<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Seks Dewasa &#187; tante</title>
	<atom:link href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/tag/tante/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info</link>
	<description>Kumpulan cerita seks cerita porno dan cerita dewasa Terlengkap</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jun 2011 04:12:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Mbak suli Wanita Setengah baya</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 00:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[sek dengan wanita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[seks dengan mbak]]></category>
		<category><![CDATA[seks dengan pembantu]]></category>
		<category><![CDATA[setengah baya]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Cerita dewasa. Siang itu aku agak cepat pulang kuliah, bukan karena malas ikut kuliah yang masih ada, tetapi karena kakiku sakit (mungkin terkilir) dan ada bagian yang membiru sedikit. lagi-lagi karena main sepak bola yang kurang hati-hati, dengan teman sekampus tadi pagi. Dengan naik motor, aku ingin secepatnya pulang dan memberi obat (minyak urut), terus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita dewasa. Siang itu aku agak cepat pulang kuliah, bukan karena malas ikut kuliah yang masih ada, tetapi karena kakiku sakit (mungkin terkilir) dan ada bagian yang membiru sedikit. lagi-lagi karena main sepak bola yang kurang hati-hati, dengan teman sekampus tadi pagi. Dengan naik motor, aku ingin secepatnya pulang dan memberi obat (minyak urut), terus istirahat di rumah.</p>
<p>15 menit kemudian aku sudah tiba di rumah, dan agak sepi kalau jam segini, karena semua pada kerja dan kuliah atau sekolah. Hanya ada pembantu, yang usianya sekitar 35 tahun, biasa dipanggil Mbak Suli. Tapi jangan kaget lho.., badannya terawat dan masih kencang, walaupun kulitnya agak hitam (hitam manislah menurutku). Agak kaget juga aku, setelah dibukakan pintu, kulihat dia mengenakan baju kaos yang agak ketat dan rok putih yang selutut. Tetapi tonjolan di dadanya itu, membuat darahku berdesir cepat.<br />
“Kok pulangnya cepat, Mas..?” katanya menyapa.<br />
Aku memang dipanggil Mas olehnya, singkatan dari Dimas.<br />
“Iya Mbak, kakiku agak sakit, tadi jatuh waktu main sepak bola..” kataku membalas.<br />
Spontan matanya melirik ke kakiku dan berkata, “Coba Mbak lihat, dia pun menarik celana panjangku agak ke atas, “Sakit nggak..?” tambahnya sambil agak menekan bagian yang membiru dan mulai berjangkok.<br />
“Lumayan juga sih..” kataku ssdikit memelas sambil melirik bagian betisnya yang mulus.<br />
Setelah aku berganti pakaian menjadi celana pendek, dia membalur kakiku dengan minyak urut. Saat itu dia duduk di depanku dan kulihat pahanya karena roknya tersingkap. Karena posisiku yang yang duduk dan kaki agak ditekuk, dia tidak tahu bahwa kejantananku sudah mulai bangkit. Dia pun mengurut-ngurut dan memijit bagian kakiku yang sakit. Mataku juga tidak lepas dari dadanya yang menonjol sebesar mangga.<br />
Dengan perlahan, kuberanikan memegang pahanya di bagian yang tersingkap. Dia agak kaget dan berkata, “Mas, kamu mulai nakal, ya..?” ucapnya sambil melirikku.</p>
<p>“Nggak pa-pa kan..? Cuma dikit kok..!” balasku seadanya.<br />
Lama kelamaan tanganku mulai bergerak lebih ke atas dan sampai di pangkal pahanya.<br />
“Jangan nakal lho, ntar ada yang lihat..!” katanya mencoba memindahkan tanganku dari pahanya.<br />
“Nggak ada orang kok Mbak, cuma kita berdua kok..!” ucapku terus membujuknya.<br />
Dia masih mengurut kakiku dan kucoba untuk menampakkan celana dalamku lewat celah celana pendekku.<br />
Dengan keberanian yang menggebu, aku berkata, “Boleh kulihat yang di balik roknya Mbak..?” kataku menggoda lagi.<br />
“Jangan Mas, Mbak malu..” katanya sedikit ragu.<br />
“Ayo dong Mbak, sekali aja..!” ucapku sedikit membujuk.<br />
Mula-mula dia ragu, dan akhirnya dia berbicara, “Jangan bilang siapapun ya..?” katanya sambil mengedipkan mata.<br />
Kujawab, “Aku janji deh, ini menjadi rahasia kita aja..”<br />
Perlahan dilepaskannya roknya, dan wow.., terlihatlah pahanya yang mulus dengan celana dalam merah muda. Agak lama kupandangi, karena itu benar-benar pemandangan yang indah, dan kejantananku mulai membengkak di celanaku. Perlahan kupegang celana dalamnya, dan kudekatkan wajahku ke arah celana dalamnya. Wow.., baunya wangi sekali, mungkin dia baru mandi tadi.<br />
“Sudah cukup kan..?” katanya sambil menjauhkan wajahku dari pahanya dan mencoba memakai roknya lagi.<br />
Tetapi hal itu dengan cepat kucegah, “Ntar dulu Mbak, saya pingin lihat di balik celana itu, boleh ya..?” kataku membujuk.<br />
“Yee.., sudah dikasih hati malah minta jantung..!” ucapnya sedikit menyindirku.<br />
“Mbak tau nggak, jantungku debar-debar nih.., dan aku terangsang..” kataku mencoba menyatakan bahwa aku benar-benar terangsang.<br />
Sambil bercanda dia menjawab, “Masak gitu aja terangsang, Mbak nggak percaya, kamu pasti cuma iseng, mau mempermainkan Mbak, ya..?” katanya membalas ucapanku.<br />
“Kalau nggak percaya, coba lihat nih..!” kataku sambil menurunkan celana pendekku.<br />
Dia agak kaget karena celana dalamku seperti penuh dan menonjol besar di bagian penisku.<br />
“Bener juga, kamu nggak boong.., kamu terangsang ya..?” katanya melirikku nakal sambil tersemyum.<br />
Agak lama dia melihatnya, kemudian mengelus dan mengusap-usap, dan mendekatkan wajahnya ke dekat celana dalamku.<br />
“Sekarang kita sama-sama buka, gimana Mbak..?” kataku memberi tawaran gila (he-he-he).<br />
Mungkin karena sudah terangsang dan sangat ingin melihat penisku, akhirnya dia mengangguk. Perlahan dia menurunkan celanaku, dan tampaklah kejantananku berdiri tegak dan siaga.<br />
“Wow.., hmm.., punyamu lebih besar dari yang Mbak bayangkan, tapi Mbak suka yang besar seperti ini.” katanya sambil mengelus, menyentuh kepala penisku dengan jarinya dan kemudian mengocoknya.<br />
“Aahh.., ouch.., ouch..” aku mengerang nikmat, sementara dia terus mengocok sampai penisku terlihat memanjang maksimal.<br />
Mungkin dia sudah tidak tahan, dia mulai mengulum dan meghisap penisku.<br />
“Ouch.., ouch.., ah.. ah.., nikmat sekali..!” aku mendesis kenikmatan, sementara tanganku sudah membuka celana dalamnya.<br />
Dan wow.., benar-benar pemandangan yang indah, bulu-bulu halus di sekitar vaginanya yang kemerahan sangat merangsang birahiku. Jariku menyentuh dan menggesek bibir vaginanya.<br />
“Oh.., ahh.., ahh.., terus Mas, gesekin terus..! Ahh.., ahh..!” suaranya mendesah-desah.<br />
Kudekatkan wajahku ke vaginanya, menciuminya dan menjilatnya. Celahnya mulai agak basah, mungkin dia sudah terangsang hebat, sementara kemaluanku terus dikulumnya, bahkan sekarang lebih dahsyat sampai ke pangkalnya. Aku merasakan hangat mulutnya, dan kemaluanku seperti panas sekali dan mau mengeluarkan sesuatu. Tanpa dapat kutahan, spermaku muncrat di mulutnya untuk pertama kali.<br />
“Ohh.., ahh.., kamu udah keluar Mas.., ahh.., enakk.., gurih..!” katanya sambil menjilat sperma yang keluar dari mulutnya, sementara lidahku terus bergerilia di celah vaginanya, bahkan lidahku berusaha masuk lebih ke dalam dan terus menyeruak di seluruh dinding vaginanya.<br />
“Ouch.., ahh.., ahh.., lebih dalam, Mas..!” pintanya sambil mendesis-desis.<br />
Aku mendengar dia mendesis dan menyerocos tidak karuan, dan mulai mengocok kemaluanku lagi sehingga membesar kembali. Hanya dalam hitungan menit, punyaku sudah membesar lagi dan mencapai ukuran yang maksimal.<br />
“Sekarang saya masukin ke vagina Mbak aja, oke..?” kataku sudah tidak sabaran.<br />
“Ehe.., ya Mas, Mbak juga sudah nggak tahan nich..!” katanya sambil membuka kedua pahanya lebar-lebar, sehingga vaginanya tampak membelah dan merekah.</p>
<p>“Oouh.. ss.., darahku berdesir semakin cepat melihat vagina yang merekah seperti itu.<br />
Sambil memegang kemaluanku yang tegang, kuarahkan ke lubang tersebut. Sesaat kepala penisku kugesekkan ke bibir vaginanya, kemudian dengan sedikit ditekan, dan, “Bless..!” masuk seluruhnya ke dalam liang vaginanya.<br />
“Ouh.., och.., ahh.., terus Mas, lebih dalam..! Ahh.., ahh..!” desisnya mengikuti gerakan masuknya batang kejantananku.<br />
Aku pun semakin bersemangat menggenjotnya dan memaju-mundurkan kemaluanku di dalam vaginanya. Sementara tanganku tidak lepas memegangi puting payudaranya yang mengencang.<br />
“Terus, terus Mas, enak.., nikmatt.., ah.., ah..!” ucapannya sudah terdengar tidak karuan.<br />
Sekitar 10 menit dengan posisi tersebut, aku mengeluarkan kemaluanku yang masih menegang.<br />
“Mbak, sekarang kita rubah posisi ya..? Pasti lebih nikmat..!” kataku ingin mencoba gaya lain.<br />
“Posisinya gimana Mas..?” dia bertanya balik.<br />
“Mbak menungging saja, kakinya diangkat sebelah dan letakkan di meja, dan Mbak membelakangi saya..!” saranku memberi penjelasan, dia menurut saja.<br />
Aku tertawa dalam hati (soalnya ini seperti anjing pipis, he-he-he). Dia sudah mengambil posisi seperti itu dan aku dapat melihat celah vaginanya mengintip dari belakang. Dengan memegang kemaluanku yang tegang, kuarahkan ke celah itu. Dengan sedikit tekanan, kepala penisku masuk, dan masuknya terasa lebih sempit dari yang tadi. Sengaja tidak kumasukkan seluruhnya dan kutanya kepadanya, “Gimana..? Lebih enak kan..?” kataku.<br />
“Ehe.., ahh.., lebih enak dari yang tadi, ahh.., oh.., enak.., ahh..!” suaranya mendesah lagi.<br />
“Ini belum seluruhnya lo Mbak, baru sebagian..!” aku mencoba menggodanya lagi.<br />
“Masukin semua dong, Mas..! Biar terasa lebih enak lagi..!” pintanya.<br />
Dengan menekan lebih kuat, maka kemaluanku masuk seluruhnya. Dan oh.., betapa nikmatnya, serasa berada di awang-awang.<br />
“Ah.., oh.., aah.., nikmat sekali, tekan lebih kuat Mas.., lebih dalam, ahh, ahh..!”<br />
Sesekali dia menggoyang pinggulnya, dan ohh.., benar-benar luar biasa goyangan pinggulnya, punyaku seperti ditarik dan diurut-urut di dalam vaginanya.<br />
“Oh.., ah.., aku tak ingin berhenti capat-cepat, goyangin terus Mbak..!” kataku.<br />
Sekitar 10 menit aku memaju-mundurkan kemaluanku ke vaginanya, rasanya aku sudah berada di puncak dan mau memuntahkan lahar.<br />
“Mbak, aku sudah mau keluar nich..!” kataku.<br />
Dia membalas, “Aku juga mau keluar nich. Kita keluar sama-sama ya..?” pintanya.<br />
Dengan menggenjot lebih kuat agar cepat sampai ke puncak kenikmatan, maka kumulai menekan lagi lebih cepat. Dan akhirnya, “Ouc.., ah.., ah..” dengan erangan panjang, aku memuntahkan spermakau di vaginanya.<br />
Bersamaan dengan itu Mbak juga mengerang panjang, “Ouh.., ouc.., ah.., ah.., nikmat.. ah..”<br />
Sementara di vaginanya aku merasakan punyaku disemburi cairan vaginanya, terasa begitu hangat.<br />
Perlahan kutarik punyaku keluar, terlihat sudah mulai mengecil. Kami tergolek di tempat tidur dan saling berpandangan.<br />
“Mbak.., nggak menyesal kan..?” tanyaku.<br />
“Ah.. nggak, kamu bandel dan bisa memuaskan Mbak.” dia membalasku.<br />
“Tapi saya khawatir Mbak, soalnya tadi keluar di dalam.” tanyaku sedikit khawatir.<br />
“Nggak pa-pa, Mbak tidak dalam masa subur kok, Mbak tidak akan hamil..!” jelasnya.<br />
Wajahku sedikit lega setelah mendengar perkataanya.<br />
Dengan sedikit menggoda aku berkata, “Aku suka melihat wanita menggunakan celana dalam putih atau merah muda (karena dia memang banyak punya celana dalam putih dan merah muda).”<br />
“Idih..! Kamu suka mengintip Mbak ya..?” dia bertanya balik.<br />
“Kadanga-kadang aja, pas Mbak lagi tidur atau mandi..” kataku menggoda nakal.<br />
“Kamu nakal sekali..!” katanya sambil mencoba mencubitku.<br />
“Tapi Mbak suka kan..?” godaku lagi.<br />
Dia hanya tersenyum tersipu-sipu.</p>
<p>Setelah kejadian itu, aku merasa ketagihan dengan Mbak Suli. Aku tidak tahu apakah dia ketagihan juga. Sering kali di waktu malam aku menyelinap ke kamarnya yang sengaja tidakdikuncinya, lalu kami pun bergumul di situ sampai kelelahan dan aku pun sering tertidur di situ. Tapi sebelum subuh aku sudah balik ke kamarku, maksudnya biar tidak ketahuan. Lihat juga cerita seks dewasa kami yang lain di link <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> ini, selamat menikmati.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="cerita sex pembantu setengah baya">cerita sex pembantu setengah baya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="cerita sex pembantu paruh baya">cerita sex pembantu paruh baya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="cerita sex ngentot pembantu setengah baya">cerita sex ngentot pembantu setengah baya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="cerita seks dengan pembantu setengah baya">cerita seks dengan pembantu setengah baya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="cerita sex dengan wanita setengah baya">cerita sex dengan wanita setengah baya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="Cerita sex dengan pembantu setengah baya">Cerita sex dengan pembantu setengah baya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="ngentot dengan mbak pembantu">ngentot dengan mbak pembantu</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="Ngentot ditempat umum sama wanita paruh baya">Ngentot ditempat umum sama wanita paruh baya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="Ngentot jangannakal">Ngentot jangannakal</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="main sex sama pembantu">main sex sama pembantu</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="www cerita porno ibu muda dikontrakan">www cerita porno ibu muda dikontrakan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="main sex dengan wanita setengah baya">main sex dengan wanita setengah baya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="lendir vagina ibuk tua berkebaya">lendir vagina ibuk tua berkebaya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="Ketagihan vagina mama">Ketagihan vagina mama</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="enak wanita paruh baya">enak wanita paruh baya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="Dimas Sex dengan pembantu">Dimas Sex dengan pembantu</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="cewek stw bandel">cewek stw bandel</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="cerita urut tante">cerita urut tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="ngentot pembantu suli">ngentot pembantu suli</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html" title="nikmatnya bermain sex dengan pembantu stw">nikmatnya bermain sex dengan pembantu stw</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/mbak-suli-wanita-setengah-baya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hilang perjaka Karena Tante</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 18:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[perjaka]]></category>
		<category><![CDATA[perjaka hilang]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Cerita dewasa ini terjadi beberapa tahun lalu, persis ketika aku masih perjaka, dan aku bisa dibilang belum terjamah wanita, hehe kebalik ya :p , Pada saat aku menginjak kelas 2 di smu ku aku memiliki kehidupan yang normal normal saja.. aku adalah atlet olahraga terkenal didaerahku&#8230; badanku atletis.. aku memilikki teman bernama manda.. dia adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita dewasa ini terjadi beberapa tahun lalu, persis ketika aku masih perjaka, dan aku bisa dibilang belum terjamah wanita, hehe kebalik ya :p , Pada saat aku menginjak kelas 2 di smu ku aku memiliki kehidupan yang normal normal saja.. aku adalah atlet olahraga terkenal didaerahku&#8230; badanku atletis.. aku memilikki teman bernama manda.. dia adalah teman sekolahku&#8230; saat itu aku dekat dengan manda dan sering sekali bermain dirumahnya&#8230; ibu manda / tante indra sangat baik padaku&#8230; dan ini ku lalui hingga aku naik kelas 3 smu. kelas 3 smu kebetulan aku sedang main di rumah tante indra ke adaan rumahnya saat itu lagi sepi tidak ada siapapun kecuali tante indra&#8230; pada saat itu tiba2 saya demam lalu saya tidur di kamar kakak manda. yaitu mas bayu&#8230; setelah beberapa menit aku tidur tante indra datang dan memandangiku.. dan berkata.. apa sudah enakan????</p>
<p>aku menjawab.. udah kok tante&#8230; tiba2 dia mencium keningku&#8230; entah aku kerasukan apa lalu aku pegang tangannya dan ku kecup bibirnya.. tak di sangka tante indra tidak marah malah lidahnya dikeluarkan dan menggerakan lidahnya ke bibir atasnya.. aku yang melihatnya langsung berdebar2 karena baru itu aku mencium orang yang lebih tua dariku&#8230; lalu tanpa babibu lagi aku langsung menyambar bibirnya&#8230; tante indra begitu menikmati hingga kami lumat lumatan lama sekali lalu tangan nya membuka bajuku dan menghisap keras nipple ku.. aku mengerang keenakan..</p>
<p>tak disangka tante indra membuka bajunya, bh nya dan celana dalamnya&#8230; aku terpanah melihatnya.. wanita yang pada saat itu masih bermur 38 tahunan bugil didepanku tetapi badannya masih singset .. maklum dia adalah bekas penari bali&#8230; bila boleh ku katakan face nya cantik untuk ukuran wanita sebayanya dadanya besar tetapi tidak molor.. sintal sekali ukuran 38b&#8230; melihat mekinya sangat bagus sekali.. tidak lama kemudian aku disuruhnya mengisap punting susunya.. aku yang pada saat itu sudah nafsu menghisapnya dengan semangat 45.. tangan tante mulai membuka celanaku dan memainkan mr.p ku.. lu tante meminta untuk tukar posisi lalu tante memasukan mr.p ku dalam mulutnya&#8230; ooouuuucccgggghhhhhh enak sekali rasanya&#8230;. lalu aku yang sudah terbiasa lliat bokep jadi tau apa yang harus saya lakukan.. saya turun kevaginanya lalu saya hisap&#8230;. klirotis nya.. tante indra mengerang sambil membelai kepalaku dan menekan susunya&#8230;..</p>
<p>acchhhh enak sayabng kamu hebat &#8230; terusin sayangg&#8230;. begitu rancaunya&#8230;. sayang aaaakkkkkkuuuuu mau keluar aaarrrrrccchhhhh/&#8230;.. orgasme pertama tante indra &#8230; tubuhnya menggelinjang&#8230;. ada cairan kental keluar dan rasanya asin2 gurih lalu aku tetap meyapu bersih apa yang ada didalamnya,&#8230;. tanpa ampun aku langsung menghajar punting payudaranya aku gigit kecil dan tante indra kembali terangsang&#8230; aduhhh km kok hebat sekali apa km sudah pernah beginisebelumnya sayang???? belum tante &#8220;jawabku&#8221;&#8230;. lalu kenapa km kok bisa sehebat ini??? saya sering liat bokep tante&#8230; lalu tante indra langsung berkata berarti km masih perjaka??? iya tante jawbaku&#8230; mendengar kata perjaka tante indar langsung memuncak kembali libidonya&#8230; sayangg isap lagi puntingku ya&#8230; aku menjalan kan apa ayang diperintahkannya tak lama setelah itu dia meminta sayang ayo masukin punyamu d tegang kan kasian&#8230; nanti kalau mau dikeluarin didalam saja ndak apa&#8230; tetapi saya masih keenakam menyambar puntingnya yang masih kecoklatan.. tak sabar menunggu tante indra membalik badanku lalu memasukan batnagnk pada kemaluannya.. ahhhh sayang punyamu panjang dan keras banget lalu digoyangnya pinggulnya diatas kemaluanku&#8230; setealh 3 menitan kita bertukar posisi berdiri&#8230;. tak puas dengan itu tante indar mengajakku masuk kamarmandi dan kita lanjut doggy style didalamnya&#8230;. berhubung pada saat itu aku masi perjaka.. jadi pada saat posisis ke 3 aku sudah keluar&#8230; tantee&#8230; sya samapai&#8230;. sayang tante juga samapai.. aaarrrccchhhhh crott&#8230; crott&#8230;. crott&#8230; akhgirnya kita berdua lemas dan lekas membersihkan diri,,,, lalu saling berciuman.. tak lama mas bayu dan suami tante indara datang&#8230;. lalu kami mengobrol sebentar dan aku pamitan pulang.. sejak saat itu sampai aku mau keluar kota untuk kuliah sayadiajarkan terus bagaimana cara sex terbaik&#8230;</p>
<p>lain kali aku ceritakan lagi lanjutan pelajarannya broo&#8230;. inget tante indra jadi konak, dan sekarang lagi liat pembantu ku tidur gak pake baju bro, mo coba rayu pembantu dulu  <img src='http://ceritadewasa.modelperawan.info/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita sex perjaka">cerita sex perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita perjaka">cerita perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita seks perjaka">cerita seks perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="Cerita dewasa perjaka">Cerita dewasa perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita sek perjaka">cerita sek perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="CERITA TANTE NGENTOT PERJAKA">CERITA TANTE NGENTOT PERJAKA</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita dewasa hilang perjaka">cerita dewasa hilang perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="Ceritadewasa perjaka hilang">Ceritadewasa perjaka hilang</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="Cerita ngentot tante dan perjaka">Cerita ngentot tante dan perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita sex hilang perjaka">cerita sex hilang perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita sexs perjaka">cerita sexs perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="ceritasex dewasa hilang perjaka">ceritasex dewasa hilang perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita panas perjaka">cerita panas perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita tante perjaka">cerita tante perjaka</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="ceritaperjaka dan janda">ceritaperjaka dan janda</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="perjaka & gadis sex">perjaka & gadis sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="Cerita tante ngentot perjaka Abg">Cerita tante ngentot perjaka Abg</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="Cerita sex tante teman ibuku">Cerita sex tante teman ibuku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita sex tidur dirumah tante">cerita sex tidur dirumah tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html" title="cerita tante girang ngambil perjaka">cerita tante girang ngambil perjaka</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hilang-perjaka-karena-tante.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah Ulang Tahun Untuk Tante</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 10:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[bosku tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[payudara]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Nih cerita tentang seorang tante yang dapat hadiah istimewa dari pegawainya, si tante adalah bos sebuah perusahaan lo. nikmati cerita dewasa berikut ini. Aku (sebut saja Yanti) adalah Direktur Keuangan di sebuah perusahaan swasta besar. Meskipun aku sudah punya 2 anak yang sudah besar2 dan usia sudah masuk ke 45 tapi tubuhku tetap proporsional dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nih cerita tentang seorang tante yang dapat hadiah istimewa dari pegawainya, si tante adalah bos sebuah perusahaan lo. nikmati cerita dewasa berikut ini. Aku (sebut saja Yanti) adalah Direktur Keuangan di sebuah perusahaan swasta besar. Meskipun aku sudah punya 2 anak yang sudah besar2 dan usia sudah masuk ke 45 tapi tubuhku tetap proporsional dan terkesan langsing, tinggi dan putih (maklum masih ada keturunan Chinese nya).<br />
Orang-orang yang ketemu aku pasti tidak akan menyangka bahwa usiaku sudah 45th.</p>
<p>Pengalaman ini adalah kejadian sebenarnya yang terjadi beberapa bulan yang lalu tepatnya pada hari ulang tahunku yang ke 45.</p>
<p>Ceritanya bermula ketika salah satu anak buahku mengirimkan ucapan selamat ulang tahun melalui sms ke hanphone-ku. Pegawaiku itu namanya Yudi, salah seorang Supervisor di perusahaanku. Orangnya tinggi, atletis dan tampan, usia sekitar 30thn. Sebenarnya sudah lama dia memperhatikan diriku dan mengagumi diriku (aku tahu setelah pengalaman ini), dan aku juga sebenarnya sangat senang kalau berbicara ataupun bertatap muka dengannya. Karena orangnya cerdas dan enak diajak ngobrol. Mungkin karena aku adalah atasannya jadi dia nggak berani kurang ajar kepadaku.</p>
<p>Siang itu Yudi mengirimkan ucapan selamat ulang tahun via sms. Terus terang aku juga gembira karena ternyata ada yang mengucapkan selamat kepadaku, padahal hari ulang tahunku sangat kurahasiakan.<br />
Setelah aku pikir2 akhirnya aku balas sms tersebut sambil sedikit iseng &#8230; “Terima kasih sayang &#8230;. ditunggu ya kadonya &#8230;”</p>
<p>Kemudian di membalas “Maaf Bu, &#8230;. ini salah kirim ya ?? Lagian kalau kado rasanya saya bingung mo ngasih apa ya ke Ibu.” Setelah itu aku balas “Nggak salah kirim kok sayang, ngomong2 gimana kalau kadonya nemenin aku makan malam ? Kalau ok aku tunggu di rumah jam 8 malam”. Setelah agak lama akhirnya aku dapat jawaban “Baik Bu, dengan senang hati nanti malam saya datang ke rumah Ibu.”</p>
<p>Aku sendiri tidak menyangka kalau akhirnya akan begini, tadinya yang cuma iseng2 malahan jadi mengundang makan malam berdua. Hal ini karena suamiku sedang tugas luar kota, dan ke 2 anak-anakku semuanya kuliah di kota lain.<br />
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan pikiran jelek, akhirnya pembantuku aku suruh pulang ke rumahnya masing2 setelah selesai mempersiapkan makan malam dengan alasan bahwa berhubung lagi ulang tahun maka mereka diberi kebebasan untuk libur.</p>
<p>Menjelang jam 7 malam semua sudah siap dan aku deg-deg-an menunggu kedatangan Yudi untuk makan malam. Tidak berapa lama terdengar suara mobil berhenti di halaman depan rumahku. “Pasti itu Yudi” batinku. Kemudian terdengan bunyi bell dari ruang tamu. Aku sendiri yang membukakan pintu, karena tidak ada satu orangpun di rumah ini kecuali aku.</p>
<p>“Selamat malam Bu. Maaf, membuat Ibu sedikit menunggu.” sapa Yudi kepadaku.<br />
“Nggak pa-pa kok, lagian aku juga baru selesai persiapannya.” jawabku.</p>
<p>Yudi tidak berkedip memandangku. Kelihatannya dia terpesona dengan diriku yang tidak seperti saat di kantor. Aku memakai baju terusan panjang tanpa lengan warna hitam yang sangat kontras dengan kulitku yang putih, belahan dadanya agak ke bawah sehingga payudaraku sedikit terlihat menyembul. Di tambah lagi aku tidak mengenakan bra sehingga putting susuku sedikit tercetak di baju yang aku kenakan. Cukup lama dia terpaku di depan pintu memandangiku sampai aku bilang “Lho &#8230;. kenapa Yud, ada yang salah dengan aku ya ??”. Yudi terkesiap dan sadar dari terpakunya, kemudian berkata “Maaf Bu, bukannya tidak sopan, tapi Ibu cantik sekali malam ini”. Aku cukup senang dengan pujian dari Yudi, kemudian aku bilang “Ah kamu ada2 saja, ayo kita masuk ke dalam, makanan sudah siap tuh.” “Baik Bu” kata Yudi sambil masuk ke dalam mengikuti langkahku.</p>
<p>Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran Yudi waktu berjalan di belakangku, tapi pasti dia memperhatikan gerakan pinggul dan pantatku pada saat berjalan, hal ini ditambah lagi dengan potongan bajuku yang model backless dan belahan baju belakang sampai di bawah pantat, sehingga otomatis punggung dan pahaku yang putih mulus diperhatikan oleh Yudi.</p>
<p>Sampai ruang makan Yudi sedikit terkejut karena dia mendapati ruang makan yang dipersiapkan hanya untuk 2 orang, karena yang tersedia hanya 2 kursi dan makanan siap saji di atas mejanya.</p>
<p>“Maaf Bu, Bapak sama anak-anak kok nggak kelihatan, apakah mereka tidak ikut makan malam bersama kita ??”</p>
<p>“Memang nggak kok, kebetulan Bapak lagi di luar kota, anak-anak kuliah di kota lain. Lagian ini khusus untuk kita berdua kok, karena kamu adalah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahu kepadaku.”</p>
<p>“O iya Bu, selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sukses selalu” kata Yudi sambil mengulurkan tangannya.</p>
<p>“Terima kasih Yud” jawabku menyambut uluran tangannya. Kemudian aku sengaja memajukan wajahku mendekati wajahnya. Tadinya Yudi diam saja dan tidak berani untuk menyambut wajahku dengan pipinya, tapi setelah aku semakin mendekatkan wajahku, akhirnya Yudi mencium pipi kiri dan kananku dan aku lihat wajahnya bersemu merah. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku seberani ini kepada Yudi, mungkin karena terbawa suasana dan sedikit rasa jengkel terhadap suamiku yang malahan keluar kota di hari ulang tahunku, dan mungkin juga ditambah penampilan Yudi yang sangat gagah malam ini.</p>
<p>Pada saat makan aku perhatikan Yudi beberapa kali mencuri pandang ke arah dadaku. Mungkin dia penasaran dan tertarik dengan apa yang ada dibalik baju yang aku kenakan. Hal itu bisa dilihat dari pujian-pujian yang dia sampaikan kepadaku. Setelah selesai makan malam akhirnya kita duduk2 di sofa sambil mendengarkan alunan musik.</p>
<p>“Kamu bisa dansa gak Yud ??” tanyaku<br />
“Maaf Bu, saya tidak bisa dan belum pernah.” jawab Yudi<br />
“Ayo kalau gitu aku ajarin” ajakku sambil berdiri dan mengulurkan tanganku pada Yudi.<br />
“Wah &#8230; saya benar2 belum pernah dan nggak bisa Bu, nantinya malahan kaki Ibu yang keinjak kaki saya” kata Yudi sambil berdiri mengikuti ajakanku.</p>
<p>Aku berdiri berhadapan dengan Yudi, tangan Yudi aku letakkan melingkar di pinggangku dan tangan yang satu pegangan dengan tangaku. Badanku aku rapatkan sehingga payudaraku menempel dan bergesekan dengan dada Yudi. Ternyata Yudi memang orang yang pintar, karena kurang dari 5 menit dia sudah bisa mengikuti irama dan instruksi yang aku ajarkan.</p>
<p>Sambil berdansa kami saling bercerita berbagai hal dan sedikit menyerempet2 ke hal2 yang berbau sex. Ternyata pengetahuan Yudi sangat luas dan suka bercanda. Tak terasa akibat gesekan dadaku dengan dada Yudi, belahan baju di dadaku ikut tergeser sehingga hampir semua payudaraku menyembul keluar, termasuk putingnya. Sengaja aku diamkan hal ini untuk mengetahui reaksi Yudi kepadaku. Yudi beberapa kali mencuri pandang ke payudaraku dan mulai terangsang, hal ini karena aku mulai merasakan tonjolan keras di selangkangan Yudi yang menempel di perutku.</p>
<p>“Bu, maaf baju Ibu sedikit bergeser, sehingga maaf payudara Ibu sedikit keluar” kata Yudi mengingatkanku. “Tolong benerin dong sayang &#8230;..” kataku kepada Yudi dengan sedikit menggoda. Yudi menghentikan sejenak gerakan dansa, dan membetulkan baju di bagian dadaku dengan cara sedikit memegang payudaraku. “Maaf Bu &#8230;” kata Yudi dengan suara sedikit bergetar.<br />
“Menurutmu apakah aku masih cantik dan seksi Yud ??” tanyaku<br />
“Maksud Ibu ?” jawab Yudi. “Apakah aku masih terlihat cantik dan seksi dengan usiaku seperti sekarang ini” tanyaku kembali. “Maaf Bu, orang yang bilang kalau Ibu tidak cantik dan seksi berarti orang itu pasti buta Bu.” jawab Yudi.</p>
<p>Hatiku tambah berbunga-bunga mendengar jawaban Yudi. Kemudian kami melanjutkan dansa kembali. Tidak berapa lama payudaraku menyembul lagi karena gesekan tubuhku dan Yudi. Aku rasakan tonjolan di selangkangan Yudi tambah keras menekan perutku. Aku tahu pasti Yudi ingin memegang payudaraku kembali. Sengaja aku gerakkan gaunku sehingga agak melorot melewati bahuku. Yudi semakin terangsang terlihat dari nafasnya yang mulai tidak beraturan.</p>
<p>“Ibu cantik sekali malam ini. Kalau diijinkan saya ingin mencium kening Ibu” kata Yudi dengan nada bergetar menahan gejolak nafsunya. Aku tambah senang dengan pujian dan perlakuan Yudi ini. Ternyata dia sangat gentle dan meminta ijin dulu meskipun aku sudah berada di pelukannya. Aku diam saja dan menambah ketat pelukanku di badannya. Akhirnya saat-saat yang kunantikan datang juga, Yudi dengan lembut mencium keningku. Baru kali ini aku diperlakukan sebagai seorang wanita yang begitu bernilai dan berharga oleh seorang laki-laki, berbeda dengan keseharianku yang selalu dihargai sebagai seorang pimpinan.</p>
<p>“Terima kasih Yud” kataku sambil menengadahkan wajahku untuk memandang wajahnya. Wajahnya begitu tulus dan penuh kasih sayang. Setelah itu aku beranikan untuk mendekatkan bibirku ke bibirnya. Yudi menyambutku dengan ciuman lembut di bibirku. Ciuman yang lembut dan penuh perasaan. Kami berciuman cukup lama sambil memainkan lidah kami berdua. Sejenak aku menghentikan kegiatan ini untuk memandang Yudi dan memberikan senyum yang terindah untuknya.</p>
<p>“Maaf Bu saya sudah lancang berbuat seperti ini, tapi Ibu sangat cantik sekali dan saya sangat bangga dan bahagia bisa memeluk serta mencium Ibu seperti ini &#8230;”</p>
<p>Aku tempelkan jari telunjukku dibibirnya untuk memintanya tidak berkata-kata lagi. Kemudian kami berciuman lebih mesra lagi. Tangan Yudi mengusap-usap punggungku yang tidak tertutup oleh gaunku. Tanganku meraba-raba dada bidang Yudi yang tegap dan berotot. Ciuman Yudi lambat laun turun ke leherku &#8230; aku cuma merintih merasakan sensasi nikmat yang dilakukan oleh Yudi. Tak berapa lama ciuman Yudi turun ke bahuku yang putih mulus &#8230;.. ciuman lembut itu semakin menaikkan gairahku. Rintihanku semakin menjadi-jadi . Usapan Yudi sekarang berpindah dari punggungku ke arah bawah menuju pantatku. Sampai sini dia sedikit kaget karena tidak ada tanda-tanda bahwa aku mengenakan CD dibalik gaunku.</p>
<p>Ciuman Yudi di bahuku berpindah dari bahu kiri, leher, bahu kanan berulang-ulang, sambil memberikan usapan dan sedikit remasan-remasan lembut di pantatku. Aku semakin tidak tahan dengan perlakuan lembut dari Yudi. Aku mulai membuka satu persatu kancing baju yang dikenakan Yudi. Akhirnya tanganku bisa merasakan langsung dada Yudi yang tegap dan berotot. Usapanku berhenti sebentar di bawah pusar Yudi untuk melepaskan ikat pinggang dan kancing celananya. Yudi juga tidak tinggal diam dengan hal ini. Tangan Yudi mulai menurunkan gaunku dengan menggeser tali yang ada di bahuku. Pelan namun pasti gaunku melorot melewati kedua bahuku, berhenti sejenak melewati kedua tanganku dan akhirnya lepas jatuh ke bawah melewati kedua kakiku. Aku benar-benar telanjang bulat tanpa sehelai benangpun di tubuhku.</p>
<p>Yudi menghentikan sejenak ciuman di bahuku untuk memandang dan memperhatikan setiap bagian tubuhku.</p>
<p>“Ibu benar-benar cantik dan sempurna, tubuh Ibu sangat indah sekali.” bisik Yudi kepadaku dengan nada bergetar. Aku benar-benar senang dengan pujian Yudi. Kemudian Yudi menundukkan wajahnya untuk mencium payudaraku sebelah kiri. Ah &#8230;. begitu lembut dan nikmatnya ciuman Yudi.. Putingku dikulum dan dimainkan dengan lidahnya. Aku cuma bisa pasrah merasakan kenikmatan ini. Tangan kanan Yudi meremas lembut payudara kanan ku, dan tangan kiri Yudi mengelusi kedua belah pantatku secara bergantian. Hal ini dilakukan juga bergantian untuk payudara kananku.</p>
<p>Oh &#8230; betapa nikmatnya perasaan ini. Baru kali ini aku diciumi dan diperlakukan dengan lembut seperti ini. “Sayang &#8230;.. kita pindah ke kamar saja yuk &#8230;.” ajakku kepada Yudi. Yudi tersenyum dan tanpa kuduga tiba2 membopongku masuk ke dalam kamar. Sambil menggendongku dia tidak henti-hentinya mencium bibir, leher, bahu dan payudaraku. Sampai kamar dia meletakkan aku di tempat tidur dengan penuh hati-hati &#8230;..</p>
<p>“Ah &#8230;. kamu curang Yud &#8230;.. bajumu belum dibuka &#8230;.” kataku sambil tertawa. Yudi membuka baju dan kaos dalamnya, sedangkan aku membantu menurunkan celana panjang dan CD-nya. Akhirnya kami sama-sama telanjang bulat. Baru kali ini aku melihat laki-laki selain suamiku telanjang bulat di hadapanku, demikian juga ini kali pertama aku telanjang di hadapan laki-laki selain suamiku.</p>
<p>Batang kemaluan Yudi ternyata sangat panjang dan keras, lebih besar dari kepunyaan suamiku. Aku pegang dengan kedua tanganku secara bergantian. Urat-uratnya begitu terasa di telapak tanganku, dan kepalanya mirip jamur sangat menarik perhatianku.</p>
<p>“Ibu suka mencium punya Bapak ??” tanya Yudi kepadaku. “Aku belum pernah melakukkannya. Jangan panggil Ibu… aaah &#8230;. aku ingin kamu memanggilku sayang, malam ini aku jadi milikmu sepenuhnya sayang &#8230;..” jawabku.</p>
<p>“Sayang mau mencobanya ?? ” kata Yudi. Aku mulai memberanikan menciumi batang kemaluan Yudi yang panjang dan keras. Mula-mula memang rasanya aneh &#8230;.. tapi lama kelamaan asyik juga. Batang kemaluan Yudi tidak bisa masuk semua ke mulutku, aku gerakkan pelan-pelan maju mundur. Yudi merasa keenakan dan sedikit meremas-remas rambutku. “Ah &#8230;.. enak sekali sayang &#8230;&#8230;.”</p>
<p>Setelah cukup lama &#8230;.. Yudi memintaku untuk menghentikan kulumanku. Yudi mencium bibirku sambil mendorongku untuk rebahan di kasur. Kami berciuman dengan penuh perasaan, tangan Yudi meremas lembut payudaraku secara bergantian. Kemudian ciuman Yudi bergeser ke leher &#8230;. bahu dan kedua payudaraku. “Sshh&#8230;&#8230; enak sekali sayang &#8230;&#8230;” rintihku. Ciuman Yudi bergerak turun ke bawah &#8230;. melewati pusarku &#8230;. berhenti sejenak untuk menciumi perutku yang rata. Aku tambah menggelinjang tak karuan merasakan sensasi nikmat ini.</p>
<p>Ciuman Yudi terus bergeser ke bawah pusarku &#8230;. mendekati vaginaku yang tanpa bulu (habis kucukur sore harinya) &#8230;.. tak berapa lama aku merasakan Yudi menciumi vaginaku dengan lembutnya. Kakiku sedikit dilebarkan agar lebih memudahkan Yudi untuk mengeksplorasi organ intimku. Kadang lidah Yudi menjilat &#8230;. klitorisku digaruk dan digigit kecil dengan gigi Yudi &#8230;&#8230;. Oh &#8230;. benar-benar nikmat sekali. Baru kali ini aku merasakan nikmat yang tiada tara&#8230;. “Eh &#8230;m&#8230; &#8230;.. enak Yud &#8230;.. terus Yud &#8230;..” Ciuman, jilatan dan gigitan Yudi terus dilakukan terhadap organ intimku &#8230;. sampe aku merasakan nikmat yang tiada tara dan rasanya ada sesuatu yang akan keluar &#8230;.”Ssh &#8230;.. sayang &#8230;. terus sayang &#8230;.. aku mau keluar &#8230;..” Akhirnya aku keluar sambil menjepitkan kedua pahaku dikepala Yudi. Pantatku aku tekan-tekankan ke mulut Yudi seakan-akan tidak mau kehilangan ciuman Yudi di vaginaku.</p>
<p>“Oh &#8230;.. nikmat sekali sayang &#8230;.. kamu pintar sekali membuat aku merasakan puncak kenikmatan seperti ini.” Badanku serasa lemas, aku lihat batang kemaluan Yudi masih tegak berdiri dengan gagahnya. Yudi terdiam sejenak untuk memberikan aku waktu memulihkan tenagaku.</p>
<p>Setelah cukup, Yudi mulai mencium payudaraku lagi secara bergantian. Dikulum dan dijilatnya putting payudaraku sehingga menaikkan gairahku kembali. Tangannya secara lembut mengelusi vaginaku yang sudah basah oleh cairan orgasmeku. Tak henti-hentinya dia memuji diriku yang masih tetap cantik dan menggairahkan. Aku semakin tersanjung dan merasa dihargai di hadapan Yudi.</p>
<p>Pelan namun pasti Yudi mengarahkan batang kemaluannya ke vaginaku. Aku pasrah dan tak sabar menunggu dengan harap-harap cemas merasakan batang yang besar itu akan memasuki lobang vaginaku.</p>
<p>“Sudah siap sayangku ??” kata Yudi sambil menciumi leher dan payudaraku. Aku mengangguk dan tersenyum mesra kepadanya. Perlahan-lahan aku merasakan batang yang besar itu masuk ke lobang vaginaku&#8230;. “Ahhhh &#8230;.. besar sekali sayang &#8230;.”. Yudi menghentikan sebentar gerakan batang kemaluannya. Hal itu dilakukan berulang-ulang &#8230; dengan penuh kesabaran dan perasaan agar aku tidak merasa sakit. Akhirnya masuk semua batang kemaluan Yudi yang besar itu ke dalam lobang vaginaku. Lobangku terasa sesak dan berkedut-kedut. “Ohhhh&#8230;&#8230;.. punyamu serasa sampe ulu hati sayang &#8230; besar sekali &#8230;.” kataku. “Iya sayang &#8230;&#8230; memek sayang sangat nikmat &#8230;. sesuai dengan kecantikan sayang &#8230;. selain itu masih sempit sekali lagi &#8230;” kata Yudi memujiku.</p>
<p>Setelah beberapa saat, Yudi menggerakkan batang kemaluannya maju mundur secara perlahan-lahan &#8230;. sensasi yang aku rasakan tidak dapat aku katakan. Tanganku melingkar ke leher Yudi, sambil sesekali Yudi mencium bibir, leher dan payudaraku secara bergantian. Tangan Yudi juga tidak tinggal diam, meremasi dengan lembut kedua payudaraku.</p>
<p>“Orgh&#8230;&#8230; nikmat sekali sayang &#8230;.. ssshs,&#8230;. enak sekali sayang &#8230;&#8230; “</p>
<p>Gerakan Yudi kadang-kadang pelan kadang-kadang cepat, beberapa tusukan pendek dan sekali tusukan dalam membuat aku semakin tidak tahan menerima perlakuan ini.</p>
<p>“Argh &#8230;.terus sayang &#8230;. terus sayang &#8230;&#8230;.”</p>
<p>Tak terasa sudah 30 menit kami mengayuh biduk cinta kami. Peluh dan keringat membasahi tubuh telanjang kami. Meskipun ruangan kamar menggunakan AC tetapi tidak sanggup meredam gelora panas permainan kami. Tak berapa lama &#8230;.”Argh &#8230;.. aku hampir keluar sayang &#8230;. lebih dalam lagi sayangku” erangku. Yudi semakin mempercepat kocokan kemaluannya di vaginaku. &#8230;&#8230; “Aarggh&#8230;&#8230;.. aku keluar &#8230;&#8230;. sayang &#8230;&#8230;..” Aku mendapatkan puncak kenikmatanku yang kedua kalinya. Memang hebat Yudi ini, dia belum ada tanda-tanda mau keluar sedangkan aku sudah 2 kali. Yudi memberikan waktu untuk aku beristirahat tanpa mencabut batang kemaluannya dariku. Diciumnya bibirku dengan penuh perasaan &#8230;. “Aku sayang kamu Ibu Yanti &#8230;&#8230;sudah lama aku memimpikan seperti ini &#8230;. aku sangat mencintaimu &#8230;.Sayangku”</p>
<p>Kemudian Yudi memintaku untuk berbalik dengan posisi menungging, sepertinya dia ingin bermain dari belakang. Dengan posisi ini batang kemaluan Yudi semakin terasa sesak di kemaluanku. Tusukan kemaluan Yudi kadang-kadang cepat &#8230; kadang-kadang lambat. Aku mengimbanginya dengan memutar-mutar pantatku sambil gerakan maju-mundur &#8230;. “ahh&#8230;. nikmat sekali &#8230;&#8230;” Kedua tangan Yudi meremas lembut kedua payudaraku &#8230;&#8230;”Uggh&#8230;&#8230;. terus sayang &#8230;.. terus &#8230;.burungmu enak sekali &#8230;..”. “Sssshh &#8230;..memekmu sangat nikmat sayangku &#8230;&#8230; aku ingin terus menyetubuhimu cintaku &#8230;..” erang Yudi yang semakin menambah gairahku. Tak berapa lama aku merasakan ada dorongan hebat di kemaluanku &#8230;&#8230;”Arghg&#8230;. aku nggak tahan sayang &#8230;&#8230; aku mau keluar lagi &#8230;&#8230;” jeritku &#8230;. akhirnya &#8230;.”Arghg &#8230;&#8230;.. aku sampeee sayang. &#8230;&#8230;.”</p>
<p>Aku benar-benar merasakan nikmat yang luar biasa, selama ini aku nggak pernah bisa orgasme lebih dari 1 kali. Tapi kali ini aku benar-benar dibuat bahagia oleh Yudi. Batang kemaluan Yudi masih menancap di vaginaku. Punggungku diciumi oleh Yudi dengan lembut dan penuh perasaan. Kadang-kadang digigit-gigit kecil sehingga memancing gairahku lagi. Tangan Yudi masih tetap meremasi kedua payudaraku.</p>
<p>“Enak gak sayangku &#8230;??” bisik Yudi kepadaku.<br />
“Kamu hebat sekali sayang &#8230;&#8230; “ jawabku sambil mencium bibir Yudi. Cukup lama kami berciuman tanpa Yudi menggerakkan batang kemaluannya yang masih menancap di vaginaku. Hanya tangan Yudi yang aktif meremasi dan kadang-kadang memelintir putting payudaraku sehingga gairahku naik lagi.</p>
<p>“Kamu belum keluar ya sayang &#8230;&#8230; sekarang gantian aku yang akan memuaskanmu.” kataku sambil melepaskan batang kemaluannya dari vaginaku. Yudi aku minta untuk rebahan di kasur dan aku bergerak untuk mengangkangi kemaluan Yudi.</p>
<p>Argh &#8230;.. besar sekali batang kemaluan ini &#8230;&#8230; Aku gerakkan pantatku memutar, maju mundur, ke atas bawah &#8230;. benar-benar seperti cowboy lagi menunggang kuda. Aku benar-benar menikmati permainan ini. Semakin lama gerakanku semakin cepat &#8230;. Tangan Yudi memegang pinggangku untuk membantu gerakanku naik turun. Sesekali diciumnya payudaraku sambil digigit-gigit kecil &#8230;&#8230;</p>
<p>“Kamu cantik sekali sayangku &#8230;. tubuhmu sangat mulus dan indah &#8230;. aku ingin selalu menikmati tubuh indahmu cintaku &#8230;..” bisik Yudi kepadaku. Aku sangat senang dengan pujian Yudi. Hal ini menambah gairahku untuk semakin memuaskan Yudi. “Arggh &#8230;&#8230; terus sayang &#8230;. jepit manisku &#8230;&#8230;” teriak Yudi &#8230;&#8230; sekitar 20 menit aku rasakan batang Yudi tambah membesar &#8230;.. mungkin ini saatnya Yudi ejakulasi. Aku mempercepat goyangan dan gerakan pantatku karena aku juga mulai merasakan sesuatu yang akan keluar dari vaginaku. Vaginaku terasa berkedut-kedut seakan-akan menyedot kemaluan Yudi &#8230;.. Oh &#8230;&#8230; benar-benar nikmat sekali yang kurasakan.</p>
<p>“Sshh &#8230;.sayangku &#8230;.. kita keluar sama-sama &#8230;.. “ erangku. Tangan Yudi memegang pinggangku dengan kuat agar batang kemaluannya lebih tertekan masuk ke vaginaku. “Arggh &#8230;.. aku mau keluar cantik &#8230;&#8230;” Pada saat bersamaan aku juga berteriak &#8230;.”Aku keluar lagi sayang &#8230;.. ssh&#8230;&#8230;h..s&#8230;” Batang kemaluan Yudi berkedut dan menyemprotkan spermanya ke dalam rahimku. Lebih dari 8 kali kurasakan semprotan sperma Yudi. “Oh &#8230;&#8230; nikmat sekali sayang &#8230;..” badanku rebah menindih tubuh Yudi. Keringat kami bercucuran dan menambah erotis pemandangan bagi siapapun yang melihatnya. Yudi memelukku dengan erat dan mencium bibir dan leherku dengan gemas.</p>
<p>Kami terdiam beberapa lama untuk menikmati surga dunia yang barusan kami lalui bersama. Kemaluan Yudi masih tertancap di lobang kemaluanku. Benar-benar pengalaman senggama yang melelahkan dan membahagiakan. Kami berciuman dengan mesra bagaikan sepasang kekasih yang tak terpisahkan. Tangan Yudi sesekali mengelusi punggung dan pantatku. Kemudian Yudi mencium keningku &#8230;”Aku sayang kamu Ibu Yanti &#8230;&#8230; aku ingin selalu menikmati keindahan dan kecantikan tubuhmu &#8230;.sayangku”</p>
<p>“Aku juga sayang kamu Yud, &#8230;&#8230; aku benar-benar merasakan indahnya sex bersamamu.” jawabku.</p>
<p>Cukup lama kami berpelukan sambil saling mengelusi tubuh kami berdua. Sesekali tangan Yudi dengan nakal memilin puting dan meremas lembut payudaraku. Kadang-kadang bibir Yudi juga ikut merasakan kekenyalan dan keindahan payudaraku. Gigitan Yudi meninggalkan tanda merah di kedua payudaraku. Oh &#8230;. indahnya malam ini &#8230;.. batinku. Kulirik jam dinding, jarumnya menunjukkan pukul 11.30 malam. Ternyata cukup lama juga kami bermain cinta. Yudi benar-benar lelaki sejati yang bisa membuatku sangat bahagia.</p>
<p>Setelah itu aku mengajak Yudi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Di sana kami berdua saling menyabuni dan mengelusi. Tangan Yudi menyabuni tubuhku. Yudi paling suka mengusap-usap kedua payudaraku yang menurutnya sangat indah. Ukurannya 34B dengan puting berwarna merah muda yang menurutnya sangat pas, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Kamipun melakukan persetubuhan lagi di kamar mandi &#8230;. di shower dan dilanjutkan di bathub.</p>
<p>Sekitar jam 02.00 pagi Yudi mohon ijin untuk pamit pulang ke rumahnya. Sebenarnya aku menahannya agar bermalam dan tidur menemaniku malam ini. Aku ingin tidur dipelukannya dan merasakan kasih sayang dari Yudi. Aku ingin menghabiskan malam ini berdua saja dengan Yudi dan tentunya bermain cinta. Yudi menyampaikan bahwa sebenarnya dia juga ingin tinggal dan menemaniku malam ini bahkan kalau bisa selamanya. Tetapi karena khawatir akan ada kecurigaan seadainya pembantu atau keluargaku ada yang datang lebih awal maka lebih baik kalau dia pulang ke rumahnya saja.</p>
<p>Yudi mencium keningku sambil berkata “Aku sayang kamu cantik &#8230;&#8230;”.<br />
“Aku juga sayang kamu Yud &#8230;..” jawabku sambil memeluknya.<br />
“Oya &#8230;.Sayangku ………. aku ingin ini dan ini cuma jadi milikku.” candanya sambil meremas payudara ku dan vagina ku.<br />
“Iya sayangku &#8230;. aku juga berharap cuma kamu yang menikmati tubuhku ini. Dan &#8230;.. aku juga ingin batang perkasa ini selalu memenuhi lobang memekku sayang &#8230;..” jawabku sambil meremas batang kemaluannya.</p>
<p>Kami berdua tersenyum dan berpelukan seakan tidak ingin terpisah. “Aku akan merindukanmu Yud &#8230;” kataku. “Aku juga merindukanmu cantik &#8230;&#8230;” kata Yudi. “Bobo&#8217; yang nyenyak ya sayangku &#8230;. bye &#8230;” sambung Yudi sambil mencium keningku sekali lagi.</p>
<p>Aku menunggu di depan rumah sampai mobil Yudi tidak kelihatan lagi di tikungan jalan. Oh &#8230; betapa indahnya malam ini. Aku seperti seorang gadis yang baru menemukan cinta pertamanya, rasa sayang yang tulus dari seorang laki-laki.</p>
<p>Tamat ceritanya Bro!!</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="kado sex ulang tahun dari mamah">kado sex ulang tahun dari mamah</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Cerita dewasa hadia ngentot dari tante">Cerita dewasa hadia ngentot dari tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Kado ngentot dari tante">Kado ngentot dari tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Kado sek dari mama">Kado sek dari mama</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="kado sex buat mama">kado sex buat mama</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadia sex">hadia sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="nikmatnya hadiah dari mama">nikmatnya hadiah dari mama</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Kado ulang tahun untuk tante">Kado ulang tahun untuk tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Ku tempelkan payudaraku ke dadanya">Ku tempelkan payudaraku ke dadanya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="kucukur jembut memekku makan malam gaun hitam">kucukur jembut memekku makan malam gaun hitam</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah ulang tahun dari tanteku">hadiah ulang tahun dari tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah tanteku">hadiah tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah tante nafsu">hadiah tante nafsu</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah ml dari tante ku">hadiah ml dari tante ku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah ngentot dari mami">hadiah ngentot dari mami</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Hadiah Ngentot Mami">Hadiah Ngentot Mami</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Hadiah ntot dr tante">Hadiah ntot dr tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Hadiah seks ultahku">Hadiah seks ultahku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah sex dari tante">hadiah sex dari tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="HADIAH SEX DARI TANTEKU">HADIAH SEX DARI TANTEKU</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced)
Database Caching 5/20 queries in 0.114 seconds using disk
Object Caching 1059/1093 objects using disk

Served from: ceritadewasa.modelperawan.info @ 2012-02-05 18:53:40 -->
