pertemuan bibir kami yang kemudian saling mengulum dan tak lama lidah kami saling belit di rongga mulut&#8230; mmm&#8230; tangan Dina melingkar erat di leherku dengan gemetaran&#8230; kulayani serangan panas janda cantik berumur 32 tahun ini&#8230; seolah ingin memuaskan dahaga dan rindu dendamnya lewat aksi ciuman panasnya&#8230; Tanganku memang dari dulu trampil memainkan peran jika dihadapkan dengan tubuh wanita&#8230; menelusup ke balik blazer hitam yang dikenakan Dina dan terus menelusup sampai menyentuh kulit tubuhnya&#8230; sentuhan pertamaku pada kulit tubuhnya membuat Dina menggeliat resah dan menggerang gemas&#8230; rangkulan tangannya semakin erat di leherku sementara ciuman bibirnya juga semakin menggila mengecupi dan mengulumi bibirku&#8230; tanganku mulai merambah bukit dadanya yang memang luar biasa montok, yang jelas diatas cup B&#8230; sebab buah dada Tari istriku yang ber bra 36B jauh tak semontok buah dada Dina&#8230; Tiba-tiba Dina meronta keras, saat tanganku meremas lembut buah dadanya yang mengeras akibat terangsang birahi tinggi&#8230;.<br />
&#8221; Ooohh&#8230; mas Tommy suudaah mas&#8230; hhh.. hhh&#8230; jangan mas, Dina ga mau menyakiti Tari&#8230;hh&#8230; ooohh..&#8221; kalimat diantara desah nafas birahi ini tak kuhiraukan dan rontaan kerasnya tak berarti banyak buatku&#8230; tanganku yang melingkar di pinggangnya tak mudah utk dilepaskannya&#8230;<br />
&#8221; Ada apa dengan Tari..? ga akan ada yang merasa disakiti atau menyakiti selama ini jadi rahasia&#8230; ayo sayang waktu kita tak banyak&#8230; nikmatilah apa yang kamu ingin nikmati&#8230;&#8221; bisikku lembut di sela-sela aksi bibir dan lidahku di leher jenjang berkulit bersih milik janda cantik bertubuh montok ini&#8230;<br />
&#8220;Ampuuun mas, oooww&#8230; Dina ga tahaaan&#8230; hh..hh&#8230; ssshhh&#8230;&#8221; rengek Dina memelas yang tak mampu membendung gelegak birahi yang mendobrak hebat pertahanannya&#8230; Blazer hitam yang dikenakan Dina sudah teronggok dibawah kursi putar yang kami gunakan sebagai ajang pergulatan&#8230; dibalik blazer hitam, tubuh montok berkulit putih mulus itu hanya mengenakan penutup model kemben berbahan kaos, sehingga dari dada bagian atas sampai leher terbuka nyata&#8230; bergetar syahwatku menyaksikan pemandangan ini&#8230; buah dadanya yang montok dengan kulit putih bersih, mulus sekali sehingga urat-urat halus berwarna kebiruan tampak dipermukaan.. buah dada montok yang sedang meregang nafsu birahi itu tampak mengeras, memperlihatkan lembah yang dalam di tengahnya&#8230; tampak bergerak turun naik seirama dengan nafas birahinya yang mendengus-dengus tak beraturan&#8230; iihh menggemaskan sekali.. woow.. bukan main..! begitu tabir berbahan kaos warna orange itu kupelorotkan ke bawah.. muncullah keindahan yang menakjubkan dari sepasang bukit payudara yang asli montok dan sangat mengkal, hanya tertutup bra mini tanpa tali, sewarna dengan kulit mulusnya&#8230;<br />
&#8221; Oooohh.. maaasss..?&#8221; desahnya lirih ketika tabir terakhir penutup payudaranya meninggalkan tempatnya dan secara refleks Dina menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, tapi dimataku, adegan itu sangat sensual.. apalagi dengan ekspresi wajahnya yang cantik sebagian tertutup rambutnya yang agak acak-acakan&#8230; matanya yang bereye shadow gelap menatapku dengan makna yang sulit ditebak&#8230;<br />
&#8221; Mas.. janggaaan teruskan&#8230; Dina takuut Tari datang&#8230;hhh&#8230; hhh&#8230; &#8221; bisiknya dengan suara tanpa ekspresi&#8230; tapi aku sdh tak mampu mempertimbangkan segala resiko yg kemungkinan muncul&#8230; lembah payudara Dina yang dalam itulah yang kini menggodaku&#8230; maka kubenamkan wajahku ke dalamnya&#8230; lidahku terjulur melecuti permukaan kulit halus beraroma parfum mahal&#8230; kontan tubuh bahenol di pangkuanku itu menggelepar liar, spt ikan kehilangan air, ditambah amukan janggut dan kumisku yang sdh 2 hari tak tersentuh pisau cukur&#8230;<br />
&#8221; Ampuuuunnn maaass&#8230;. iiiihhh&#8230; gellliii aaahh&#8230; mmm&#8230;ssssshhh.. ooohh&#8230;&#8221; rengek dan rintihannya mengiringi geliat tubuh indah itu&#8230; wooow jemari lentiknya mulai mencari-cari&#8230;. dan menemukannya di selangkanganku&#8230; bonggolan besar yang menggembungkan celanaku diremas-remas dengan gemas&#8230; sementara aku sedang mengulum dan memainkan lidahku di puting susunya yang sudah menonjol keras berwarna coklat hangus&#8230; tanganku menggerayang masuk kedalam rok mininya yg semakin terangkat naik kudapatkan selangkangan yang tertutup celana dalam putih dan kurasakan pada bagian tertentu sudah basah kuyub, Dina tak menolak ketika celana dalam itu kulolosi dan kulempar entah jatuh dimana&#8230; Dina mengerang keras dengan mata membelalak, manakala jariku membelah bibir vaginanya yang sudah sangat basah sampai ke rambut kemaluannya yang rimbun&#8230; bibir cantik yang sudah kehilangan warna lipsticknya itu gemetaran layaknya orang kedinginan&#8230; terdengar derit retsluiting.. ternyata jemari lentik Dina membuka celanaku dan menelusup masuk kedalam celana kerjaku&#8230; kulihat matanya berbinar dan mulutnya mendesis seolah gemas, ketika tangannya berhasil menggenggam batang kemaluanku&#8230; sesaat kemudian batang kemaluanku sudah mengacung-acung galak di sela bukaan retsluiting celanaku dalam genggaman tangan berjari lentik milik Dina&#8230; makin lebar saja mata Dina yang menatap jalang ke batang kemaluanku yang sedang dikocok-kocoknya lembut&#8230;<br />
&#8221; Aaaah&#8230; mass Tommyy&#8230; mana mungkin Dina sanggup menolak yang seperti ini&#8230; hhhh&#8230;. ssss&#8230;.sssshhh&#8230; lakukan mas.. oohhh&#8230; toloong bikin Dina lupa segalanya mas&#8230; Dina ga tahhaan&#8230;&#8221; kalimatnya mendesis bernada penuh kepasrahan, namun matanya menatapku penuh tantangan dan ajakan&#8230; Kurebahkan tubuh montok Dina di meja kerja Tari yang lebar setelah kusisihkan beberapa kertas file dan gelas minum yang tadi ditaruh Dina diatas meja itu&#8230;. sementara laptopku masih terbuka dan adegan seks dilayar monitornya, sementara jari tengahku tak berhenti keluar masuk di liang sanggama Dina yang sangat becek&#8230; mungkin benar kata orang, cewek yang berkulit putih cenderung lebih basah liang sanggamanya&#8230; seperti halnya Dina, cairan liang sanggamanya yang licin kurasakan sangatlah banyak sampai ada tetesan yang jatuh di atas meja&#8230;.Dina sudah mengangkangkan kakinya lebar-lebar menyambut tubuhku yang masuk diantara kangkangan pahanya, aku berdiri menghadap pinggiran meja, dimana selangkangan Dina tergelar&#8230; tubuh Dina kembali menggeliat erotis disertai erangan seraknya ketika palkonku mengoles-oles belahan vaginanya, sesekali kugesek-gesekan ke clitorisnya yang membengkak keras sebesar kacang tanah yang kecil.. bukit vaginanya yang diselimuti rimbunnya rambut kemaluan yang tercukur rapi&#8230;<br />
&#8221; Ayoooo maasss&#8230; lakukan sekaraaang&#8230; Dina ga tahaaann&#8230;hh..hhh&#8230; &#8221; rengek Dina memelas. Bibir cantik itu menganga tak bersuara, mata bereye shadow gelap itu membelalak lebar dengan alis berkerinyit gelisah, ketika palkonku membelah bibir vaginanya dan merentang mulut liang sanggamanya&#8230; kurasakan palkonku kesulitan menembus mulut liang sanggama Dina yang sudah berlendir licin&#8230; Tubuh Dina meregang hebat diiringi erangan keras, manakala palkonku memaksa otot liang sanggama Dina merentang lebih lebar&#8230; kedua tangannya mencengkeram keras lenganku&#8230; sewaktu pelan-pelan tapi pasti batang kemaluanku menggelosor memasuki liang sanggama yang terasa menggigit erat benda asing yang memasukinya&#8230; baru tiga perempat masuk batang kemaluanku, palkonnya sudah menabrak mentok dasar liang sanggama sempit itu, kembali tubuh montok Dina menggeliat merasakan sodokan mantap pada ujung leher rahimnya&#8230;. Sepasang kaki Dina membelit erat pinggangku sehingga menahan gerakku&#8230; bibir cantik yang gemetaran itu tampak tersenyum dengan mata berbinar aneh&#8230;<br />
&#8220;Mas Tommy&#8230; tau kenapa Dina suka Rocco Sifredi..?&#8221; bisik Dina dengan tatapan mata mesra&#8230; kujawab dengan gelengan kepalaku&#8230;<br />
&#8221; Perih-perih nikmat&#8230; kaya sekarang ini&#8230; Dina pingin disetubuhi Rocco Sifredi&#8230; ayoo mas.. beri Dina kenikmatan yang indah&#8230;&#8221; bisik Dina sambil mengerling penuh arti, belitan kaki di pinggangku dilonggarkan, pertanda aku boleh mulai mengayun batang kemaluanku memompa liang sanggamanya&#8230;. Kembali suara erangan dan rintihan Dina mengalun sensual mengiringi ayunan batang kemaluanku yang pelan dan kalem keluar masuk liang sanggama yang kurasakan sangat menggigit saking sempitnya, walaupun produksi lendir pelicin vagina wanita bertubuh montok ini luar biasa banyaknya, sampai berlelehan ke meja kerja yang jadi alas tubuhnya..<br />
&#8221; Punya kamu sempit banget Din&#8230; aku seperti menyetubuhi perawan&#8230;&#8221; Bisikan mesraku tampak membuat janda beranak dua itu berbunga hatinya.. wajahnya tampak berseri bangga&#8230;.<br />
&#8221; Punya mas Tommy aja yang kegedean&#8230; kaya punya Rocco Sifredi&#8230; Dina suka sama yang begini&#8230; gemesssiiin&#8230; hhh&#8230; hhhoohhh&#8230; mmmaasss&#8230;&#8221; belum selesai kalimat Dina, kupercepat ayunan pinggulku.. membuat mata Dina kembali membelalak, bibirnya meringis memperlihatkan gigi indah yang beradu, mengeluarkan desis panjang&#8230;.<br />
&#8221; Teeruuuss maaasss&#8230; ammppuunn&#8230; nikkmaaat bukan main.. oooohhh&#8230; aaaaaahhh&#8230; eeeenngghh..&#8221; ceracaunya dengan suara setengah berbisik&#8230; sesaat kemudian aku merasakan serangan balasan Dina&#8230; Dengan gemulai janda cantik ini memutar pinggulnya, pinggangnya yang ramping bergerak menjadi engsel&#8230; Luar biasa nikmat yang kurasakan di siang tengah hari bolong itu&#8230; Suara berdecakan yang semakin keras di selangkangan kami menandakan semakin banjirnya lendir persetubuhan dari liang sanggama Dina&#8230; Wajah cantik Dina semakin gelisah&#8230; mulutnya komat-kamit seolah ingin mengatakan sesuatu tapi tak ada suara yang keluar, hanya desah dan erangannya yang keluar&#8230; alisnya yang runcing semakin berkerut&#8230; apalagi matanya yang kadang membelalak lebar kadang menatapku dengan sorot mata gemas&#8230;<br />
&#8221; Oooooouuuuwww..!! mmmaaaaassssss&#8230;. Diii..naa ga tahaann&#8230;. mmmmmhhh&#8230;!!&#8221; Kegelisahan dan keresahannya berujung pada rengekan panjang seperti orang menangis dibarengi dengan pinggul yang diangkat didesakan ke arahku bergerak-gerak liar&#8230; Aku tanggap dengan situasi wanita yang dihajar nikmatnya orgasme&#8230; segera kuayun batang kemaluanku menembus liang sanggama Dina sedalam-dalamnya dengan kecepatan dan tenaga yang kutambah&#8230; akibatnya tubuh Dina semakin liar menggelepar di atas meja kerja Tari&#8230; kepalanya digeleng-gelengkan dengan keras ke kanan dan ke kiri sehingga rambutnya semakin riap-riapan di wajahny<br />
&#8221; Ammmpppuuunnn&#8230;. oooohhh&#8230; nnnggghhh&#8230;. niikmmmaattnya&#8230;. hhoooo&#8230;.&#8221; suara Dina seperti menangis pilu&#8230; Ya ammmpppuunn&#8230;. kurasakan nikmat bukan main.. dinding liang sanggama wanita yang tengah diamuk badai orgasme itu seakan mengkerut lembut menjepit erat batang kemaluanku, kemudian mengembang lagi&#8230; enam atau tujuh kali berulang&#8230; membuatku sejenak menghentikan ayunan kontolku, pada posisi di kedalaman yg paling dalam pada liang sanggama Dina&#8230; Tubuh Dina tergolek lunglai&#8230; nafasnya tersengal-sengal, tampak dari gerakan dada montoknya yang naik turun tak beraturan&#8230; wajahnya yang miring ke samping kanan tampak kulitnya berkilat basah oleh keringat birahinya, sementara mata ber eyeshadow tebal itu tampak terpejam spt orang tidur&#8230; rambut panjang yang dicat blondie tampak kusut, awut-awutan menutupi sebagian wajah cantiknya&#8230;. Kira-kira setelah dua menit batang kemaluanku mengeram tak bergerak di liang sanggama yang semakin becek&#8230; dengan gerakan lembut kembali kugerakkan pinggulku mengantarkan sodokan keliang sanggama Dina&#8230; Tubuh montok itu kembali menggeliat lemah sambil mulutnya mendesis panjang&#8230; Dina membuka matanya yang kini tampak sayu&#8230;<br />
&#8221; Ssssshh&#8230; mmm&#8230; luar biasa&#8230;.&#8221; desah Dina sambil tersenyum manis. Kedua tangannya meraih leherku dan menarik ke arah tubuhnya. Tubuhku kini menelungkupi tubuh montok Dina, Dina memeluk tubuhku erat sekali sehingga bukit payudaranya tergencet erat oleh dada bidangku seolah balon gas mau meletus, tak hanya itu sepasang pahanya dilingkarkan di pinggangku dan saling dikaitkan di belakang tubuhku&#8230; Woooww&#8230; leherku disosotnya dengan laparnya&#8230; jilatan dan kecupan nakal bertubi-tubi menghajar leher dan daun telingaku&#8230; terdengar dengus nafasnya sangat merangsangku&#8230; aku dibuat mengerang oleh aksinya&#8230; &#8221; Ayo sayang, tuntaskan hasratmu&#8230; Dina boleh lagi enggak?&#8221; bisiknya manja sambil bibirnya mengulum nakal daun telingaku. Kurasakan pantat montok Dina bergerak gemulai, membesut hebat batang kemaluanku yang terjepit di liang sanggamanya, sejenak kunikmati besutan dan pelintiran nikmat itu tanpa balasan.. karena kuhentikan ayunan kontolku&#8230;<br />
&#8220;Kamu ingin berapa kali..?&#8221; sahutku berbisik tapi sambil mengayunkan batang kemaluanku dalam sekali.. &#8221; Eeeeehhhhh&#8230;hhh&#8230;! sampe pingsan Dina juga mauuuuuhh&#8230;hhhh&#8230;!&#8221; jawabnya sambil terhentak-hentak akibat rojokanku yang kuat dan cepat&#8230;Aku mengakui kelihaian janda 2 anak ini dalam berolah sanggama, kelihaiannya memainkan kontraksi otot-otot perutnya yang menimbulkan kenikmatan luar biasa pada batang kemaluan yang terjebak di liang sanggamanya yang becek&#8230; tehnik-tehnik bercintanya memang benar-benar canggih&#8230; Tari istriku wajib berguru pada Dina, pikirku&#8230;Tapi rupanya Dina tak mampu berbuat banyak menghadapi permainanku yang galak dan liar&#8230; Setelah pencapaian orgasmenya yang ke tiga&#8230; Wajah Dina semakin pucat, walaupun semangat tempurnya msh besar&#8230;<br />
&#8221; Ooooww&#8230; my God&#8230; ayo sayaaang&#8230; Dina masih kuat&#8230;&#8221; desisnya berulang-ulang&#8230; sambil sesekali pantatnya menggeol liar, mencoba memberikan counter attack&#8230; Aku tak ingin memperpanjang waktu, walau sebenarnya masih blm ingin mengakhiri, tapi waktu yang berbicara&#8230; hampir 2 jam aku dan Dina berrpacu birahi diatas meja kerja Tari. Aku mulai berkonsentrasi untuk pencapaian akhirku&#8230; aku tak peduli erangan dan rintihan Dina yang memilukan akibat rojokanku yang menghebat<br />
&#8221; Ooohkk.. hhookkhh.. ooww.. sayaaang&#8230; keluarkan.. di&#8230; di.. mulutkuuu yakkkhh..hhkk..&#8221; Sebagai wanita yg berpengalaman Dina tahu gelagat ini&#8230; diapun mempergencar counter attacknya dengan goyang dan geolnya yang gemulai&#8230; kuku jarinya yang panjang menggelitiki dada bidangku&#8230; dan&#8230; aku mengeram panjang sebelum mencabut batang kemaluanku dari liang becek di tengah selangkangan Dina&#8230; dan dengan lincah Dina mengatur posisinya sehingga kepalanya menggantung terbalik keluar dari meja, tepat didepan palkonku yang sedang mengembang siap menyemburkan cairan kental sewarna susu&#8230; Dina mengangakan mulutnya lebar-lebar dan lidahnya terjulur menggapai ujung palkonku&#8230; Hwwwoooohhh&#8230;!!!!! ledakan pertama mengantarkan semburatnya spermaku menyembur lidah dan rongga mulutnya&#8230; aku sendiri tidak menyangka kalo sebegitu banyak spermaku yang tumpah&#8230;. bahkan sebelum semburan berakhir dengan tidak sabar batang kemaluanku disambar dan dikoloh dan disedot habis-habisan&#8230;.<br />
Dina duduk diatas meja sambil merapikan rambut blondienya yang kusut, sementara aku ngejoprak di kursi putar&#8230;..<br />
&#8221; Wajah kamu alim ternyata mengerikan kalo sedang ML mas&#8230;?&#8221; celetuk Dina sambil menatapku dengan pandangan gemas dengan senyum-senyum jalang.<br />
&#8221; Siang ini aku ketemu singa betina kelaparan&#8230;&#8221; sahutku letoy.<br />
&#8221; Salah mas, yang bener kehausan&#8230; peju mas Tommy bikin badanku terasa segar&#8230;ha.. ha..ha..&#8221; sambut Dina sambil ketawa ngakak<br />
&#8221; Waaakks&#8230; mati aku&#8230; mas, Tari dateng tuuuhh&#8230;!&#8221; Tiba-tiba Dina loncat turun dari meja dengan wajah pucat, buru-buru merapikan pakaian sekenanya dan langsung cabut keluar ruangan&#8230; akupun segera melakukan tindakan yg sama&#8230; waaah di atas sepatuku ada onggokan kain putih ternyata celana dalam&#8230; pasti milik Dina, segera kusambar masuk ke tas laptop&#8230; dan aku segera masuk ke kamar mandi yg ada di ruang kerja Tari&#8230;.<br />
&#8221; Yaaang&#8230; chayaaang&#8230;. bukain doong&#8230;&#8221; suara Tari sambil mengetok pintu kamar mandi&#8230;<br />
&#8221; Hei.. bentar sayang&#8230; dari mana aja..?&#8221; sahutku setengah gugup dari dalam kamar mandi. Ketika pintu kubuka Tari langsung menerobos masuk&#8230; busyeet&#8230; Tari menubrukku dan aku dipepetin ke wastafel&#8230; aku makin gugup&#8230;<br />
&#8221; Sssshhhh&#8230; untung kamu dateng say&#8230; ga tau mendadak aja, tadi dijalan Tari horny berat&#8230;&#8221; tanpa basa basi lagi celanaku dibongkarnya dan setelah batang kemaluanku yang masih loyo itu di dapatnya, segera istriku ini berlutut dan melakukan oral sex&#8230;. meski agak lama, tapi berhasil juga kecanggihan oral sex Tari istriku membangunkan kejantananku yang baru mo istirahat&#8230; tanpa membuka pakaiannya Tari langsung membelakangiku sambil menyingkap rok kerjanya sampai ke pinggang, pantat Tari kalah montok dibanding Dina, namun bentuknya yang bulat, mengkal sangat seksi di mataku&#8230; sesaat kemudian cd Gstring dan stocking Tari sdh lolos dari tempatnya&#8230;<br />
&#8221; C&#8217; mon darling&#8230;. hajar liang cinta Tari dari belakang&#8230;&#8221; dengan suara dengus nafas penuh birahi Tari mengangkangkan kakinya sambil menunggingkan pantatnya&#8230; Memang istriku akhir-akhir ini sangat menyukai gaya doggie style&#8230;&#8221;lebih menyengat&#8221; katanya&#8230; sesaat kemudian kembali batang kemaluanku beraksi di liang sanggama wanita yang berbeda&#8230; Dalam posisi doggie style, Tari memang lihay memainkan goyang pantatnya yang bulat secara variatif&#8230; dan apalagi aku sangat suka melihat goyangan pantat seksi Tari, membuat aku semakin semangat menghajar liang sanggama Tari yang tak sebecek Dina&#8230; Untungnya Tari adalah type wanita yang cepat dan mudah mencapai puncak orgasme.. nggak sampai 10 menit kemudian Tari mulai mengeluarkan erangan-erangan panjang&#8230; aku hafal itu tanda-tanda bahwa istriku menjelang di puncak orgasme, maka segera kurengkuh pinggangnya dan kupercepat rojokan batang kemaluanku menghajar liang sanggama Tari tanpa ampun&#8230;<br />
&#8221; Tommm&#8230; Tommmy&#8230; gilaaa&#8230; aaahkk&#8230; niiikkmaaatt bangeeett&#8230;!!!&#8221; jeritan kecil Tari itu dibarengi dengan tubuh sintal Tari yang gemetaran hebat&#8230;pantat seksinya menggeol-geol liar menimbulkan rasa nikmat luar biasa pada batang kemaluanku yang terjepit di liang sanggamanya&#8230; aku tak menahan lagi semburatnya spermaku yang kedua utk hari ini&#8230;<br />
&#8221; Ma kasih Tommy chayaang&#8230;&#8221; kata Tari sesaat kemudian sambil mendaratkan kecupan mesra dibibirku.. Setelah membersihkan sisa-sisa persetubuhan, aku pamit untuk kembali ke kantor, sementara Tari masih berendam di bath up&#8230;. Dina sudah duduk rapi di mejanya ketika aku keluar dari ruangan Tari, kudekati dia&#8230;<br />
&#8221; Ssshh&#8230; nggak takut masuk angin, bawahnya ga ditutup..?&#8221; bisikku sambil kuselipkan celana dalam putih Dina kelaci mejanya&#8230; mata Dina melotot dengan mimik lucu&#8230;<br />
&#8221; Ronde kedua niih yee..?&#8221; celetuknya nakal setelah tahu Tari tak ikut keluar dari ruangan&#8230;.<br />
Aku melenggang memasuki mobilku, sambil memikirkan follow up ke Dina&#8230;.. yang ternyata sangat menggairahkan&#8230;</p>
<p>Tamat</p>
<p>Kunjungi juga <a href="http://ceritaseks.ngogok.info">Cerita seks</a> lain kami.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-teman-istri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selingkuh dengan teman suamiku</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 13:07:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[istri selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[perselingkuhan]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Karena suamiku sangat hobby bermain DOMINO&#8230;.alias GAPLE&#8230;&#8230;akhirnya perselingkuhan aku dengan teman suamikupun terjadi, dari ayng awalnya iseng cuman cumbuan sampai terjadi Ml alias ngentot. Permainan domino itu tidak menggunakan uang&#8230;..hanya saja yang kalah kuliat berdiri&#8230;.dan telinganya digantungi batu bateray,,,,kadang juga berdiri sambil menggunakan HELM&#8230;&#8230;aneh aneh saja&#8230;. terkadang suamiku main GAPLE di teras rumah sampai jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena suamiku sangat hobby bermain DOMINO&#8230;.alias GAPLE&#8230;&#8230;akhirnya perselingkuhan aku dengan teman suamikupun terjadi, dari ayng awalnya iseng cuman cumbuan sampai terjadi Ml alias ngentot. </p>
<p>Permainan domino itu tidak menggunakan uang&#8230;..hanya saja yang kalah kuliat berdiri&#8230;.dan telinganya digantungi batu bateray,,,,kadang juga berdiri sambil menggunakan HELM&#8230;&#8230;aneh aneh saja&#8230;.<br />
terkadang suamiku main GAPLE di teras rumah sampai jam 1 dini hari&#8230;&#8230;.sehingga pengeluaran rutinitas kami bertambah dengan menyediakan kopi dan makanan ringan untuk teman teman suamiku&#8230;.yang menemaninya bermain gaple&#8230;&#8230;<br />
suamiku wiraswasta&#8230;ia hanya makelar mobil..tapi penghasilannya lumayan&#8230;.jadi hidup kami yah mencukupi bahkan masih ada yang bisa kami tabung&#8230;&#8230;<br />
kami belum memiliki anak&#8230;&#8230;sedang perkawinan kami sudah berjalan 3 tahun&#8230;&#8230;..,umur suamiku 32 tahun sedang aku<br />
24 tahun&#8230;.., suamiku lahir di malang dan aku asli surabaya&#8230;.</p>
<p>tawa dan canda mereka yang saling mengejek apabila ada yang berdiri tidak putus2nya&#8230;..sepanjang malam&#8230;&#8230;dan ini sudah berlangsung hampir setahun&#8230;..rumah kami memang dijadikan tempat ngumpul teman teman suamiku&#8230;.juga tetangga sebelah menyebelah kami&#8230;&#8230;..</p>
<p>ada salah satu teman suamiku yang kemudian kuketahui bernama bang Asmar&#8230;.dia tinggal tidak begitu jauh dari rumah kami&#8230;..pekerjaannya kalau tidak salah adalah SATPAM&#8230;.<br />
orangnya lebih tinggi sedikit dari suamiku&#8230;badannya atletis&#8230;.dan kelihatan rahangnya begitu kokoh&#8230;dan kuat&#8230;<br />
Bang Asmar paling sering memperhatikan aku&#8230;.kalau aku mengantarkan minuman&#8230;atau makanan ke meja mereka&#8230;.<br />
ia paling sering menatapku&#8230;aneh&#8230;dan tidak henti2nya menatap ke payudaraku&#8230;&#8230;.kadang aku jadi malu dibuatnya&#8230;&#8230;<br />
caranya berbicara kadang aneh terdengar dikuping&#8230;.tuturkatanya&#8230;.lain dari kebanyakan&#8230;.rupanya dia memang bukan dari JAWA&#8230;tapi dari makassar ,&#8230;kalau tidak salah bang Asmar suku bugis&#8230;..<br />
orangnya selalu ceriah&#8230;.dan kadang membuat banyolan2 yang membuat suamiku dan temannya yang lain tertawa&#8230;terpingkal pingkal&#8230;&#8230;<br />
suatu hari suamiku berangkat ke ngawi&#8230;kalau gak salah di mantingan&#8230;untuk mengambil mobil yang katanya mau dijual murah&#8230;&#8230;suamiku berangkat sore&#8230;&#8230;<br />
ia berkata padaku&#8230;&#8230;<br />
ma&#8230;mungkin saya balik besok pagi&#8230;..soalnya agak jauh juga nih&#8230;gak kuat nyupir malam&#8230;&#8230;.<br />
iyaa&#8230;hati hati pa&#8230;&#8230;kataku mengiringi kepergiannya&#8230;.</p>
<p>dan malamnya bergantian temannya datang kerumahku menannyakan suamiku&#8230;.kujawab mungkin malam ini gak ada gaple gaple an&#8230;soalnya suamiku kembalinya besok&#8230;<br />
oooooo,ya sudah kalau gitu&#8230;..merekapun pulang&#8230;.<br />
dan sekitar jam 22.00 WIB datanglah Bang Asmar&#8230;&#8230;<br />
dia juga menanyakan suamiku&#8230;kujawab yang sama &#8230;<br />
tapi dia malah gak pulang&#8230;.seperti teman suamiku yang lainnya&#8230;&#8230;..<br />
ia malah duduk di teras&#8230;..wahh&#8230;sayang yah&#8230;gumamnya&#8230;<br />
aku hanya tersenyum&#8230;.ia menatapku&#8230;..yah&#8230;itu tatapan matanya itu&#8230;&#8230;membuat selalu jantungku berdebar debar&#8230;..<br />
aku hanya tersenyum&#8230;.dan matanya kembali melihat kepayudaraku&#8230;&#8230;&#8230;aku kembali salah tingkah&#8230;.<br />
sudah tau yah?&#8230;..sekarang ada siaran TIVI baru&#8230;..siaran khusus jawa timuran&#8230;.namanya JTV?&#8230;..<br />
apa iya??? kataku menimpali&#8230;..dalam hati ku berfikir, mungkin ini awal selingkuh antara aku dan dia.<br />
di tiviku kok belum ada yah&#8230;.gak tau cara nyari siarannya&#8230;..<br />
ayo&#8230;.abang yang nyarikan&#8230;&#8230;.<br />
ia langsung berdiri&#8230;dan masuk kerumahku&#8230;..aku malah yang mengekorinya dari belakang&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
ia menuju ke TV dan dicarinya siarannya&#8230;..aku hanya duduk dikursi tamu melihat aktifitasnya&#8230;..<br />
setelah ketemu ..iapun ikutan duduk dikursi tamu pas didepanku&#8230;.<br />
tuh&#8230;sudah&#8230;.bagus khan?&#8230;siarannya?&#8230;.<br />
aku mengangguk..tapi kok aku gelisah yah berduaan dengannya&#8230;..,lantas iapun berkata&#8230;..ongkosnya mana?&#8230;..<br />
aku tertawa &#8230;.ooo pake ongkos toh&#8230;&#8230;.ya iyyalah&#8230;.<br />
mau tau ongkosnya?&#8230;..tanyanya lagi&#8230;.berapa sih?&#8230;..<br />
tanyaku&#8230;.bang Asmar mendekatiku&#8230;..ia lansung memelukku<br />
dan mencium pipiku&#8230;.mengecup bibirku&#8230;&#8230;&#8230;<br />
aku terpana &#8230;.mulutku diam&#8230;aku bingung&#8230;..tak tau harus berbuat apa dengan kejadian yang begitu cepat dan tak kuduga duga itu&#8230;..<br />
aku melepaskan diri&#8230;.<br />
bang&#8230;.nanti diliat orang&#8230;&#8230;kataku&#8230;.ia melepaskan pelukannya<br />
ia menuju kepintu&#8230;kukira ia mau pulang sudah &#8230;tau taunya ia menutup pintu&#8230;.dan tidak lupa mengambil sandalnya memasukkannya kedalam rumah&#8230;dan mengunci pintu&#8230;iapun menuju kearahku&#8230;&#8230;.nah&#8230;sekarang gak diliat orang khan&#8230;.<br />
iapun kembali memelukku&#8230;.dan menciumiku habis2an&#8230;..aku tak mampu menolaknya&#8230;.<br />
saat itu aku memang tidak dengan sengaja sudah merangsangnya dengan gaun tidurku ini&#8230;..soalnya aku memang sudah pengen istirahat &#8230;maklum suami sedang pergi&#8230;&#8230;mungkin saja bang Asmar&#8230;.terangsang,&#8230;.dengan kondisiku ini sehingga ia begitu berani melakukan hal ini&#8230;..<br />
aku sama sekali tidak sadar&#8230;&#8230;.ketika ia menggiringku kekamar&#8230;.dan merebahkanku ke tempat tidur&#8230;..<br />
tangannya melingkar dibawah leherku&#8230;.menjadi bantal bagi kepalaku&#8230;&#8230;.<br />
Kemudian dengan tangan yang satunya dia sibakkan gaun tidurku sehingga payudaraku yang tidak memakai bra terbuka tanpa terhalang apapun. Matanya melotot mengamat-ngamati dan mengelus payudaraku yang memang menantang ini&#8230;.., dengan puting kemerahan serta kulitnya yang putih mulus. memang bentuk dan ukuran payudaraku bisa membuat laki laki&#8230;.menitikkan air liurnya bila menatapnya&#8230;..<br />
begitulah sehingga bang Asmar&#8230;..tidak henti hentinya mempermainkan payudaraku&#8230;&#8230;..sehingga&#8230;.<br />
&#8220;Nnngghh.. Bang&#8221; desahku dengan mendongak ke belakang merasakan mulutnya memagut payudaraku yang membuatnya<br />
terpesona&#8230;..</p>
<p>Mulutnya menjilat, mengisap, dan menggigit pelan putingnya. Sesekali aku bergidik keenakan kalau kumis pendeknya menggesek putingku yang sensitif. Tangan lainnya turut bekerja pada payudaraku yang sebelah dengan melakukan pijatan atau memainkan putingnya sehingga kurasakan kedua benda sensitif itu semakin mengeras. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan meremasi rambutnya yang sedang menyusu.</p>
<p>Puas menyusu dariku, mulutnya perlahan-lahan turun mencium dan menjilati perutku yang rata dan terus berlanjut makin ke bawah sambil tangannya menurunkan celana dalamku. Sambil memeloroti dia mengelusi paha mulusku. celana dalamkupun akhirnya lepas melalui kaki kananku yang dia angkat, setelah itu dia mengulum sejenak jempol kakiku dan juga menjilati kakiku&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Darahku semakin bergolak oleh permainannya yang erotis itu. Selanjutnya dia mengangkat kedua kakiku ke bahunya, badanku setengah terangkat dengan selangkangan menghadap ke atas.</p>
<p>Aku pasrah saja mengikuti posisi yang dia inginkan, pokoknya aku ingin menuntaskan birahiku ini. Tanpa membuang waktu lagi dia melumat kemaluanku dengan rakusnya, lidahnya menyapu seluruh pelosok vaginaku dari bibirnya, hingga ke dinding di dalamnya, anusku pun tidak luput dari jilatannya. Lidahnya disentil-sentilkan pada lubang kemaluanku memberikan sensasi yang luar biasa pada daerah itu. Aku benar-benar tak terkontrol dibuatnya, mataku merem-melek dan berkunang-kunang, syaraf-syaraf memekku mengirimkan rangsangan ini ke seluruh tubuh yang membuatku serasa menggigil dan ngilu dibagian selangkangan&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>&#8220;Ah.. Aahh.. Bang.. Nngghh.. Terus!&#8221; erangku lebih panjang di puncak kenikmatan, aku meremasi payudaraku sendiri sebagai ekspresi rasa nikmat</p>
<p>Asmar&#8230;.. terus menyedot cairan yang keluar dari sana dengan lahapnya. Tubuhku jadi bergetar seperti mau meledak. Kedua belah pahaku semakin erat mengapit kepalanya. Setelah puas menyantap hidangan pembuka berupa cairan cintaku, barulah dia turunkan kakiku. Aku sempat &#8230; beristirahat dengan menunggunya membuka baju, tapi itu tidak lama. Setelah dia membuka baju, dia buka juga dasterku yang sudah tersingkap, kami berdua kini telanjang bulat.</p>
<p>Dia membentangkan kedua pahaku dan mengambil posisi berlutut di antaranya. Bibir kemaluanku&#8230; jadi ikut terbuka memancarkan warna merah merekah diantara bulu-bulu hitamnya, siap untuk menyambut yang akan memasukinya. Namun Asmar&#8230; tidak langsung mencoblosnya, terlebih dulu dia gesek-gesekkan penisnya yang besar itu pada bibirnya untuk memancing birahiku agar naik lagi. Karena sudah tidak sabar ingin segera dicoblos, aku meraih batang itu, keras sekali benda itu waktu kugenggam, panjang dan berurat lagi.</p>
<p>&#8220;Aaakkhh..!&#8221; erangku lirih sambil mengepalkan tangan erat-erat saat penisnya melesak masuk ke dalamku<br />
&#8220;Aauuhh..!&#8221; aku menjerit lebih keras dengan tubuh berkelejotan karena hentakan kerasnya hingga penis itu tertancap seluruhnya pada lubang memekku&#8230;.</p>
<p>Untung saja rumah kami agak terpisah jauh dengan rumah tetangga&#8230;.karena rumahku memiliki halaman samping yang lumayan luas&#8230;&#8230;.,kalau tidak tentu suara-suara aneh di kamarku pasti terdengar oleh mereka, bagaimanapun Bang Asmar&#8230;&#8230;.. ini termasuk nekad berani melakukannya &#8230;&#8230;meggelutiku&#8230;&#8230;.menggeluti isteri temannya sendiri&#8230;&#8230;&#8230;. disinilah sensasinya ngeseks &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.!!!!!<br />
katanya kalo nyuri-nyuri&#8230;..sensasinya sangat luarrrbiasa&#8230;..<br />
dan daya semprot klimaks&#8230;&#8230;..dan daya pompa orgasme&#8230;..jauh lebih&#8230;.kerassss&#8230;..</p>
<p>Dengan gerakan perlahan dia menarik penisnya lalu ditekan ke dalam lagi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.seakan ingin menikmati dulu gesekan-gesekan pada himpitan lorong sempit yang bergerinjal-gerinjal itu. Aku ikut menggoyangkan pinggul dan memainkan otot memekku&#8230;&#8230;. mengimbangi sodokannya. Responku membuatnya semakin menggila, penisnya semakin lama menyodok semakin kasar saja, kedua gunungku jadi ikut terguncang-guncang dengan kencang.</p>
<p>Kuperhatikan selama menggenjotku otot-otot tubuhnya mengeras, tubuhnya yang kekar bercucuran keringat, &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..sungguh sangat perkasa&#8230;nampaknya&#8230;., pria sejati yang memberiku kenikmatan sejati. Suara desahanku bercampur baur dengan erangan jantannya dan derit ranjang. Butir-butir keringat nampak di sejukur tubuhku seperti embun, walaupun ruangan ini ber-ac tapi aku merasa panas sekali.</p>
<p>&#8220;Uugghh.. &#8230;Ti&#8230;tin&#8230;&#8230;.. Sayang.. Kamu emang uenak &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Oohh.. &#8230;.punya isteriku &#8230;.tidak seperti ini&#8230;&#8230;..<br />
punyamu LEGIT&#8230;..dan bisa menggigit gigit&#8230;&#8230;&#8230;kon**lkuuuuuhhhhhhhhh katanya sambil gemetarrrrr<br />
ucapnya tak karuan di tengah aktivitasnya.</p>
<p>Dia menurunkan tubuhnya hingga menindihku, kusambut dengan pelukan erat, kedua tungkaiku kulingkarkan di pinggangnya. Dia mendekatkan mulutnya ke leher jenjangku dan memagutnya. Sementara di bawah sana penisnya makin gencar mengaduk-aduk memekku&#8230;.., diselingi gerakan berputar yang membuatku serasa diaduk-aduk. Tubuh kami sudah berlumuran keringat yang saling bercampur, akupun semakin erat memeluknya. Aku merintih makin tak karuan menyambut klimaks yang sudah mendekat bagaikan ombak besar yang akan menghantam pesisir pantai.</p>
<p>teman suamiku ini betul betul hebat&#8230;..dan perkasa&#8230;&#8230;..<br />
aku dibuatnya melayang layang&#8230;..sekan akan terbang keatas awan&#8230;&#8230;..</p>
<p>ketika Bang Asmar&#8230;.. sudah di ambang klimaks, dia menurunkan frekuensi genjotannya. Tanpa melepaskan penisnya, dia bangkit mendudukkan dirinya, maka otomatis aku sekarang diatas pangkuannya. Dengan posisi ini penisnya menancap lebih dalam pada vaginaku, semakin terasa pula otot dan uratnya yang seperti akar beringin itu menggesek dinding kemaluanku. &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;Kembali aku menggoyangkan badanku, kini dengan gerakan naik-turun. Dia merem-melek keenakan dengan aksi yang kulakukan&#8230;&#8230;&#8230;, mulutnya sibuk melumat payudaraku kiri dan kanan secara bergantian membuat kedua benda itu penuh bekas gigitan dan air liur. Tangannya terus menjelajahi lekuk-lekuk tubuhku, sambil mengelus ngelus&#8230;..</p>
<p>Tak lama kemudian aku kembali mendekati orgasme, maka kupercepat goyanganku dan mempererat pelukanku. Hingga akhirnya mencapai SAAT&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; titik dimana tubuhku mengejang, &#8230;&#8230;.ssshhhhhhhhhh&#8230;.detak jantung mengencang, dan pandangan agak kabur&#8230;&#8230;dan nanar&#8230;&#8230;.. lalu disusul erangan panjang serta terada ada cairan hangat dari dalam lobang kemaluanku&#8230;&#8230;..<br />
Saat itu dia gigit putingku dengan cukup keras sehingga gelinjangku makin tak karuan oleh rasa perih bercampur nikmat. Ketika gelombang itu berangsur-angsur berlalu, goyanganku pun makin mereda, tubuhku seperti mati rasa dan kurobohkan ke belakang &#8230;&#8230;..kuhentakkan badanku keatas ranjang&#8230;&#8230;..sambil menengadah keatas &#8230;tanganku terbuka lebar&#8230;&#8230;..ahhhhhh&#8230;aku betul betul PUASSSS&#8230;&#8230;.</p>
<p>AKU Menyambar Aqua botol disamping tempat tidur&#8230;&#8230;aku meminumnya habis&#8230;&#8230;aku betul betul dikurass&#8230;..bang Asmar membiarkanku istirahat sejenak&#8230;&#8230;&#8230;., setelah minum&#8230;..membuatku lebih enakan dan tenagaku mulai pulih kembali&#8230;&#8230;.<br />
&#8220;Sudah segar lagi kan Tin&#8230;???? Kita terusin lagi yuk!&#8221; sahut Bang Asmar&#8230;&#8230;.ia tersenyum sambil mulai menggerayangi tubuhku kembali&#8230;&#8230;.<br />
Gila&#8230;.betul nih orang&#8230;fikirku&#8230;&#8230;&#8230;tenaganya tidak ada habisnya&#8230;&#8230;&#8230;..seperti KUDA&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Kali ini tubuhku dibalikkan dalam posisi menungging, kemudian dia mulai menciumi pantatku. Lidahnya menelusuri punggungku&#8230;.kebawah&#8230;&#8230;.tangannya menjangkau buah dadaku kebawah&#8230;.dipilin pilin nya kembali putingku&#8230;&#8230;.dan aaacccchhhhhh&#8230;.akupun menggelinjang lagi&#8230;..nafsuku&#8230;bangkit lagi&#8230;&#8230;&#8230;.betul betul hebat teman suamiku ini&#8230;&#8230;&#8230;.ia juga pandai &#8230;membangkitkan gairah pasangannya&#8230;&#8230;&#8230;walaupunnnnaku sudah berapa kali orgasme&#8230;..aku masih mau&#8230;dan mau&#8230;.lagi&#8230;&#8230;<br />
dan &#8230;&#8230;.telunjuknya meraba raba&#8230;&#8230;&#8230;.anusku&#8230;&#8230;&#8230;.. membuatku geli dan menggelinjang&#8230;&#8230; Kemudian aku merasa kan kon**lnya sudah menempel dipantatku&#8230;.terasa hangat&#8230;&#8230;&#8230;..kon**lnya pun&#8230;ditusukkannya pelan&#8230;.dan&#8230;..sleeebbbb&#8230;&#8230;masuklah lagi kon**lnya yang besar itu kememekku&#8230;.dari arah belakang&#8230;&#8230;..ia menggenjotnya &#8230;.tiada habis habisnya&#8230;.sambil kedua tangannya memegangi pinggangku&#8230;..oooohhhhh&#8230;&#8230;.aku tak tahan&#8230;.aku tak kuat&#8230;..menahan nikmat ini&#8230;&#8230;mati aku&#8230;&#8230;aduh&#8230;.ampun&#8230;&#8230;&#8230;..aku tak kuasa menahan dera birahi ini&#8230;&#8230;.teramat sangat&#8230;.enakkkkkkk<br />
aku pun kelojotan bagai orang kesetanan dan setelah 20 menit menggenjotku dari belakang&#8230;&#8230;&#8230;.ahirnya&#8230;..aku&#8230;&#8230;sampai lagi&#8230;&#8230;..aku kluarrrrrrrr bannnnnngggggg&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
jeritku&#8230;.aku&#8230;.betul betul mengalami orgasme yang sangat dahsyattttt&#8230;&#8230;</p>
<p>Aku merintih &#8230;..mataku merem melek&#8230;..sambil menggigit guling menahan rasa nikmat ini&#8230;&#8230;.. Air mataku saja sampai meleleh keluar&#8230;&#8230;&#8230;..bersamaan melelehnya lagi&#8230;..air memekku&#8230;&#8230;.</p>
<p>&#8220;Aduuhh.. Sudah dong Bang.. &#8230;Titin&#8230;.. nggak tahan&#8221; rintihku yang tidak dihiraukannya.<br />
&#8220;Uuhh.. uuuhh sssshhhh aaacchhhhhh&#8230;.dia memperlancar sodokannya&#8230;&#8230;&#8230;dan beberapa detik kemudian&#8230;&#8230;.diapun klimaks&#8230;&#8230;&#8230;. bang Asmar mengerang&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
aaaacchhhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;<br />
Akhirnya ada sesuatu perasaan nikmat mengaliri tubuhku yang kuekspresikan dengan mengikuti erangan panjang bang Asmar&#8230;&#8230;&#8230;.kami sama sama mengerannnngggggg&#8230;..<br />
orgasme yang sangat panjang&#8230;&#8230;.ssampaiii ke ubun ubun&#8230;.<br />
tak ada lagi nikmat diatas kenikmatan yang kami peroleh saat itu&#8230;&#8230;&#8230;rupanya &#8230;sensasi selingkuh&#8230;&#8230;&#8230;.sangat ruarrrrrbiasa&#8230;<br />
aku tak mampu mau ngomong apa lagi&#8230;..untuk nuliss enaknya&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
kamipun menghempaskan kembali badan kami keatas ranjang&#8230;..sesaat kami diam dan sama sama mengatur nafas&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.badanku lemas seperti tak bertulang. &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Tubuh kami tergolek lemas bersebelahan. Aku memejamkan mata dan mengatur nafas sambil merenungkan dalam-dalam kegilaan yang baru saja kami lakukan, sebuah hubungan terlarang &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.aku berpacu dalam birahi&#8230;.dengan sahabat suamiku sendiri&#8230;&#8230;..</p>
<p>Kami menikmati perselingkuhan ini, dalam hati kami berjanji untuk tidak membongkar cerita selingkuh ini pada pasangan kami masing-masing.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="CERITA SELINGKUH">CERITA SELINGKUH</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="Cerita sex selingkuh">Cerita sex selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="cerita seks selingkuh">cerita seks selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="sex dengan suami teman">sex dengan suami teman</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="selingkuh dengan pembantu">selingkuh dengan pembantu</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="suami teman kuat sex">suami teman kuat sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="ngentot teman suami">ngentot teman suami</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="ml dengan selingkuhan di telepon suami">ml dengan selingkuhan di telepon suami</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="menikmati permainan ranjang selingkuhan">menikmati permainan ranjang selingkuhan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="cerita dewasa selingkuh dengan teman teman suami saat suami lagi keluar kota">cerita dewasa selingkuh dengan teman teman suami saat suami lagi keluar kota</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="cerita sex dengan teman suami">cerita sex dengan teman suami</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="cerita selingkuh sama teman">cerita selingkuh sama teman</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="cerita selingkuh dengan teman suami">cerita selingkuh dengan teman suami</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="cerita porno suami selingkuh dengan pembantu">cerita porno suami selingkuh dengan pembantu</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="Cerita porno selingkuh">Cerita porno selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="cerita ngentot sama teman suami">cerita ngentot sama teman suami</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html" title="www ngesek dengan suami teman">www ngesek dengan suami teman</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngeseks Dengan mama Tiri</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 16:42:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[mama tiri]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[sex mama tiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Sex Mama Tiri &#8211; Setelah 2 thn kepergian ibu keluarga kami banyak berubah begitu pula aku, memang aku, anak yang tergolong bandel, suka keluar malam dan minum akohol walaupun hanya untuk fun. Kelas tiga pun mulai ku jalani, aku ingin membuat ayah bangga walau pun, ayah sayang ama kaka tari, jadi aku di nomer duakan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sex Mama Tiri &#8211; Setelah 2 thn kepergian ibu keluarga kami banyak berubah begitu pula aku, memang aku, anak yang tergolong bandel, suka keluar malam dan minum akohol walaupun hanya untuk fun. Kelas tiga pun mulai ku jalani, aku ingin membuat ayah bangga walau pun, ayah sayang ama kaka tari, jadi aku di nomer duakan, aku tau semua tentang ayah, dan kegiatan dia apa yang dia perbuat, umur ayah pun baru 47, apa lagi selama 1 thn ½ belakang ini setelah kepergian ibu. Ayah memeliki istri simpanan yang cukup cantik, di daerah yang cukup jauh dari rumah kami, malam itu kak tari ingin sekolah di luar negri.</p>
<p>Tari.. papa ingin bawa istri kedua papa.. apa kamu setuju dan kamu ji..<br />
Apa maksud papa (jawab kakak tari)..<br />
Iya papa mau bawa ke rumah iniistri papa yang beda umur ama tari hanya 8 tahun itu..Papa.. apa kata yang lain..Kalau kamu ji gimana…<br />
Papa itu semua urusan papa.. aku lagi kosen untuk di kelas tiga ini..Kalian marah ama papa..Menurut tari gini.. papa bawa istri papa tapi…</p>
<p>Tapi apa tar..Tari mau sekolah di Australia kalau papa sangup, tari menyagupi..Gimana ya tar itu jauh.. Menurut papa jauh liat anak tante irma si fany udah mau S2 di sana.. Kalau kamu ji.. terserah papa.. aku hanya ingin menjalakan perintah ibu.. Apa ji.. Aku harus lulus kelas tiga.. itu aja.. Gimana pa.. apa aku boleh kuliah disana.. Iya terserah kamu deh… asal kamu tinggal ama si fany papa ngak masalah..<br />
Oke aku sangup… istri papa tinggal di rumah ini.. tapi setelah aku berangkat.</p>
<p>Kamu ngak masalah ji..Masala aku, cuman satu aku mau jual mobil terus beli motor.. gimana pa..Mobil belum 1 tahun udah mau kamu jual..<br />
Pa aji ngak sangup perawatan dan kedua menghindari keluar malam..<br />
Apa… (papa dan kakak tari terseduk kaget).<br />
Selama 2 minggu ka tari mengurus semua persiapan aku semangkin rajin di kamar, dan sibibi pun pamit untuk pulang karena udah merasa tua, namun bibi mencari gantinya dari kampung di sumedang, malam pun papa datang kekamar ku ketika aku sedang memandang potho ibu.., tok tok..ji.. ji.. “iya papa ngak dikunci masuk” kamu knapa kok, “ah ngak papa, Cuma liat photo mami aja kok”, ya ji itu hidup, dimana kita harus bisa di tinggal dimana kita harus meninggalkan, “iya si papa”, ji kamu serius mau jual mobil, aji ngerti papa, kalau kak tari pergi ke luar negri pasti biaya akan banyak, maka dari itu aji mau mengurai biaya papa untuk sekolah aji, kamu seperti ibu seperti ibumu yang berpikiran selalu bijak, jadi kamu setuju kalau mama baru kamu datang, papa.. aji ngak jadi masalh tapi ingin rasanya aji di rumah sendiri untuk merenung selama 2 hari ini. Aku dan papa semangkin akrab.</p>
<p>Kak tari pun berangkat, aku merasakan rumah yang sunyi si bibi pulang untuk menjeput keponakanya yang butuh pekerjaan. 2 malam ku lalui papa pun datang, ji..ji.. makan yuk diluar.. aku mengiyakan. Pa si parmin mana kok papa yang bawa mobil, si parmin papa suruh pulang kalau malam sebab si parmin sekarang udah beli rumah di balik gang sebelah jadi dia bisa sama istrinya yang dari kampong itu,“oh ya bagus deh”. Ji nanti kita kerumah mama baru mu ya.. kamu harus bisa menerima, wah pa apa ngak berat. Akhirnya kami menuju rumah tante irda.., eh mas sama siapa.. si aji tuh dalam mobil.., (aku terkeju) gila bini babe mangkin cantik aja, eh siapa tuh anak umur 1 tahun setengah lucu juga, ji.. ji.. sini (sambil melambaikan tanganya), sin turun ngapain di mobil (sapa papa). Aku pun turun dari mobil.</p>
<p>Dan kami lama ngobrol di rumah kontakkan tante irda, aku pulang ya, besok baru kita bawa barang mu semua, “tante aji pulang dulu”,eh aji jangan panggil tante coba panggil mama ya, “ iya aku usahai besok2 (anjir genit banget bini babe)”, kami pulang dan sesampai dirumah, aku langsung menuju kamar dan membuka inter, ji.. “apa pa”, udah jam 11 tidur gih, “iya papa” (tak lama papa masuk dan melihat kalau aku sedang cheting), ngapain kamu brosing bokep ya, “ada aja papa ni, chating samabil cari tugas”, papa tidur disini ya, lah tumben, kami tidur dan bangun kesiangan karena tak ada orang dirumah, sibibi datang jam 12 siang, malam itu aku mengajak mereka makan malam, si bibi dan keponakanya si ani, den aji tumben ngajak bibi makan di meja ini, “bibi, hanya bibi dan mami yang menguruh aku dari sd sampe dewasa sekarang ini, bibi terharu, “uda bibi ngak usah sedih” si ani hanya terdiam untuk ukuran pembatu si ani cukup bahenol lah dan cantik, “emba ani umurnya berapa…?, oh saya den baru jalan 23 knapa den ai.., biasa kalau dikampung umur segitu udah kimpoi, iya den saya emang sudah kimpoi baru 2 minggu tapi udah ngak lagi, maksud emba ani apa.., suami saya ketangkap karena taksinya nabrak orang hingga tewas, jadi di penjara sampe 5 thn lebih, emang udah berapa lama, udah 9 bulan, oh gitu ya…<br />
Den aji, “iya bibi “ apa istri muda bapak datang sekarang, “iya bibi kenapa”, den kalau saran bibi gini, aden baik2 aja angap dia orang tua aden ya, “ itu lah bibi, aku sebetulnya belum siap tapi ini jalan hidup bi”, iya si den bibi ngerti kamu memang terlalu sayang ama ibu kandungmu, tapi jangan di bawa beban kamu inget waktu aden sering pulang malam bibi bukai pint uterus bibi Tanya dari mana kamu bilang, aku abis fun bi, nah bibi sarani gitu aja di bawa fun aja dari pusing, (aku tersenyum) “bibi bisa ingeten masa lalu, aku udah berubah bi”, selasai semua papa pun datang bersama tante irda, kami pun ngobrol hingga selesai, selama dikamar aku hanya bisa merenung hingga pagi dan tak tidur, pagi menjelang aku melihat matahari pagi dan kulihat dari jendela bibi berkemas ingin pulang, aku lanngsung menuju pintu luar, den bibi pamit, den jaga diri baik bikin papa ama mama bangga ya.., aku hanya bisa meneteskan air mata.. dan melambaikan tangan.</p>
<p>tak terasa udah 6 bulan dan bisnis papa maju pesat dan perusaan papa maju kini papa memeliki 5 perusahaan anak cabang dan dan 1 pusat itu di bagi atas nama ku 2 perusaahn dan 1 buat anak tante irda dan kak ka 1, rumah pun semangkin berseri dan aku melihat anak kecil berjalan, tertawa dan menangis,sedih senang ku lalui semua walau pun kadang tante irda sering memakai pakain seksi dan terkadang kalau ngak papa sering memancing dengan sengaja melihatkan pahanya, aku hanya bisa menelan ludah, malam pun tiba, aku makan malam bersam mereka, ji.. apa pa, 3 hari papa harus ke Malaysia terus ke London, kamu mau ikut, ya kalau mau hancur kan masa depan ku ya ngak apa, (tante irda kaget dengar itu, itu hal yang biasa ama papa), aji kok gitu ngomong ama papa (papa tersenyum), ya gimana ngak ngancurin hidup ku 4 bulan lagi ujian ebtanas, masa aku di ajak.., oh.. sory ji.. papa ngak tau, iya papa sekarang orang super sibuk sampe aji minta tanda tanggan aja susah, tu raport udah 6 bulan di laci ngak di liat. Jadi gini ji mungkin papa lama di luar negri bisa ampe 3 bulan atau lebih, tapi mama nanti nyusul, ya paling setelah papa 3 minggu disana, ya udah mas bair aji, mami yang ngawasin selama aku blum berangkat.</p>
<p>Singkat cerita, setelah kepergian papa tingkah laku tante irda semangkin aneh, ji.. ji.. “ iya tan.. eh mami..masuk aja ”aku mau ngomong ama kamu ji,(tante menghampir ke meja belajar),”iya tan.. eh mi..” dan memegang photo mama, mama mu wanita yang cantik, ji kenapa selama 6 bulan ini kamu susah memangil aku mami.., “ ah ngak ah”, ji.. aku tau kamu sayang ama mama mu, tapi aku ingin juga dapat kasih sayang dari kalian semua dari ika, papa mu dan terutama kamu, (kulihat buah dada yang besar dan pentil menonjol tanpa BH dan tertutup di balik baju tidur yang terbuat dari sutra) ji.. cob pangil aku mami.. belajar.. panggil aku.. coba latih.. aku mau dengar ji.. ayo.., coba mami gitu.. coba ji.., “iya deh tan..”, mami.. coba gitu.. aku mau dengar ji…, (sambil memegang pundak ku dan menarik tanganku lalu di letakan di pngulnya), “ma.. mami.., nah gitu sayang, coba lagi.., mami.. aji udah kaya si pia mi..aja.. sih.. belajar ngomong, (sambil menungikan badannya mami mencubit idung ku).., ya belajar biar ngak cangung.., ya sayang.., (konsetarsi ku buyar ketika mami menungikan badan dan kulihat buah dada yang besar putih asli dimata ku), kamu belajar dulu.. eit matanya jangan bandel, mami langsung mencium pipi ku dan memeluk, ya udah.. mami mau tidurin si pia terus mau tidur.., abis belajar terus bobo ya sayang, sambil mencium bibir ku, (aku hanya bisa terdiam seribu bahasa).<br />
Mami keluar dan kulihat bentuk papatnya bergoyang-goyang dari baju sutranya, mami mebalikan muka sambil tersenyum, tak lama aku langsung menutup buku dan menuju dapaur untuk minum, kulihat kamar ina lampunya menyala (rasa penasaran pun timbul ) setelah kulihat dari candela ina tidur dengan mengangkang sehingga terlihat paha yang benar2 mulus dan putih. Aku langsung menuju kamar dan memasang computer dan memutar film porno yang pernah aku ambil dari inter, lama2 batang ku berdiri aku memasukan tangan ke dalam celana dan langsung mengocoknya.. hampir 15 mnt rasanya udah terujung aku merasakan air mani mau keluar.. ehhmm..eehh.., tiba mami datang, aji.. ngapin, (aku terkejut, rupanya mami mengitip ku dari pintu, tangan ku masi dalam celana), mami langsung menuju meja computer dan mengambil tisu, aji kaya gitu jorok ah (sambil mengambil tanganku dari dalam celana dan membersikan) liat air peju kamu di tangan belepoptan (mami membuka celana ku), tuh liat batang mu kan jadi jorok, setelah memberishakn mami menganbil mouse untuk mematikan computer namum badanya melintang di badan ku, (sambil berkata), kalau mau bilang nanti bisa mami ajarin(tanganya yang satu masi nempel di batangku), “mi..mi..jangan bilang papa ya”, (sambil menarik tubuhku), iya.. ganti dulu nih celananya, “mi celana dalamnya”, udah ngak usaha, “ya udah tidur” sambil mebaringkan badan dan mami tidur di sampingku, aku hanya bisa terdiam dan mami memeluk ku.<br />
Kok masi belum tidur, beda rasanya udah 2 tahun ngak pernah di peluk wanita mi, pacar mu ngak pernah meluk, semenjak mama ngak ada aku memutuskannya, aku berniat unutk serius sekolah, iya.. ji itu bagus pasti mama banga ama kamu di surga sana, dan sekarang papa bangga ama kamu sebentar kamu di bicarain kalau ngak kantor, boring ji.., “iya mi gimana lagi ya itu lah papa”, ji.. kamu emang blum ngantuk, (mami langsung menurukan tali dasternya), nene dulu ya biar bisa tidur sambil menari pala ku ke tetenya, aku mulai mencium mengisapnya.. aahh..aa..aa..aaa.. aa..aa.. truss..jii.. aahh, lama mami mebuka celana ku, dan aku membuka baju mami, kami telanjang bulat dan mami mulai memaikan batangku hingga berdiri, ji… mami udah siap, mi.. aji ngak bisa dan takut mami hamil, jangan takut, tenang aja kita pake kondom.. mami ajarin kok, mami mngambil kondom, dan memasangnya, dan mami kini diatas tubuh ku, ji… punyamu lebih panjang dari papa mu namun kalau besar memang punya papa, mami mulai memasukan aa…a..ehhmm..eehhmm..eehhmm..e ehhmm..eehhm..aahh..<br />
aa… aahh..aaahhh.. aahhmm..hhmmm… aahhmm.. mmmhh.. hh..aaa.. aahh.. aahhmm.. aahh..<br />
giman ji.. aahh..<br />
mami menuntun tangan ku ke buah dadanya…<br />
ji raba.. remas buah mami.. iya terus.. teruss… gitu .. aahh.. aahhh…, mi.. ahh.. aahh.. aacchh.. aaahh…<br />
Mami mengoyang pantatnya… dan memainkanya.. gimana ji.. enak..<br />
ah.. enak.. mi.. iya sayang enak.. enak mi.. aahh.. aaahh… ,(mencabut batang ku) kita ganti posisi ya..<br />
mami langsung nungging.. eh salah masuk sayang itu lobang pantat, (sambil menutun batang ku masuk vaginanya) iya ji.. terus masukin.. aa.. gitu dorong maju mundur sayang.. aahh.. aaa… aahh.. .. aahh.. eehh.. eehhmm.. hhmm… terus sayang.. mi.. mi.. iya terus.. sayang.. mami mencabut btangku dari vaginanya dan tidur terlentang.. sayang kamu diatas ya.. aku mulai menindihnya.. iya gitu masukin aa..aaahh.. aaahhhh… aaahh… terus masukin lebih dalam aaahhh.. aahh.. aahh… aa…. Aahh.. aahh… aaa… aaahh…mii… aacchh… terus.. sayang mami udah terasa… aduuhh.. mau keluar mii.. mii… cabut cepat… mii.. sini mami kocok.. (sambil membuka kondom tangan dengan cepat mengocok batang ku), aduh mii… aacchhh….crot crot..crot.. air mani muncerat di tete mami dengan begitu kental dan banyak aahh…aahhmm.. mi.. enak.. (aku terbaring di sebelah mami, tangan mami masih sibuk mengoleskan air mani ku di dada dan perutnya), itu baru anak mami.. yang jago.. (mami mencium ku) sayang… kalau ngak papa nanti kalau papa pulang kita main ngumpet ya, tidur kamar mami yuk nanti si pia bangun mami ngak ada, dia nangis lagi, (sambil manarik), aku tidur dikamar mami, kami pun main lagi di bawah tempat tidur, shingga puas, aku tertidur dalam keadaan telanjang bersama mami. Hampir tiap malam aku melakukan dengan istri kedua papa (sampai dalam hatiku papa sory, ini pelajaran yang berhaga buat ku).<br />
Sudah tiga hari kepergian mami rumah terasa sepi, walau mami suka telepon siang malam cuman bilang kangen ama batang ku, aku merasa bosan kulihat masih jam 7 lewat, ingin rasanya main ina, apa dia mau, atau mala ngadu ke mami lagi, aku jadi penasaran gimana kalau ku coba dulu, aku langsung menuju kamar ina, kulihat dari kaca ina lagi terlukup sambil baca buku, kulihat pahanya yang agak mengakang dan betih yang diangkat sunguh putih betisnya, ina.. (aku langsung masuk) ngapain, eh aji.. ina lagi isi tts.. susah bener, (aku langsung duduk di bawah dan tetap di hadap mukanya), ji bahasa ingris nya latihan apa sih, traning.. , eh pas bener.. pinter kamu ji,(terlihat buah dada yang putih dari kerah kemeja yang tidak terkacing atasnya), ina.., apa ji.., ina jangan marah ya.., knapa aji kok kaya orang bingung sih.., (aku langsung menyikap rambutnya dan mencium pipinya, eh aji.., (tangan ina langsung memeganng pipiku)ji.. buka ina ngak mau, udah 3 bulan belakang ini ina pengen banget.. tapi ina takut hamil.., nanti kata orang apa, keluarga aji jadi malu, papa dan bu irda jadi benci ama aji.. eh mala di usir, ina segan ama ibu, gimana kalau aji pake kondom ina mau, kan kita bisa aman, kondom eh bener juga ji.. (ina langsung meraih muka dan mencium ku), kami bercium cukup lama, ji.. ada kondomnya, ya kita beli dulu.., iya deh gih sana beli, aku langsung ganti baju dan mengambil kunci motor, dan menuju pintu, aji..aji.. ina ikut.., pakian ina ganti dulu gih, baju ina jelek semua, aku menuntu kekamar, ka tari, dan mencarikan baju yang pas, nih pake celana jeans dan kaosnya, ina langsung membuka satu pesatu kancing bajunya dan kuraba buah dadanya yang berukuran 36B, ji.., eh ya maaf na, aji.. mau.. isep tete ina(sambil membuka BHnya).. isep dulu aja…,(aku langsung mengencotnya)ehmm..ehh.. hh..eehhmm…eehh.. ehh ehhmm…ehm..ah..ahh..hhmm..hhmm .. ji.. jii.. udah ya.., eh iya na.. (ina langsung memasang kembali BHnya).. dan memakai baju dan jeans ka ina,.. ina kamu seksi.. cantik dengan rabut ombak mu yang terurai.., aji juga tanpan dan manis.., udah yuk nanti ke maleman.. langsung menuju ke supermarket yang cukup jauh agar tidak ada yang tau..<br />
Selama di pejalan kurasakan buah dada yang menempel di punggungku mangkin lama mangkin mengeras, hujan pun turun padahal tingal 15 menit lagi sampai di rumah, kami kebahasahan, kulihat ina basah kuyup dan baju yang lepek sehingga buah dadanya telihat membulat dengan jelas, ji.. mandi gih biar ngak sakit…aku mau mandi dulu, ina.. aku langsung menari kekamar mandi ku.. dan menelajangkan ina lalu mencium di bawah shower, batang ku mulai berdiri.. ini memegang batang ku.. dan megocok nya bibir kami masih berperang mencari kepuasan, ina langsung jongkok, ji.. ji.. sabun (langsung dikocok batangku), aahh… aahh.. aahh.. enak ji.. ya na.. aacchh.. aaa… aaaa…(na langsung membasu dengan air) dan mulai mengisapnya.. aaa… aaahhh..aahh… aaahh… aahh..ina.. aa…aa…. Aacchh.. aahh.. uhh.. (ina langsung mengocoknya) crot crot.. air mani berhamburan di muka ina, ji.. lama banget keluarnya, mandi dulu yuk.. ada cukur ngak ina mau cukur jembut ah.. aji juga ya di cukurin.., setelah mandi dan cukur jembut, aku melihat batang yang plotos dan vagina ina yang bersih Dari cermin.<br />
Sambil memeluk dari belakang, in.. kamu cantik seperti artis jepang.., ah masa sih (ina menisir rambutnya), ji.. ji.. yuk.. (sambil menarik tanganku), aku mulai menggerai semua tubuhnya hinga bibirnya, dan kembali ke vaginanya, aahh.. auuhh.. uuhh.. uuufff..uuffss.. uuss.. enak ji.. aah.. uuhhhss… uuhhss.. iya ji gitu.. aahh.. uuhh…udah.. ji.. aaahh..uuufffss.., udah aji masukin ina udah ngak tahan.. (sambil memasang kondom), iya.., aa.. aa.. a.. aahh.. aa.. ina punya sempit ya.. ji, iya agak susah, udah 9 bulan aku tidak merasakan ini ji.. aaahh… aa.. (batangku mulai masuk pelan2).. aaah.. lebih dalam ji… terus.. aahh..aaa…aaa… aahh.. ji.. aahh.. sabar na.. iyaa.. terus ji.. aahh… aduuhh.. ji.. aahh… ehhmm.. eehh…. Eehhh.. eehh.. eehh.. terus ji.. aahh.. aaaaaa.. aaa… aahhh.. hhhaa… aauuu.. uuff.. uuff..uuf.. terus ji.. terus.. aahh.. na ganti posisi… ina pun di atas, aahh.. aahh.. terus na.. terus .. aaahh.. aacchhh. Iyaa… naa.. aahh.. (hampir 18 mnt kami main, aku mulai kelimax) aahh…, awas naa.. aji mau keluar.., aku langsung berdiri dan mengocok di depan mukanya, aahh aaccchh. Inaa.. crot crot air mani berhamburan di muka ina.. aahh..aaaaa.. , aku terbaring dan ina mebersikan air mani ku di mukanya dengan handuk, kamu hebat lebih lama mainnya di bandingkan bang udin, makasih ya na, ji.. aku ada pertanyaan.. tapi ini rahasia, apa tuh na.., kamu sering main ya ama bu irda.. ya, sebab aku sering liat tiap malam, bu irna keluar dari kamar mu rambutnya kusut, “ah ngak..”, ji.. aku wanita.. aku tau.. dimanat hasrat untuk itu pasti ada, benar kan kamu main ama mami tiri mu, jangan takut aku simapan rahasia ini kok, “..iya.. dia yang ajarkan aku.. na..” ketika kamu masuk kamar aku, sebenarnya aku mau langsung bicara tapi aku takut tersinggu, mau ngomong apa na, aku mau bilang ama kamu kalau aku ingin diperlakukan seperti ibu irda.. tp kamu lebih pengertian.., boleh kamu berguru ama mami tiri mu tp kamu praktekin ama aku.. setuju.. ji, iya akan lakukan jika mami ngak ada.. atau rumah sepi.., gimana.., aku setuju. Selam tak ada di rumah aku dan ina sering melakukan dan kalau pulang sekolah.. kalau ina lagi nyuci pun sedang nunging ku masukan tanpa permisi…, dan setiap pagi ina membangukan sekolah sering dengan mengisap batang ku.<br />
Telelpon bordering<br />
Halo..<br />
Aji.. ini mami<br />
Eh apa mi malam gini jam 2 kok nelepon ada apa,<br />
Besok jam 4 siang mama sampe di Jakarta,Loh ke cepat pulangBosen di apertement mulu..<br />
Singkat cerita, Rupanya mami lebih cepat pulang 2 minggu sebelum papa, ketika samapi di rumah mami langsung memeluk dan menciumku, aku langsung mengangkat koper kekamar mami, sayang mami kangen ama kamu, selama mami Cuma di apartemen, oh ya ina mana, kasi nih hadiah buat si ina baju dan suruh si ina gendong si pia, aku menuju kamar ina, kulihat ina baru siap mandi dan masi mengenakan handuk, “ina..” iya ji masuk., nih ada hadiah dari ibu, (aku sambil membisikan) na.. untuk seminggu ini kita stop dulu ya.. pasti aku mencari lubang mu kok tenang aja(sambil ku raba memeknya), iya aji ku sayang aku akan menungu mu (aku mencium bibirnya), ni si pia.. tolong pengang, ji.., “iya na..” , tolang masukan sedikit (sambil mengangkat handuknya, dan aku memasukan batang dan mengoyanya sedikit), jii.., “iya mii.. sebentar, aji kencing dulu”, ji ini oleh2 buat mu.. “wou it’s cool”, yes my dear.., “thks mom..”, oke sayang.. kok Cuma makasi sih di sun mami mu sayang (aku melumat bibirnya ).. di londong dinggin sekarang cuacanya ji.., wah pasti mami ngakang terus dong..hehhee..”, maka mami mau bales dengam ama kamu.., “kok bales ke aku.. sih mi..”, udah.. ah mami mau mandi.. kamu pasti belum, “iya kok tau mami”, (mami langsung membuka bajunya dan baju ku dan menarik ku kekamar mandi), kami mebasuh tubuh kami dan berciuman di bawah shower aku menyabuni tubuh mami dan mami nunging menyabuni betisnya, batang udah mulai tegang dan ku tamparkan dipantat mami, aji.. ah.. , ji kemarin mami main 3 kali ama papa ngak pake kondom, jadi kamu kalau main sekarang ngak usah pake kondom, kalau mami hamil kan paling pikiran papa yang bikin tenang aja, aku langsung mengiyakan, mi.. udah yuk aku kedinginan, aku menghanduki dan menyisirkan mami dari belakang dimeja riasnya, mi.., aji kangen..(sambil merangkul dan meraba tetenya), ji kangen sama mami, (aku menberikan badanya lalu menungikan dan memasukan dari belakang), aaa.. aaa… aaahh.., mi rasa beda lebih hangat terasa sampai dalam hati.. iya sayang.. udah jangan diem lanjukan sayang…aaahhh… iya teruss… sayang.. aahh… aa… aaa… aahhmm.. aahhmm… hhhhmm… hhmmm..eeemm..eehh..(mami meraba buah dadanya) aahh..aahh… aaa… aa.. aaa… teruss.. (kulihat buah dada yang bergoyang sunguh indah) sayang.. aahh.. aaahh… aaa… aaa… ji..tempat tidur yuk.. (mami meniduriku).. aa..aaahh… ji… aaahh… jjii.. aahh.. aduh mii.. enak.. jii.. mami mau keluar… aaa.. … aa… aahh..aaa..aahh hhuu.. uuuss…uuffss… uuss uuuuhh…aji gantian dong.. (mami langsung terlentang) aaa.. iyaa. Gitu ji.. teruss.. masuki.. aaahh…aaa… aaaa… aahh.. aauu.. iya.. teruss.. jii.. ehh…eehhh…aaahhh…jii… aahh.. eehhhmm… eehhmm… aahhhmm.. eehhmm.. jii… teruss.. (aku sambil memcium bibir mami dan ku letakan pada buah dadanya).. eehhmm.. remas sayang.. terus remas sayang… aaaa… mami .. aji mau keluar (mami langsung merangkul ku) dalam aja sayang.. aahh… terus ji lebih cepat.. aaahhh…aahh.. mamii.. aacchh.. aacchh.. crot..crot.. aacchh..aaacchh.. mami.. sih keluar deh.. enakan.. mi.. malam aji mau bobo sini ya.. iya sayang.. udah cabut duluh mami keberetan.. aku melumat bibirnya.. udah sayang ina nanti curiga ah.. iya deh..mi.., mi.. aji mau minta tolong ama mam, apa sayang, kalau aji lagi pengen terus papa ada gimana, iya bener juga, aku cari wanita lain yaa.., maksud mu apa, ya cari pelampiassan.. masa mami main aji Cuma liat doang, jadi gimana ji.., ah mami ada ide si ina aja kamu hajar.., ah serius mi.., ji mami tau pasti selama mami pergi ama papa, kamu udah main ama ina bener kan, eh siapa bilang cuman tiap malam kok, dasar anak mami belajar ama mami peraktek ama ina ya kamu, mami mencium ku, iya sih.., ya udah mami mau tidur kamu lanjut ama ina gih, “bener mi”, iya sayang mami serius kok, “ love u mi..”, aku langsung bergegas bangkit dari kasur, eh sayang mami blum di sun.., muah love u mi.., love u to sun, aku langsung menuju ina, ina.. dan langsung mengajak ke kamar ku, dan langsung menusukan batang ku…<br />
Aku sering main ama mami mengumpat dari papa, dan kalau mami ngak ada, ina minta, di mana aku pengen tinggal masukan. Sekian</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="cerita sex mama">cerita sex mama</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="bejar sex dari bibi">bejar sex dari bibi</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="oh mama tiriku in sun porno">oh mama tiriku in sun porno</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="ngesex sama mama tiri sambil mandi">ngesex sama mama tiri sambil mandi</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="ngentot mama tiri">ngentot mama tiri</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="mama tiriku cerita dwasa">mama tiriku cerita dwasa</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="certa sex ama mama">certa sex ama mama</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="cerita sex dengn mamahku">cerita sex dengn mamahku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="cerita sex dengan bulik di ampung">cerita sex dengan bulik di ampung</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="cerita sex anak kampung">cerita sex anak kampung</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="cerita sex anak entot isrti muda papa">cerita sex anak entot isrti muda papa</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="cerita sex ama mama">cerita sex ama mama</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="cerita panas dengan ibu tiri">cerita panas dengan ibu tiri</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="Cerita Mama Tiri">Cerita Mama Tiri</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="cerita isep toketnyokap">cerita isep toketnyokap</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="cerita ibu tiri">cerita ibu tiri</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="cerita dewasa penari kampung">cerita dewasa penari kampung</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="cerita bapak dan kakak crot memekku">cerita bapak dan kakak crot memekku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html" title="peju vagina istri cantik">peju vagina istri cantik</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/ngeseks-dengan-mama-tiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced)
Database Caching 12/48 queries in 0.023 seconds using disk
Object Caching 2834/2924 objects using disk

Served from: ceritadewasa.modelperawan.info @ 2012-02-05 19:14:04 -->
