<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Seks Dewasa &#187; tante girang</title>
	<atom:link href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/tag/tante-girang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info</link>
	<description>Kumpulan cerita seks cerita porno dan cerita dewasa Terlengkap</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jun 2011 04:12:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Cerita Selingkuh Istri Dengan Brondong</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 05:47:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[brondong]]></category>
		<category><![CDATA[istri genit]]></category>
		<category><![CDATA[istri selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang cari brondong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Dewasa. selingkuh mungkin tak ada habisnya, bisa karena kejenuhan dengan pasangan bisa saja karena keisengan, seperti cerita berikut dimana keisengan awalnya akhirnya menjadi kebablasan dari istri yang lebih miri tante girang ini, Cerita ini langsung diceritakan sendiri oleh sang istri. seperti layaknya pengakuan. Usia perkawinan kami menjelang 10 tahun, untuk menghindari kejenuhan biasanya kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/">Cerita Dewasa</a>. selingkuh mungkin tak ada habisnya, bisa karena kejenuhan dengan pasangan bisa saja karena keisengan, seperti cerita berikut dimana keisengan awalnya akhirnya menjadi kebablasan dari istri yang lebih miri tante girang ini, Cerita ini langsung diceritakan sendiri oleh sang istri. seperti layaknya pengakuan.</p>
<p><img class="alignnone" title="Tante girang" src="http://3.bp.blogspot.com/_98t1_mnPo4c/S7gFDIiUxKI/AAAAAAAAAxE/YpN5vpkoZlc/s400/Toket+Tante+Yuni.jpeg" alt="Tante girang" width="304" height="253" /><br />
Usia perkawinan kami menjelang 10 tahun, untuk menghindari kejenuhan biasanya kami refreshing dengan menginap di ubud. Anak anak ditinggal di Surabaya karena mereka juga sudah cukup besar. 2-3 hari suami cuti sudah cukup mencharge ulang hubungan percintaan kami.</p>
<p>Kali ini kami berdua kembali menginap di ubud bali. Kamar yang kami dapat sungguh luar biasa karena berada di puncak bukit dengan kaca yang terbuka di sekeliling kamar. Pemandangan yang luar biasa terhampar di depan mata. Bercinta di tempat seperti ini sungguh menggairahkan.</p>
<p>Belum lagi acara di malam hari yang diadakan oleh pihak hotel, sungguh menarik, dimulai dari pementasan tari bali yang indah, acara makan malam yang romantic dan diakhiri dengan melepaskan kepenatan di diskotik yang mulai dibuka pukul 10 malam sampai pagi.</p>
<p>. Sengaja aku memakai pakaian yang mengundang, rok mini sexy yang melekat erat di tubuhku dengan belahan dada yang sangat terbuka menyembulkan buah dadaku yang montok. Suamiku tidak keberatan bahkan menikmati ketika para mata lelaki melihatku dengan pandangan nafsu. “Rin..lihat cowok di ujung itu, matanya tidak lepas dari tubuhmu…heheheh” Suamiku berbisik sambil senyum senyum bangga. “mas nggak cemburu, Rini dilihat sama cowok cowok itu…”bisikku sambil memeluk pinggangnya.</p>
<p>“hmmmm…rasa bangganya memiliki kamu mengalahkan cemburuku…sayang…eh coba Rin mereka kamu goda…ajak kenalan gitu…aku pengen tahu sejauh mana keberanian mereka.” Suamiku mencoba bermain api.</p>
<p>“Eh…jangan mas..!” Bisikku “ Kalo kebablasan gimana hayo…”<br />
“hahahaha nggak papa sekali kali ngedate ama cowok lain gak papa asal nggak keterusan…” Suamiku tersenyum senyum.</p>
<p>Aku sempat berkenalan dengan beberapa pemuda menarik, mereka ganteng ganteng juga. Andi, Budi, …hmmm cowok cowok brondong yang menggairahkan. Suasana yang mulai menghangat membuatku berpikir untuk mencoba sedikit nakal. Dari dulu aku mempunyai fantasi threesome atau gang bang…mungkin tidak ada salahnya dicoba, mumpung suamiku sedikit memberi keleluasaan.</p>
<p>Dan sepertinya sangat menggairahkan, bercinta dengan orang lain disaat suami ada di dekat kita. Hmmm tapi bagaimana caranya..?</p>
<p>Aku biarkan suasana mengalir , lebih panas, lebih menggairahkan, dan mereka mulai berani memelukku. Bahkan Andi sempat meremas payudaraku. Kucari suamiku ternyata dia mabuk di pojok. Aku lebih berani untuk mengundang mereka dan mengutarakan keinginanku dan ternyata mereka antusias sekali, tentu saja…bercinta gratis dengan istri orang..masih sexy lagi…hm..hmmm.hmm..</p>
<p>Cuma aku harus berpikir bagaimana caranya agar suamiku tidak tahu…timbul ide bagus di benakku.</p>
<p>Rin…dimana kamu ingin making love ? suamimu kan menempel kamu terus tuh..” Bisik Andi. “Tenang…gw bisa kasih obat tidur..kita nanti main di sampingnya…ok ? “ Kataku tersenyum.</p>
<p>“Hoho..kamu nakal sekali Rin…ML disamping suami…? ” Tawa Andi.<br />
Seperti yang sudah aku rencanakan, suamiku ketika masuk kamar sudah dalam keadaan mabuk, aku beri sedikit dosis rendah obat tidur di minumannya, membuatnya terlelap dengan cepat.</p>
<p>Rencana nakalku berhasil, dengan cepat aku buka pintu kamar hotel dimana Andi sudah menunggu. “ Rin…aku ajak Budi ya…supaya lebih seru..gimana” Tanya Andi.</p>
<p>Hmmm aku sungguh tidak keberatan, karena seperti yang sudah aku jelaskan bahwa threesome salah satu fantasi liarku. Aku mempunyai fantasi seks yang cukup liar dimulai dari threesome dan bondage. Memang belum ada salah satupun fantasi yang terealisasi tapi aku sudah memutuskan di bali ini semua harus terlaksana, terutama bondage…entah terkadang aku menikmati kalau suamiku bercinta dengan sedikit kasar, sedikit ganas…sungguh berbeda…entah..</p>
<p>Sebelum menutup pintu Andi sudah memelukku erat dan meremas pantatku. “ hmmmm sekel banget pantatmu Rin…kamu sexy sekali. “ Bisik Andi sambil melumat bibirku. Sementara Budi hanya tersenyum sambil melepas kemejanya.</p>
<p>Aku memang menyukai sex singkat. Session pertama harus cepat, session kedua baru santai.</p>
<p>“Rin bener neeeh suamimu gak bangun…hehehe asyik banget dong bercinta di samping suami yang ketiduran…bisa aja idemu…lebih merangsang ya Rin ? “ Tanya Rudi, kini tubuhnya sudah sepenuhnya bugil , terlihat batangnya yang sungguh menarik. Tidak terlalu panjang tapi diameternya mantap, yang penting beda dengan milik suamiku. Ukuran tidak terlalu penting.<br />
Tangan Andi sudah menyelusup ke balik bra ku dan meremas lembut, sementara Budi sibuk menciumi paha…hmmm geli geli enak…</p>
<p>Andi menghempaskan tubuhku di samping suamiku yang tertidur nyenyak, dengan cepat melumat buah dada kiriku yang kini terbuka lebar. Budi tidak mau kalah dengan merebahkan badannya di samping kanan tepat di sebelah suamiku, juga sibuk melumat buah dada kananku. Wow..wow.wow sungguh menggetarkan, dadaku bergemuruh mendapatkan perlakuan seperti ini.</p>
<p>“ Rin…jantungmu kok keras banget berdetaknya….gue jadi ngeri “ Bisik Budi sambil sibuk menggigit gigit telingaku. “ hei guys….gue belum pernah tidur sama cowok lain…langsung threesome lagi !…kalian beruntung banget…ngerti nggak…”protesku.</p>
<p>“Baru pertama kali !? “ Budi terkaget kaget, Andi sampai harus melepas kuluman bibirnya dari putting dadaku.</p>
<p>“Huuussss…ngapain dilepas..”tanganku menarik kepala Andi dan membenamkannya kembali ke payudaraku.</p>
<p>Sambil tersenyum nakal, lidah Budi menari nari dari perut ke bawah dan makin ke bawah. “ Tenang Rin…kamu bakal puas dan nggak akan melupakan pengalaman pertamamu…ok ?”</p>
<p>Gilaaaa jilatan Budi lebih canggih dari suamiku. Nafasku mulai tersengal sengal. Aku sungguh tidak menduga kalau kenikmatannya melebihi ekspetasiku.<br />
Tiba tiba aku merasa benda tumpul menyelusup penuh ke miss V ku…ups enaaakk..tapi…” Bud !! pake kondom !! gue gak mau tanpa kondom ! ok ? tarik lagi..! jangan merusak mood ku..”kataku tegas.</p>
<p>“Sorry…sorry Rin…ok ambil dulu. “Sambil berjingkat Budi mengambil kondom di saku celana jeansnya.</p>
<p>“Kalo gitu gue dulu..hehe” Andi yang memasang kondomnya dengan buru buru segera memposisikan batangnya ke hadapan miss V ku, dan dengan tidak menunggu lama segera menghunjamkan dalam dalam…uuuffff.. sekali lagi nikmat.!!</p>
<p>Budi yang tidak jadi mengambil kondomnya segera mengarahkan batangnya ke mulutku. Ahhh threesome memang nikmat….Andi mengocok lebih cepat kali ini, , kulirik suamiku yang meskipun tempat tidur berguncang keras, dia sama sekali tidak terganggu. Memang bercinta di depan suami yang tertidur memberi sensasi yang berbeda. Getaran yang lain dari yang lain, antara takut ketahuan, kenikmatan tiada tara bercampur menjadi satu…hehe gue nakal banget ya…</p>
<p>“Gantian dong…”rintihku, aku ingin disetubuhi bergantian kali ini.</p>
<p>“Gimana Rin?…nikmat Rin?… enak Rin?…ahhhh kamu sexy sekali… kamu nakal sekali “ Kata Andy sambil menepuk keras pantatku. Batangnya makin kencang menghajar miss V ku.</p>
<p>“ Tepuk lagi dooong…please…yang agak keras…ahhh!” Rintihku.<br />
“Lebih keras !! Andi..please ….gigit punggungku…please ahhhh…”Teriakku.</p>
<p>Plak ! tiba tiba Budi menampar pelan pipiku, tangannya segera menjambak rambutku dan menariknya ke atas. Kepalaku yang mendongak ke atas membuat mulutku terbuka lebar, dengan cepat Budi mengisinya dengan batang mantapnya. Ufffff…gue sampe kesedak tapi nikmat…batang Budi tidak panjang tapi diameternya 1,5 kali milik suamiku. Aku lebih suka yang begini, kalau terlalu panjang malah nggak nyaman karena terlalu mentok. Hmmm…baunya khas…beda dengan milik suamiku. Sengaja aku gigit gigit karena gemas. Gila…ada juga batang yang sexy kaya begini. Nggak bosan aku menjilatinya. Kocokanku dan lumatan bibirku membuat keluar cairan bening di ujung batangnya….hmm mulai terangsang neeehh..</p>
<p>“Sepertinya kamu suka bondage Rin…gimana kali kita coba juga ok ? mau ?” Tanpa menunggu jawabanku Andi sibuk merobek robek gaun tipisku menjadi tali.</p>
<p>Kalo nikmat begini kenapa harus menolak “ Terserah kalian …yang penting gue pengen puas malem ini…! Ayo…Bud..jangan berhenti please…!” Teriakku histeris saking nikmatnya.</p>
<p>Ayo Rin aku ikat tanganmu ya…jangan kuatir nggak terlalu keras kok…pengen posisi nungging atau gimana ?….”Tanya Andi mengikat lembut tanganku ke besi tempat tidur, lidahnya menari nari kadang di leherku, buah dadaku membuatku kegelian.” Nungging please Bud..please…masukkan dalam dalam ya…janji lho….yang keras pokoknya…siksa aku please perkosa aku please….ayoooo..”.Rintihku<br />
Posisiku benar benar menggairahkan. Menungging dengan kedua kaki dan tangan terikat di tempat tidur, sementara suamiku menggeletak tertidur dengan nyenyak. Bisa kalian bayangkan…sexy bukan ?</p>
<p>Andi benar benar tidak membuang waktu, posisi yang menungging membuat batangnya menghunjam penuh dalam dalam. Kedua tangannya dengan keras menarik pinggangku agar batangnya masuk seluruhnya. Deritan tempat tidur besi membuat suasana lebih menggairahkan. Badanku terasa bergetar hebat…menjelang orgasme…uhhhh…kedua pahaku terasa kaku. Aku pejamkan mataku, sementara Andi makin mempercepat hentakannya. “Ahhhh !!! aahhh!! Andi ternyata ejakulasi terlebih dahulu. Batangnya terasa berdenyut denyut. “Gantian cepet…aku belum nyampe…cepet! Teriakku.</p>
<p>Sigap sekali Budi mengganti posisi Andi, karena tahu aku menjelang orgasme, Budi tidak mengurangi ritme hentakan yang sudah dibangun oleh Andi. Luar biasa nikmat sekali. Mataku terasa gelap…ohhhhhhh aku …aku orgasmeeee..!!! denyutan vaginaku bertambah cepat.</p>
<p>Tiba tiba suami mengerang pelan disebelahku ! kami terdiam terpaku….ups !! mungkin suamiku terganggu gara gara tempat tidur terlalu bergoyang keras. Aku gosok gosok pelan punggungnya agar tertidur lagi…hihihi gue bener bener nakal ya. Budi tersenyum senyum sambil mengocok pelan batangnya di vaginaku.</p>
<p>Agar aman, Budi menurunkan ritmenya, kali ini dia ingin menikmati persetubuhan ini. Sementara tubuhku lemas sekali, tetapi karena kondisi terikat tubuhku tidak bisa bergerak leluasa. Tiba tiba terasa batang Andi mengganti posisi batang Budi…uhhhh kok lebih enak ya… Mataku masih terpejam menikmati. “Kok kamu lagi sih An…Budi kan belum keluar…kasihan dong” Kataku pelan.<br />
Tidak sampai 5 menit, Andi sudah mengerang keras hmmm sudah dua kali dia ejakulasi. Aku masih memjamkan mata menikmati. Budi kembali menghunjamkan batangnya tetapi kali ini tangannya meremas rambutku..uhhhh ..”hmmm batang kalian kok lebih enak sihh…kok lain…? Bisikku.</p>
<p>Penasaran aku buka mataku menoleh ke belakang..hah !! Ada beberapa laki laki lain masuk kedalam kamarku ?! Mereka semua sibuk mengocok batangnya masing masing “Andiii! Apa apan ini !!..Teriakku.</p>
<p>“Tenang …tenang..Rin…kenalkan ini Robert..”Kata Andi sambil menunjuk laki laki yang tengah menyetubuhiku dari belakang. “Dan yang sebelumnya tadi, kenalkan Doni…”</p>
<p>“Kami ber enam sekarang, kamu nggak keberatan kan dipuaskan oleh 6 laki laki ? Fantasimu bakal terpenuhi Rin”…Kata Andi kalem..</p>
<p>“Aaaaah jangan begitu dong…gue ngeri…aduuuhhh gimana sih….”Aku mulai panik. NGeri juga kalo digilir banyak cowok begini meski aku pernah berfantasi gila gilaan digilir puluhan cowok. Tapi apa harus malam ini…rasanya aku belum siap…Dan lagi kalo suamiku tiba tiba bangun terus melihat aku lagi disetubuhi habis habisan gimana hayo….aduhhh tapi batang Robert yang mengaduk aduk vaginaku sungguh enak..Aku kembali meracau “ lebih cepaaaat…lebih cepat….uhhhh…ayooo…” Robert mengayun pinggangnya lebih kuat membuat pantatku berbunyi keras kena hempasan pahanya. Robert cepat mengerang, dan didalam vaginaku terasa ada cairan mengalir…kurang ajar ! rupanya mereka tidak memakai kondom.<br />
“Hei ! pakai kondomnya dong..! eh kok kalian tambah banyak ?“ Aku protes berat karena kuatir juga kalo mereka nggak bersih dan mengapa sekarang ada 15 cowok ?</p>
<p>“Rin kalo pake kondom dengan 15 cowok begini kamu bakal lecet, mending tanpa kondom deh, aku jamin temen temen bersih kok. Mereka semua masih perjaka loh…bayangin kamu merawanin 13 perjaka…asyik kan ? Andi sibuk promosi.</p>
<p>“nggak mau ! Andi please jangan dong…jangan masukin sperma kalian ke tubuhku……pake kondom dong please…pokoknya jangan masukkan sperma kalian…please”</p>
<p>“Rin…mereka kan masih perjaka…dijamin gak sampe 5 menit semburatlah…ok ? tapi oklah kita semua pake kondom….ok guys !! setuju !! kata Andi ke mereka.</p>
<p>Tanpa menunggu jawabanku lagi, mereka langsung menggilirku habis habisan. Aku hanya bisa pasrah nikmat ketika batang batang mereka bergantian menyetubuhiku. Memang benar rata rata Cuma 3 menit…tapi masalahnya mereka tidak berhenti di ronde pertama, istirahat 5 menit sudah recovery lagi, artinya masing masing cowok rata rata 3 kali menyetubuhiku… sama saja, rasanya bibir vaginaku menebal. Tapi terus terang saja aku mengalami multi orgasme.</p>
<p>Aku benar benar kelelahan ketika Andi mencoba memasukkan batangnya ke anusku. “Andi please jangan dong…gue belum pernah…” rengekku.</p>
<p>Tapi Andi tidak menghentikan usahanya. Gila anak ini…” Please jangan dong..”rengekku lagi.</p>
<p>“Hmmm..Rin kamu bilang tadi pengen coba bondage…nanggung dong kalo Cuma begitu aja, gue masukin ya…pokoknya gue masukin deh..loe nangis gue nggak perduli, pokoknya kita semua menikmati tubuhmu sepuas puasnya…bukankah itu yang kamu minta Rin ? “Kata Andi mulai kasar.</p>
<p>Andi mulai menekan batangnya ke anusku…duuuhhh perih banget ! Sementara Robert, Doni, Agung dan cowok cowok lain mengocok batangnya di wajahku sambil sesekali memukulkannya ke wajahku. Agung bahkan memaksa aku melumat batangnya. sementara batang Andi mulai masuk makin dalam…</p>
<p>“jangan keluarkan sperma kalian di wajahku ok ? gue nggak mau…ok ? Pintaku memelas…Aku memang menikmati digilir tapi tidak untuk merasakan sperma mereka, bagiku hanya sperma suamiku yang boleh masuk ke dalam tubuhku. Tadi aku kecolongan si Robert, kurang ajar banget..!!</p>
<p>“Ayo Rin ! nikmati ! ini yang kamu minta bukan ?! “ Andi mulai menggoyangkan batangnya perlahan. Aku belum pernah anal, dan memang ternyata cukup menyakitkan. Tetapi karena sudah terlanjur basah aku harus bisa menikmatinya. Ahhh ternyata masuk depan belakang ini memang nikmat…gila nikmat banget.</p>
<p>“Rin sekarang teman teman ingin mengisi vaginamu dengan sperma mereka bagaimana ….mau kan…? “ Tanya Andi.</p>
<p>“Jangan Di…gue udah bilang jangan…udah nikmati aja…kenapa sih harus masukin sperma kalian…becek..nggak enak…” Rengekku.</p>
<p>“Hmmmm, tapi kamu tidak ada pilihan lain bukan kalau kami paksa….”Senyum culas Andi mengembang.</p>
<p>“Ayolah Rin….Cuma 15 cowok kok….udah gini aja, mereka nggak usah coitus lagi, tadi kan udah..kali ini cuma onani didepan vaginamu, trus vagina elo gue buka lebar lebar agar sperma mereka masuk semua…ok ? Mereka penasaran neeeh …sperma 15 cowok muat nggak ke dalam satu vagina… ok ya Rin…” Rayu Andi.</p>
<p>“Duuuhhh Di..please gue nggak bisa nikmatin…dan lagi sprei jadi basah semua dong…kalo suami gue bangun gimana dong lihat sperma berceceran…ayolah plesase bukain ikatan gue ya…udah puas semua kan ? Dan lagi suami gue bentar lagi bangun, gue gak sempat bersih bersih dong “ Gue kuatir juga kalo mereka melaksanakan aksinya. Terus terang gak siap deh kalo vagina gue di isi sprema mereka…gila apa !</p>
<p>Tapi dasar mereka cowok bandel, tangan tangan mereka sudah sibuk mengocok masing masing batangnya. Arrrghhh !! gue bener bener sebel …hhhh tangan dan kaki gue bener bener terikat, mati kutu sama sekali tidak bisa bergerak. Sementara Jemari Andi sibuk mengobok obok vaginaku…aduh..diapain sih punya gue…!</p>
<p>Budi mulai mendekatkan batangnya ke vaginaku dan….ahhh kurang ajar…! Spermanya disemprotkan keras keras, tentu saja langsung masuk karena bibir vaginaku dibuka lebar oleh jari jari Andi..<br />
Doni mengikuti dari belakang…diikuti Rudi, Robert, Syuman dan aaahhh…sungguh kurang ajar mereka.</p>
<p>“Rin…coba lihat…terisi penuh kan…semua bisa masuk lohhh…” Andi tersenyum senyum.</p>
<p>“Di…coba gue masukin batang gue…luber nggak hahahaha “ Robert segera menghunjamkan batangnya, tentu saja sprema di dalamnya muncrat keluar kena tekanan dari luar…</p>
<p>Ok ..Rin gimana kalo kamu kami biarkan terikat begini…surprise untuk suamimu…ok ? hehehe”</p>
<p>“Andi..jangan dong please…lepasin dong ikatan gue…please..” Aku mulai panik.<br />
“Nggak mau…biar suamimu tahu kalo kamu nakal…ok ? kami pergi thanks honey….” Andi menepuk nepuk pipiku.</p>
<p>Arggghhh bang**t..!! Andi !! lepasin gue dong…gue teriak neeeh !!!” Ancam ku.</p>
<p>Ups !!! kalo gitu mulut kamu perlu ditutup sayang…”Tangan andi mengambil sobekan kain bajuku untuk menyumpal mulutku…ahhhh kurang ajar !!!</p>
<p>Mereka menutup pintu dan membiarkan aku terikat, aduhhh bagaimana kalau suamiku bangun nanti…!! Aduhhh gimana alasanku nanti ? …mataku jadi gelap…</p>
<p>Demikianlah <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/panas/selingkuh-dengan-teman-suamiku.html">cerita selingkuh</a> kali ini, cerita yang membuat kita belajra agar jangan main main dengan godaan pria lain, apalagi sudah berstatus sebagai istri orang, dan lebih cocok jika rasanya disebut sebagai tante girang.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="kisah ajak istri pertama kali 3some">kisah ajak istri pertama kali 3some</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerpen porno">cerpen porno</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita seks dewasa selingkuh istri">cerita seks dewasa selingkuh istri</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex dengan brondong">cerita sex dengan brondong</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex stw malam yg indah">cerita sex stw malam yg indah</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex diceritakan oleh tante tante">cerita sex diceritakan oleh tante tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="ceritasexstw">ceritasexstw</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex tante girang dengan brondong">cerita sex tante girang dengan brondong</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex jangan dong">cerita sex jangan dong</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="bercinta dengan dua brondong">bercinta dengan dua brondong</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex tante girang suka berondong">cerita sex tante girang suka berondong</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="ceritasexstw com">ceritasexstw com</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerpen bondage">cerpen bondage</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerpen gang bang">cerpen gang bang</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="Cerpen ketahuan ngentot dengan selingkuhan ku">Cerpen ketahuan ngentot dengan selingkuhan ku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerpen ngeseks tante">cerpen ngeseks tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerita sex stw vs perjaka">cerita sex stw vs perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="cerpen porno pertama kali main">cerpen porno pertama kali main</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="Cerpen Sex">Cerpen Sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html" title="certa sex pengalaman di gang bang teman suami">certa sex pengalaman di gang bang teman suami</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/cerita-selingkuh-istri-dengan-brondong.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tante Mey Lin oh Tante cantik</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 17:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[tante binal]]></category>
		<category><![CDATA[tante buas]]></category>
		<category><![CDATA[tante cantik]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tante haus seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Ini Cerita yang cukup bikin orang degdegan, dikisahkan seorang tante cantik yang baik hati yang ternyata haus akan seks, tante mey lin namanya, tante cantik yang menjadi lakon dalam ceita seks kali ini. Pada bulan Mei tersebut aku pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, tapi memang kata orang bahwa mencari pekerjaan itu tidak semudah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini Cerita yang cukup bikin orang degdegan, dikisahkan seorang tante cantik yang baik hati yang ternyata haus akan seks, tante mey lin namanya, tante cantik yang menjadi lakon dalam ceita seks kali ini.</p>
<p>Pada bulan Mei tersebut aku pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, tapi memang kata orang bahwa mencari pekerjaan itu tidak semudah yang kita duga, apalagi di kota metropolis. Pada suatu malam minggu aku tersesat pulang dan tiba-tiba saja ada mobil sedan mewah menghampiriku. Terus dia berkata,<br />
“Hey.. kok.. melamun?” katanya.</p>
<p>Aku sangat kaget sekali ternyata yang menyapaku itu adalah seorang wanita cantik dan aku sempat terdiam beberapa detik.<br />
“Eee.. Ditanya kko masih diam sih?” wanita itu bertanya lagi. Lalu aku jawab,<br />
“Ii.. nii.. Tante aku tersesat pulang nih?”<br />
“Ooohh.. Mendingan kamu ikut Tante saja yah?”<br />
“Kemana Tante?” tanyaku.<br />
“Gimana kalau ke rumah Tante aja yah?” karena aku dalam keadaan bingung sekali dan tanpa berpikir apa-apa aku langsung mengiyakannya.</p>
<p>Singkat cerita aku sudah berada di rumahnya, di perumahan yang super elit. Kemudian aku diperkenalkan sama anak-anaknya yang memang pada cantik dan sexynya seperti Mamanya. Oh yah, setelah aku dan mereka ngobrol panjang lebar ternyata Tante yang nolong aku itu namanya adalah Tante Mey Lin yang dipanggil akrab Tante Mey, anak pertamanya Mbak Hanny, dia masih kuliah di Universitas terkenal di Jakarta, anak yang kedua namanya Sherly kelas 1 SMU dan yang ketiga namanya Poppy kelas 1 SMP, mereka berdua di sekolahkan di sekolah yang terkenal dan favorit di Jakarta.</p>
<p>Walaupun aku baru pertama kenal, tapi aku sama bidadari-bidadari yang pada cantik ini rasanya sudah seperti seseorang yang telah lama berpisah. Lalu kami berlima menonton acara TV yang pas pada waktu itu ada adegan panasnya, dan aku curi pandang sama Tante Mey, rasanya Tante ini enggak tenang dan merasa gelisah sepertinya dia sudah terangsang akan adegan itu, ditambah ada aku disampingnya, namun Tante rupanya malu sama anak-anaknya. Tiba-tiba Tante berkata,<br />
“Hanny, Sherly, Poppy cepat tidur sudah malam?” yang memang pada waktu itu menunjukkan jam 10.30.<br />
“Memangnya kenapa Mami, filmnya kan belum selesai”, kata Mbak Hanny.<br />
Memang dia kelihatannya sudah matang betul dan apa yang akan dilakukan Maminya terhadap aku? Lalu mereka bertiga masuk ke kamarnya masing tapi Sherly dan Poppy tidur satu kamar. Dan kejadian kurang lebih tiga bulan yang lalu terulang lagi dan sungguh diluar dugaan aku.</p>
<p>“Nah dewa sekarang tinggal kita berdua”, katanya.<br />
“Memangnya ada apa tuh Tante?” kataku heran.<br />
“Dewa sayang, Tante enggak bisa berbuat bebas terhadap kamu karena Tante malu sama anak-anak,” begitu timbalnya.<br />
“Dewa mendingan kita ke kamar Tante aja yah, please.. temanin Tante malam ini sayang, Tante sudah lama sekali enggak dijamah sama laki-laki”, sambil memeluk aku dan memohon,<br />
“Yah sayang? Mau kan?” katanya lagi<br />
“Ii.. Yaa, mau.. Tante?” jawabku gugup. Karena Tante sudah mau menolongku.</p>
<p>Tiba di kamar Tante rupanya enggak bisa nahan lagi nafsunya dia langsung mencium seluruh tubuhku, lalu kami berdua tanpa terasa sudah seperti sepasang kekasih yang sudah lama pisah. Hingga kami berdua sudah setengah bugil, aku tinggal CD saja dan tante Mey tinggal BH dan CDnya. Tante sempat menari-nari di depanku untuk membangkitkan gairahku supaya semakin nafsu. “Wahh..!! Gile benar nih Tante, kok kayak masih umur 23 tahun saja yah?” gumamku dalam hati. Itu tuh.. Kayak Mbak Hanny anaknya yang pertama. Sungguh indah tubuhnya, payudara yang besar, kencang dan sekel sekali, pinggulnya yang sexy dengan pantat yang runcing ke atas, enak kalau dientot dari belakang? Terus yang paling menggiurkan lagi vaginanya masih bagus dan bersih. Itu gerutuku dalam hati sambil melihat Tante menari-nari.</p>
<p>Tante langsung menindihku lalu mencium bibirku dengan ganasnya lalu aku juga membalasnya, Tante menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku yang mulai tegang, juga kedua payudaranya ke dadaku. “Ooohh.. terus.. Tante, gesek.. dan.. Goyang.. yang kerass.. aahh.. oohh..” desahku.<br />
“Dewa sayang itu penismu sudah bangun yah, rasanya ada yang menganjal di vaginaku cinta,” kata Tante Mey.<br />
Lalu kami berdua tanpa ba.. bi.. bu.. langsung melakukan 69, dengan jelas terlihat vagina Tante Mey yang merah merekah dan sudah sangat basah sekali, mungkin sudah terangsang banget karena tadi habis menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku. Lalu aku menjilat, mencium dan menghisapnya habis-habisan, kupermainan kritorisnya. Tante mengerang.</p>
<p>“Ooohh.. Eennaakk.. Dewaa.. sayang.. terus.. makan vagina Tante yahh..?”<br />
Begitu juga dengan aku, penis rasanya sudah enggak tahan banget ingin masuk ke lobang vagina kenikmatannya.<br />
“Ooohh.. yahh.. eenaakk terus.. Tante.. yang cepet kocokkannya..?”<br />
Cclluup.. Ccluupp.. Suara penisku didalam mulutnya.<br />
“Dewa, vagina Tante sudah enggak tahan lagi sudah cepet lepasin, cepet masukin saja penis kamu cinta?” Tante Mey meringis memohon.</p>
<p>Kemudian aku mengambil posisi diatas dengan membuka pahanya lebar lalu aku angkat ke atas dan aku mulai memasukan penisku ke dalam vaginanya. Bblless.. Bleess.. Bblleess..<br />
“Awww.. Yeeahh.. Ssaakiitt.. De.. Waa?”<br />
“Kenapa Tante?”<br />
“Pelan-pelan sayang, vaginaku kan sudah lama enggak dientot?”<br />
“Ooohh..?” jawabku.<br />
“Tahan sebentar yah cinta, biar vagina Tante terbiasa lagi dimasukin penis,” katanya.<br />
Selang beberapa menit,<br />
“Nah Dewa, sekarang kamu boleh masukin dan entot vagina Tante sampai puas yah?”<br />
“Ssiipp.. Siap..!! Tante Mey?”</p>
<p>Memang benar vagina Tante rupanya sudah lama enggak dimasukin penis lagi, terbukti aku sampai 3 kali hentakan. Bleess.. Bless.. Bblleess.. Akhir aku masukin semuanya penisku ke vaginanya. Tiga kali juga tente Mey menjerit.<br />
“Dewa genjot dan kocok vaginaku sayang?” lalu aku mulai memasuk keluarkan penisku dari lambat sampai keras dan cepat sekali. Tante Mey mengerang dan mendesah.<br />
“Ooohh.. ahh.. enak.. sekalii.. penis kamu Dewaa.., akhirnya vagina Tante ngerasain lagi penis.. terus.. Entot vagina Taann.. tee.. Dewaa.. Sayaanngg..?” ceracaunya.</p>
<p>“Uuuhh.. Oohh.. Aaahh.. Yeess.. Ennaakk.. vagina Tante seret sekalii.. Kaya vaginanya perawan?” timbalku.<br />
Tiba-tiba, “Dewaa.. Aku mau keluar nih? penis kamu hebatt..?”<br />
“Tunggu Tante sayang, aku juga mau keluar nih..?”<br />
Akhirnya Tante Mey orgasme duluan. Crott.. Ccroott.. Crroott.. Banyak sekali cairan yang ada dalam vaginanya, rasanya penisku hangat sekali.<br />
“Tante aku mau keluar nih..?” kataku, “Dimana nih keluarinnya..?”<br />
“Didalam vagina Tante saja Dewaa.. Please.. ingin air mani kamu yang hangat..?”<br />
Ccrett.. Ccroott.. Ccrroott..<br />
“Aaarrgghh.. Aarrgghh.. Oohh.. Mmhh.. Nikmat vagina Tantee..?” erangku.</p>
<p>Akhirnya aku lemas terkulai bersama tante, tante mey lin pun pindah kekamranya, aku masih merenungi dan seperli belum sadar atas apa yang telah terjadi. tante cantik yang baik hati dan tentunya binal juga.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="vidio tante hanny di perkosa">vidio tante hanny di perkosa</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="Cerita seks tante cantik">Cerita seks tante cantik</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="cerita dewasa tante cantik di perumahan">cerita dewasa tante cantik di perumahan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="tante mey">tante mey</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="perkosa tante berlima">perkosa tante berlima</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="seks singkat bersama tante">seks singkat bersama tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="stw tante">stw tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="tante cantik itu namanya">tante cantik itu namanya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="tante oh tante">tante oh tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="tanteku cantik sekali">tanteku cantik sekali</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="oh tanteku yg cantix">oh tanteku yg cantix</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="oh tante ku yang cantik">oh tante ku yang cantik</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="oh tante">oh tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="cerita singkat orang seks dengan tante">cerita singkat orang seks dengan tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="cerita sex tante cntik">cerita sex tante cntik</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="cerita sex bebas sama Tante cantik">cerita sex bebas sama Tante cantik</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="Cerita seks mey lin">Cerita seks mey lin</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="cerita seks cantik sekali">cerita seks cantik sekali</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="cerita perkosa mbak cantik">cerita perkosa mbak cantik</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html" title="ceita seks bebas">ceita seks bebas</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/tante-mey-lin-oh-tante-cantik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku dan Tanteku</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 16:13:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[tante binal]]></category>
		<category><![CDATA[tante genit]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tante sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[tante telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Cerita dewasa. Mungkin ini cerita konyol dan sangat tidak pantas untuk dibaca bagi anda yang tidak bisa berfikir jernih dalam menyalurkan hasrat seks. karena hubungan sedarah sangat tidak nyaman tentunya, apalagi dengan tante sendiri yang bukan tante girang ataupun tante binal. Waktu itu aku (MICHAEL) sedang mandi! Saat itu aku sedang colai. Penisku termasuk besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita dewasa. Mungkin ini cerita konyol dan sangat tidak pantas untuk dibaca bagi anda yang tidak bisa berfikir jernih dalam menyalurkan hasrat seks. karena hubungan sedarah sangat tidak nyaman tentunya, apalagi dengan tante sendiri yang bukan tante girang ataupun tante binal. Waktu itu aku (MICHAEL) sedang mandi! Saat itu aku sedang colai. Penisku termasuk besar untuk umurku bahkan dewasa untuk orang timur, meskipun aku disunat. Kira-kira besarnya 22-25 cm dan diameternya 5-7 cm. Saat itu tanteku memasuki kamar mandi. Aku kaget karena lupa menguncinya. Saat itu aku sedang menginap di rumah tanteku. Saat mandi tanteku sedang pergi arisan. Dan letak kamar mandinya di dalam kamar tidur tanteku. </p>
<p><img alt="Tante binal" src="http://i3.ytimg.com/vi/rGUajb1SzDU/0.jpg" title="Tanteku genit" class="alignnone" width="480" height="360" /><br />
Kebiasaannya adalah telanjang bulat di rumah jika sendirian. jika ada aku ia telanjang di kamarnya. Seringkali aku melihatya bermasturbasi di kamarnya. ukuran dadanya kira-kira 35 c. tapi terakhir aku melihatnya memakai bh 35 a. Tanteku janda. Ia cantik dan bertubuh langsing serta sexy. Ia ditinggal mati suaminya yang kaya. umurnya baru sekitar 28-32 tahun. kembali ke cerita, aku kaget dan lebih kaget saat melihat ia memandangi penisku. tapi aku berteriak malu. ia langsung menutp pintu. Aku tidak menyelesaikan colaiku. aku tak menyangka dadanya ternyata besar sekali. setelah aku selesai mandi ternyata, ia berbaring di tempat tidur &#038; telanjang.aku yang belum pernah melihat langsung begitu terpesona. Langsung saja penisku setengah menegang. dan terlihat menonjol di handuk. Ia mendekatiku dan membuka handukku. Ia mengusap-usap dengan lembut penisku. penisku semakin menegang. ia berkata &#8220;Masa barang sebesar ini dibiarkan saja.&#8221;. Aku merasa maklum mengingat ia pasti merasa kesepian. </p>
<p>Aku berkata, &#8220;jangan nanti ketahuan ,Mama!&#8221;. Tapi ia tidak mempedulikanku, ia langsung sanja mengulum dan menghisap penisku. aku langsung berteriak kenikmatan. penisku langsung menegang sempurna dan tidak muat di mulutnya. ia tetap memaksa dan &#8220;aaaagh, wwooooow.&#8221; desahku. aku langsung menggiringnya ke ranjang. dan melepaskan mulutnya dari penisku. dan aku langsung menghisap buah dadanya. ternyata buah dadanya bisa mengeluarkan ASI. aku semakin mengenyot payudaranya. ia berteriak &#8220;nikmaaaat!&#8221;. kemudian aku menjilati kemaluannya yang sedikit basah.tapi aku tidak langsung menghisap buah dadanya. aku menjilati perut ,pusar, kemudian paha dan selangkangan.lalu lubang duburnya setelah beberapa saat. baru bagian memeknya. </p>
<p>persis seperti film biru faforitku. ia berteriak keras. teriakan yang menandakan kenikmatan aku senang mendengarnya. aku menghisap, menjilat, dan menggigit serta menarik bagian luar mem*knya serta klirotisnya. ia berteriak lagi. aku sangat senang mendengarnya. ia berkata, &#8220;pelan-pelan mike, aaaagh ayo rubah ke posisi lain. aku tidak menurut ia berusaha menarik kepalaku. dan ia berteriak kesakitan sekaligus nikmat. aku merasa bosan dan merubah posisiku. sekarang aku yang memegang kendali. aku terlentang dan menyuruhnya mengisap t*t*tku. kemudian terasa sangat lambat aku menekan kepalanya. Danlangsung merubah posisi ke posisi 69. aku menggigiti klirotisnya dan ia makin cepat mengocok dan menghisap t*t*tku maju mundur. setelah 1 jam tanteku mencapai orgasme. tapi aku belum, aku langsung merubah posisiku berhadapan dan memasukkan t*t*tku ke mem*knya. setelah melakukan itu selama 1 jam. aku belum juga orgasme. dan tenteku sudah orgasme ke2kalinya. aku merubah posisi untuk melakukan oral seks.posisi ini adalah posisi faforitku. aku menyuruh tanteku bermsturbasi dan membantunya dengan memasukkan jariku ke vaginanya dan memakaikan vibrator ke dalamnya. dalam 45 menit tanteku sudah mencapai orgasme lagi. aku sudah bisa merasakan sebentar lagi aku akan keluar. </p>
<p>Tapi tanteku mendesah tidak tahan dan ingin mengakhirinya. Tapi bak tanpa ampun aku memaksanya karena sudah tanggung. kali ini aku menggenjot lebih keras. Tanteku mendesah tidak tahan dan berteriak tetapi tetap merasa nikmat. makin lama makin karas genjotanku. dalam 15 menit kami berdua hampir bersamaan orgasme. setelah tante orgasme aku langsung mengeluarkan t*t*tku dan mengocok nya keras keras. tanteku membantu dengan cara membantu mengocok dan menghisap t*t*tku. kemudian t*t*tku langsung menyemburkan kuat sampai 5 kali semprotan kuat tanteku langsung menghisap sampai habis airmani ku sampai tak bersisa. </p>
<p>Tanteku kaget melihat jam karena kami telah berhubungan lebih dari 4jam total. tanteku langsung memujiku dan meminta lagi. kami bermain lagi sampai pagi. sejak itu kami sering berhubungan lagi. ahkan sampai 3 kali sehari jika menginap di rumahnya dan hanya berduaan di rumahnya. kami sama-sama telanjang bulat setap saat, tidur bersama(dalam keaadaan bugil), dan mandi bersama. aku sering menyempatkan bermain ke rumahnya. itulah pengalaman sex pertama yang mengesankan dirumahnya.</p>
<p>Pengalaman buruk dan sangat tidak pantas ditiru cerita diatas dari michael yang mengirim ceritanya beberapa hari yang lalu. Jaga selalu diri anda dari narkoba dan ingat jadikan cerita buruk ini sebagai pelajaran agar kita tidak menjadi bagian dari cerita itu.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="tanteku selingkuh">tanteku selingkuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="tanteku selingkuh aku">tanteku selingkuh aku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="cerita sex aku dan tanteku">cerita sex aku dan tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="cerita dewasa aku dan tanteku">cerita dewasa aku dan tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="Aku dan bibiku">Aku dan bibiku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="aku dan tanteku">aku dan tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="tanteku">tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="cerita konyol">cerita konyol</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="Cerita sex dewasa aku dan tanteku">Cerita sex dewasa aku dan tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="cerita dewasa aku dan tante ku">cerita dewasa aku dan tante ku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="Seks tanteku">Seks tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="cerita aku dan tanteku">cerita aku dan tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="aku dan tanteku cerita">aku dan tanteku cerita</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="tante memaksa menjilati pepeknya">tante memaksa menjilati pepeknya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="cerita sex aku dan tanteku yg binal">cerita sex aku dan tanteku yg binal</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="www akudantanteku">www akudantanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="Cerita sex tanteku dan aku">Cerita sex tanteku dan aku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="ceritasexaku dan bibi">ceritasexaku dan bibi</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="kenikmatan sex stw dgn anak tanggung">kenikmatan sex stw dgn anak tanggung</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html" title="pengalaman sex pertama aku dan tanteku">pengalaman sex pertama aku dan tanteku</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/aku-dan-tanteku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hangatnya Tanteku dan Pembantunya</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 05:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[pelayan toko]]></category>
		<category><![CDATA[seks pembantu]]></category>
		<category><![CDATA[seks tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante cantik]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tanteku binal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Bila orang lulus sekolah tentu bahagia, dan gak banyak yang gagal dalam ujian nasional, dan akhirnya bunuh diri, namun bagi yang lolos gadis sma dan cewek maupun cowok sma tak lantas berbahagia juga, tentunya yang mereka pikirkan selanjutnya adalah kuliah dan bekerja. Masa-masa lulus SMU adalah yang paling menjengkelkan, tidak diterima di perguruan tinggi negeri, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila orang lulus sekolah tentu bahagia, dan gak banyak yang gagal dalam ujian nasional, dan akhirnya bunuh diri, namun bagi yang lolos gadis sma dan cewek maupun cowok sma tak lantas berbahagia juga, tentunya yang mereka pikirkan selanjutnya adalah kuliah dan bekerja.</p>
<p><img alt="Foto Tante Binal" src="http://photos.friendster.com/photos/62/98/86368926/1_862574967m.jpg" title="Tante Binal" class="alignnone" width="200" height="150" /><br />
Masa-masa lulus SMU adalah yang paling menjengkelkan, tidak diterima di perguruan tinggi negeri, kuliah di swasta mahal, mau kerja sulit sekali, teman-teman pada hilang, ada yang kuliah, kerja bahkan kawin. Beruntung sekali hanya 3 bulan aku menganggur, aku disuruh untuk menjaga toko milik Tante Ima, di bilangan Pasar Johar Semarang.<br />
Karena toko milik Tante Ima menjual sembako, maka pembelinya pun kebanyakan ibu-ibu ataupun perempuan. Saya yang bertugas untuk mengambilkan barang-barang seperti beras, gula ya hanya bersikap cuek saja terhadap banyaknya pembeli itu.</p>
<p>Sebut Bu Lina pemilik toko di sebelah tokonya Tanteku, sering datang sore hari setiap toko akan ditutup. Dia biasanya saling omong-omong, bersenda gurau dengan Tanteku, dan apabila telah begini tentu lama sekali selesainya. Dan seperti biasanya, aku pulang duluan ke rumah karena Tanteku biasanya dijemput oleh suaminya atau anaknya.</p>
<p>Tapi suatu saat, ketika mau pulang aku teringat bahwa harus mengantarkan Indomie ke pelanggan, aku cepat-cepat balik ke toko. Dan memang toko sudah sepi, pintu pun hanya ditutup tanpa dikunci. Aku pun langsung masuk menuju tempat penyimpanan Indomie. Ternyata aku menyaksikan peristiwa yang tidak kuduga sama sekali, kulihat Tanteku dengan posisi tetelentang di antara tumpukan karung beras sedang dioral kemaluannya oleh Bu Lina. Tanteku sangat menikmati dengan rintihannya yang ditahan-tahan dan tangannya memegang kepala Bu Lina untuk dirapatkan ke selangkangannya.</p>
<p>Karena terkejut atas kedatanganku, maka keduanya pun berhenti dengan memperlihatkan wajah sedikit malu-malu. Tapi tidak sampai lima detik, mereka pun tersenyum dengan penuh arti.</p>
<p>“Kamu belum pulang to Her (Hery namaku), kebetulan lho kita bisa rame-rame, ya kan Bu Lina..?” ucap Tanteku sambil menarik tangan Bu Lina ke arah kedua dadanya yang terbuka.<br />
“Ayo sini Her.., jangan malu, ughh, ahh..!” desah Tanteku lagi, kali ini tangannya melambai ke arahku.</p>
<p>Dan aku pun sempat bingung tidak tahu harus berbuat apa, tapi karena kedua wanita dalam keadaan tanpa pakaian seperti itu memanggilku, nafsu kelelakianku bangkit walaupun aku belum pernah merasakan sebelumnya. Perlahan aku mendekati keduanya sambil melihat mereka berdua. Seperti seorang raja aku pun disambut, mereka yang tadinya telentang dan menindih kini mereka bangkit dan duduk sambil menata rambutnya masing-masing.</p>
<p>Hanya lima langkah aku pun sampai di hadapanya, dan dengan lihai mereka berdua langsung meremas selangkanganku.</p>
<p>“Her, ini pernah masuk ke sarangnya belum..?” tanya Tanteku manja.<br />
“Be.., belum Tante..!” jawabku polos sambil menahan rasa geli yang begitu nikmat.<br />
“Wah.., hebat dong belum pernah. Pertama kali langsung dapat dua lubang..!” canda Bu Lina, sementara tangannya menarik lepas celanaku hingga aku benar-benar telanjang di hadapan mereka.</p>
<p>Dan sesaat kemudian aku merasakan kehangatan pada batang kemaluanku. Terdengar srup, srup ahh. Tanteku dan Bu Lina seakan ingin berebut untuk menikmati batang kemaluanku yang berukuran normal-normal saja.</p>
<p>“Ayo Bu.., hisap yang lebih kenceng biar keluar isinya..!”<br />
“Iya Bu.., ini kon**l kok enak banget sih..?”<br />
“Cupp.., crupp..!” kata mereka berdua saling menyahut.</p>
<p>Aku hanya pasrah menikmati perlakuannya dan sesekali kuusap pipi-pipi kedua Tante-Tante itu dengan nafsu juga.</p>
<p>Tidak sampai 10 menit, aku merasakan sesuatu kenikmatan luar biasa yang biasanya terjadi dalam mimipi, badanku menegang, mataku terpejam untuk merasakan sesuatu yang keluar dari kemaluanku. Tumpahan maniku memuncrat mengenai wajah Bu Lina dan Tanteku, dan dengan serta merta Tanteku mengalihkan lumatan dari punyaku ke wajah Bu Lina. Dengan buas sekali mereka saling berciuman bibir, berebutan untuk menelan air kenikmatan punyaku. Aku pun berjongkok dan membuka paha Tanteku, Tanteku hanya menurut.<br />
“Mau apa kau Sayang..?” desah Tanteku.</p>
<p>Aku hanya diam saja dan mengarahkan wajahku ke arah selangkangannya yang berbau anyir dan tampak mengkilap karena sudah basah. Aku mencoba untuk melakukan seperti di film-film. Kumasukkan lidahku ke dalam rongga-rongga vaginanya serta menyedot-nyedot klitorisnya yang kaku itu. Kurasakan ketika aku menyedot benda kecil Tanteku, Tanteku selalu menggelinjang dan mengangkat pantatnya, sehingga kadang hidungku ikut mencium benda kecil itu.</p>
<p>“Her.., kamu kok pinter banget sih, terus, terus uggh.. ughh.. ahh, ehh, aahh..!” ceracau Tanteku.<br />
“Terus Her, terus..! Beri Tantemu surga kenikmatan, ayo Her..!” ucap Bu Lina yang memilin dan mengemut puting susu Tante Ima.<br />
“Terus Bu..! Her.., aku mau muncrat! Ayo Her.., sedot yang keras lagi..!” pinta Tante Ima.</p>
<p>Aku pun semakin liar memainkan vaginanya, dan dengan teriakan Tante Ima,</p>
<p>“Aghh.., ughh..!” lidahku merasakan ada cairan kental keluar dari vagina Tante Ima. Aku cepat-cepat menangkapnya dan sedikit ragu untuk menelannya.<br />
“Her, sudah Her.., Tante sudah puas nih..! Kamu gantian dengan Bu Lina ya..!” ucapnya sambil tangannya mengusap cairannya yang keluar dari liang senggamanya.<br />
Aku pun tidak sadar bahwa batang kemaluanku sudah bangun lagi, tegak dengan sempurna walaupun sedikit terasa ngilu.<br />
“Bentar Her.., kamu disini dulu ya..!” pinta Bu Lina sambil keluar ke tempat tumpukan koran dan mengambil beberapa lembar.</p>
<p>Kemudian Bu Lina masuk ke gudang lagi dengan menggelar koran yang dibawanya. Setelah kira-kira cukup, Bu Lina menelentangkan tubuhnya dan memanggilku, “Ayo sekarang giliran saya dong Her..!” katanya sambil tangannya meremas susunya sendiri.</p>
<p>Aku pun langsung mengangkanginya dan kedua tangan pun mengganti tangannya untuk meremas susu-susunya yang masih kenyal. Lembut, halus, enak rasanya memegang payudara orang dewasa.</p>
<p>“Her.., masukin dong tuh burung kamu ke lubang Lina, ayo dong Her..!” bisiknya lembut.</p>
<p>Aku pun berusaha untuk mengarahkan masuk ke liangnya, tapi dasar memang masih amatir, terasa terpeleset terus.</p>
<p>“Ayo Lina bantu biar nggak salah sasaran..!” ucapnya.</p>
<p>Dan tangannya pun memegang batang kemaluanku dengan lembut dan memberikan kocokan sebentar, dan akhirnya dibimbing masuk ke lubang kenikmatannya.</p>
<p>Ini pertama kali kurasakan penisku masuk ke sarangnya. Terasa hangat, lembab, nikmat dan seperti ditarik-tarik dari dalam kamaluan Bu Lina. Secara naluri aku pun mulai menggerakkan pantatku maju mundur secara pelan dan berirama.<br />
“Terus Her.., masukkin lagi yang lebih dalam, ayoo, ughh..!” desah Bu Lina.<br />
Tangan Bu Lina pun telah memegang pantatku dan menekan-nekan supaya doronganku lebih keras, sedangkan kakinya telah melingkar di pinggangku.<br />
Kira-kira hanya 10 menit berlalu, Bu Lina menjerit sambil menggaruk punggungku dengan keras, “Ooohh.., aku ngejrot.., Her..! Yeess.., uhh..!”</p>
<p>Kemudian tubuhnya lunglai dan melepaskan kakinya yang melingkar di pinggangku. Aku pun bangkit meninggalkan Bu Lina yang telentang dan tampak dari liang kenikmatannya sangat banyak cairan yang keluar. Kuhampiri Tanteku yang mulai menutup pintu-pintu tokonya. Aku pun turut membantunya untuk mengemasi barang-barang.</p>
<p>Setelah beberapa menit menunggu jemputan, terdengar telpon berdering. Setelah kuangkat ternyata mobil yang dipakai menjemput dipakai suaminya untuk ngantar tetangga pindahan. Kemudian aku pun menawarkan untuk mengantarkan ke rumah Tanteku dengan Impresa 95 kesayanganku.</p>
<p>Di dalam perjalanan, Tante banyak bercerita bahwa hubungan lesbinya dengan Bu Lina sudah 3 tahun, karena Omku suka pulang malam (mabuk-mabukan, judi, nomor buntut, dan sebagainya) sehingga tidak puas bila dicumbu oleh Omku. Sedangkan Bu Lina memang janda karena suaminya minggat dengan wanita lain.<br />
Sampai di rumah Tante Ima, suasananya memang sepi karena anaknya kuliah dan Omku sedang mengantar tetangga pindah rumah. Setelah aku angkat-angkat barang ke dalam rumah, aku pun lalu pamitan mau pulang kepada Tanteku. Aku terkejut, ternyata Tanteku bukannya memperbolehkan aku pulang, tetapi malah menarik tanganku menuju kamar Tanteku.</p>
<p>“Her.., Tante tolong dipuasin lagi ya Yang..!” pintanya sambil memelukku dan menempelkan kedua buah dadanya ke tubuhku.</p>
<p>Aku pun mencium bibirnya yang terbuka dan mengulumnya dengan nafsu, demikian pula Tante Ima. Kemudian dengan dorongan, jatuhlah tubuh kami berdua di kasurnya, dan dengan bersemangat kami saling meraba, menindih, merintih. Hingga akhirnya aku melepaskan maniku ke dalam kemaluan Tanteku.<br />
Aku pun pamitan pulang dengan mencium bibirnya dan meremas susunya dengan lembut. Kemudian dari laci lemari diambilnya uang seratus ribuan, dan diberikan kepadaku, “Untuk rahasia kita..!” katanya.</p>
<p>Sampai saat ini lebih dari 2 tahun aku bekerja di toko Tanteku, dan hubungan badanku dengan Tante Ima dan Bu Lina masih berlangsung. Dan yang menyenangkan adalah Tanti, anak Bu Lina mau kupacari, dan aku ingin menjadikannya sebagai istri.</p>
<p>Demikian cerita dewasa tentang hangatnya tanteku dan pembantunya yang menjadi teman kencan seorang pria beruntung dan melakukan hubungan seks atas dasar suka sama suka, nantikan kiriman cerita seru lainnya dari teman-teman kita.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="gairan malam">gairan malam</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="Hangatnya tanteku">Hangatnya tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="hangatnya cerita">hangatnya cerita</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="Hangatnya sex">Hangatnya sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="lina pembatuku">lina pembatuku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="Nafsu tante dan pembantunya">Nafsu tante dan pembantunya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="ngentot bulekku">ngentot bulekku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="Sex tante anaknya dan pembantunya">Sex tante anaknya dan pembantunya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="tante dan pembantunya">tante dan pembantunya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="Tante ima stw">Tante ima stw</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="Tanteku sayang tanteku binal">Tanteku sayang tanteku binal</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="tanteku seks">tanteku seks</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="telpon milik tante genit semarang">telpon milik tante genit semarang</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="ternyata tanteku">ternyata tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="aku hamili tante sama pembantunya">aku hamili tante sama pembantunya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="Hangat nya sex tante">Hangat nya sex tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="Cerita sex Suka lihat tante2 di pasar">Cerita sex Suka lihat tante2 di pasar</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="Bulekku sayang">Bulekku sayang</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="cerita ngesex ibu tetanga dan pembantunya">cerita ngesex ibu tetanga dan pembantunya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html" title="cerita porno akibat nafsu sang tante ku">cerita porno akibat nafsu sang tante ku</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hangatnya-tanteku-dan-pembantunya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berawal Dari Tante Rissa</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 05:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[cara dapetin tante]]></category>
		<category><![CDATA[kenalan dengan tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tante cantik]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tante haus seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa judul cerita kali ini adalah &#8220;berawal dari tante rissa? ya dari sini lah awal cerita ku mengenal banyak tante girang, tante rissa yang akhirnya memberi jalan hingga aku banyak memiliki koleksi tante girang. berikut cerita dewasa selengkapnya. Sebelumnya perkenalkan namaku Rio. Sampai saat ini aku masih bekerja di salah satu perusahaan IT di Jakarta. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa judul cerita kali ini adalah &#8220;berawal dari tante rissa? ya dari sini lah awal cerita ku mengenal banyak tante girang, tante rissa yang akhirnya memberi jalan hingga aku banyak memiliki koleksi tante girang. berikut cerita dewasa selengkapnya.</p>
<p>Sebelumnya perkenalkan namaku Rio. Sampai saat ini aku masih bekerja di salah satu perusahaan IT di Jakarta. Aku juga punya minat yang cukup tinggi dalam urusan seks. Pengalaman seks aku yang pertama kualami dengan salah satu teman chat-ku. Sejak saat itu, aku mulai ketagihan. Biasanya aku berhubungan seks dengan wanita-wanita yang kurang lebih sebaya denganku. Kali ini aku akan cerita pengalaman seks pertamaku dengan wanita yang beda umurnya cukup jauh denganku. Awalnya dari chatting. Suatu kali entah kenapa aku bosan dengan nick yang biasa aku pakai. Aku pun mencoba sebuah nick menarik perhatian. Nick yang menyiratkan fisik tubuhku, tapi tidak vulgar. Dari sekian banyak nick yang query aku, aku tertarik pada sebuah nick yang cukup menggoda Jnd_37_Jkt.</p>
<p>Aku pikir pemilik nick ini pasti seorang janda berumur 37 tahun yang tinggal di Jakarta. Aku membalas querynya. ‘hi juga, asl pls..’ balasku. ‘kan di nick udah’ ‘oh iya, tapi Jnd apa tuh?’ tanyaku pura-pura bego. ‘Jendral ha3x. gak ding, janda kok’ aku tersenyum melihat kelakarnya. ‘ooo.. ic’ jawabku. ‘asl u dong’ tanya nick itu. ‘aku lebih muda gpp nih?’ aku bertanya balik. ‘gpp, justru yg muda lebih asik ’ aku tertawa dalam hati. ‘ok, 24 m jkt’ jawabku. ‘hihihi.. 24 sih lagi seger2nya tuh ’ hmm.. mulai menggoda nih. Kami pun terlibat obrolan yang mengasyikkan. Sekitar setengah jam aku chat dengannya hingga akhirnya kami bertukar nomer telepon. Aku baru saja tiba di rumah ketika tiba-tiba ponselku berbunyi. Hmm.. nomer siapa ini. Aku langsung mengangkat. “Halo..” sapaku. “Rio ya? Udah pulang?” tanya suara di ujung sana yang ternyata suara seorang wanita. “Iya, siapa ya?” tanyaku penasaran. “Hai&#8230;” wanita itu menyebut nick yang kugunakan tadi siang. “Tante Rissa ya?&#8221;aku mencoba menebak. Terdengar tawa di ujung sana. Betul, Tante Rissa yang tadi siang menggunakan nick Jnd_37_Jkt. Kami pun langsung menyambung obrolan tadi siang. Dari obrolan kami yang akrab aku tahu bahwa Tante Rissa sebetulnya masih menikah. Tante Rissa jarang sekali bisa merasakan kehangatan suaminya karena kesibukan keduanya yang bertolak belakang. Akibatnya wanita itu sering melepas kesepian dengan gigolo-gigolo simpanannya. Malam itu kami saling bertukar cerita, dan ujung-ujungnya kami pun janjian ketemu.</p>
<p>Tante Rissa mengajakku ketemu di Blok M Plaza. Semula aku menolak karena di Blok M cukup ramai, apalagi hari Sabtu. Tapi Tante Rissa beralasan bahwa di situ tempat yang paling aman karena kerabat-kerabatnya jarang sekali ke daerah tersebut. Akhirnya aku ok saja. Kami pun janjian bertemu Sabtu depan. Hampir setengah jam aku menunggu di Pizza Hut sambil mataku mencari-cari wanita berkulit putih dan berambut coklat sepunggung dengan tinggi sekitar 170 cm dan berat 58 kg yang mengenakan kemeja putih tanpa lengan dan celana jeans ketat sebetis. Spaghettiku sudah tinggal separuhnya dan mulai dingin. Aku baru saja akan menyuapnya lagi ketika tiba-tiba salah seorang pelayan Pizza Hut menghampiriku dan memberikan secarik kertas. Dia menggeleng ketika aku tanya dari siapa kertas tersebut. Penuh penasaran aku membukanya. ‘CARI SIAPHAAA&#8230;? I’M BEHIND YOU MY BOY’ aku terkejut dan langsung menoleh ke belakangku. Kira-kira 2 meja di belakangku, aku melihat satu meja yang ditempati 2 orang wanita.</p>
<p>Salah satu dari wanita itu melambai ke arahku sambil tersenyum. Aku memperhatikannya dengan cermat. Wanita itu persis sekali dengan ciri yang disebutkan Tante Rissa saat di telepon beberapa hari lalu. Itu pasti dia!! Tapi yang satu lagi siapa ya? Tanpa pikir panjang aku menghampiri meja tersebut, dan wanita yang melambaikan tangan padaku langsung berdiri menyambutku. “Halo sayang..” sambut wanita yang ternyata memang Tante Rissa itu seraya mencium kedua pipiku. Aku membalasnya dengan mesra. “Tante iseng banget sih.. udah nunggu dari tadi juga, untung nggak pulang.” aku pura-pura merajuk. Tante Rissa tersenyum sambil mengacak-acak rambutku. “Eeh.. nggak takut rugi kalo pulang nih? Ada yang mau kenalan sama kamu tuh..” cetusnya sambil melirik ke wanita yang ada di sebelahnya. Kami pun berkenalan. Tante Emma, wanita yang dimaksud ternyata adalah tetangga Tante Rissa. Dari obrolan kami, aku tahu kalau mereka bernasib sama dalam urusan rumah tangga, dan seringkali hunting bareng mencari gigolo-gigolo yang siap memuaskan nafsu mereka. “Gila, Tante pikir nick kamu itu cuma boongan doang..” cetus Tante Rissa sedikit kagum pada tubuhku. Sebetulnya tubuhku tidak atletis seperti tubuh-tubuh idaman wanita.</p>
<p>Mungkin dengan tinggi badanku yang 182 cm dan berat sekitar 78 kg aku jadi terlihat tinggi besar. “Iya nih Yo, gara-gara cerita kamu waktu di telepon, Emma jadi kepengen ketemu juga sama kamu.” kata Tante Rissa. Aku mengernyitkan kening. “Cerita? Wah, Tante pake cerita-cerita segala sih sama Tante Emma. Kan jadi&#8230;” “Siapa yang cerita, lha wong kamu sendiri yang cerita sama kita..hihihi.” aku semakin tidak mengerti dan menatap Tante Rissa penuh tanya. Wanita itu tersenyum. “Gini lho sayang, waktu kamu telepon kemaren itu Emma juga ada di rumah Tante, jadi kita berdua asyik deh denger cerita kamu yang hot itu hahaha..” aku langsung mencubit pinggang Tante Rissa gemas. Ternyata sejak awal mereka sudah berniat ngerjain aku.</p>
<p>Akhirnya kami bertiga langsung cabut ke rumah Tante Rissa yang sedang sepi. Sampai di rumah Tante Rissa kami bertiga langsung menuju ke kamar tidur. Aku baru saja ingin menghempaskan tubuhku di ranjang ketika Tante Emma memeluk tubuhku dari belakang dan menciumi leherku. “Enak aja kamu dateng-dateng mau istirahat.. pemanasan dulu ah hihihi..” celetuk Tante Emma. Dari belakang tubuhku, jemari lentik wanita itu masuk dari sisi kiri-kananku dan langsung melepas kancing kemejaku satu demi satu. Sementara Tante Rissa dari depan merangkul leherku dan mengecup bibirku. “Mmhhh.. ayo Yo, kita pengen coba permainan kamu&#8230; hhmmmmmhhh&#8230;” Tante Rissa melumat bibirku dengan bibir tipisnya yang tersapu lipstik warne merah muda. Ahh.. lembut sekali bibirnya. Aku mencoba mengimbanginya, lidahku menjelajahi mulut Tante Rissa. Sementara Tante Emma baru saja berhasil melepaskan kemeja yang membalut tubuhku. Tante Rissa langsung menghentikan ciumannya dan lidahnya mulai menjelajah leher, dada dan perutku. Di belakang Tante Emma memandikan punggungku dengan lidah dan air liurnya. Gairahku mulai naik. Tante Rissa semakin turun ke bawah dan bibirnya sampai ke batas celanaku. Dengan cekatan jemarinya yang lentik mencopot kancing celana jeansku dan melorotkannya ke bawah.</p>
<p>Kemudian dengan liar lidahnya membasahi celana dalam yang membungkus batang penisku. lidahnya membasahi celana dalam yang membungkus batang penisku. Aku tidak menyadari sejak kapan Tante Emma melepas kaus ketatnya, tiba-tiba saja aku merasakan ada dua gumpalan lembut yang hangat menempel di punggungku. Aku menoleh ke belakang dan mendapati Tante Emma sedang menggesek-gesekkan payudaranya yang bulat dan montok di punggungku. Kedua bibir sexynya yang berlapis lipstik merah bata terbuka seakang mengundang bibirku untuk melumatnya. “Mmhh&#8230; sslllppp&#8230; mmmm&#8230;.” tanpa pikir panjang aku langsung melumat bibir sexy itu. Kedua tangan Tante Emma yang lembut menjelajahi dadaku yang telah basah oleh air liur Tante Rissa. Di bawah sana Tante Rissa telah berhasil melucuti celana dalamku, hingga batang penisku yang berukuran biasa saja itu terlihat jelas menantang. Tante Rissa menggenggam batangnya dengan tangan kirinya, sementara kepala penisku diusap-usap dengan jemari tangan kanannya yang lembut sambil sesekali dijilati. Ssshh.. nikmat sekali. Tante Emma mengajakku berbaring di ranjang agar kami bisa leluasa bercumbu. Aku dan Tante Emma pun berbaring di ranjang dengan setengah kakiku masih menjulur ke lantai. Sambil berciuman, kedua tanganku aktif meremas-remas payudara Tante Emma yang montok.</p>
<p>Tante Emma memelukku erat-erat. Bibir kami tak henti-hentinya saling melumat. Tante Rissa semakin asyik dengan batang penisku yang mulai mengeras. Dijelajahinya setiap centi penisku dengan lidah dan bibirnya. Ughh.. sampai akhirnya penisku amblas di mulutnya yang hangat dan basah. Kepala Tante Rissa naik-turun seiring kenikmatan yang diberikannya lewat mulut. Sementara kedua tangannya menjelajahi pinggangku. Bosan dengan bibir Tante Emma, lidahku mulai menjalar ke leher dan telinga. Aku mengulum telinga wanita itu yang putih bersih. Tante Emma sampai meremas rambutku karena keasyikkan. Aku terus menjelajahi tubuhnya dengan lidahku, sampai akhirnya aku mulai melumat kedua payudara dan putingnya. “Ssshh..oohhh&#8230;Riooo..terussss Yoo&#8230;&#8221; tubuh Tante Emma mulai menggelinjang menahan kenikmatan yang kuberikan. Aku tidak peduli. Lidahku semakin liar menjilati dan mengulum putting susunya yang runcing. Kadang aku menggigitnya dengan gemas. Tante Emma memeluk kepalaku rapat ke payudaranya. Huuff.. hampir sesak nafas aku dibuatnya.</p>
<p>Tanpa aku sadari, Tante Rissa sudah melucuti pakaiannya sendiri hingga telanjang bulat. Wanita itu kelihatan gemas sekali dengan penisku. Padahal ukurannya biasa saja. Dibanding gigolo-gigolo simpanannya pasti penisku tidak ada apa-apanya. Tapi Tante Rissa bernafsu sekali menjilat, mengulum dan mengisap penisku. Hingga akhirnya wanita itu mulai tidak tahan dan tiba-tiba sudah berdiri mengangkangi tubuhku. Tante Rissa berdiri dengan lututnya dan mulai merendahkan badannya. Sebelah tangannya menggenggam batang penisku yang memang sudah keras dan basah oleh air liurnya. Tante Emma yang mengetahui hal itu langsung mengambil alih, tangannya menggenggam batang penisku yang semula digenggam Tante Rissa. Sementara kini kedua tangan Tante Rissa yang lembut bertopang di atas dadaku. Perlahan-lahan tubuh Tante Rissa semakin turun, dan aku mulai merasakan bibir kemaluannya menyentuh ujung penisku. Hhh&#8230; kepala penisku mulai masuk sebagian ke dalam vagina Tante Rissa yang sedikit basah, dan&#8230; bleeesssss!!! Amblas sudah penisku di dalam liang kenikmatan itu. Tubuh Tante Rissa naik-turun seiring kenikmatan yang kami nikmati bersama. Sementara Tante Emma langsung menyodorkan selangkangannya di wajahku.</p>
<p>Lidahku langsung sigap melumat klitoris Tante Emma yang mulai basah. Posisi Tante Emma berhadapan dengan Tante Rissa, sehingga mereka berdua menindihku sambil berciuman. Aku tak bisa melihat karena wajahku tertutup kemaluan Tante Emma, tapi dari suara mereka aku tahu betul bahwa mereka tengah berciuman dengan penuh gairah. Tak lama kemudian aku mulai merasa dinding vagina Tante Rissa mulai berdenyut-denyut. Tubuh wanita itu mulai menggelinjang tak karuan menahan rasa nikmat. Tante Emma kini tidak mencumbu bibir Tante Rissa lagi, tapi menunduk ke arah penisku dan vagina Tante Rissa yang sedang asyik menyatu. Tante Emma menjilati kemaluan kami bergantian. Akkhh.. semakin nikmat saja rasanya. “Ssshhh&#8230; Riiiooo&#8230;. aaahhhhh&#8230;” Tante Rissa mencapai klimaksnya. Penisku banjir oleh lendir kenikmatan yang mengalir dari dalam vaginanya. Ayunan tubuhnya semakin pelan. Kemudian wanita itu mencabut penisku dari vaginanya dan memberi tempat untukku dan Tante Emma melanjutkan permainan. Tante Emma rupanya menginginkan posisi lain.</p>
<p>Wanita itu mengambil posisi nungging di atas ranjang. Dengan gairah yang masih penuh, aku menghampiri liang kemaluan yang menantang itu. Perlahan aku arahkan penisku yang semakin keras ke dalam vagina Tante Emma. Slllpp&#8230; bbleeesss&#8230; Vagina 6Tante Emma yang basah betul-betul menelan penisku. Pantatku maju-mundur memberikan kenikmatan untuk Tante Emma. Sementara kedua tanganku asyik meremas kedua payudaranya yang bulat dan montok itu. “Aakhh.. Yoo.. sshhh.. sshhh&#8230;. ooohhhh&#8230;.” Tante Emma merintih menahan rasa nikmat yang kuberikan. Hmmm&#8230; liang kemaluan Tante Emma betul-betul mencengkeram penisku. Nikmat sekali rasanya. Tadinya kupikir ibu-ibu seperti mereka liang vaginanya sudah lebar, tapi Tante Emma dan Tante Rissa kok masih sempit ya. Tubuh Tante Emma mulai menggeliat-geliat. Wanita itu menjatuhkan tubuhnya hingga kami berdua melakukannya dengan posisi menyamping. Kemudian tubuh kami berguling hingga tubuh Tante Emma kini berada di atas tubuhku.</p>
<p>Kemudian wanita itu bangkit tanpa melepas vaginanya dari penisku. Lantas Tante Emma berputar, aahhhh&#8230;.aku merasa penisku dipelintir di dalam vagina Tante Emma, nikmat sekali. Akhirnya aku ‘terjebak’ dengan posisi woman on top. Tante Emma tidak menaik-turunkan tubuhnya tapi memutar pinggulnya. Uugghhh.. gila, enak sekali. Aku sampai mengejang menahan rasa nikmat. Tubuhku pun ikut bangkit untuk memeluk tubuh montok Tante Emma. Bibirku melumat kedua putting payudaranya untuk menambah birahinya. “Sshh&#8230; Riiooo&#8230; aakkhh..” Tante Emma mengerang menahan nikmatnya. Tante Emma mendorong tubuhku hingga terebah, dan wanita itu kembali memutar tubuhnya membelakangi aku. Kemudian Tante Emma itu kembali merundukkan tubuhnya tanpa melepas penisku dari dalam vaginanya. Otomatis tubuhku mesti bangkit lagi, dan kami kembali dalam posisi doggie style. Ugghhh&#8230; pantatku kembali mengayunkan rasa nikmat di vagina Tante Emma.</p>
<p>Tiba-tiba dari arah belakang aku merasakan sesosok tubuh yang mulus merapati punggungku. Akkhh.. Tante Rissa yang sudah kembali bergairah memelukku dari belakang. Hhhgghhh.. birahiku semakin naik ke ubun-ubun. Tubuhku menggelinjang di pelukan Tante Rissa. Tanpa sadar ayunan pantatku semakin cepat. Aku merasa tubuh Tante Emma juga bergoyang menahan rasa nikmat. “Sshhh&#8230;. aaaaaahhhh&#8230; Riiiooo&#8230;.. bentar lagi nih&#8230;” Tante Emma mendesah. Aku berusaha bertahan untuk menunjukkan keperkasaanku. Tapi gangguan Tante Rissa yang menjilati telinga dan tengkukku membuatku tak kuasa menahan birahi. “Aaaahh&#8230; Yooo..” Tante Emma mencapai klimaks. Aku mencoba bertahan, namun rembesan lendir dari dalam vagina Tante Emma yang membasahi penisku membuat tubuhku tak kuasa menahan nikmat. Crrooottt.. ccrrott&#8230; crooot.. ccroottt.. ccrroott&#8230; sekitar lima kali penisku menyemburkan sperma kuat-kuat ke dalam vagina Tante Emma. Kedua tanganku meremas pinggang Tante Emma. Sementara dari belakang Tante Rissa mendekap tubuhku erat-erat. Itu untuk pertama kalinya aku berbagi kenikmatan birahi dengan wanita yang jauh lebih tua dariku. Hari itu kami bersenang-senang dua kali lagi. Sorenya aku terpaksa harus meninggalkan rumah Tante Rissa, karena anaknya sudah pulang. Tapi Tante Emma mengajakku untuk bermalam di rumahnya. Dan malam itu aku dan Tante Emma bersenang-senang sampai pagi. Ternyata Tante Emma memiliki banyak sekali sex toy di rumahnya.</p>
<p>Aku betul-betul enjoy malam itu karena Tante Emma memperkenalkanku dengan banyak variasi permainan seks. Sejak saat itu aku sering melayani nafsu birahi mereka mereka. Kadang berdua, kadang bertiga. Namun sepeser pun aku menolak dibayar, karena aku melakukannya atas dasar suka dan fun saja. Dari Tante Rissa aku mendapat beberapa kenalan wanita teman-teman kantornya yang juga kesepian, dan kadang aku juga diminta melayani nafsu mereka. Kalau dari Tante Emma, aku dikenalkan pada adik iparnya yang baru berumur 32 tahun, namanya Leni. Tante Leni belum menikah dan masih virgin. Namun wanita ini cukup nakal dalam urusan seks. Lucunya aku sering diminta Tante Leni untuk memuaskan hasratnya tapi hanya sebatas petting dan oral.</p>
<p>Demikian cerita perkenalan ku dengan beberapa tante, dan terjadi permainan seks seru antara aku dan para tante girang tersebut.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="cerita kenikmatan tante girang">cerita kenikmatan tante girang</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="Cerita berdua sama tante stw">Cerita berdua sama tante stw</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="cerita seks nikmatnya tante dan anaknya">cerita seks nikmatnya tante dan anaknya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="ngentot tante stw">ngentot tante stw</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="cerita sex gigolo">cerita sex gigolo</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="Cerita sex tante ema">Cerita sex tante ema</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="ngentot tante ema">ngentot tante ema</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="Kenikmatan Bersama Tante2 Montok">Kenikmatan Bersama Tante2 Montok</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="gairah sex tanteku yg montok">gairah sex tanteku yg montok</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="kumpulan cerita sex dewasa tante-tante montok">kumpulan cerita sex dewasa tante-tante montok</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="gara gara pijat aku jadi ngentot sama tante">gara gara pijat aku jadi ngentot sama tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="gara-gara tidur sama tante">gara-gara tidur sama tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="kumpulan cerita kenikmatan stw">kumpulan cerita kenikmatan stw</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="Kumpulan cerita kenikmatan sex saat berhubungan intim yang terbaru">Kumpulan cerita kenikmatan sex saat berhubungan intim yang terbaru</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="gigolo mecari tante tema sx">gigolo mecari tante tema sx</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="kumpulan cerita dewasa tante dan janda stw">kumpulan cerita dewasa tante dan janda stw</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="Ku layani nafsu ibu">Ku layani nafsu ibu</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="kenikmatan sex sama tante">kenikmatan sex sama tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="gigolo puasin memem tante girang">gigolo puasin memem tante girang</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html" title="gairah liar tante">gairah liar tante</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/berawal-dari-tante-rissa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hilang perjaka Karena Tante</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 18:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[perjaka]]></category>
		<category><![CDATA[perjaka hilang]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Cerita dewasa ini terjadi beberapa tahun lalu, persis ketika aku masih perjaka, dan aku bisa dibilang belum terjamah wanita, hehe kebalik ya :p , Pada saat aku menginjak kelas 2 di smu ku aku memiliki kehidupan yang normal normal saja.. aku adalah atlet olahraga terkenal didaerahku&#8230; badanku atletis.. aku memilikki teman bernama manda.. dia adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita dewasa ini terjadi beberapa tahun lalu, persis ketika aku masih perjaka, dan aku bisa dibilang belum terjamah wanita, hehe kebalik ya :p , Pada saat aku menginjak kelas 2 di smu ku aku memiliki kehidupan yang normal normal saja.. aku adalah atlet olahraga terkenal didaerahku&#8230; badanku atletis.. aku memilikki teman bernama manda.. dia adalah teman sekolahku&#8230; saat itu aku dekat dengan manda dan sering sekali bermain dirumahnya&#8230; ibu manda / tante indra sangat baik padaku&#8230; dan ini ku lalui hingga aku naik kelas 3 smu. kelas 3 smu kebetulan aku sedang main di rumah tante indra ke adaan rumahnya saat itu lagi sepi tidak ada siapapun kecuali tante indra&#8230; pada saat itu tiba2 saya demam lalu saya tidur di kamar kakak manda. yaitu mas bayu&#8230; setelah beberapa menit aku tidur tante indra datang dan memandangiku.. dan berkata.. apa sudah enakan????</p>
<p>aku menjawab.. udah kok tante&#8230; tiba2 dia mencium keningku&#8230; entah aku kerasukan apa lalu aku pegang tangannya dan ku kecup bibirnya.. tak di sangka tante indra tidak marah malah lidahnya dikeluarkan dan menggerakan lidahnya ke bibir atasnya.. aku yang melihatnya langsung berdebar2 karena baru itu aku mencium orang yang lebih tua dariku&#8230; lalu tanpa babibu lagi aku langsung menyambar bibirnya&#8230; tante indra begitu menikmati hingga kami lumat lumatan lama sekali lalu tangan nya membuka bajuku dan menghisap keras nipple ku.. aku mengerang keenakan..</p>
<p>tak disangka tante indra membuka bajunya, bh nya dan celana dalamnya&#8230; aku terpanah melihatnya.. wanita yang pada saat itu masih bermur 38 tahunan bugil didepanku tetapi badannya masih singset .. maklum dia adalah bekas penari bali&#8230; bila boleh ku katakan face nya cantik untuk ukuran wanita sebayanya dadanya besar tetapi tidak molor.. sintal sekali ukuran 38b&#8230; melihat mekinya sangat bagus sekali.. tidak lama kemudian aku disuruhnya mengisap punting susunya.. aku yang pada saat itu sudah nafsu menghisapnya dengan semangat 45.. tangan tante mulai membuka celanaku dan memainkan mr.p ku.. lu tante meminta untuk tukar posisi lalu tante memasukan mr.p ku dalam mulutnya&#8230; ooouuuucccgggghhhhhh enak sekali rasanya&#8230;. lalu aku yang sudah terbiasa lliat bokep jadi tau apa yang harus saya lakukan.. saya turun kevaginanya lalu saya hisap&#8230;. klirotis nya.. tante indra mengerang sambil membelai kepalaku dan menekan susunya&#8230;..</p>
<p>acchhhh enak sayabng kamu hebat &#8230; terusin sayangg&#8230;. begitu rancaunya&#8230;. sayang aaaakkkkkkuuuuu mau keluar aaarrrrrccchhhhh/&#8230;.. orgasme pertama tante indra &#8230; tubuhnya menggelinjang&#8230;. ada cairan kental keluar dan rasanya asin2 gurih lalu aku tetap meyapu bersih apa yang ada didalamnya,&#8230;. tanpa ampun aku langsung menghajar punting payudaranya aku gigit kecil dan tante indra kembali terangsang&#8230; aduhhh km kok hebat sekali apa km sudah pernah beginisebelumnya sayang???? belum tante &#8220;jawabku&#8221;&#8230;. lalu kenapa km kok bisa sehebat ini??? saya sering liat bokep tante&#8230; lalu tante indra langsung berkata berarti km masih perjaka??? iya tante jawbaku&#8230; mendengar kata perjaka tante indar langsung memuncak kembali libidonya&#8230; sayangg isap lagi puntingku ya&#8230; aku menjalan kan apa ayang diperintahkannya tak lama setelah itu dia meminta sayang ayo masukin punyamu d tegang kan kasian&#8230; nanti kalau mau dikeluarin didalam saja ndak apa&#8230; tetapi saya masih keenakam menyambar puntingnya yang masih kecoklatan.. tak sabar menunggu tante indra membalik badanku lalu memasukan batnagnk pada kemaluannya.. ahhhh sayang punyamu panjang dan keras banget lalu digoyangnya pinggulnya diatas kemaluanku&#8230; setealh 3 menitan kita bertukar posisi berdiri&#8230;. tak puas dengan itu tante indar mengajakku masuk kamarmandi dan kita lanjut doggy style didalamnya&#8230;. berhubung pada saat itu aku masi perjaka.. jadi pada saat posisis ke 3 aku sudah keluar&#8230; tantee&#8230; sya samapai&#8230;. sayang tante juga samapai.. aaarrrccchhhhh crott&#8230; crott&#8230;. crott&#8230; akhgirnya kita berdua lemas dan lekas membersihkan diri,,,, lalu saling berciuman.. tak lama mas bayu dan suami tante indara datang&#8230;. lalu kami mengobrol sebentar dan aku pamitan pulang.. sejak saat itu sampai aku mau keluar kota untuk kuliah sayadiajarkan terus bagaimana cara sex terbaik&#8230;</p>
<p>lain kali aku ceritakan lagi lanjutan pelajarannya broo&#8230;. inget tante indra jadi konak, dan sekarang lagi liat pembantu ku tidur gak pake baju bro, mo coba rayu pembantu dulu  <img src='http://ceritadewasa.modelperawan.info/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita sex perjaka">cerita sex perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita perjaka">cerita perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita seks perjaka">cerita seks perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="Cerita dewasa perjaka">Cerita dewasa perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita sek perjaka">cerita sek perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="CERITA TANTE NGENTOT PERJAKA">CERITA TANTE NGENTOT PERJAKA</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita dewasa hilang perjaka">cerita dewasa hilang perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="Ceritadewasa perjaka hilang">Ceritadewasa perjaka hilang</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="Cerita ngentot tante dan perjaka">Cerita ngentot tante dan perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita sex hilang perjaka">cerita sex hilang perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita sexs perjaka">cerita sexs perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="ceritasex dewasa hilang perjaka">ceritasex dewasa hilang perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita panas perjaka">cerita panas perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita tante perjaka">cerita tante perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="ceritaperjaka dan janda">ceritaperjaka dan janda</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="perjaka & gadis sex">perjaka & gadis sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="Cerita tante ngentot perjaka Abg">Cerita tante ngentot perjaka Abg</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="Cerita sex tante teman ibuku">Cerita sex tante teman ibuku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita sex tidur dirumah tante">cerita sex tidur dirumah tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita tante girang ngambil perjaka">cerita tante girang ngambil perjaka</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah Ulang Tahun Untuk Tante</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 10:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[bosku tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[payudara]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Nih cerita tentang seorang tante yang dapat hadiah istimewa dari pegawainya, si tante adalah bos sebuah perusahaan lo. nikmati cerita dewasa berikut ini. Aku (sebut saja Yanti) adalah Direktur Keuangan di sebuah perusahaan swasta besar. Meskipun aku sudah punya 2 anak yang sudah besar2 dan usia sudah masuk ke 45 tapi tubuhku tetap proporsional dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nih cerita tentang seorang tante yang dapat hadiah istimewa dari pegawainya, si tante adalah bos sebuah perusahaan lo. nikmati cerita dewasa berikut ini. Aku (sebut saja Yanti) adalah Direktur Keuangan di sebuah perusahaan swasta besar. Meskipun aku sudah punya 2 anak yang sudah besar2 dan usia sudah masuk ke 45 tapi tubuhku tetap proporsional dan terkesan langsing, tinggi dan putih (maklum masih ada keturunan Chinese nya).<br />
Orang-orang yang ketemu aku pasti tidak akan menyangka bahwa usiaku sudah 45th.</p>
<p>Pengalaman ini adalah kejadian sebenarnya yang terjadi beberapa bulan yang lalu tepatnya pada hari ulang tahunku yang ke 45.</p>
<p>Ceritanya bermula ketika salah satu anak buahku mengirimkan ucapan selamat ulang tahun melalui sms ke hanphone-ku. Pegawaiku itu namanya Yudi, salah seorang Supervisor di perusahaanku. Orangnya tinggi, atletis dan tampan, usia sekitar 30thn. Sebenarnya sudah lama dia memperhatikan diriku dan mengagumi diriku (aku tahu setelah pengalaman ini), dan aku juga sebenarnya sangat senang kalau berbicara ataupun bertatap muka dengannya. Karena orangnya cerdas dan enak diajak ngobrol. Mungkin karena aku adalah atasannya jadi dia nggak berani kurang ajar kepadaku.</p>
<p>Siang itu Yudi mengirimkan ucapan selamat ulang tahun via sms. Terus terang aku juga gembira karena ternyata ada yang mengucapkan selamat kepadaku, padahal hari ulang tahunku sangat kurahasiakan.<br />
Setelah aku pikir2 akhirnya aku balas sms tersebut sambil sedikit iseng &#8230; “Terima kasih sayang &#8230;. ditunggu ya kadonya &#8230;”</p>
<p>Kemudian di membalas “Maaf Bu, &#8230;. ini salah kirim ya ?? Lagian kalau kado rasanya saya bingung mo ngasih apa ya ke Ibu.” Setelah itu aku balas “Nggak salah kirim kok sayang, ngomong2 gimana kalau kadonya nemenin aku makan malam ? Kalau ok aku tunggu di rumah jam 8 malam”. Setelah agak lama akhirnya aku dapat jawaban “Baik Bu, dengan senang hati nanti malam saya datang ke rumah Ibu.”</p>
<p>Aku sendiri tidak menyangka kalau akhirnya akan begini, tadinya yang cuma iseng2 malahan jadi mengundang makan malam berdua. Hal ini karena suamiku sedang tugas luar kota, dan ke 2 anak-anakku semuanya kuliah di kota lain.<br />
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan pikiran jelek, akhirnya pembantuku aku suruh pulang ke rumahnya masing2 setelah selesai mempersiapkan makan malam dengan alasan bahwa berhubung lagi ulang tahun maka mereka diberi kebebasan untuk libur.</p>
<p>Menjelang jam 7 malam semua sudah siap dan aku deg-deg-an menunggu kedatangan Yudi untuk makan malam. Tidak berapa lama terdengar suara mobil berhenti di halaman depan rumahku. “Pasti itu Yudi” batinku. Kemudian terdengan bunyi bell dari ruang tamu. Aku sendiri yang membukakan pintu, karena tidak ada satu orangpun di rumah ini kecuali aku.</p>
<p>“Selamat malam Bu. Maaf, membuat Ibu sedikit menunggu.” sapa Yudi kepadaku.<br />
“Nggak pa-pa kok, lagian aku juga baru selesai persiapannya.” jawabku.</p>
<p>Yudi tidak berkedip memandangku. Kelihatannya dia terpesona dengan diriku yang tidak seperti saat di kantor. Aku memakai baju terusan panjang tanpa lengan warna hitam yang sangat kontras dengan kulitku yang putih, belahan dadanya agak ke bawah sehingga payudaraku sedikit terlihat menyembul. Di tambah lagi aku tidak mengenakan bra sehingga putting susuku sedikit tercetak di baju yang aku kenakan. Cukup lama dia terpaku di depan pintu memandangiku sampai aku bilang “Lho &#8230;. kenapa Yud, ada yang salah dengan aku ya ??”. Yudi terkesiap dan sadar dari terpakunya, kemudian berkata “Maaf Bu, bukannya tidak sopan, tapi Ibu cantik sekali malam ini”. Aku cukup senang dengan pujian dari Yudi, kemudian aku bilang “Ah kamu ada2 saja, ayo kita masuk ke dalam, makanan sudah siap tuh.” “Baik Bu” kata Yudi sambil masuk ke dalam mengikuti langkahku.</p>
<p>Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran Yudi waktu berjalan di belakangku, tapi pasti dia memperhatikan gerakan pinggul dan pantatku pada saat berjalan, hal ini ditambah lagi dengan potongan bajuku yang model backless dan belahan baju belakang sampai di bawah pantat, sehingga otomatis punggung dan pahaku yang putih mulus diperhatikan oleh Yudi.</p>
<p>Sampai ruang makan Yudi sedikit terkejut karena dia mendapati ruang makan yang dipersiapkan hanya untuk 2 orang, karena yang tersedia hanya 2 kursi dan makanan siap saji di atas mejanya.</p>
<p>“Maaf Bu, Bapak sama anak-anak kok nggak kelihatan, apakah mereka tidak ikut makan malam bersama kita ??”</p>
<p>“Memang nggak kok, kebetulan Bapak lagi di luar kota, anak-anak kuliah di kota lain. Lagian ini khusus untuk kita berdua kok, karena kamu adalah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahu kepadaku.”</p>
<p>“O iya Bu, selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sukses selalu” kata Yudi sambil mengulurkan tangannya.</p>
<p>“Terima kasih Yud” jawabku menyambut uluran tangannya. Kemudian aku sengaja memajukan wajahku mendekati wajahnya. Tadinya Yudi diam saja dan tidak berani untuk menyambut wajahku dengan pipinya, tapi setelah aku semakin mendekatkan wajahku, akhirnya Yudi mencium pipi kiri dan kananku dan aku lihat wajahnya bersemu merah. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku seberani ini kepada Yudi, mungkin karena terbawa suasana dan sedikit rasa jengkel terhadap suamiku yang malahan keluar kota di hari ulang tahunku, dan mungkin juga ditambah penampilan Yudi yang sangat gagah malam ini.</p>
<p>Pada saat makan aku perhatikan Yudi beberapa kali mencuri pandang ke arah dadaku. Mungkin dia penasaran dan tertarik dengan apa yang ada dibalik baju yang aku kenakan. Hal itu bisa dilihat dari pujian-pujian yang dia sampaikan kepadaku. Setelah selesai makan malam akhirnya kita duduk2 di sofa sambil mendengarkan alunan musik.</p>
<p>“Kamu bisa dansa gak Yud ??” tanyaku<br />
“Maaf Bu, saya tidak bisa dan belum pernah.” jawab Yudi<br />
“Ayo kalau gitu aku ajarin” ajakku sambil berdiri dan mengulurkan tanganku pada Yudi.<br />
“Wah &#8230; saya benar2 belum pernah dan nggak bisa Bu, nantinya malahan kaki Ibu yang keinjak kaki saya” kata Yudi sambil berdiri mengikuti ajakanku.</p>
<p>Aku berdiri berhadapan dengan Yudi, tangan Yudi aku letakkan melingkar di pinggangku dan tangan yang satu pegangan dengan tangaku. Badanku aku rapatkan sehingga payudaraku menempel dan bergesekan dengan dada Yudi. Ternyata Yudi memang orang yang pintar, karena kurang dari 5 menit dia sudah bisa mengikuti irama dan instruksi yang aku ajarkan.</p>
<p>Sambil berdansa kami saling bercerita berbagai hal dan sedikit menyerempet2 ke hal2 yang berbau sex. Ternyata pengetahuan Yudi sangat luas dan suka bercanda. Tak terasa akibat gesekan dadaku dengan dada Yudi, belahan baju di dadaku ikut tergeser sehingga hampir semua payudaraku menyembul keluar, termasuk putingnya. Sengaja aku diamkan hal ini untuk mengetahui reaksi Yudi kepadaku. Yudi beberapa kali mencuri pandang ke payudaraku dan mulai terangsang, hal ini karena aku mulai merasakan tonjolan keras di selangkangan Yudi yang menempel di perutku.</p>
<p>“Bu, maaf baju Ibu sedikit bergeser, sehingga maaf payudara Ibu sedikit keluar” kata Yudi mengingatkanku. “Tolong benerin dong sayang &#8230;..” kataku kepada Yudi dengan sedikit menggoda. Yudi menghentikan sejenak gerakan dansa, dan membetulkan baju di bagian dadaku dengan cara sedikit memegang payudaraku. “Maaf Bu &#8230;” kata Yudi dengan suara sedikit bergetar.<br />
“Menurutmu apakah aku masih cantik dan seksi Yud ??” tanyaku<br />
“Maksud Ibu ?” jawab Yudi. “Apakah aku masih terlihat cantik dan seksi dengan usiaku seperti sekarang ini” tanyaku kembali. “Maaf Bu, orang yang bilang kalau Ibu tidak cantik dan seksi berarti orang itu pasti buta Bu.” jawab Yudi.</p>
<p>Hatiku tambah berbunga-bunga mendengar jawaban Yudi. Kemudian kami melanjutkan dansa kembali. Tidak berapa lama payudaraku menyembul lagi karena gesekan tubuhku dan Yudi. Aku rasakan tonjolan di selangkangan Yudi tambah keras menekan perutku. Aku tahu pasti Yudi ingin memegang payudaraku kembali. Sengaja aku gerakkan gaunku sehingga agak melorot melewati bahuku. Yudi semakin terangsang terlihat dari nafasnya yang mulai tidak beraturan.</p>
<p>“Ibu cantik sekali malam ini. Kalau diijinkan saya ingin mencium kening Ibu” kata Yudi dengan nada bergetar menahan gejolak nafsunya. Aku tambah senang dengan pujian dan perlakuan Yudi ini. Ternyata dia sangat gentle dan meminta ijin dulu meskipun aku sudah berada di pelukannya. Aku diam saja dan menambah ketat pelukanku di badannya. Akhirnya saat-saat yang kunantikan datang juga, Yudi dengan lembut mencium keningku. Baru kali ini aku diperlakukan sebagai seorang wanita yang begitu bernilai dan berharga oleh seorang laki-laki, berbeda dengan keseharianku yang selalu dihargai sebagai seorang pimpinan.</p>
<p>“Terima kasih Yud” kataku sambil menengadahkan wajahku untuk memandang wajahnya. Wajahnya begitu tulus dan penuh kasih sayang. Setelah itu aku beranikan untuk mendekatkan bibirku ke bibirnya. Yudi menyambutku dengan ciuman lembut di bibirku. Ciuman yang lembut dan penuh perasaan. Kami berciuman cukup lama sambil memainkan lidah kami berdua. Sejenak aku menghentikan kegiatan ini untuk memandang Yudi dan memberikan senyum yang terindah untuknya.</p>
<p>“Maaf Bu saya sudah lancang berbuat seperti ini, tapi Ibu sangat cantik sekali dan saya sangat bangga dan bahagia bisa memeluk serta mencium Ibu seperti ini &#8230;”</p>
<p>Aku tempelkan jari telunjukku dibibirnya untuk memintanya tidak berkata-kata lagi. Kemudian kami berciuman lebih mesra lagi. Tangan Yudi mengusap-usap punggungku yang tidak tertutup oleh gaunku. Tanganku meraba-raba dada bidang Yudi yang tegap dan berotot. Ciuman Yudi lambat laun turun ke leherku &#8230; aku cuma merintih merasakan sensasi nikmat yang dilakukan oleh Yudi. Tak berapa lama ciuman Yudi turun ke bahuku yang putih mulus &#8230;.. ciuman lembut itu semakin menaikkan gairahku. Rintihanku semakin menjadi-jadi . Usapan Yudi sekarang berpindah dari punggungku ke arah bawah menuju pantatku. Sampai sini dia sedikit kaget karena tidak ada tanda-tanda bahwa aku mengenakan CD dibalik gaunku.</p>
<p>Ciuman Yudi di bahuku berpindah dari bahu kiri, leher, bahu kanan berulang-ulang, sambil memberikan usapan dan sedikit remasan-remasan lembut di pantatku. Aku semakin tidak tahan dengan perlakuan lembut dari Yudi. Aku mulai membuka satu persatu kancing baju yang dikenakan Yudi. Akhirnya tanganku bisa merasakan langsung dada Yudi yang tegap dan berotot. Usapanku berhenti sebentar di bawah pusar Yudi untuk melepaskan ikat pinggang dan kancing celananya. Yudi juga tidak tinggal diam dengan hal ini. Tangan Yudi mulai menurunkan gaunku dengan menggeser tali yang ada di bahuku. Pelan namun pasti gaunku melorot melewati kedua bahuku, berhenti sejenak melewati kedua tanganku dan akhirnya lepas jatuh ke bawah melewati kedua kakiku. Aku benar-benar telanjang bulat tanpa sehelai benangpun di tubuhku.</p>
<p>Yudi menghentikan sejenak ciuman di bahuku untuk memandang dan memperhatikan setiap bagian tubuhku.</p>
<p>“Ibu benar-benar cantik dan sempurna, tubuh Ibu sangat indah sekali.” bisik Yudi kepadaku dengan nada bergetar. Aku benar-benar senang dengan pujian Yudi. Kemudian Yudi menundukkan wajahnya untuk mencium payudaraku sebelah kiri. Ah &#8230;. begitu lembut dan nikmatnya ciuman Yudi.. Putingku dikulum dan dimainkan dengan lidahnya. Aku cuma bisa pasrah merasakan kenikmatan ini. Tangan kanan Yudi meremas lembut payudara kanan ku, dan tangan kiri Yudi mengelusi kedua belah pantatku secara bergantian. Hal ini dilakukan juga bergantian untuk payudara kananku.</p>
<p>Oh &#8230; betapa nikmatnya perasaan ini. Baru kali ini aku diciumi dan diperlakukan dengan lembut seperti ini. “Sayang &#8230;.. kita pindah ke kamar saja yuk &#8230;.” ajakku kepada Yudi. Yudi tersenyum dan tanpa kuduga tiba2 membopongku masuk ke dalam kamar. Sambil menggendongku dia tidak henti-hentinya mencium bibir, leher, bahu dan payudaraku. Sampai kamar dia meletakkan aku di tempat tidur dengan penuh hati-hati &#8230;..</p>
<p>“Ah &#8230;. kamu curang Yud &#8230;.. bajumu belum dibuka &#8230;.” kataku sambil tertawa. Yudi membuka baju dan kaos dalamnya, sedangkan aku membantu menurunkan celana panjang dan CD-nya. Akhirnya kami sama-sama telanjang bulat. Baru kali ini aku melihat laki-laki selain suamiku telanjang bulat di hadapanku, demikian juga ini kali pertama aku telanjang di hadapan laki-laki selain suamiku.</p>
<p>Batang kemaluan Yudi ternyata sangat panjang dan keras, lebih besar dari kepunyaan suamiku. Aku pegang dengan kedua tanganku secara bergantian. Urat-uratnya begitu terasa di telapak tanganku, dan kepalanya mirip jamur sangat menarik perhatianku.</p>
<p>“Ibu suka mencium punya Bapak ??” tanya Yudi kepadaku. “Aku belum pernah melakukkannya. Jangan panggil Ibu… aaah &#8230;. aku ingin kamu memanggilku sayang, malam ini aku jadi milikmu sepenuhnya sayang &#8230;..” jawabku.</p>
<p>“Sayang mau mencobanya ?? ” kata Yudi. Aku mulai memberanikan menciumi batang kemaluan Yudi yang panjang dan keras. Mula-mula memang rasanya aneh &#8230;.. tapi lama kelamaan asyik juga. Batang kemaluan Yudi tidak bisa masuk semua ke mulutku, aku gerakkan pelan-pelan maju mundur. Yudi merasa keenakan dan sedikit meremas-remas rambutku. “Ah &#8230;.. enak sekali sayang &#8230;&#8230;.”</p>
<p>Setelah cukup lama &#8230;.. Yudi memintaku untuk menghentikan kulumanku. Yudi mencium bibirku sambil mendorongku untuk rebahan di kasur. Kami berciuman dengan penuh perasaan, tangan Yudi meremas lembut payudaraku secara bergantian. Kemudian ciuman Yudi bergeser ke leher &#8230;. bahu dan kedua payudaraku. “Sshh&#8230;&#8230; enak sekali sayang &#8230;&#8230;” rintihku. Ciuman Yudi bergerak turun ke bawah &#8230;. melewati pusarku &#8230;. berhenti sejenak untuk menciumi perutku yang rata. Aku tambah menggelinjang tak karuan merasakan sensasi nikmat ini.</p>
<p>Ciuman Yudi terus bergeser ke bawah pusarku &#8230;. mendekati vaginaku yang tanpa bulu (habis kucukur sore harinya) &#8230;.. tak berapa lama aku merasakan Yudi menciumi vaginaku dengan lembutnya. Kakiku sedikit dilebarkan agar lebih memudahkan Yudi untuk mengeksplorasi organ intimku. Kadang lidah Yudi menjilat &#8230;. klitorisku digaruk dan digigit kecil dengan gigi Yudi &#8230;&#8230;. Oh &#8230;. benar-benar nikmat sekali. Baru kali ini aku merasakan nikmat yang tiada tara&#8230;. “Eh &#8230;m&#8230; &#8230;.. enak Yud &#8230;.. terus Yud &#8230;..” Ciuman, jilatan dan gigitan Yudi terus dilakukan terhadap organ intimku &#8230;. sampe aku merasakan nikmat yang tiada tara dan rasanya ada sesuatu yang akan keluar &#8230;.”Ssh &#8230;.. sayang &#8230;. terus sayang &#8230;.. aku mau keluar &#8230;..” Akhirnya aku keluar sambil menjepitkan kedua pahaku dikepala Yudi. Pantatku aku tekan-tekankan ke mulut Yudi seakan-akan tidak mau kehilangan ciuman Yudi di vaginaku.</p>
<p>“Oh &#8230;.. nikmat sekali sayang &#8230;.. kamu pintar sekali membuat aku merasakan puncak kenikmatan seperti ini.” Badanku serasa lemas, aku lihat batang kemaluan Yudi masih tegak berdiri dengan gagahnya. Yudi terdiam sejenak untuk memberikan aku waktu memulihkan tenagaku.</p>
<p>Setelah cukup, Yudi mulai mencium payudaraku lagi secara bergantian. Dikulum dan dijilatnya putting payudaraku sehingga menaikkan gairahku kembali. Tangannya secara lembut mengelusi vaginaku yang sudah basah oleh cairan orgasmeku. Tak henti-hentinya dia memuji diriku yang masih tetap cantik dan menggairahkan. Aku semakin tersanjung dan merasa dihargai di hadapan Yudi.</p>
<p>Pelan namun pasti Yudi mengarahkan batang kemaluannya ke vaginaku. Aku pasrah dan tak sabar menunggu dengan harap-harap cemas merasakan batang yang besar itu akan memasuki lobang vaginaku.</p>
<p>“Sudah siap sayangku ??” kata Yudi sambil menciumi leher dan payudaraku. Aku mengangguk dan tersenyum mesra kepadanya. Perlahan-lahan aku merasakan batang yang besar itu masuk ke lobang vaginaku&#8230;. “Ahhhh &#8230;.. besar sekali sayang &#8230;.”. Yudi menghentikan sebentar gerakan batang kemaluannya. Hal itu dilakukan berulang-ulang &#8230; dengan penuh kesabaran dan perasaan agar aku tidak merasa sakit. Akhirnya masuk semua batang kemaluan Yudi yang besar itu ke dalam lobang vaginaku. Lobangku terasa sesak dan berkedut-kedut. “Ohhhh&#8230;&#8230;.. punyamu serasa sampe ulu hati sayang &#8230; besar sekali &#8230;.” kataku. “Iya sayang &#8230;&#8230; memek sayang sangat nikmat &#8230;. sesuai dengan kecantikan sayang &#8230;. selain itu masih sempit sekali lagi &#8230;” kata Yudi memujiku.</p>
<p>Setelah beberapa saat, Yudi menggerakkan batang kemaluannya maju mundur secara perlahan-lahan &#8230;. sensasi yang aku rasakan tidak dapat aku katakan. Tanganku melingkar ke leher Yudi, sambil sesekali Yudi mencium bibir, leher dan payudaraku secara bergantian. Tangan Yudi juga tidak tinggal diam, meremasi dengan lembut kedua payudaraku.</p>
<p>“Orgh&#8230;&#8230; nikmat sekali sayang &#8230;.. ssshs,&#8230;. enak sekali sayang &#8230;&#8230; “</p>
<p>Gerakan Yudi kadang-kadang pelan kadang-kadang cepat, beberapa tusukan pendek dan sekali tusukan dalam membuat aku semakin tidak tahan menerima perlakuan ini.</p>
<p>“Argh &#8230;.terus sayang &#8230;. terus sayang &#8230;&#8230;.”</p>
<p>Tak terasa sudah 30 menit kami mengayuh biduk cinta kami. Peluh dan keringat membasahi tubuh telanjang kami. Meskipun ruangan kamar menggunakan AC tetapi tidak sanggup meredam gelora panas permainan kami. Tak berapa lama &#8230;.”Argh &#8230;.. aku hampir keluar sayang &#8230;. lebih dalam lagi sayangku” erangku. Yudi semakin mempercepat kocokan kemaluannya di vaginaku. &#8230;&#8230; “Aarggh&#8230;&#8230;.. aku keluar &#8230;&#8230;. sayang &#8230;&#8230;..” Aku mendapatkan puncak kenikmatanku yang kedua kalinya. Memang hebat Yudi ini, dia belum ada tanda-tanda mau keluar sedangkan aku sudah 2 kali. Yudi memberikan waktu untuk aku beristirahat tanpa mencabut batang kemaluannya dariku. Diciumnya bibirku dengan penuh perasaan &#8230;. “Aku sayang kamu Ibu Yanti &#8230;&#8230;sudah lama aku memimpikan seperti ini &#8230;. aku sangat mencintaimu &#8230;.Sayangku”</p>
<p>Kemudian Yudi memintaku untuk berbalik dengan posisi menungging, sepertinya dia ingin bermain dari belakang. Dengan posisi ini batang kemaluan Yudi semakin terasa sesak di kemaluanku. Tusukan kemaluan Yudi kadang-kadang cepat &#8230; kadang-kadang lambat. Aku mengimbanginya dengan memutar-mutar pantatku sambil gerakan maju-mundur &#8230;. “ahh&#8230;. nikmat sekali &#8230;&#8230;” Kedua tangan Yudi meremas lembut kedua payudaraku &#8230;&#8230;”Uggh&#8230;&#8230;. terus sayang &#8230;.. terus &#8230;.burungmu enak sekali &#8230;..”. “Sssshh &#8230;..memekmu sangat nikmat sayangku &#8230;&#8230; aku ingin terus menyetubuhimu cintaku &#8230;..” erang Yudi yang semakin menambah gairahku. Tak berapa lama aku merasakan ada dorongan hebat di kemaluanku &#8230;&#8230;”Arghg&#8230;. aku nggak tahan sayang &#8230;&#8230; aku mau keluar lagi &#8230;&#8230;” jeritku &#8230;. akhirnya &#8230;.”Arghg &#8230;&#8230;.. aku sampeee sayang. &#8230;&#8230;.”</p>
<p>Aku benar-benar merasakan nikmat yang luar biasa, selama ini aku nggak pernah bisa orgasme lebih dari 1 kali. Tapi kali ini aku benar-benar dibuat bahagia oleh Yudi. Batang kemaluan Yudi masih menancap di vaginaku. Punggungku diciumi oleh Yudi dengan lembut dan penuh perasaan. Kadang-kadang digigit-gigit kecil sehingga memancing gairahku lagi. Tangan Yudi masih tetap meremasi kedua payudaraku.</p>
<p>“Enak gak sayangku &#8230;??” bisik Yudi kepadaku.<br />
“Kamu hebat sekali sayang &#8230;&#8230; “ jawabku sambil mencium bibir Yudi. Cukup lama kami berciuman tanpa Yudi menggerakkan batang kemaluannya yang masih menancap di vaginaku. Hanya tangan Yudi yang aktif meremasi dan kadang-kadang memelintir putting payudaraku sehingga gairahku naik lagi.</p>
<p>“Kamu belum keluar ya sayang &#8230;&#8230; sekarang gantian aku yang akan memuaskanmu.” kataku sambil melepaskan batang kemaluannya dari vaginaku. Yudi aku minta untuk rebahan di kasur dan aku bergerak untuk mengangkangi kemaluan Yudi.</p>
<p>Argh &#8230;.. besar sekali batang kemaluan ini &#8230;&#8230; Aku gerakkan pantatku memutar, maju mundur, ke atas bawah &#8230;. benar-benar seperti cowboy lagi menunggang kuda. Aku benar-benar menikmati permainan ini. Semakin lama gerakanku semakin cepat &#8230;. Tangan Yudi memegang pinggangku untuk membantu gerakanku naik turun. Sesekali diciumnya payudaraku sambil digigit-gigit kecil &#8230;&#8230;</p>
<p>“Kamu cantik sekali sayangku &#8230;. tubuhmu sangat mulus dan indah &#8230;. aku ingin selalu menikmati tubuh indahmu cintaku &#8230;..” bisik Yudi kepadaku. Aku sangat senang dengan pujian Yudi. Hal ini menambah gairahku untuk semakin memuaskan Yudi. “Arggh &#8230;&#8230; terus sayang &#8230;. jepit manisku &#8230;&#8230;” teriak Yudi &#8230;&#8230; sekitar 20 menit aku rasakan batang Yudi tambah membesar &#8230;.. mungkin ini saatnya Yudi ejakulasi. Aku mempercepat goyangan dan gerakan pantatku karena aku juga mulai merasakan sesuatu yang akan keluar dari vaginaku. Vaginaku terasa berkedut-kedut seakan-akan menyedot kemaluan Yudi &#8230;.. Oh &#8230;&#8230; benar-benar nikmat sekali yang kurasakan.</p>
<p>“Sshh &#8230;.sayangku &#8230;.. kita keluar sama-sama &#8230;.. “ erangku. Tangan Yudi memegang pinggangku dengan kuat agar batang kemaluannya lebih tertekan masuk ke vaginaku. “Arggh &#8230;.. aku mau keluar cantik &#8230;&#8230;” Pada saat bersamaan aku juga berteriak &#8230;.”Aku keluar lagi sayang &#8230;.. ssh&#8230;&#8230;h..s&#8230;” Batang kemaluan Yudi berkedut dan menyemprotkan spermanya ke dalam rahimku. Lebih dari 8 kali kurasakan semprotan sperma Yudi. “Oh &#8230;&#8230; nikmat sekali sayang &#8230;..” badanku rebah menindih tubuh Yudi. Keringat kami bercucuran dan menambah erotis pemandangan bagi siapapun yang melihatnya. Yudi memelukku dengan erat dan mencium bibir dan leherku dengan gemas.</p>
<p>Kami terdiam beberapa lama untuk menikmati surga dunia yang barusan kami lalui bersama. Kemaluan Yudi masih tertancap di lobang kemaluanku. Benar-benar pengalaman senggama yang melelahkan dan membahagiakan. Kami berciuman dengan mesra bagaikan sepasang kekasih yang tak terpisahkan. Tangan Yudi sesekali mengelusi punggung dan pantatku. Kemudian Yudi mencium keningku &#8230;”Aku sayang kamu Ibu Yanti &#8230;&#8230; aku ingin selalu menikmati keindahan dan kecantikan tubuhmu &#8230;.sayangku”</p>
<p>“Aku juga sayang kamu Yud, &#8230;&#8230; aku benar-benar merasakan indahnya sex bersamamu.” jawabku.</p>
<p>Cukup lama kami berpelukan sambil saling mengelusi tubuh kami berdua. Sesekali tangan Yudi dengan nakal memilin puting dan meremas lembut payudaraku. Kadang-kadang bibir Yudi juga ikut merasakan kekenyalan dan keindahan payudaraku. Gigitan Yudi meninggalkan tanda merah di kedua payudaraku. Oh &#8230;. indahnya malam ini &#8230;.. batinku. Kulirik jam dinding, jarumnya menunjukkan pukul 11.30 malam. Ternyata cukup lama juga kami bermain cinta. Yudi benar-benar lelaki sejati yang bisa membuatku sangat bahagia.</p>
<p>Setelah itu aku mengajak Yudi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Di sana kami berdua saling menyabuni dan mengelusi. Tangan Yudi menyabuni tubuhku. Yudi paling suka mengusap-usap kedua payudaraku yang menurutnya sangat indah. Ukurannya 34B dengan puting berwarna merah muda yang menurutnya sangat pas, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Kamipun melakukan persetubuhan lagi di kamar mandi &#8230;. di shower dan dilanjutkan di bathub.</p>
<p>Sekitar jam 02.00 pagi Yudi mohon ijin untuk pamit pulang ke rumahnya. Sebenarnya aku menahannya agar bermalam dan tidur menemaniku malam ini. Aku ingin tidur dipelukannya dan merasakan kasih sayang dari Yudi. Aku ingin menghabiskan malam ini berdua saja dengan Yudi dan tentunya bermain cinta. Yudi menyampaikan bahwa sebenarnya dia juga ingin tinggal dan menemaniku malam ini bahkan kalau bisa selamanya. Tetapi karena khawatir akan ada kecurigaan seadainya pembantu atau keluargaku ada yang datang lebih awal maka lebih baik kalau dia pulang ke rumahnya saja.</p>
<p>Yudi mencium keningku sambil berkata “Aku sayang kamu cantik &#8230;&#8230;”.<br />
“Aku juga sayang kamu Yud &#8230;..” jawabku sambil memeluknya.<br />
“Oya &#8230;.Sayangku ………. aku ingin ini dan ini cuma jadi milikku.” candanya sambil meremas payudara ku dan vagina ku.<br />
“Iya sayangku &#8230;. aku juga berharap cuma kamu yang menikmati tubuhku ini. Dan &#8230;.. aku juga ingin batang perkasa ini selalu memenuhi lobang memekku sayang &#8230;..” jawabku sambil meremas batang kemaluannya.</p>
<p>Kami berdua tersenyum dan berpelukan seakan tidak ingin terpisah. “Aku akan merindukanmu Yud &#8230;” kataku. “Aku juga merindukanmu cantik &#8230;&#8230;” kata Yudi. “Bobo&#8217; yang nyenyak ya sayangku &#8230;. bye &#8230;” sambung Yudi sambil mencium keningku sekali lagi.</p>
<p>Aku menunggu di depan rumah sampai mobil Yudi tidak kelihatan lagi di tikungan jalan. Oh &#8230; betapa indahnya malam ini. Aku seperti seorang gadis yang baru menemukan cinta pertamanya, rasa sayang yang tulus dari seorang laki-laki.</p>
<p>Tamat ceritanya Bro!!</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="kado sex ulang tahun dari mamah">kado sex ulang tahun dari mamah</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Cerita dewasa hadia ngentot dari tante">Cerita dewasa hadia ngentot dari tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Kado ngentot dari tante">Kado ngentot dari tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Kado sek dari mama">Kado sek dari mama</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="kado sex buat mama">kado sex buat mama</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadia sex">hadia sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="nikmatnya hadiah dari mama">nikmatnya hadiah dari mama</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Kado ulang tahun untuk tante">Kado ulang tahun untuk tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Ku tempelkan payudaraku ke dadanya">Ku tempelkan payudaraku ke dadanya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="kucukur jembut memekku makan malam gaun hitam">kucukur jembut memekku makan malam gaun hitam</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah ulang tahun dari tanteku">hadiah ulang tahun dari tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah tanteku">hadiah tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah tante nafsu">hadiah tante nafsu</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah ml dari tante ku">hadiah ml dari tante ku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah ngentot dari mami">hadiah ngentot dari mami</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Hadiah Ngentot Mami">Hadiah Ngentot Mami</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Hadiah ntot dr tante">Hadiah ntot dr tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Hadiah seks ultahku">Hadiah seks ultahku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah sex dari tante">hadiah sex dari tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="HADIAH SEX DARI TANTEKU">HADIAH SEX DARI TANTEKU</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced)
Database Caching 8/50 queries in 0.019 seconds using disk
Object Caching 2279/2397 objects using disk

Served from: ceritadewasa.modelperawan.info @ 2012-02-05 19:26:48 -->
