<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Seks Dewasa &#187; vagina</title>
	<atom:link href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/tag/vagina/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info</link>
	<description>Kumpulan cerita seks cerita porno dan cerita dewasa Terlengkap</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jun 2011 04:12:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Seks Bertiga yang tak terduga</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 05:09:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pesta Seks]]></category>
		<category><![CDATA[jilat vagina]]></category>
		<category><![CDATA[lesbian]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot dirumah kosong]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot marketing]]></category>
		<category><![CDATA[trheesome]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Awal niat melihat lihat rumah, murni untuk mencari informasi rumah, tapi tak dinyana, sebuah kejadian misteri terjadi disebuah rumah kosong yang dijual oleh sebuah real estate besar. Biasa sebuah real estate pasti memiliki broker atau marketing, dan semua terjadi dalam rumah kosong yang kami tak kira bertiga, yang melibatkan aku, istriku dan marketing real estate [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awal niat melihat lihat rumah, murni untuk mencari informasi rumah, tapi tak dinyana, sebuah kejadian misteri terjadi disebuah rumah kosong yang dijual oleh sebuah real estate besar. Biasa sebuah real estate pasti memiliki broker atau marketing, dan semua terjadi dalam rumah kosong yang kami tak kira bertiga, yang melibatkan aku, istriku dan marketing real estate bernama mia.</p>
<p><img alt="Cewek lesbi" src="http://4.bp.blogspot.com/_To50fcnH5es/TFUlqWrTRYI/AAAAAAAAABM/XTZUV8l81QA/s1600/cewek_lesbi.jpg" title="Seks Lesbian" class="alignnone" width="211" height="300" /><br />
Toni tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada rumah itu, nyaris sempurna!!. sebuah rumah modern dengan sedikit sentuhan klasik, di lingkungan yang nyaman. Bagi toni berapapun harga rumah itu bukan masalah , ia baru saja mendapatkan harta warisan yg jumlahnya sangat besar. Toni berencana akan menempati rumah itu bersama istri tercintanya.</p>
<p>seorang wanita muda menyambutnya saat toni keluar dari mobil, tersenyum , berjabat tangan dan memperkenalkan diri. Dia adalah mia , broker real estate yg menawarkan rumah itu pada toni. Penampilan mia cukup menarik, dengan tinggi rata rata, ditunjang bentuk tubuh yang indah, dan rambut hitam panjangnya.<br />
hari itu mia menggunakan blouse putih terknacing nyaris sampai leher , rok hitam selutut , dengan blazer senada. sangat cantik , anggun, juga profesional.</p>
<p>Mia membuka pintu depan dan masuk ke dalam rumah itu, toni mengikuti di belakangnya. toni dapat merasakan harum tubuh mia, channel no 5 klo tidak salah terka, sangat menggoda. Namun toni segera sadar untuk apa ia ada disini sekarang.</p>
<p>Mia menerangkan beberapa bagian dari rumah itu, ia mengaku baru hari ini memasuki rumah ini, namun ia sudah mempelajari rumah itu sebelumnya, dan ia dengan meyakinkan menerangkan dan menjawab beberapa pertanyaan toni sehubungan rumah itu.<br />
Setelah melihat dapur, ruang depan dan halaman belakang, sebenarnya toni sudah cukup mantap akan membeli rumah ini, tapi ia tetap meneruskan melihat lihat bagian lain dari rumah itu.<br />
Beralih ke lantai atas , dipandu mia, toni memeriksa beberapa kamar tidur., dan saat itulah tiba tiba ia merasakan hawa yg aneh.<br />
Toni merasakan ada semacam hawa hangat yg memasuki tubuhnya , dan tubuhnya dan kepalanya terasa agak berat, namun ia tidak terlalu menghiraukan, hanya saja ia jadi tak fokus pada apa yg dikatakan oleh mia, suaranya seolah hilang tertelan angin.<br />
Di kamar terakhir , hawa hangat itu terasa makin kuat menjalar ke seluruh tubuh toni, penisnya tiba tiba berdiri, saat ia berbalik akan menanyakan sesuatu pada mia, ternyata mia telah melepas blazernya, setengah kancing blousenya terbuka , menyembulkan gundukan indah buah dadanya, tatapan matanya seakan penuh birahi.<br />
Mia maju mendekati toni, meraih kepala toni, dan kemudian memberi toni, ciuman yg panas pada bibir toni, lidahnya bergerak liar di mulut toni.</p>
<p>secara otomatis , toni membalas ciuman mia lebih liar, sementara tangannya mulai membuka sisa kancing blouse mia, melemparnya ke lantai, lalu membuka branya. Tangan mia kini turun ke penis toni, memberikan<br />
rangsangan dan pijatan erotis, keduanya tanpa sadar salaing mengerang penuh kenikmatan</p>
<p>mereka berdua kemudian menuju ke sebuah ranjang besar dan antik di kamar itu, mia menarik jatuh tubuh toni hingga menindihnya, terasa hangat sekali. Toni menyingkap rok mia ke atas , dan menurunkan cd yg dipakai mia, kemudian ia memberikan rangsangan pada vagina mia menggunakan jari jemarinya.<br />
Ia meresapi rasa lembab dan hangat pada jemarinya, saat dua jarinya bermain di vagina mia, sementara mia berusaha melepas celana toni, dan membebaskan penis itu dari kurungan kainnya, dan mengelus elusnya mesra.</p>
<p>mia berbalik di atas toni, lidahnya menjilati ujung kepala penis toni, dan kemudian bagai menelan habis penis itu, ia memasukan ke mulutnya.</p>
<p>&#8220;mmmmff&#8230;.mmmfff..mmff&#8230;&#8230;.&#8221; hanya terdengar gumaman dari mulut mia<br />
&#8220;uuhhggg..mia&#8230;&#8230;.uahhhh&#8230;.&#8221; rasanya nikmat sekali saat mia mengulum dan menjialti penis toni<br />
makin lama kuluman mia membuat toni tak tahan lagi, kini ia berbalik menindih mia dan tanpa membuang waktu lagi ia mengarhakan penisnya ke vagina mia setelah sebelumnya melepas roknya.</p>
<p>&#8220;aahhhh&#8230;aw,,&#8230;&#8230;&#8221; mia terpekik saat penis toni menerobos vaginanya, toni bertahan sejenak di posisi itu , sementara ia meremas buah dada dan mencubit cubit puting mia, sambil memandangi wajah cantik mia yang sedang birahi. Dan sedetik kemudian mulai mendorong maju mundur penisnya di vagina mia.<br />
dan bagai menyambut , toni merasakan seolah vagina mia menjepit dan mencengkram penisnya erat.</p>
<p>&#8220;uuhhh&#8230;ghhhhh&#8230;..&#8221;<br />
&#8220;aahhhh..ahhh&#8230;ahhhh&#8230;.&#8221;<br />
&#8220;uhhgg..ya&#8230;.&#8217;<br />
&#8220;aww&#8230;.ahhh&#8230;aahhkk&#8230;ooooohh&#8230;&#8230;</p>
<p>erangan demi erangan , rintihan demi rintihan terdengar memenuhi ruangan itu, dan bergema di rumah kosong tersebut.<br />
erangan mia semakin keras saat ia mencapai orgasme, dan tak lama kemudian ditimpali oleh geraman toni yag juga mencapai orgasme, saat toni mencabut penisnya dengan liar mia menyambut penis itu dan membersihkan sperma yang tersisa dengan menjilati dan mengulumnya kembali. hawa hangat itu kembali terasa , namun kini seolah keluar dari tubuh mereka, dan mereka seoalh baru tersadar dari apa yang terjadi, dan nampak terkejut.<br />
mia segera meraih bajunya, melompat ke kamar mandi dan memakai bajunya di dalam sana, sementara dengan tergesa gesa juga kebingungan toni memakai kembali pakaiannya.</p>
<p>Toni tak mengerti mengapa ia bisa berbuat seperti itu pada mia, padahal hubungan dengan istrinya tak ada masalah.<br />
istri toni tak kalah cantik dengan mia, dan menyenangkan pula, namun harus diakui toni, ia tak pernah merasakan sensasi hubungan seksual sedashyat itu dan seliar itu, istri toni termasuk wanita konservative yg malas atau enggan melakukan berbagai variasi hubungan seksual.</p>
<p>Ketika mia keluar dari kamar mandi, tak ada satupun yg berbicara , toni melirik ke wajah mia, terlihat seperti ada penyesalan, dan ia masih bisa melihat mata mia yg berkaca kaca, ia baru saja menangis di kamar mandi itu.</p>
<p>&#8220;saya&#8230;ehh..saya&#8230;..minta maaf..saya&#8230;&#8221; toni tak tahu harus bicara apa.<br />
&#8216;sudahlah&#8230;..sebaiknya kita lupakan kejadian tadi&#8230;&#8230;&#8221;kata mia terdiam sejenak &#8221; jadi bagaimana pak toni jadi membeli rumah ini&#8230;.?&#8221;</p>
<p>toni mengiyakan dan mulai bicara soal pembayaran, namun kelihatan sekali obrolan mereka kali ini terlihat canggung. Mereka pun berjanji akan bertemu lagi disini besok, kali ini toni berniat mengajak istrinya agar kejadian tadi tak terjadi lagi.</p>
<p>Keesokan harinya toni dan bersama dewi istrinya, dan ia pun memperkenalkan istrinya pada mia yang sudah menunggunya.<br />
sesuai dugaan toni, istrinya pun mengaggumi rumah itu, dan merasa akan betah tinggal disini.</p>
<p>mereka berkeliling memperlihatkan seisi rumah pada dewi. Saat menuju lantai atas, hawa hangat itu tiba tiba dirasakan kembali oleh toni, sekujur tubuhnya seolah mengalami suatu sensasi yang tak dapat dijelaskan, obrolan antara mia dan dewi perlahan lahan tak terdengar oleh toni seolah hilang tertelan angin.</p>
<p>Sampai di kamar terkahir, seperti hari kemarin , hawa hangat itu kembali semakin terasa lebih kuat. penisnya menegang, ia berbalik ke istrinya dan ia sangat terkejut saat ia melihat dewi dan mia tengah berciuman dengan panasnya, pakain mereka berdua sudah setengah terbuka.<br />
Toni cukup terkejut,,setahu dia istrinya bukanlah seorang lesbian, tapi kini di depan matanya istrinya tengah asyik berciuman dengan seorang wanita seolah toni tak ada disana.</p>
<p>Toni hanya bisa memandangi saat mia dan dewi bergulingan di tempat tidur, masih saling berciuman , blouse keduanya sudah terlepas, memperlihatkan dada indah dua orang wanita cantik, mereka saling meremas buah dada pasangannya, sementara lidah mereka masih menari liar di mulutnya.</p>
<p>&#8220;dada kamu indah&#8230;..&#8221; kata mia sambil menciumi dan mngulum buah dada dewi<br />
&#8220;kamu juga&#8230;..&#8221; jawab dewi masih meremas buah dada mia.</p>
<p>Mreka kemudian melepaskan sisa pakaian yang menempel, dan kini mia dengan penuh nafsu menciumi vagina dewi, dan merangsang clit dewi dengan lidahnya.<br />
dewi mengerang kenikmatan, saat lidah mia menyapu habis vaginanya, buah dada dewi diremas dengan mesra oleh mia.</p>
<p>toni terus terpana menyaksikan adegan itu, dan tanpa sadar melepas pakaiannya satu persatu.<br />
Tiba tiba mia melihat kearahnya dan dengan isyarat jari ia memanggil toni untuk bergabung.</p>
<p>Toni seolah terprogram bergerak ke arah istrinya, dan mengarahkan penisnya ke mulut dewi,<br />
Dewi langsung meraih penis itu dan memasukan ke mulutnya, toni menggerkan tubuhnya secara hati hati agar penisnya tak membuat istrinya tersedak, sementara mia masih menjilati vagina dewi.</p>
<p>Sebuah getaran sensasi erotis yang aneh dirasakan oleh ketiganya , membuat ketiganya begitu larut dalam permaianan sex yang liar.<br />
saat sperma toni akan menyembur keluar , istrinya memegangi erat penis itu seolah takut akan kehilangan,<br />
tak akan satu tetes pun dibiarkan mengalir keluar dari mulutnya.</p>
<p>Permaianan mereka terus berlanjut , toni menusukan penisnya pada dewi dari belakang sementara dewi menjilati vagina mia, its a damn fu*king threesome&#8230;&#8230;</p>
<p>selama beberapa jam mereka berganti posisi dalam permaianan threesome, dan setelah ketiganya mencapai puncak birahi, seperti sebelumnya hawa hangat itu seolah bergerak keluar dari tubuh mereka, menyadarkan mereka dari posisi yg tak terbayangkan.</p>
<p>Dewi terperanjat dan menangis keras saat meilihat tubuhnya tak berpakaian , juga ia makin histeris saat melihat suaminya pun terbaring telanjang di tempat tidur bersama perempuan asing yg juga telanjang.<br />
toni pun berusaha menenangkan istrinya, walau pikirannya masih bingung kenapa terjadi lagi hal seperti ini, mia sudah masuk ke kamar mandi untuk merapikan pakaian.</p>
<p>Dewi segera memakai pakaiannya dan langsung berlari keluar rumah itu dan menangis, sementara toni mengejarnya dengan kebingungan.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang , dewi terus meracau tentang rumah itu</p>
<p>&#8220;pokoknya aku ga mau&#8230;aku takut&#8230;..&#8221; kata dewi<br />
toni tak tahu harus bicara apa, sebenarnya rumah itu bagus dan harganya pun cocok , awalnya istrinya pun senang dengan rumah itu, namun kenapa , setiap ke lantai atas , seolah ada ledakan birahi, yg ternyata tidak hanya di rasakan olehnya tapi juga istrinya , dan mia tentu saja.</p>
<p>Dewi terus menangis meski toni sudah berusaha menenangkannya, namun ia kini niat ia untuk membeli rumah itu sedikit memudar. Meski begitu ia masih penasaran dengan rumah itu, ia akan berusaha mencari tahu misteri apa yg terjadi di rumah itu&#8230;..harus.</p>
<p>Cerita itu benar benar terjadi dengan singkat, birahi kami didalam rumah itu seolah tidak bisa dikontrol, ini sebuah kejadian yang sangat sangat aneh kami alami bertiga, karena ada penyesalan mendala setelah kami melakukan seks bertiga yang tak terduga itu.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="cerita sex bertiga">cerita sex bertiga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="cerita seks bertiga">cerita seks bertiga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="Cerita sex tak terduga">Cerita sex tak terduga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="Cerita sex dikontrakan">Cerita sex dikontrakan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="Cerita sex Jilat clitoris dewi">Cerita sex Jilat clitoris dewi</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="Cerita sex tak diduga">Cerita sex tak diduga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="istri bertiga">istri bertiga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="ngentot istri bertiga">ngentot istri bertiga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="seks bertiga">seks bertiga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="seks bertiga (cerita dewasa)">seks bertiga (cerita dewasa)</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="Seks bertiga dengan bibi">Seks bertiga dengan bibi</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="sex bertiga cerita">sex bertiga cerita</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="cerita sex brtiga">cerita sex brtiga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="cerita dewasa bertiga">cerita dewasa bertiga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="cerita seks bertiga dengan isteri">cerita seks bertiga dengan isteri</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="Cerita dewasa pijat erotis">Cerita dewasa pijat erotis</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="cerita erotic istri">cerita erotic istri</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="Cerita ngentot pesta seks yang tak terduga">Cerita ngentot pesta seks yang tak terduga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="Cerita ngentot tak terduga">Cerita ngentot tak terduga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html" title="Cerita panas tak terduga">Cerita panas tak terduga</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/seks-bertiga-yang-tak-terduga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah Ulang Tahun Untuk Tante</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 10:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[STW]]></category>
		<category><![CDATA[bosku tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[payudara]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Nih cerita tentang seorang tante yang dapat hadiah istimewa dari pegawainya, si tante adalah bos sebuah perusahaan lo. nikmati cerita dewasa berikut ini. Aku (sebut saja Yanti) adalah Direktur Keuangan di sebuah perusahaan swasta besar. Meskipun aku sudah punya 2 anak yang sudah besar2 dan usia sudah masuk ke 45 tapi tubuhku tetap proporsional dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nih cerita tentang seorang tante yang dapat hadiah istimewa dari pegawainya, si tante adalah bos sebuah perusahaan lo. nikmati cerita dewasa berikut ini. Aku (sebut saja Yanti) adalah Direktur Keuangan di sebuah perusahaan swasta besar. Meskipun aku sudah punya 2 anak yang sudah besar2 dan usia sudah masuk ke 45 tapi tubuhku tetap proporsional dan terkesan langsing, tinggi dan putih (maklum masih ada keturunan Chinese nya).<br />
Orang-orang yang ketemu aku pasti tidak akan menyangka bahwa usiaku sudah 45th.</p>
<p>Pengalaman ini adalah kejadian sebenarnya yang terjadi beberapa bulan yang lalu tepatnya pada hari ulang tahunku yang ke 45.</p>
<p>Ceritanya bermula ketika salah satu anak buahku mengirimkan ucapan selamat ulang tahun melalui sms ke hanphone-ku. Pegawaiku itu namanya Yudi, salah seorang Supervisor di perusahaanku. Orangnya tinggi, atletis dan tampan, usia sekitar 30thn. Sebenarnya sudah lama dia memperhatikan diriku dan mengagumi diriku (aku tahu setelah pengalaman ini), dan aku juga sebenarnya sangat senang kalau berbicara ataupun bertatap muka dengannya. Karena orangnya cerdas dan enak diajak ngobrol. Mungkin karena aku adalah atasannya jadi dia nggak berani kurang ajar kepadaku.</p>
<p>Siang itu Yudi mengirimkan ucapan selamat ulang tahun via sms. Terus terang aku juga gembira karena ternyata ada yang mengucapkan selamat kepadaku, padahal hari ulang tahunku sangat kurahasiakan.<br />
Setelah aku pikir2 akhirnya aku balas sms tersebut sambil sedikit iseng &#8230; “Terima kasih sayang &#8230;. ditunggu ya kadonya &#8230;”</p>
<p>Kemudian di membalas “Maaf Bu, &#8230;. ini salah kirim ya ?? Lagian kalau kado rasanya saya bingung mo ngasih apa ya ke Ibu.” Setelah itu aku balas “Nggak salah kirim kok sayang, ngomong2 gimana kalau kadonya nemenin aku makan malam ? Kalau ok aku tunggu di rumah jam 8 malam”. Setelah agak lama akhirnya aku dapat jawaban “Baik Bu, dengan senang hati nanti malam saya datang ke rumah Ibu.”</p>
<p>Aku sendiri tidak menyangka kalau akhirnya akan begini, tadinya yang cuma iseng2 malahan jadi mengundang makan malam berdua. Hal ini karena suamiku sedang tugas luar kota, dan ke 2 anak-anakku semuanya kuliah di kota lain.<br />
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan pikiran jelek, akhirnya pembantuku aku suruh pulang ke rumahnya masing2 setelah selesai mempersiapkan makan malam dengan alasan bahwa berhubung lagi ulang tahun maka mereka diberi kebebasan untuk libur.</p>
<p>Menjelang jam 7 malam semua sudah siap dan aku deg-deg-an menunggu kedatangan Yudi untuk makan malam. Tidak berapa lama terdengar suara mobil berhenti di halaman depan rumahku. “Pasti itu Yudi” batinku. Kemudian terdengan bunyi bell dari ruang tamu. Aku sendiri yang membukakan pintu, karena tidak ada satu orangpun di rumah ini kecuali aku.</p>
<p>“Selamat malam Bu. Maaf, membuat Ibu sedikit menunggu.” sapa Yudi kepadaku.<br />
“Nggak pa-pa kok, lagian aku juga baru selesai persiapannya.” jawabku.</p>
<p>Yudi tidak berkedip memandangku. Kelihatannya dia terpesona dengan diriku yang tidak seperti saat di kantor. Aku memakai baju terusan panjang tanpa lengan warna hitam yang sangat kontras dengan kulitku yang putih, belahan dadanya agak ke bawah sehingga payudaraku sedikit terlihat menyembul. Di tambah lagi aku tidak mengenakan bra sehingga putting susuku sedikit tercetak di baju yang aku kenakan. Cukup lama dia terpaku di depan pintu memandangiku sampai aku bilang “Lho &#8230;. kenapa Yud, ada yang salah dengan aku ya ??”. Yudi terkesiap dan sadar dari terpakunya, kemudian berkata “Maaf Bu, bukannya tidak sopan, tapi Ibu cantik sekali malam ini”. Aku cukup senang dengan pujian dari Yudi, kemudian aku bilang “Ah kamu ada2 saja, ayo kita masuk ke dalam, makanan sudah siap tuh.” “Baik Bu” kata Yudi sambil masuk ke dalam mengikuti langkahku.</p>
<p>Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran Yudi waktu berjalan di belakangku, tapi pasti dia memperhatikan gerakan pinggul dan pantatku pada saat berjalan, hal ini ditambah lagi dengan potongan bajuku yang model backless dan belahan baju belakang sampai di bawah pantat, sehingga otomatis punggung dan pahaku yang putih mulus diperhatikan oleh Yudi.</p>
<p>Sampai ruang makan Yudi sedikit terkejut karena dia mendapati ruang makan yang dipersiapkan hanya untuk 2 orang, karena yang tersedia hanya 2 kursi dan makanan siap saji di atas mejanya.</p>
<p>“Maaf Bu, Bapak sama anak-anak kok nggak kelihatan, apakah mereka tidak ikut makan malam bersama kita ??”</p>
<p>“Memang nggak kok, kebetulan Bapak lagi di luar kota, anak-anak kuliah di kota lain. Lagian ini khusus untuk kita berdua kok, karena kamu adalah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahu kepadaku.”</p>
<p>“O iya Bu, selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sukses selalu” kata Yudi sambil mengulurkan tangannya.</p>
<p>“Terima kasih Yud” jawabku menyambut uluran tangannya. Kemudian aku sengaja memajukan wajahku mendekati wajahnya. Tadinya Yudi diam saja dan tidak berani untuk menyambut wajahku dengan pipinya, tapi setelah aku semakin mendekatkan wajahku, akhirnya Yudi mencium pipi kiri dan kananku dan aku lihat wajahnya bersemu merah. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku seberani ini kepada Yudi, mungkin karena terbawa suasana dan sedikit rasa jengkel terhadap suamiku yang malahan keluar kota di hari ulang tahunku, dan mungkin juga ditambah penampilan Yudi yang sangat gagah malam ini.</p>
<p>Pada saat makan aku perhatikan Yudi beberapa kali mencuri pandang ke arah dadaku. Mungkin dia penasaran dan tertarik dengan apa yang ada dibalik baju yang aku kenakan. Hal itu bisa dilihat dari pujian-pujian yang dia sampaikan kepadaku. Setelah selesai makan malam akhirnya kita duduk2 di sofa sambil mendengarkan alunan musik.</p>
<p>“Kamu bisa dansa gak Yud ??” tanyaku<br />
“Maaf Bu, saya tidak bisa dan belum pernah.” jawab Yudi<br />
“Ayo kalau gitu aku ajarin” ajakku sambil berdiri dan mengulurkan tanganku pada Yudi.<br />
“Wah &#8230; saya benar2 belum pernah dan nggak bisa Bu, nantinya malahan kaki Ibu yang keinjak kaki saya” kata Yudi sambil berdiri mengikuti ajakanku.</p>
<p>Aku berdiri berhadapan dengan Yudi, tangan Yudi aku letakkan melingkar di pinggangku dan tangan yang satu pegangan dengan tangaku. Badanku aku rapatkan sehingga payudaraku menempel dan bergesekan dengan dada Yudi. Ternyata Yudi memang orang yang pintar, karena kurang dari 5 menit dia sudah bisa mengikuti irama dan instruksi yang aku ajarkan.</p>
<p>Sambil berdansa kami saling bercerita berbagai hal dan sedikit menyerempet2 ke hal2 yang berbau sex. Ternyata pengetahuan Yudi sangat luas dan suka bercanda. Tak terasa akibat gesekan dadaku dengan dada Yudi, belahan baju di dadaku ikut tergeser sehingga hampir semua payudaraku menyembul keluar, termasuk putingnya. Sengaja aku diamkan hal ini untuk mengetahui reaksi Yudi kepadaku. Yudi beberapa kali mencuri pandang ke payudaraku dan mulai terangsang, hal ini karena aku mulai merasakan tonjolan keras di selangkangan Yudi yang menempel di perutku.</p>
<p>“Bu, maaf baju Ibu sedikit bergeser, sehingga maaf payudara Ibu sedikit keluar” kata Yudi mengingatkanku. “Tolong benerin dong sayang &#8230;..” kataku kepada Yudi dengan sedikit menggoda. Yudi menghentikan sejenak gerakan dansa, dan membetulkan baju di bagian dadaku dengan cara sedikit memegang payudaraku. “Maaf Bu &#8230;” kata Yudi dengan suara sedikit bergetar.<br />
“Menurutmu apakah aku masih cantik dan seksi Yud ??” tanyaku<br />
“Maksud Ibu ?” jawab Yudi. “Apakah aku masih terlihat cantik dan seksi dengan usiaku seperti sekarang ini” tanyaku kembali. “Maaf Bu, orang yang bilang kalau Ibu tidak cantik dan seksi berarti orang itu pasti buta Bu.” jawab Yudi.</p>
<p>Hatiku tambah berbunga-bunga mendengar jawaban Yudi. Kemudian kami melanjutkan dansa kembali. Tidak berapa lama payudaraku menyembul lagi karena gesekan tubuhku dan Yudi. Aku rasakan tonjolan di selangkangan Yudi tambah keras menekan perutku. Aku tahu pasti Yudi ingin memegang payudaraku kembali. Sengaja aku gerakkan gaunku sehingga agak melorot melewati bahuku. Yudi semakin terangsang terlihat dari nafasnya yang mulai tidak beraturan.</p>
<p>“Ibu cantik sekali malam ini. Kalau diijinkan saya ingin mencium kening Ibu” kata Yudi dengan nada bergetar menahan gejolak nafsunya. Aku tambah senang dengan pujian dan perlakuan Yudi ini. Ternyata dia sangat gentle dan meminta ijin dulu meskipun aku sudah berada di pelukannya. Aku diam saja dan menambah ketat pelukanku di badannya. Akhirnya saat-saat yang kunantikan datang juga, Yudi dengan lembut mencium keningku. Baru kali ini aku diperlakukan sebagai seorang wanita yang begitu bernilai dan berharga oleh seorang laki-laki, berbeda dengan keseharianku yang selalu dihargai sebagai seorang pimpinan.</p>
<p>“Terima kasih Yud” kataku sambil menengadahkan wajahku untuk memandang wajahnya. Wajahnya begitu tulus dan penuh kasih sayang. Setelah itu aku beranikan untuk mendekatkan bibirku ke bibirnya. Yudi menyambutku dengan ciuman lembut di bibirku. Ciuman yang lembut dan penuh perasaan. Kami berciuman cukup lama sambil memainkan lidah kami berdua. Sejenak aku menghentikan kegiatan ini untuk memandang Yudi dan memberikan senyum yang terindah untuknya.</p>
<p>“Maaf Bu saya sudah lancang berbuat seperti ini, tapi Ibu sangat cantik sekali dan saya sangat bangga dan bahagia bisa memeluk serta mencium Ibu seperti ini &#8230;”</p>
<p>Aku tempelkan jari telunjukku dibibirnya untuk memintanya tidak berkata-kata lagi. Kemudian kami berciuman lebih mesra lagi. Tangan Yudi mengusap-usap punggungku yang tidak tertutup oleh gaunku. Tanganku meraba-raba dada bidang Yudi yang tegap dan berotot. Ciuman Yudi lambat laun turun ke leherku &#8230; aku cuma merintih merasakan sensasi nikmat yang dilakukan oleh Yudi. Tak berapa lama ciuman Yudi turun ke bahuku yang putih mulus &#8230;.. ciuman lembut itu semakin menaikkan gairahku. Rintihanku semakin menjadi-jadi . Usapan Yudi sekarang berpindah dari punggungku ke arah bawah menuju pantatku. Sampai sini dia sedikit kaget karena tidak ada tanda-tanda bahwa aku mengenakan CD dibalik gaunku.</p>
<p>Ciuman Yudi di bahuku berpindah dari bahu kiri, leher, bahu kanan berulang-ulang, sambil memberikan usapan dan sedikit remasan-remasan lembut di pantatku. Aku semakin tidak tahan dengan perlakuan lembut dari Yudi. Aku mulai membuka satu persatu kancing baju yang dikenakan Yudi. Akhirnya tanganku bisa merasakan langsung dada Yudi yang tegap dan berotot. Usapanku berhenti sebentar di bawah pusar Yudi untuk melepaskan ikat pinggang dan kancing celananya. Yudi juga tidak tinggal diam dengan hal ini. Tangan Yudi mulai menurunkan gaunku dengan menggeser tali yang ada di bahuku. Pelan namun pasti gaunku melorot melewati kedua bahuku, berhenti sejenak melewati kedua tanganku dan akhirnya lepas jatuh ke bawah melewati kedua kakiku. Aku benar-benar telanjang bulat tanpa sehelai benangpun di tubuhku.</p>
<p>Yudi menghentikan sejenak ciuman di bahuku untuk memandang dan memperhatikan setiap bagian tubuhku.</p>
<p>“Ibu benar-benar cantik dan sempurna, tubuh Ibu sangat indah sekali.” bisik Yudi kepadaku dengan nada bergetar. Aku benar-benar senang dengan pujian Yudi. Kemudian Yudi menundukkan wajahnya untuk mencium payudaraku sebelah kiri. Ah &#8230;. begitu lembut dan nikmatnya ciuman Yudi.. Putingku dikulum dan dimainkan dengan lidahnya. Aku cuma bisa pasrah merasakan kenikmatan ini. Tangan kanan Yudi meremas lembut payudara kanan ku, dan tangan kiri Yudi mengelusi kedua belah pantatku secara bergantian. Hal ini dilakukan juga bergantian untuk payudara kananku.</p>
<p>Oh &#8230; betapa nikmatnya perasaan ini. Baru kali ini aku diciumi dan diperlakukan dengan lembut seperti ini. “Sayang &#8230;.. kita pindah ke kamar saja yuk &#8230;.” ajakku kepada Yudi. Yudi tersenyum dan tanpa kuduga tiba2 membopongku masuk ke dalam kamar. Sambil menggendongku dia tidak henti-hentinya mencium bibir, leher, bahu dan payudaraku. Sampai kamar dia meletakkan aku di tempat tidur dengan penuh hati-hati &#8230;..</p>
<p>“Ah &#8230;. kamu curang Yud &#8230;.. bajumu belum dibuka &#8230;.” kataku sambil tertawa. Yudi membuka baju dan kaos dalamnya, sedangkan aku membantu menurunkan celana panjang dan CD-nya. Akhirnya kami sama-sama telanjang bulat. Baru kali ini aku melihat laki-laki selain suamiku telanjang bulat di hadapanku, demikian juga ini kali pertama aku telanjang di hadapan laki-laki selain suamiku.</p>
<p>Batang kemaluan Yudi ternyata sangat panjang dan keras, lebih besar dari kepunyaan suamiku. Aku pegang dengan kedua tanganku secara bergantian. Urat-uratnya begitu terasa di telapak tanganku, dan kepalanya mirip jamur sangat menarik perhatianku.</p>
<p>“Ibu suka mencium punya Bapak ??” tanya Yudi kepadaku. “Aku belum pernah melakukkannya. Jangan panggil Ibu… aaah &#8230;. aku ingin kamu memanggilku sayang, malam ini aku jadi milikmu sepenuhnya sayang &#8230;..” jawabku.</p>
<p>“Sayang mau mencobanya ?? ” kata Yudi. Aku mulai memberanikan menciumi batang kemaluan Yudi yang panjang dan keras. Mula-mula memang rasanya aneh &#8230;.. tapi lama kelamaan asyik juga. Batang kemaluan Yudi tidak bisa masuk semua ke mulutku, aku gerakkan pelan-pelan maju mundur. Yudi merasa keenakan dan sedikit meremas-remas rambutku. “Ah &#8230;.. enak sekali sayang &#8230;&#8230;.”</p>
<p>Setelah cukup lama &#8230;.. Yudi memintaku untuk menghentikan kulumanku. Yudi mencium bibirku sambil mendorongku untuk rebahan di kasur. Kami berciuman dengan penuh perasaan, tangan Yudi meremas lembut payudaraku secara bergantian. Kemudian ciuman Yudi bergeser ke leher &#8230;. bahu dan kedua payudaraku. “Sshh&#8230;&#8230; enak sekali sayang &#8230;&#8230;” rintihku. Ciuman Yudi bergerak turun ke bawah &#8230;. melewati pusarku &#8230;. berhenti sejenak untuk menciumi perutku yang rata. Aku tambah menggelinjang tak karuan merasakan sensasi nikmat ini.</p>
<p>Ciuman Yudi terus bergeser ke bawah pusarku &#8230;. mendekati vaginaku yang tanpa bulu (habis kucukur sore harinya) &#8230;.. tak berapa lama aku merasakan Yudi menciumi vaginaku dengan lembutnya. Kakiku sedikit dilebarkan agar lebih memudahkan Yudi untuk mengeksplorasi organ intimku. Kadang lidah Yudi menjilat &#8230;. klitorisku digaruk dan digigit kecil dengan gigi Yudi &#8230;&#8230;. Oh &#8230;. benar-benar nikmat sekali. Baru kali ini aku merasakan nikmat yang tiada tara&#8230;. “Eh &#8230;m&#8230; &#8230;.. enak Yud &#8230;.. terus Yud &#8230;..” Ciuman, jilatan dan gigitan Yudi terus dilakukan terhadap organ intimku &#8230;. sampe aku merasakan nikmat yang tiada tara dan rasanya ada sesuatu yang akan keluar &#8230;.”Ssh &#8230;.. sayang &#8230;. terus sayang &#8230;.. aku mau keluar &#8230;..” Akhirnya aku keluar sambil menjepitkan kedua pahaku dikepala Yudi. Pantatku aku tekan-tekankan ke mulut Yudi seakan-akan tidak mau kehilangan ciuman Yudi di vaginaku.</p>
<p>“Oh &#8230;.. nikmat sekali sayang &#8230;.. kamu pintar sekali membuat aku merasakan puncak kenikmatan seperti ini.” Badanku serasa lemas, aku lihat batang kemaluan Yudi masih tegak berdiri dengan gagahnya. Yudi terdiam sejenak untuk memberikan aku waktu memulihkan tenagaku.</p>
<p>Setelah cukup, Yudi mulai mencium payudaraku lagi secara bergantian. Dikulum dan dijilatnya putting payudaraku sehingga menaikkan gairahku kembali. Tangannya secara lembut mengelusi vaginaku yang sudah basah oleh cairan orgasmeku. Tak henti-hentinya dia memuji diriku yang masih tetap cantik dan menggairahkan. Aku semakin tersanjung dan merasa dihargai di hadapan Yudi.</p>
<p>Pelan namun pasti Yudi mengarahkan batang kemaluannya ke vaginaku. Aku pasrah dan tak sabar menunggu dengan harap-harap cemas merasakan batang yang besar itu akan memasuki lobang vaginaku.</p>
<p>“Sudah siap sayangku ??” kata Yudi sambil menciumi leher dan payudaraku. Aku mengangguk dan tersenyum mesra kepadanya. Perlahan-lahan aku merasakan batang yang besar itu masuk ke lobang vaginaku&#8230;. “Ahhhh &#8230;.. besar sekali sayang &#8230;.”. Yudi menghentikan sebentar gerakan batang kemaluannya. Hal itu dilakukan berulang-ulang &#8230; dengan penuh kesabaran dan perasaan agar aku tidak merasa sakit. Akhirnya masuk semua batang kemaluan Yudi yang besar itu ke dalam lobang vaginaku. Lobangku terasa sesak dan berkedut-kedut. “Ohhhh&#8230;&#8230;.. punyamu serasa sampe ulu hati sayang &#8230; besar sekali &#8230;.” kataku. “Iya sayang &#8230;&#8230; memek sayang sangat nikmat &#8230;. sesuai dengan kecantikan sayang &#8230;. selain itu masih sempit sekali lagi &#8230;” kata Yudi memujiku.</p>
<p>Setelah beberapa saat, Yudi menggerakkan batang kemaluannya maju mundur secara perlahan-lahan &#8230;. sensasi yang aku rasakan tidak dapat aku katakan. Tanganku melingkar ke leher Yudi, sambil sesekali Yudi mencium bibir, leher dan payudaraku secara bergantian. Tangan Yudi juga tidak tinggal diam, meremasi dengan lembut kedua payudaraku.</p>
<p>“Orgh&#8230;&#8230; nikmat sekali sayang &#8230;.. ssshs,&#8230;. enak sekali sayang &#8230;&#8230; “</p>
<p>Gerakan Yudi kadang-kadang pelan kadang-kadang cepat, beberapa tusukan pendek dan sekali tusukan dalam membuat aku semakin tidak tahan menerima perlakuan ini.</p>
<p>“Argh &#8230;.terus sayang &#8230;. terus sayang &#8230;&#8230;.”</p>
<p>Tak terasa sudah 30 menit kami mengayuh biduk cinta kami. Peluh dan keringat membasahi tubuh telanjang kami. Meskipun ruangan kamar menggunakan AC tetapi tidak sanggup meredam gelora panas permainan kami. Tak berapa lama &#8230;.”Argh &#8230;.. aku hampir keluar sayang &#8230;. lebih dalam lagi sayangku” erangku. Yudi semakin mempercepat kocokan kemaluannya di vaginaku. &#8230;&#8230; “Aarggh&#8230;&#8230;.. aku keluar &#8230;&#8230;. sayang &#8230;&#8230;..” Aku mendapatkan puncak kenikmatanku yang kedua kalinya. Memang hebat Yudi ini, dia belum ada tanda-tanda mau keluar sedangkan aku sudah 2 kali. Yudi memberikan waktu untuk aku beristirahat tanpa mencabut batang kemaluannya dariku. Diciumnya bibirku dengan penuh perasaan &#8230;. “Aku sayang kamu Ibu Yanti &#8230;&#8230;sudah lama aku memimpikan seperti ini &#8230;. aku sangat mencintaimu &#8230;.Sayangku”</p>
<p>Kemudian Yudi memintaku untuk berbalik dengan posisi menungging, sepertinya dia ingin bermain dari belakang. Dengan posisi ini batang kemaluan Yudi semakin terasa sesak di kemaluanku. Tusukan kemaluan Yudi kadang-kadang cepat &#8230; kadang-kadang lambat. Aku mengimbanginya dengan memutar-mutar pantatku sambil gerakan maju-mundur &#8230;. “ahh&#8230;. nikmat sekali &#8230;&#8230;” Kedua tangan Yudi meremas lembut kedua payudaraku &#8230;&#8230;”Uggh&#8230;&#8230;. terus sayang &#8230;.. terus &#8230;.burungmu enak sekali &#8230;..”. “Sssshh &#8230;..memekmu sangat nikmat sayangku &#8230;&#8230; aku ingin terus menyetubuhimu cintaku &#8230;..” erang Yudi yang semakin menambah gairahku. Tak berapa lama aku merasakan ada dorongan hebat di kemaluanku &#8230;&#8230;”Arghg&#8230;. aku nggak tahan sayang &#8230;&#8230; aku mau keluar lagi &#8230;&#8230;” jeritku &#8230;. akhirnya &#8230;.”Arghg &#8230;&#8230;.. aku sampeee sayang. &#8230;&#8230;.”</p>
<p>Aku benar-benar merasakan nikmat yang luar biasa, selama ini aku nggak pernah bisa orgasme lebih dari 1 kali. Tapi kali ini aku benar-benar dibuat bahagia oleh Yudi. Batang kemaluan Yudi masih menancap di vaginaku. Punggungku diciumi oleh Yudi dengan lembut dan penuh perasaan. Kadang-kadang digigit-gigit kecil sehingga memancing gairahku lagi. Tangan Yudi masih tetap meremasi kedua payudaraku.</p>
<p>“Enak gak sayangku &#8230;??” bisik Yudi kepadaku.<br />
“Kamu hebat sekali sayang &#8230;&#8230; “ jawabku sambil mencium bibir Yudi. Cukup lama kami berciuman tanpa Yudi menggerakkan batang kemaluannya yang masih menancap di vaginaku. Hanya tangan Yudi yang aktif meremasi dan kadang-kadang memelintir putting payudaraku sehingga gairahku naik lagi.</p>
<p>“Kamu belum keluar ya sayang &#8230;&#8230; sekarang gantian aku yang akan memuaskanmu.” kataku sambil melepaskan batang kemaluannya dari vaginaku. Yudi aku minta untuk rebahan di kasur dan aku bergerak untuk mengangkangi kemaluan Yudi.</p>
<p>Argh &#8230;.. besar sekali batang kemaluan ini &#8230;&#8230; Aku gerakkan pantatku memutar, maju mundur, ke atas bawah &#8230;. benar-benar seperti cowboy lagi menunggang kuda. Aku benar-benar menikmati permainan ini. Semakin lama gerakanku semakin cepat &#8230;. Tangan Yudi memegang pinggangku untuk membantu gerakanku naik turun. Sesekali diciumnya payudaraku sambil digigit-gigit kecil &#8230;&#8230;</p>
<p>“Kamu cantik sekali sayangku &#8230;. tubuhmu sangat mulus dan indah &#8230;. aku ingin selalu menikmati tubuh indahmu cintaku &#8230;..” bisik Yudi kepadaku. Aku sangat senang dengan pujian Yudi. Hal ini menambah gairahku untuk semakin memuaskan Yudi. “Arggh &#8230;&#8230; terus sayang &#8230;. jepit manisku &#8230;&#8230;” teriak Yudi &#8230;&#8230; sekitar 20 menit aku rasakan batang Yudi tambah membesar &#8230;.. mungkin ini saatnya Yudi ejakulasi. Aku mempercepat goyangan dan gerakan pantatku karena aku juga mulai merasakan sesuatu yang akan keluar dari vaginaku. Vaginaku terasa berkedut-kedut seakan-akan menyedot kemaluan Yudi &#8230;.. Oh &#8230;&#8230; benar-benar nikmat sekali yang kurasakan.</p>
<p>“Sshh &#8230;.sayangku &#8230;.. kita keluar sama-sama &#8230;.. “ erangku. Tangan Yudi memegang pinggangku dengan kuat agar batang kemaluannya lebih tertekan masuk ke vaginaku. “Arggh &#8230;.. aku mau keluar cantik &#8230;&#8230;” Pada saat bersamaan aku juga berteriak &#8230;.”Aku keluar lagi sayang &#8230;.. ssh&#8230;&#8230;h..s&#8230;” Batang kemaluan Yudi berkedut dan menyemprotkan spermanya ke dalam rahimku. Lebih dari 8 kali kurasakan semprotan sperma Yudi. “Oh &#8230;&#8230; nikmat sekali sayang &#8230;..” badanku rebah menindih tubuh Yudi. Keringat kami bercucuran dan menambah erotis pemandangan bagi siapapun yang melihatnya. Yudi memelukku dengan erat dan mencium bibir dan leherku dengan gemas.</p>
<p>Kami terdiam beberapa lama untuk menikmati surga dunia yang barusan kami lalui bersama. Kemaluan Yudi masih tertancap di lobang kemaluanku. Benar-benar pengalaman senggama yang melelahkan dan membahagiakan. Kami berciuman dengan mesra bagaikan sepasang kekasih yang tak terpisahkan. Tangan Yudi sesekali mengelusi punggung dan pantatku. Kemudian Yudi mencium keningku &#8230;”Aku sayang kamu Ibu Yanti &#8230;&#8230; aku ingin selalu menikmati keindahan dan kecantikan tubuhmu &#8230;.sayangku”</p>
<p>“Aku juga sayang kamu Yud, &#8230;&#8230; aku benar-benar merasakan indahnya sex bersamamu.” jawabku.</p>
<p>Cukup lama kami berpelukan sambil saling mengelusi tubuh kami berdua. Sesekali tangan Yudi dengan nakal memilin puting dan meremas lembut payudaraku. Kadang-kadang bibir Yudi juga ikut merasakan kekenyalan dan keindahan payudaraku. Gigitan Yudi meninggalkan tanda merah di kedua payudaraku. Oh &#8230;. indahnya malam ini &#8230;.. batinku. Kulirik jam dinding, jarumnya menunjukkan pukul 11.30 malam. Ternyata cukup lama juga kami bermain cinta. Yudi benar-benar lelaki sejati yang bisa membuatku sangat bahagia.</p>
<p>Setelah itu aku mengajak Yudi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Di sana kami berdua saling menyabuni dan mengelusi. Tangan Yudi menyabuni tubuhku. Yudi paling suka mengusap-usap kedua payudaraku yang menurutnya sangat indah. Ukurannya 34B dengan puting berwarna merah muda yang menurutnya sangat pas, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Kamipun melakukan persetubuhan lagi di kamar mandi &#8230;. di shower dan dilanjutkan di bathub.</p>
<p>Sekitar jam 02.00 pagi Yudi mohon ijin untuk pamit pulang ke rumahnya. Sebenarnya aku menahannya agar bermalam dan tidur menemaniku malam ini. Aku ingin tidur dipelukannya dan merasakan kasih sayang dari Yudi. Aku ingin menghabiskan malam ini berdua saja dengan Yudi dan tentunya bermain cinta. Yudi menyampaikan bahwa sebenarnya dia juga ingin tinggal dan menemaniku malam ini bahkan kalau bisa selamanya. Tetapi karena khawatir akan ada kecurigaan seadainya pembantu atau keluargaku ada yang datang lebih awal maka lebih baik kalau dia pulang ke rumahnya saja.</p>
<p>Yudi mencium keningku sambil berkata “Aku sayang kamu cantik &#8230;&#8230;”.<br />
“Aku juga sayang kamu Yud &#8230;..” jawabku sambil memeluknya.<br />
“Oya &#8230;.Sayangku ………. aku ingin ini dan ini cuma jadi milikku.” candanya sambil meremas payudara ku dan vagina ku.<br />
“Iya sayangku &#8230;. aku juga berharap cuma kamu yang menikmati tubuhku ini. Dan &#8230;.. aku juga ingin batang perkasa ini selalu memenuhi lobang memekku sayang &#8230;..” jawabku sambil meremas batang kemaluannya.</p>
<p>Kami berdua tersenyum dan berpelukan seakan tidak ingin terpisah. “Aku akan merindukanmu Yud &#8230;” kataku. “Aku juga merindukanmu cantik &#8230;&#8230;” kata Yudi. “Bobo&#8217; yang nyenyak ya sayangku &#8230;. bye &#8230;” sambung Yudi sambil mencium keningku sekali lagi.</p>
<p>Aku menunggu di depan rumah sampai mobil Yudi tidak kelihatan lagi di tikungan jalan. Oh &#8230; betapa indahnya malam ini. Aku seperti seorang gadis yang baru menemukan cinta pertamanya, rasa sayang yang tulus dari seorang laki-laki.</p>
<p>Tamat ceritanya Bro!!</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="kado sex ulang tahun dari mamah">kado sex ulang tahun dari mamah</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Cerita dewasa hadia ngentot dari tante">Cerita dewasa hadia ngentot dari tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Kado ngentot dari tante">Kado ngentot dari tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Kado sek dari mama">Kado sek dari mama</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="kado sex buat mama">kado sex buat mama</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadia sex">hadia sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="nikmatnya hadiah dari mama">nikmatnya hadiah dari mama</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Kado ulang tahun untuk tante">Kado ulang tahun untuk tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Ku tempelkan payudaraku ke dadanya">Ku tempelkan payudaraku ke dadanya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="kucukur jembut memekku makan malam gaun hitam">kucukur jembut memekku makan malam gaun hitam</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah ulang tahun dari tanteku">hadiah ulang tahun dari tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah tanteku">hadiah tanteku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah tante nafsu">hadiah tante nafsu</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah ml dari tante ku">hadiah ml dari tante ku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah ngentot dari mami">hadiah ngentot dari mami</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Hadiah Ngentot Mami">Hadiah Ngentot Mami</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Hadiah ntot dr tante">Hadiah ntot dr tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="Hadiah seks ultahku">Hadiah seks ultahku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="hadiah sex dari tante">hadiah sex dari tante</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html" title="HADIAH SEX DARI TANTEKU">HADIAH SEX DARI TANTEKU</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/stw/hadiah-ulang-tahun-untuk-tante.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Dan teman Istriku</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 16:45:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pesta Seks]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot teman istri]]></category>
		<category><![CDATA[seks dengan teman]]></category>
		<category><![CDATA[teman istri]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Dewasa. Nama saya Tjokie, saya sudah married dan punya anak satu. Umur saya saat ini 28 tahun, isteri saya juga seumur, namanya Lisa. Anak saya baru umur 3 tahun, dan dia baru masuk Playgroup. Nah, di sekolahan anak saya inilah, isteri saya kenal sama nyokapnya teman anak saya. Namanya Nita. Sebenarnya si Nita ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita Dewasa. Nama saya Tjokie, saya sudah married dan punya anak satu. Umur saya saat ini 28 tahun, isteri saya juga seumur, namanya Lisa. Anak saya baru umur 3 tahun, dan dia baru masuk Playgroup. Nah, di sekolahan anak saya inilah, isteri saya kenal sama nyokapnya teman anak saya. Namanya Nita. Sebenarnya si Nita ini orangnya nggak cakep-cakep amat, yah, lumayan-lah. Menurut saya sih, mendingan isteri saya.</p>
<p>Makanya, sewaktu kenalan sama si Nita ini, saya sama sekali nggak ada pikiran yang macam-macam. Sampai lama-kelamaan isteri saya mulai akrab sama si Nita. Mereka sering pergi sama-sama. Nah, suatu hari, si Nita telpon isteri saya buat ngasih tahu bahwa dia sekeluarga lagi dapat voucher menginap satu malam di sebuah Hotel bintang lima di Jakarta. Dia suruh isteri saya datang buat mencoba fasilitas-fasilitas yang disediakan hotel tersebut. Nah, karena ada kesempetan buat berenang, fitness dan lain-lain gratis, maka saya berdua nggak menyia-nyiakan kesempatan ini.</p>
<p>Siangnya saya berdua nyusul ke hotel tersebut. Sesampainya di sana, saya berdua langsung menuju ke kolam renang, karena si Nita sudah janjian nunggu disitu. benar aja, begitu ngeliat saya berdua datang, si Nita langsung manggil-manggil sambil melambaikan tangannya.</p>
<p>&#8220;Hai Lis, Her&#8230; &#8221;<br />
&#8220;Hai Nit&#8230; Mana suami sama anak kamu ?&#8221; tanya isteri saya.<br />
&#8220;Biasa, dua-duanya lagi tidur siang tuh&#8230;&#8221; kata si Nita.<br />
&#8220;Kamu berdua aja&#8230; Mana anak kamu?&#8221;<br />
&#8220;Nggak ikut deh, Nit&#8230; Abisnya repot kalau ngajak anak kecil&#8221; kataku.<br />
&#8220;Ya sudah, sekarang gimana, kamu berdua mau berenang nggak? Atau mau Fitness aja?&#8221;<br />
&#8220;Langsung Fitness aja deh, Nit&#8221;</p>
<p>Begitulah, setelah itu kita bertiga langsung menuju ke tempat Fitnessnya. Dan setelah ganti baju di locker room, kita bertiga mulai berfitnes-ria. Asyik juga sih, sampai-sampai nggak terasa sudah hampir tiga jam kita fitness. Wah, badan rasanya sudah capek benar nih. Setelah selesai kita bertiga terus bilas di ruang ganti, dan langsung menuju ke ruang Whirlpool. Nah, sampai disini kita bertiga bingung, sebab ruang whirpoolnya ternyata cuma satu. Wah gimana nih? Tapi akhirnya kita coba-coba aja, dan ternyata benar, cewek sama cowok jadi satu ruangannya. Wah, malu juga nih&#8230; Apalagi si Nita, soalnya kita bertiga cuma dililit sama kain handuk. Setelah masuk ke dalam, saya tertegun, karena di dalam saya lihat ada cewek yang dengan santainya lagi jalan mondar-mandir dalam keadaan&#8230; Bugil. Wah&#8230; Gawat nih. Setelah saya lirik, ternyata si Nita juga lagi ngeliatin tuh cewek yang kesannya cuek banget. Selagi kita bertiga bengong-bengong, tahu-tahu kita disamperin sama locker-girlnya.</p>
<p>&#8220;Mari Mbak, Mas&#8230; Handuknya saya simpan,&#8221; kata si Mbak locker itu dengan suara yang halus.<br />
&#8220;Ha ? Disimpan ?&#8221; tanya saya sambil kebingungan.<br />
&#8220;Hi-hi-hi&#8230; Iya, Mas, memang begitu peraturannya&#8230; Biar air kolamnya nggak kotor.. &#8221; sahut si Mbak dengan senyum genit.<br />
&#8220;Wah&#8230; Mati deh saya&#8221;, batin saya dalem hati, masa saya musti berbugil ria di depan satu, dua, tiga&#8230; Empat orang cewek sih ? Sementara itu saya liat isteri saya sama si Nita juga lagi saling pandang kebingungan. Akhirnya saya yang memutuskan,<br />
&#8220;Hm.. Gini deh, Mbak&#8230; Kita liat-liat aja dulu&#8230; Nanti kalau mau berendam baru kita taruh handuknya di sini&#8221;<br />
&#8220;Iya deh, Mas&#8230;&#8221; kata si Mbak lagi sambil tersenyum genit. Terus dia langsung berbalik jalan keluar ruangan.</p>
<p>Setelah tinggal bertiga, isteri saya langsung memandang si Nita,</p>
<p>&#8220;Gimana nih, Nit?&#8221;</p>
<p>Selagi si Nita masih terdiam bingung, isteri saya langsung ngomong lagi,</p>
<p>&#8220;Ya sudah deh&#8230; Kita terusin aja yuk,&#8221; katanya sambil melepaskan handuknya.<br />
&#8220;Sudah deh, Nit&#8230; Buka aja&#8230; nggak apa-apa kok,&#8221; kata isteri saya lagi.<br />
&#8220;Benar nih, Lis ? Terus si Tjokie gimana ?&#8221; tanya si Nita sambil melirik malu-malu ke arah saya.</p>
<p>Pada saat itu saya cuma bisa pasrah aja, dan berdoa moga-moga burung saya nggak sampai bangun. Sebab kalau bangun kan gawat, si Nita bisa tahu karena saya cuma dililit handuk doang.</p>
<p>&#8220;Nggak apa-apa&#8230; Anggap saja kita kasih dia tontonan gratis&#8221; sahut isteri saya lagi.</p>
<p>Gawat juga nih, saya benar-benar nggak nyangka kalau isteri saya sebaik ini. Sebab biasanya dia cemburuan banget. Akhirnya pelan-pelan si Nita mau juga ngelepasin handuknya. Aduh mak&#8230; Begitu dia lepas handuknya, saya langsung bisa ngeliat dua buah teteknya yang membulat&#8230; dan&#8230; jembutnya yang&#8230; gile&#8230; lebat banget! Langsung aja saya menelan ludah saya sendiri&#8230; sambil menatap bengong ke tubuh si Nita. Ngelihat keadaan saya yang kayak orang linglung itu, isteri saya langsung tertawa geli. Sementara si Nita masih berusaha menutupi vaginanya dengan kedua tangannya.</p>
<p>&#8220;Kenapa Her&#8230; Jangan bengong gitu dong, sekarang kamu yang musti buka handuk tuh,&#8221; kata isteri saya lagi.</p>
<p>Busyet&#8230; Masa saya disuruh bugil di depan si Nita sih? Tapi karena takut kalau-kalau nanti isteri saya berubah pikiran, langsung aja deh saya lepas handuk saya. Seiring dengan gerakan saya ngelepas handuk, saya lihat si Nita langsung membuang muka jengah.</p>
<p>&#8220;Lho, kenapa Nit&#8230; nggak apa-apa kok&#8230; Tadi si Tjokie juga ngeliatin body kamu, sampai terangsang tuh&#8230; Lihat deh,&#8221; kata isteri saya lagi sambil menatap burung saya. Akhirnya si Nita ngelirik juga ke burung saya, dan&#8230; Wah&#8230; dasar burung kurang ajar, begitu diliatin dua orang cewek, perlahan tapi pasti dia mulai bangkit. Pelan-pelan mengangguk-angguk, sampai akhirnya benar-benar tegang setegang-tegangnya. Wah, mokal banget deh, saya&#8230;</p>
<p>&#8220;Tuh-kan, Nit&#8230; Benarkan dia sudah terangsang ngeliatin body kamuy&#8230;&#8221; kata isteri saya lagi. Ngeliat burung saya yang sudah tegang benar, akhirnya dua-duanya nggak tahan lagi. Pada tertawa terpingkal-pingkal. Ngedenger suara ketawa mereka, cewek yang sendirian tadi langsung nengok&#8230; dan begitu ngeliat burung saya, dia juga langsung ikut ketawa.</p>
<p>&#8220;Wah, dik&#8230; Dia sudah nggak tahan tuh&#8230;&#8221; katanya pada isteri saya, sambil ngelirikin burung saya terus. Akhirnya daripada terus jadi bahan tertawaan, langsung aja deh, saya nyebur ke kolam whirpool. Nggak lama kemudian isteri saya dan si Nita nyusul. Akhirnya kita berempat berendam deh di kolam. Tapi nggak lama kemudian si Cewek itu bangun&#8230;<br />
&#8220;Mbak sudahan dulu yah, Dik&#8230; Mmm&#8230; Tapi jangan disia-siakan tuh&#8230;&#8221; katanya sambil menunjuk ke selangkangan saya lagi. Buset nih cewek, rupanya dari tadi dia merhatiin kalau burung saya masih tegang terus.</p>
<p>Langsung saja saya berusaha tutupin burung saya pakai kedua telapak tangan. Sambil tersenyum genit, akhirnya cewek itu keluar ruangan. Nah, begitu tinggal kita bertiga, isteri saya langsung pindah posisi. Sekarang jadi saya yang ada ditengah-tengah mereka berdua.</p>
<p>&#8220;Her&#8230; Dari tadi kok tegang melulu sih ?&#8221; tanya isteri saya sambil menggenggam burung saya. Saya cuma bisa menggeleng saja sambil melirik si Nita.<br />
&#8220;Ih&#8230; Keras amat, kayak batu,&#8221; kata isteri saya lagi. Lalu, tanpa saya duga dia langsung ngomong ke si Nita.<br />
&#8220;Sini deh, Nit&#8230; Mau cobain megang burung suami saya nggak nih ?&#8221;<br />
Haa? Saya sama si Nita jadi terbengong-bengong.</p>
<p>&#8220;Bbb&#8230; Boleh, Lis ?&#8221; tanya si Nita.<br />
&#8220;Boleh, rasain deh&#8230; Keras banget tuh,&#8221; kata isteri saya lagi. Pelan-pelan, si Nita mulai ngegerayangin paha saya, makin lama makin naik, sampai akhirnya kepegang juga deh, torpedo saya. Wuih, rasanya benar-benar nikmat.</p>
<p>&#8220;Iya lho, Lis&#8230; Kok bisa keras begini ya. Pasti enak sekali kalau dimasukin yah, Lis,&#8221; kata si Nita lagi sambil terus mengelus-ngelus burung saya. Wah, saya sudah nggak tahan, tanpa minta persetujuan isteri saya lagi, langsung aja deh, saya tarik si Nita, saya lumat bibirnya&#8230; sambil tangan saya meremas-remas teteknya.</p>
<p>&#8220;Akh&#8230;&#8221; Nita menggelinjang. Langsung saya angkat si Nita dari dalam air, saya dudukin di pinggiran kolam&#8230; Kakinya saya buka lebar-lebar, dan.. langsung deh saya benamin wajah saya ke dalam selangkangannya, sehingga si Nita semakin mengerang-ngerang. Sementara itu isteri saya tetap giat mengocok-ngocok burung saya. Akhirnya karena sudah nggak tahan lagi, kita bertiga naik ke pinggiran kolam.</p>
<p>&#8220;Gantian dong, Nit&#8230; Biar si Tjokie ngejilatin vagina saya, saya juga kepengen nih&#8230;&#8221; kata isteri saya dengan bernafsu. Karena dia sudah memelas begitu, langsung saja deh, saya jilatin vagina isteri saya. Saya gigit-gigit kecil clitorisnya sampai dia merem-melek. Nita pun nggak tinggal diam, ngeliat saya lagi sibuk, dia langsung saja meraih burung saya, terus dimasukin ke dalam mulutnya. Wah&#8230; nggak nyangka, ternyata hisapannya benar-benar maut. Rasanya kita bertiga sudah nggak ingat apa-apa lagi, nggak peduli kalau-kalau nanti ada orang yang masuk.</p>
<p>Setelah beberapa lama, isteri saya ternyata sudah nggak tahan lagi.<br />
&#8220;Ayo, Her&#8230; Cepetan masukin&#8230; saya sudah nggak kuat lagi nih&#8230;&#8221; pintanya memelas. Akhirnya berhubung saya juga sudah nggak tahan lagi, saya cabut saja burung saya dari dalam mulut si Nita, terus saya masukin ke dalam vagina isteri saya. Akh&#8230; benar-benar nikmat, sambil terus saya dorong keluar-masuk. Nita nggak tinggal diam, sambil meremas-remas payudara isteri saya, dia terus ngejilatin buah Zakar saya. Wah&#8230; rasanya benar-benar&#8230; RUUUAAARRR BBBIIAASA! Nggak lama kemudian, mungkin karena sudah terlalu terangsang, isteri saya menjerit kecil&#8230; Meneriakkan kepuasan&#8230; Sehingga saya merasakan sesuatu yang sangat hangat di dalam lubang vaginanya. Melihat isteri saya sudah selesai, si Nita langsung bertanya dengan wajah harap-harap cemas.<br />
&#8220;Nggg&#8230; Sekarang saya boleh nggak ngerasain tusukan suami kamu, Lis?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tentu aja boleh, Nit&#8230;&#8221; jawab isteri saya sambil mencium bibir si Nita. Mendapat lampu hijau, Nita langsung mengambil burung saya yang sudah lengket (tapi masih tegang benar) terus dibimbingnya ke dalam lubang vaginanya yang ditutupi semak belukar.</p>
<p>&#8220;Aaakkkhhh&#8230;&#8221; desis si Nita setelah saya dorong burung saya pelan-pelan.<br />
&#8220;Ayo, Her&#8230; Terus, Her&#8230; I Love You&#8230;&#8221; kelihatannya si Nita benar-benar mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Sambil saya goyang-goyang, isteri saya menjilati teteknya si Nita. &#8220;Aduh, Lis&#8230; Her&#8230; I love you both&#8230;&#8221;</p>
<p>Pokoknya selama saya dan isteri saya bekerja, mulut si Nita mendesis-desis terus. Kemudian, mungkin karena isteri saya nggak mau ngedengerin desisan si Nita terus, akhirnya dia bangun dan mengarahkan vaginanya ke muka si Nita. Dengan sigap Nita menyambut vagina isteri saya dengan juluran lidahnya. Sampai kira-kira sepuluh menit kita bertiga dalam posisi seperti itu, akhirnya saya sudah benar-benar nggak tahan lagi&#8230; dan&#8230; ahhh&#8230; saya merasakan desakan si Nita mengencang, akhhh&#8230; Akhirnya jebol juga pertahanan saya. Dan disaat yang berbarengan kita bertiga merasakan suatu sensasi yang luar biasa&#8230; Kita bertiga saling merangkul sekuat-kuatnya, sampai&#8230; Aahhh&#8230;</p>
<p>Begitulah, setelah itu kita bertiga terkulai lemas sambil tersenyum puas&#8230;<br />
&#8220;Thank you Tjokie, &#8230; Lisa&#8230; Ini benar-benar pengalaman yang luar biasa buat saya..&#8221;<br />
&#8220;Ha&#8230; ha&#8230; ha&#8230; Sama, Nit&#8230; saya juga benar-benar merasakan nikmat yang yang nggak pernah saya bayangin sebelumnya. Sayang suami kamu nggak ikut yah, Nit,&#8221; kata isteri saya.<br />
&#8220;Gimana kalau kapan-kapan kita ajak suami kamu sekalian, boleh nggak, Nit?&#8221;<br />
&#8220;Benar Lis&#8230; Ide yang bagus, tapi kita nggak boleh ngomong langsung, Lis&#8230; Musti kita pancing dulu..&#8221; kata si Nita.</p>
<p>&#8220;Setuju,&#8221; sahut isteri saya.<br />
&#8220;Gimana Her&#8230; Boleh nggak ?&#8221;<br />
Untuk sesaat saya nggak bisa menjawab. Bayangin, masa saya musti berbagi isteri saya sama suaminya si Nita? Rasanya perasaan cemburu saya nggak rela. Tapi, ngebayangin sensasi yang akan terjadi kalau kita main berempat sekaligus&#8230; Wah&#8230;<br />
&#8220;Boleh, nanti kamu atur yah, Nit&#8230; Biar saya bisa ngerasain lagi hangatnya lubang vagina kamu&#8230; Ha&#8230; ha..&#8221; akhirnya saya menyetujui. dan sekianlah kisah seks kami yang penuh dengan sensasi yang menarik. </p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="Tetangga ngajak ngentot">Tetangga ngajak ngentot</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="mnama ngajak ngentot sampe puas">mnama ngajak ngentot sampe puas</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="Temen istri ngajak ngentot">Temen istri ngajak ngentot</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="tetangaku ngajak sex">tetangaku ngajak sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="aku dan teman istriku">aku dan teman istriku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="ngajak temen ngentot">ngajak temen ngentot</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="Ngentot istri lagi tidur">Ngentot istri lagi tidur</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="ngentot istri teman saat suaminya tidur">ngentot istri teman saat suaminya tidur</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="Ngentot istri tetangga dirumahnya">Ngentot istri tetangga dirumahnya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="Ngajak ngentot teman cewex yang d kenal">Ngajak ngentot teman cewex yang d kenal</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="Ngentot istri tetangga suami sudah meninggal">Ngentot istri tetangga suami sudah meninggal</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="Mama teman ngajak entot">Mama teman ngajak entot</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="kisah ngentot teman istri yang lagi tidur">kisah ngentot teman istri yang lagi tidur</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="kisah ngentot dengan istri tetangga">kisah ngentot dengan istri tetangga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="istriku dan istri temanku">istriku dan istri temanku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="istriku bertiga">istriku bertiga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="istri teman ngajak bersetubuh">istri teman ngajak bersetubuh</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="istri teman ngajak bercinta">istri teman ngajak bercinta</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="istri teman istriku juga">istri teman istriku juga</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html" title="istri orang ngajak ngentot">istri orang ngajak ngentot</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/pesta-seks/aku-dan-teman-istriku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Sex Diwarnet</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 13:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABG]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta diwarnet]]></category>
		<category><![CDATA[klitoris]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot di warnet]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>
		<category><![CDATA[warnet mesum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Warnet biasanya tempat cari film porno atau film bokep, nah dalam Cerita ini bermula saat aku di bangku kuliah dulu. Aku kuliah di sebuah Sekolah Tinggi Ilmu Informatika di Jakarta Selatan. Singkatnya, banyaknya waktu luang yang aku punya sepulang kuliah membuat aku ingin mencari kesibukan baru. Sampailah dimana aku mempunyai kebiasaan chatting melalui MIRC. Setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Warnet biasanya tempat cari film porno atau film bokep, nah dalam Cerita ini bermula saat aku di bangku kuliah dulu. Aku kuliah di sebuah Sekolah Tinggi Ilmu Informatika di Jakarta Selatan. Singkatnya, banyaknya waktu luang yang aku punya sepulang kuliah membuat aku ingin mencari kesibukan baru. Sampailah dimana aku mempunyai kebiasaan chatting melalui MIRC. Setiap hari sepulang kuliah, aku selalu menyempatkan diri untuk pergi ke warnet utuk chatting atau sekedar browsing mencari-cari gambar atau filem bokep. Di chatting, aku berkenalan dengan seorang wanita bernama Wulan,mahasiswi Desain grafis di salah satu Universitas di Jakarta. Hampir setiap hari aku chat dengannya. Sekedar basa basi atau saling curhat satu sama lain. Kami berdua sering bertukar foto via E-mail,karena dulu belum tau friendster n hape belum bisa MMS, Tounge.gif sejujurnya, Wulan tidak cantik, cenderung tomboy dan dia anak Indies(tau donk). Yang membuat saya tertarik adalah dia berkulit putih bersih dan enak untuk diajak ngobrol. Pembawaannya selalu ceria, seolah dia tidak pernah merasakan sedih.</p>
<p>Sampai suatu hari kami sepakat untuk kopi darat. aku menentukan tempatnya, yaitu di Mall Ciputra, Grogol.. Oh iya, Wulan bertempat tinggal di Rawamangun, jadi untuk ke Citraland mungkin jaraknya lumayan jauh. Tapi aku menjanjikan akan mengantar dia pulang nanti.</p>
<p>Hari pertemuan pun tiba. Jantungku lumayan berdebar. Setelah bertemu debaran jantungku semakin kencang tapi lama kelamaan hilang setelah kami mulai mengobrol. Kami berjalan-jalan sebentar dan mampir di McDon*ld untuk makan. Setelah selesai makan, dia memintaku mengantarnya pulang.</p>
<p>Saat itu aku belum punya kendaraan pribadi, jadi aku menemaninya naik bis. Bis yang kami naiki waktu itu adalah Patas AC dan kondisi bis sepi. Hanya di bagian depan sampai baris ketiga saja yang terisi. Sisanya di belakang hanya ada sepasang penumpang. Lalu kami bergegas naik dan dia mengajak aku duduk di kursi no.2 dari belakang, tepat disamping pintu keluar belakang. Di perjalanan kami mengobrol dan bersenda gurau. Saat bersenda gurau itu aku tidak sengaja menyenggol payudaranya, aku takut dan panik, takut dia marah. Tapi ternyata dia bilang “qo Cuma nyenggol siy, kamu pegang juga ga apa-apa qo”. Serasa diberi lampu hijau, aku mulai meremas-remas payudaranya sambil menciumi bibirnya. Tanganku mulai masuk ke dalam kausnya yang terbalut oleh jaket. Aku pilin-pilin puting payudaranya sambil sesekali aku remas-remas payudaranya. Sambil mendesah dia berkata, “masukan tangan kamu ke celana aku say”. Tanpa pikir panjang, aku mulai memasukan tanganku ke dalam celana dalamnya, dan ternyata sudah mulai basah. Lalu aku usap-usap klitorisnya dengan lembut, sampai bibir vaginanya menjadi lebih basah.</p>
<p>Tanpa terasa, kami tiba di tempat tujuan. Kami bergegas turun dan lalu dia mengajakku ke warnet tempat dia biasa online. Setiba disana kondisi warnet sepi, hanya ada operatornya saja. Dia kenal baik dengan operatornya. Kondisi warnet seperti pada umumnya, disekat hanya sebatas dada orang dewasa. Di belakang ada ruangan khusus tempat OP biasa istirahat dan toilet di sebelahnya. Kami memilih PC di bagian paling belakang. Kami muai browsing, dari mulai membuka situs-situs music, sampai membuka situs-situs porno. Oh iya, posisi duduk antara aku dengan dia adalah aku duduk di belakang dan dia setengah berpangku di kedua belah pahaku. Posisi yang “sangat strategis” untuk menjelajah ke setiap jengkal tubuhnya.<br />
Saat dia mulai membuka situs porno, dia mulai terangsang. Kupikir inilah tandaku untuk memulai. Aku mulai dengan meremas-remas kedua belah payudaranya. Lalu aku membuka baju dan bhnya sampai terlihat jelas kedua belah payudaranya. Putih bersih, dengan puting berwarna merah jambu. Aku mulai mengulum-ngulum puting payudaranya sambil tangan kananku meremas payudara kirinya dan tangan kiriku menjelajah ke dalam celananya. Aku buka kancing dan resleting celananya, agar tanganku lebih leluasa menyentuh klitoris dan lubang vaginanya. Jari tengahku perlahan-lahan aku masukan kedalam vaginanya yang sudah mulai basah. Dengan gerakan lambat aku mainkan jari-jariku di antara lubang vaginanya dengan posisi jari tengahku masuk kedalamnya. Semakin lama gerakan jari-jariku semakin cepat. Kukulum puting payudaranya dengan sesekali kumainkan lidahku. Remasan tanganku semakin kencang ke payudaranya. Sampai akhirnya dia mencapai klimaks dan aku memeluknya erat.</p>
<p>Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore. Dia minta izin untuk pulang dan mandi, karena rumahnya tidak terlalu jauh dari warnet. Ternyata dia terkadang saat weekend menjadi operator di warnet itu, dan hari itu adalah hari dimana dia mendapat giliran untuk menjadi Operator. Kurang lebih satu jam lamanya aku menunggu, akhirnya dia tiba. Dengan wajah yang lebih segar, memakai kaos ketat dengan rok mini berbahan jeans berwarna biru. Saat dia mendekat, kuhirup harumnya wangi parfum yang dia semprotkan ketubuhnya. Jujur, birahiku menjadi naik karenanya.<br />
Sesaat kemudian, dia memulai tugasnya dan Operator yang satunya lagi izin pulang. Warnet hanya berisi 2 user. Dalam hati aku berharap kedua user itu cepat selesai onlinenya, supaya aku bias berduaan dengan Wulan.</p>
<p>Setengah jam berlalu, user terakhir akhirnya pulang. Tanpa basa basi, dia pun membalik tulisan open menjadi close dan kemudian mengunci pintu warnet. Dia lalu menuntunku ke belakang, ke tempat dimana operator biasa beristirahat. Dia mulai menciumi bibirku dan aku balas dengan memainkan lidahku. Tangannya mulai menjelajah ke dadaku, lalu turun ke perutku dan kemudian berhenti diantara selangkanganku. Dia mulai meraba-raba penisku yang makin lama makin tegang berdiri. Kancing celanaku dibukanya dan perlahan resleting celanaku diturunkannya. Tinggalah aku dengan hanya memakai celana dalam dengan kaus masih melekat. Kemudian dia buka celana dalamku dan menyembulah penisku yang sudah tegak berdiri. Dia mulai mengocok-ngocok penisku dengan lembut dengan sesekali menciumi kepalanya. Sesaat kemudian ia mulai memainkan lidahnya, menjilati penisku dan mengulumnya dengan perlahan. Dengan gerakan yang sangat lembut dia gerakan bibirnya maju mundur, sambil sesekali menghisap, membuat aku melayang.</p>
<p>5 menit sudah ia memainkan ‘punyaku’. Tiba giliranku untuk mengerjainya. Aku mulai dengan membuka kaosnya sambil sesekali aku ciumi kedua payudaranya. Kubuka BHnya dengan perlahan, hingga terlihat jelas kedua belah payudaranya yang tidak terlalu besar. Aku mulai dengan meremas, kemudian mengulum putingnya, menghisap sambil memainkan jari-jariku di atas payudaranya. Setelah puas, aku mulai menurunkan celana dalamnya. Celana dalam berwarna biru dengan motif polkadot. Sehingga terlihat jelaslah vaginanya yang memiliki bulu kemaluan yang tidak terlalu banyak. Kurebahkan dia di lantai yang beralaskan karpet, dan aku ganjal pantatnya dengan bantal agar pandanganku jelas. Kumulai menjilati klitorisnya, dan mengulum labianya. Sesekali aku masukan lidahku kedalam lubang vaginanya. Kumainkan bulu kemaluannya yang halus dengan lidah tetap menjilati dan mengulum klitorisnya. Lalu aku masukan jari tengahku kedalam vaginanya. Dengan gerakan yang perlahan aku mainkan jari tengahku, dengan lidah masih bermain-main dengan klitorisnya. Mendekati klimaks, aku hentikan gerakan lidah dan jariku dan memulai posisi missionary. Aku mulai masukan penisku ke dalam vaginanya dengan perlahan, lalu mengeluarkannya dengan perlahan dan aku lakukan berulang-ulang. Dengan ritme yang lambat, kurasakan sensasi yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Diapun sepertinya menikmati gerakan-gerakan yang aku lakukan. Setelah 5 menit, kemudian kami berganti posisi doggy style. Dengan perlahan aku gerakan tubuhku maju mundur sambil sesekali mempercepat ritme, kemudian memperlambat lagi, begitu seterusnya. Sampai pada akhirnya dia hampir mencapai klimaks, akupun sepertinya sudah tak bisa lagi menahan keluarnya sperma. Dia berkata, “keluarkan didalam saja, aku tadi sudah minum pil KB”. Hatiku berteriak kegirangan, karena belum pernah seumur-umur bisa ngeluarin di dalam. Dengan beberapa gerakan saja kami berdua pun mencapai klimaks. Dia merasakan hangatnya spermaku yang keluar di dalam vaginanya. Sedangkan aku merasakan bagaimana vaginanya berdenyut seperti menghisap-hisap penisku, luar biasa. Beberapa saat aku diamkan penisku di dalam vaginanya. Setelah itu kamipun membersihkan diri di toilet. Dan kemudian mulai memakai kembali pakaian kami.</p>
<p>Selesai itu, kamipun berpelukan. Lalu dia membisikan kata “terima kasih buat hari ini, aku bahagia”. Dalam hati aku hanya bisa tersenyum, akupun bahagia, pikirku. Hari ini takkan pernah hilang dalam memoriku. Aku sangat menikmati bercinta di warnet, sampai cerita sex ini aku gak bisa lupakan mungkin sampai kelak nanti. TAMAT</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita ngentot di warnet">cerita ngentot di warnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita sex di warnet">cerita sex di warnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita seks di warnet">cerita seks di warnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita sex warnet">cerita sex warnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita ml di warnet">cerita ml di warnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita sex di bus">cerita sex di bus</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="Cerita ngentot diwarnet">Cerita ngentot diwarnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="Cerita mesum di warnet">Cerita mesum di warnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita mesum">cerita mesum</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita bercinta di warnet">cerita bercinta di warnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="ceria sex">ceria sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita sex di bis">cerita sex di bis</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="Cerita seks warnet">Cerita seks warnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita ngentot pacar di warnet">cerita ngentot pacar di warnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita sex diwarnet">cerita sex diwarnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita bokep di warnet">cerita bokep di warnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="ceritasex">ceritasex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita mesum warnet">cerita mesum warnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="cerita panas di warnet">cerita panas di warnet</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html" title="Ngentot pacar di warnet">Ngentot pacar di warnet</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/cerita-sex-diwarnet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Diperkosa Temanku</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 05:27:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABG]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[cewek diperkosa]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi diperkosa]]></category>
		<category><![CDATA[pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah cerita pemerkosaan seorang wanita yang harus pasrah menerima kenyataan dia adalah seorang korban perkosaan. Novy adalah seorang mahasiswi berusia 22 tahun di sebuah perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta. Dia mempunyai tubuh yang sangat sempurna dan terawat. Tingginya 165 cm, dengan berat 55 kg. Rambutnya hitam sebahu dan dia mempunyai payudara yang sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah cerita pemerkosaan seorang wanita yang harus pasrah menerima kenyataan dia adalah seorang korban perkosaan. Novy adalah seorang mahasiswi berusia 22 tahun di sebuah perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta. Dia mempunyai tubuh yang sangat sempurna dan terawat. Tingginya 165 cm, dengan berat 55 kg. Rambutnya hitam sebahu dan dia mempunyai payudara yang sangat indah, bulat dan kencang berukuran 34B. Kulitnya putih dan wajahnya pun sangat cantik. Novy termasuk mahasiswi yang berprestasi di kampusnya. Tidak heran banyak sekali teman prianya yang tertarik kepadanya, namun sampai saat ini Novy masih belum punya pacar.</p>
<p>Pada suatu hari Novy terpaksa harus pulang sendiri agak malam dari kampusnya, karena ia harusmenyelesaikan tugasnya di laboratorium. Ketika dia sedang menunggu lift dari lantai 8, tiba-tiba Anto temannya datang.<br />
&#8220;Hai, Novy.. mau pulang nih..?&#8221;<br />
&#8220;Iya..&#8221;<br />
&#8220;Bareng yuk turunnya..!&#8221; ajak Anto.<br />
&#8220;Boleh..&#8221; tanpa rasa curiga Novy mengiyakan.</p>
<p>Nampaknya malam itu benar-benar sepi di kampusnya, hanya tinggal beberapa orang saja terlihat di tempat parkir di bawah. Ketika pintu lift terbuka, mereka berdua pun masuk. Saat berada di dalam lift, tiba-tiba sebuah benda keras menghantam tengkuk Novy dari belakang, membuatnya langsung tidak sadarkan diri.</p>
<p>&#8220;Dukk..,&#8221; Novy terbangun ketika kepalanya terantuk meja.<br />
Dengan mata masih berkunang-kunang, dia melihat bahwa dia sedang berada di ruang kuliah di lantai 4 kampusnya. Tidak ada orang di situ. Dan ketika dia melihat jam di dinding, ternyata sudah pukul 10 malam. Ketika Novy mencoba bergerak, dia baru menyadari bahwa tangan dan kakinya terikat. Dia mencoba melepaskan diri namun tidak berhasil. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan muncullah tiga orang dari pintu itu. Dua pria dan satu wanita. Mereka semua temannya, Anto, Angga dan Shanty.</p>
<p>&#8220;Shanty.. tolong gue Shan.., lepasin gue.. apa-apaan sih ini..? Kalian kalo bercanda jangan keterlaluan dong..!&#8221; dengan sedikit kesal Novy bicara dengan Shanty.<br />
&#8220;Elo mau apa sih Nov..? Ini bukan bercanda tau..!&#8221; teriak Shanty.<br />
&#8220;Apa maksud elo..?&#8221; Novy mulai panik.<br />
&#8220;Kita mau buat perhitungan sama elo, Nov..! Selama ini elo selalu jadi pusat perhatian, tapi elo terlalu sombong untuk memperhatikan temen elo sendiri. Elo tau nggak kalo temen-temen tuh banyak yang nggak suka sama elo..! Sekarang saatnya elo untuk ngasih sesuatu sama mereka..!&#8221; Shanty mendekati dan kemudian menampar pipi kiri Novy.<br />
&#8220;Elo mau apa sih..!&#8221; jerit Novy.<br />
&#8220;Gue mau liat elo menderita malam ini, Nov. Karena selama ini elo selalu mendapat segala yang elo inginkan&#8230;&#8221; kata Shanty.</p>
<p>Selesai Shanty berbicara, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka kembali dan masuklah 15 orang lagi, 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Mereka semua temannya. Tetapi kelihatannya mereka semua senang melihat Novy terikat tidak berdaya seperti itu.<br />
Tiba-tiba Shanty berteriak, &#8220;Teman-teman, inilah saatnya yang kita tunggu-tunggu. Malam ini kita boleh ngerjain si Novy sepuas kita.&#8221;<br />
Semua berteriak kegirangan mendengar perkataan Shanty, kecuali Novy. Bulu kuduk Novy merinding mendengar itu, dia tidak dapat membayangkan apa yang akan mereka lakukan terhadap dirinya, ketika Anto mendekati dirinya dan melepaskan ikatannya. Walaupun ikatannya sudah dilepas, namun Novy tidak dapat berdiri, karena kakinya lemas semua. Dia hanya dapat berlutut.<br />
Shanty mendekati dirinya dan kemudian berteriak di telinga Novy, &#8220;Sekarang elo harus buka baju elo satu persatu sampai telanjang di depan kita semua..! Awas kalo berani melawan..! Gue tusuk perut elo..!&#8221; ancam Shanty sambil memegang gunting di tangannya.</p>
<p>Tidak percaya rasanya Novy mendengar itu, namun dia tidak berani menolak perintah Shanty, apalagi diancam dengan gunting tajam seperti itu. Akhirnya dengan tubuh gemetar, Novy mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan melepaskannya ke lantai. Selanjutnya dia mulai membuka kancing celana jeansnya dan menariknya ke bawah hingga sekarang Novy hanya mengenakan BH dan celana dalam yang berwarna hitam. Rupanya hari itu Novy memakai BH dan celana dalam yang sangat seksi. Novy memakai BH tanpa tali yang bagian depannya hanya menutupi setengah dari payudaranya. Dan celana dalam yang dipakai Novy lebih mirip dengan sebuah tali yang hanya menutupi belahan vaginanya, sedangkan pantatnya sama sekali tidak tertutup. Semua laki-laki yang berada di ruangan itu benar-benar terpesona melihat pemandangan indah di depan mereka itu. Novy gadis tercantik di kampus itu hampir telanjang bulat, sehingga penis mereka langsung menegang semua.</p>
<p>Melihat itu Shanty merasa senang dan kembali memerintahkan Novy untuk membuka BH dan celanadalamnya. Dengan tangan gemetar, Novy meraih kait BH di belakang punggungnya dan melepaskannya, sehingga BH Novy dengan sendirinya terjatuh ke lantai. Ketika BH-ya sudah terlepas, payudara Novy yang bulat langsung mengacung tegak, mengundang decak kagum semua pria di ruangan itu. Puting payudara Novy berwarna coklat dengan lingkaran di sekitar putingnya berwarna coklat muda. Dan saat celana dalamnya juga sudah dilepas, terlihatlah bulu-bulu kemaluan tipis yang tumbuh rapih di sekitar vagina Novy. Novy memang selalu mencukur bulu-bulu kemaluannya dan merawat vaginanya sendiri. Baru pertama kali ini Novy telanjang bulat di depan orang lain dan saat ini dia berdiri dengan tubuh yang gemetar.</p>
<p>Shanty mendekatinya sambil mengacungkan gunting ke arahnya, dan mendorong Novy hingga jatuh terduduk.<br />
&#8220;Sekarang elo harus buat seneng kita semua. Elo sekarang harus masturbasi disini. Cepat, kalo nolak gue potong nanti pentil susu elo..! Sekalian olesin nih badan elo pake minyak ini..!&#8221; kata Shanty sambil memberikan baby oil kepada Novy untuk dioleskan ke seluruh tubuhnya.<br />
Dengan ketakutan Novy menerima botol tersebut dan menuangkannya ke atas payudara, perut dan juga ke atas vaginanya. Kemudian Novy mulai meraba-raba tubuhnya sendiri dan meratakan baby oil tersebut ke seluruh tubuhnya sambil tidur telentang di lantai. Sambil menangis karena takut dan malu, tangan kirinya memijat-mijat payudaranya sendiri dan memilin-milin puting susunya, sedangkan tangan kanannya meraba-raba vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut tipis.</p>
<p>Lama kelamaan Novy mulai terangsang dan mengeluarkan suara erangan halus yang tidak dapat diatahan. Sementara itu, semua laki-laki di ruangan itu membuka bajunya hingga bugil dan mulai mengocok penis mereka sendiri sampai tegang. Sedangkan yang perempuan, kecuali Shanty meninggalkan ruangan itu. Shanty malah membawa kamera video untuk merekam kejadian itu dan dia mengancam Novy kalau dia berani melapor, Shanty akan menyebarkan rekaman itu ke seluruh kampus, dan bahkan ke luar kampusnya.</p>
<p>Tubuh Novy kini mengkilat karena minyak yang dioleskan ke tubuhnya tadi, membuat Novy kelihatan sangat seksi, dan ini menjadi pemandangan yang sangat menggairahkan untuk semua laki-laki di ruangan itu. Saat Novy semakin terangsang, Angga mendekatinya. Dengan dibantu empat orang lainnya yang memegang dan menarik kedua tangan dan kaki Novy sehingga tubuh Novy menyerupai huruf X, Angga berlutut di selangkangan Novy, dan mulai mengelus-elus vagina Novy dengan tangannya. Sesekali jari tangan Angga mencoba menusuk masuk ke dalam vagina Novy, membuat Novy merinding karena rasa geli yang timbul.</p>
<p>Kemudian Angga mulai menjilati vagina Novy dengan lidahnya. Aroma khas dari vagina Novy membuat Angga semakin bernafsu menjilati vagina Novy. Sementara itu kedua orang pria yang memegangi tangan Novy juga ikut menikmati sebagian tubuh Novy. Laki-laki yang memegang tangan kanan Novy menjilati dan mengisap puting susu Novy yang sebelah kanan, sementara laki-laki yang memegang tangan Novy yang sebelah kiri melakukan hal yang sama dengan payudara Novy yang satunya. Sambil meremas payudara Novy dengan keras, sesekali mereka juga menggigit dan menarik puting susu Novy dengan giginya, sehingga Novy merasa kesakitan. Kedua orang itu juga bergantian menciumi bibir Novy dengan kasar dan memainkan lidahnya di dalam mulut Novy.</p>
<p>Setelah puas menjilati vagina Novy, Angga kembali berlutut di selangkangan Novy dan mulaimenggosok-gosokkan penisnya di bibir vagina Novy. Sadar bahwa dirinya akan segera kehilangan keperawanannya, Novy berusaha melepaskan diri sekuat tenaga, namun dia tidak dapat melawan tenaga keempat orang yang memeganginya. Melihat Novy yang meronta-ronta, Angga semakin bernafsu dan dia segera menghunjamkan penisnya ke dalam vagina Novy yang masih perawan. Walaupun vagina Novy sudah basah oleh air liur Angga dan cairan vagina Novy yang keluar, namun Angga masih merasakan kesulitan saat memasukkan penisnya, karena vagina Novy yang perawan masih sangat sempit. Novy hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan karena keperawanannya yang telah dia jaga selama ini direnggut dengan paksa seperti itu oleh temannya sendiri.</p>
<p>Sementara itu Angga terus memompa vagina Novy dengan cepat sambil satu tangannya meremas-remas payudara Novy yang bulat kenyal dan tidak lama kemudian dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh spermanya di dalam vagina Novy. Novy hanya dapat diam telentang tidak berdaya di lantai, walaupun tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi lagi, dan membayangkan dirinya akan hamil karena saat ini adalah masa suburnya. Dia dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam vaginanya. Darah perawan Novy dan sebagian sperma Angga mengalir keluar dari vaginanya.</p>
<p>Setelah itu Anto maju untuk mengambil giliran. Kali ini Anto mengangkat kedua kaki Novy ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segera menancapkan penisnya yang sudah tegang ke dalam vagina Novy. Anto tidak mengalami kesulitan lagi saat memasukkan penisnya, karena vagina Novy kini sudah licin oleh sperma Angga dan juga cairan vagina Novy, walaupun vagina Novy masih sangat sempit. Kembali vagina Novy diperkosa secara brutal oleh Anto, dan Novy lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan. Namun kali ini Novy tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akan membuat teman-temannya semakin bernafsu saja.</p>
<p>Tiba-tiba Anto mencabut penisnya dan dia duduk di atas dada Novy. Anto mendempetkan kedua buah payudara Novy dengan kedua tangannya dan menggosok-gosokkan penisnya di antara celah kedua payudara Novy, sampai akhirnya dia memuncratkan spermanya ke arah wajah Novy. Novy gelagapan karena sperma Anto mengenai bibir dan juga matanya. Setelah itu Anto masih sempat membersihkan sisa sperma yang menempel di penisnya dengan mengoleskan penisnya ke payudara Novy. Kemudian Anto menampar payudara Novy yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara Novy berwarna kemerahan dan membuat Novy merasa kesakitan.</p>
<p>Selanjutnya dua orang, Leo dan Reza maju. Mereka kini menyuruh Novy untuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Leo berlutut di belakang pantat Novy dan mulai mencoba memasukkan penisnya ke lubang anus Novy yang sangat sempit. Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya, Novy mencoba untuk berdiri, tetapi kepalanya dipegang oleh Reza yang segera mendorong wajah Novy ke arah penisnya. Kini Novy dipaksa mengulum dan menjilat penis Reza. Penis Reza yang tidak terlalu besar tertelan semuanya di dalam mulut Novy.</p>
<p>Sementara itu, Leo masih berusaha membesarkan lubang anus Novy dengan cara menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anus Novy. Sesekali Leo menampar pantat Novy dengan keras, sehingga Novy merasakan pantatnya panas. Kemudian Leo juga berusaha melicinkan lubang anus Novy dengan cara menjilatinya. Novy merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat lidah Leo menjilati lubang anusnya. Tidak lama kemudian Novy kembali menjerit kesakitan. Rupanya pertahanan anusnya sudah jebol oleh penis Leo yang berhasil masuk dengan paksa.</p>
<p>Kini Leo memperkosa anus Novy perlahan-lahan, karena lubang anus Novy masih sangat sempit dan kering. Leo merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat penisnya dijepit oleh anus Novy. Saat Novy berteriak, kembali Reza mendorong penisnya ke dalam mulut Novy, sehingga kini Novy hanya dapat mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karena mulutnya penuh oleh penis Reza. Tubuh Novy terdorong ke depan dan ke belakang mengikuti gerakan penis di anus dan mulutnya.</p>
<p>Kedua payudara Novy yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang karena gerakan tubuhnya. Keadaan ini terus berlangsung sampai akhirnya Leo dan Reza mencapai klimaks hampir secara bersamaan. Leo menyemburkan spermanya di dalam anus Novy, dan Reza menyemburkan spermanya di dalam mulut Novy. Novy terpaksa menelan semua sperma Reza agar dia dapat tetap bernafas. Novy hampir muntah merasakan sperma itu masuk ke dalam kerongkongannya, namun tidak dapat karena penis Reza masih berada di dalam mulutnya. Novy membiarkan saja penis Reza berada di dalam mulutnya untuk beberapa saat sampai Reza menarik keluar penisnya dari mulut Novy.</p>
<p>Kemudian Reza memaksa Novy untuk membersihkan penisnya dari sperma dengan cara menjilatinya. Leo juga masih membiarkan penisnya di dalam anus Novy dan sesekali masih menggerak-gerakkan penisnya di dalam anus Novy, mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih banyak. Novy dapat merasakan kehangatan sperma di dalam lubang anusnya yang secara perlahan mengalir keluar dari lubang anusnya.</p>
<p>Setelah Leo mencabut penisnya dari anus Novy, temannya yang lain, Irvan, mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarik Novy mendekat dan menyuruh Novy untuk mengangkangi penisnya menghadap dirinya. Irvan kemudian mengarahkan penisnya ke vagina Novy, dan kemudian memaksa Novy untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh penis Irvan langsung masuk ke dalam vagina Novy. Setelah itu, Novy dipaksa bergerak naik turun, sementara Irvan meremas dan menjilati kedua payudara dan puting susu Novy. Sesekali Irvan menyuruh Novy untuk menghentikan gerakannya untuk menahan orgasmenya. Irvan dapat merasakan vagina Novy berdenyut-denyut seperti memijat penisnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan vagina Novy yang sudah basah. Irvan tidak dapat bertahan lama, karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat Novy diperkosa oleh teman-temannya yang lain, sehingga dia langsung memuncratkan spermanya ke dalam vagina Novy. Novy kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam vaginanya.</p>
<p>Selanjutnya, Iwan yang mengambil giliran untuk memperkosa Novy. Dia menarik Novy dari pangkuan Irvan, kemudian dia sendiri tidur telentang di lantai. Novy disuruh untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas penis Iwan. Kemudian secara kasar Iwan menarik pantat Novy turun, sehingga vagina Novy langsung terhunjam oleh penis Iwan yang sudah berdiri keras. Penis Iwan, yang jauh lebih besar daripada penis-penis sebelumnya yang memasuki vagina Novy, masuk semuanya ke dalamvagina Novy, membuat Novy kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam vaginanya. Novy merasa vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Iwan. Iwan memaksa Novy untuk terus menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga penis Iwan dapat bergerak keluar masuk vagina Novy dengan leluasa.<br />
Kemudian Iwan menjepit kedua puting susu Novy dan menariknya ke arah dadanya, sehingga kini payudara Novy berhimpit dengan dada Iwan. Iwan benar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara Novy yang kenyal dan hangat menempel rapat ke dadanya. Melihat posisi seperti itu, Shanty melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung Novy beberapa kali. Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun Novy tetap merasakan perih di punggungnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya. Merasakan bahwa gerakan Novy terhenti, Iwan marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat Novy dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya Novy menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara refleks.</p>
<p>Ketika Iwan hampir mencapai klimaks, dia memeluk Novy dan berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar, Novy tidur di bawah dan Iwan di atasnya. Sambil mencium bibir Novy dengan sangat bernafsu dan meremas payudara Novy, Iwan terus menggenjot vagina Novy. Tidak lama kemudian gerakan Iwan terhenti. Iwan mencabut penisnya keluar dari vagina Novy dan segera menyemprotkan spermanya di sekitar bibir vagina Novy. Kemudian dia menarik tangan kanan Novy dan memaksa Novyuntuk meratakan sperma yang ada di sekitar vaginanya dengan tangannya sendiri.</p>
<p>Setelah itu, seorang temannya yang lain, Eka, kembali maju mengambil giliran memperkosa vagina Novy. Hampir sepuluh menit Eka memompa vagina Novy dengan kasar, membuat vagina Novy semakin terasa licin dan longgar. Sebelum mencapai puncaknya, Eka mencabut penisnya dari vagina Novy dan memaksa Novy untuk menadahkan kedua telapak tangannya untuk menampung spermanya. Setelahitu, Eka memaksa Novy untuk mengusap sperma yang ada di telapak tangannya ke wajahnya dan meratakannya seperti orang mencuci muka. Semua temannya tertawa senang melihat itu, sementara Novy menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah Novy sudah rata oleh sperma milik Eka.</p>
<p>Kemudian lima orang lainnya secara bergantian memperkosa Novy di vagina, anus maupun mulut Novy. Mereka juga meremas-remas payudara Novy dan mencubit serta menggigit puting susu Novy keras-keras. Kini wajah, payudara, perut, punggung, vagina dan pantat Novy sudah penuh oleh sperma. Bahkan kedua buah payudara Novy kini berwarna kemerahan karena digigit dan diremas secara kasar oleh teman-temannya. Di punggung Novy juga tercetak jalur-jalur merah akibat dicambuk Shanty tadi.</p>
<p>Walaupun telah diperkosa berkali-kali, namun rupanya Novy tidak mencapai orgasme sama sekali, karena dia berusaha menahannya. Melihat itu Shanty merasa kesal dan memaksa Novy untuk mencapai orgasme dengan cara bermasturbasi sendiri.<br />
&#8220;Gila elo.., lagi diperkosa aja masih sombong nggak mau orgasme. Sekarang elo harus orgasme.., cepat masturbasi lagi sambil nyukur bulu elo tuh sampai bersih..!&#8221; perintah Shanty.<br />
Shanty memberikan pisau cukur kepada Novy dan menyuruhnya untuk mencukur bulu kemaluannya sendiri sambil bermasturbasi. Novy tidak berani berbuat apa-apa kecuali menurut. Sambil menutup matanya, tangan kiri Novy mulai meremas-remas payudaranya sendiri sambil meratakan sperma yang ada di payudara dan perutnya. Sementara tangan kanannya mulai mencukur bulu kemaluannya pelan-pelan sampai habis. Novy tidak memerlukan shaving cream lagi, karena vaginanya sudah licin oleh sperma dan juga cairan vaginanya.</p>
<p>Setelah selesai mencukur bulu kemaluannya sampai habis, Novy mulai memasukkan gagang pisau cukur itu ke dalam vaginanya dan menggerak-gerakkannya keluar masuk perlahan-lahan. Vagina Novy terasa panas dan perih saat Novy menyentuhnya. Rupanya dengan bermasturbasi sendiri, Novy lebih terangsang, dan akhirnya lima menit kemudian tubuhnya tiba-tiba mengejang, kakinya menekuk dan dadanya membusung memperlihatkan kedua payudaranya mengacung tegak dengan puting susu yang mencuat keluar, menandakan bahwa Novy sudah sangat terangsang. Novy mengeluarkan erangan yang tertahan sambil tangan kanannya terus menggosok vaginannya, dan tangan kirinya menjepit puting susunya sendiri. Akhirnya Novy mengalami orgasme yang luar biasa. Tubuh Novy kaku merasakan kenikmatan luar biasa yang menjalar di seluruh tubuhnya, dan cairan <a href="http://cerita.modelperawan.com">vagina</a> Novy mengalir keluar dengan derasnya. Novy tidak dapat menutupi kenikmatan yang dirasakannya saat itu, sehingga dia pun mengeluarkan suara mendesah yang keras. Bahkan dia lupa bahwa dia kini sedang diperhatikan oleh banyak orang dan untuk saat itu dia juga lupa akan kesakitan yang diderita tubuhnya.</p>
<p>Belum pernah sebelumnya Novy mengalami orgasme sehebat itu, walaupun dia sering bermasturbasi di rumahnya. Ini karena sebelumnya dia belum pernah berhubungan badan, dan saat ini dia baru diperkosa beramai-ramai. Dan selama diperkosa itu, walaupun sebenarnya Novy merasa terangsang, Novy menahan orgasmenya sekuat tenaga dan akhirnya semua ditumpahkan saat dia bermasturbasi.</p>
<p>Setelah mengalami orgasme, Novy hanya terdiam kecapaian. Kesadarannya perlahan mulai kembali lagi dan rasa sakit kembali terasa di seluruh tubuhnya. Kedua kakinya tertekuk dan mengangkang lebar memperlihatkan vaginanya yang sudah licin mengkilat tanpa ada bulu kemaluannya sehelai pun sehabis dicukur. Di sekitar vagina Novy terlihat bercak-bercak merah darah perawan Novy dan juga sperma. Tangan kanannya menjulur ke samping dan tangan kirinya terlipat menutupi sebagian payudaranya. Tubuhnya licin dan mengkilat karena keringat yang membanjiri dan juga karena sperma yang diratakan ke seluruh tubuhnya. Novy masih menangis pelan karena sakit dan juga karena rasa malu yang menyerang dirinya. Namun Novy juga tidak dapat menutupi kenikmatan luar biasa yang baru saja dirasakannya. Novy tidak mampu bergerak lagi.</p>
<p>Namun melihat itu, nafsu teman-temannya kembali muncul dan mereka kembali maju bersamaan untuk memperkosa Novy lagi. Kali ini Novy tidak mampu berontak sama sekali, karena dia sudah tidak mempunyai tenaga lagi. Dia hanya terdiam dan tubuhnya mengikuti saja gerakan pemerkosanya. Novy seperti boneka yang sedang dipermainkan beramai-ramai. Kedua belas temannya kembali memperkosa vagina dan anus Novy yang sudah terasa lebih longgar setelah dimasuki banyak penis berkali-kali. Mereka juga memaksa Novy untuk mengulum dan menjilati penis mereka, dan menelan semua sperma yang disemburkan ke dalam mulutnya. Bahkan Novy diperkosa oleh tiga orang sekaligus yang memasukkan penisnya ke mulut, vagina dan anus Novy secara bersamaan, sementara dua orang lainnya mempermainkan payudara Novy.</p>
<p>Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh teman-teman Novy terhadap tubuh Novy. Kali ini Novy tidak kuat lagi menahan orgasmenya, dan dia mengalami orgasme beberapa kali, namun tidak sehebat yang pertama. Setelah kedua belas orang temannya selesai memperkosa dirinya untuk kedua kalinya, Novy akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di vagina, anus dan juga kedua buah payudaranya. Novy telah diperkosa secara habis-habisan selama tiga jam lebih oleh dua belas orang temannya sendiri. Dan semua kejadian itu direkam oleh Shanty.</p>
<p>Ketika Novy terbangun, dia menyadari bahwa dirinya terikat ke tiang listrik dalam keadaan berdiri di tempat parkir kampusnya yang terbuka. Saat itu keadaan masih gelap dan masih belum ada satupun orang maupun mobil yang datang. Kedua tangan Novy terikat ke belakang dan kedua kakinya juga terikat ke tiang listrik. Tubuhnya masih telanjang bulat tanpa selembar benang pun dan dia tidak dapat bergerak sama sekali. Ketika Novy mencoba berteriak, dia baru sadar bahwa mulutnya ditutupi oleh lakban, sehingga dia tidak dapat mengeluarkan suara sama sekali. Vagina dan kedua puting susu Novy juga ditempeli oleh lakban. Di dadanya tergantung kertas yang bertuliskan Silakan Nikmati Tubuh Saya. GRATIS. Ttd : NOVY.</p>
<p>Novy membayangkan bagaimana malunya dirinya kalau nanti orang-orang datang dan melihat keadaan dirinya yang telanjang bulat dan belepotan darah serta sperma kering. Dia bahkan tidak dapat membayangkan bagaimana kalau nanti orang yang datang membaca dan menuruti tulisan di kertas itu, kemudian memperkosa dirinya.</p>
<p>Tidak lama kemudian, dia melihat tujuh orang datang. Rupanya mereka satpam dan tukang parkir kampusnya. Novy berusaha minta tolong dan mereka akhirnya datang menghampirinya. Novy sedikit merasa lega, karena dia berpikir pasti mereka akan menolongnya. Namun ketakutan Novy menjadi kenyataan, karena bukannya bantuan yang diberikan, ketujuh orang itu malah ingin menikmati tubuh Novy di tempat parkir itu. Sebelumnya seorang satpam menarik lepas dengan paksa lakban di vagina, puting susu dan mulut Novy, membuat Novy kembali merasakan kesakitan. Kini vagina dan puting susu Novy kembali terbuka dan dapat dilihat oleh orang.</p>
<p>&#8220;Wah, inikan si Novy, cewek paling cantik di kampus. Ngapain dia telanjang-telanjang begini di tempat parkir..?&#8221; kata salah satu dari mereka.<br />
Dan orang lainnya menyahut, &#8220;Gile.., bodinya seksi banget. Gimana kalo kita cicipin aja bodinya sekalian. Liat tuh.., memeknya bersih nggak ada bulunya.&#8221;<br />
&#8220;Iya nih, kita perkosa aja yuk sekalian.. lagian dia yang minta diperkosa, liat aja tulisan di kertas itu.&#8221;<br />
&#8220;Ayo cepet kita perkosa aja&#8230; Gue belum pernah ngerasain punyanya cewek kuliahan nih..!&#8221;<br />
Novy hanya dapat menangis dan memohon, &#8220;Tolong Pak, lepaskan saya&#8230; jangan perkosa saya lagi, sudah cukup penderitaan saya&#8230;&#8221;<br />
Namun mereka tidak peduli dengan rintihan Novy dan tetap melancarkan aksinya.</p>
<p>Mereka tertawa bahagia dan mulai membuka baju dan celananya masing-masing. Melihat itu Novy hanya dapat pasrah dan berharap mereka tidak menyakiti dirinya lagi. Tidak mungkin baginya untuk berteriak minta tolong, karena tidak ada orang sama sekali di sekitar situ. Kemudian mereka mengambil selang air dan menyemprot tubuh Novy dengan air dingin sambil menggosok-gosoknya untuk membersihkan tubuh dan wajah Novy dari darah dan sperma kering yang menempel di tubuhnya. Disemprot air dingin seperti itu, Novy terkejut dan menggigil kedinginan. Namun itu tidak lama, karena kemudian dua orang laki-laki segera melepaskan ikatan Novy, mengangkat tubuh Novy dan mendekapnya dari depan dan belakang. Novy kini terjepit di antara tubuh dua orang laki-laki. Mereka mulai memasukkan penis mereka ke dalam vagina dan anus Novy secara bersamaan. Novy diperkosa di vagina dan anusnya dalam posisi berdiri.</p>
<p>Sementara itu orang yang berada di depan Novy menciumi bibir Novy dengan paksa, dan orang yang berada di belakang Novy meremas-remas kedua payudara Novy dari belakang. Beberapa menit kemudian kedua orang itu mencapai klimaks dan menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus Novy. Orang yang memperkosa vagina Novy menyemburkan spermanya berkali-kali di dalam vagina Novy, sehingga Novy dapat merasakan bahwa kini vaginanya dibanjiri oleh sperma orang itu yang sangat banyak dan tidak dapat tertampung lagi di dalam vaginanya.</p>
<p>Setelah itu, Novy dipaksa berlutut dan harus berkeliling menjilati semua penis laki-laki yang berdiri mengelilinginya secara bergantian. Novy juga terpaksa menelan sperma semua laki-laki itu satu-persatu. Setelah menjilati semua penis laki-laki yang ada di situ, Novy kemudian diperkosa lagi di vagina dan juga anusnya. Salah seorang diantaranya memiliki penis yang sangat besar dan panjang, sehingga ketika dia memperkosa anus Novy, penisnya hanya dapat masuk setengahnya. Namun orang itu terus mendorong penisnya masuk ke dalam lubang anus Novy dengan paksa, membuat Novy meronta-ronta kesakitan.</p>
<p>Selain menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus Novy, mereka juga menyemburkan spermanya di tubuh Novy dan memaksa Novy untuk meratakannya dengan tangannya sendiri. Novy tidak pernah membayangkan bahkan dalam mimpi terburuknya, bahwa dirinya benar-benar dinikmati oleh banyak orang dalam semalam. Dan kali ini Novy tidak dapat lagi menahan orgasmenya. Dia mencapai orgasme sampai berkali-kali, mungkin karena satpam-satpam ini lebih berpengalaman dibandingkan teman-temannya yang memperkosanya sebelumnya.</p>
<p>Setelah ketujuh orang itu kebagian mencicipi vagina, anus dan juga mulut Novy, Novy kembali diikat di tiang listrik dalam posisi semula, dan kembali ditinggalkan seorang diri dalam keadaan telanjang bulat. Tubuh Novy kembali belepotan oleh sperma dan kulit tubuhnya mengkilat oleh keringatnya sendiri. Sperma dan cairan vagina Novy yang tercampur menjadi satu menetes keluar perlahan-lahan dari vagina dan lubang anus Novy. Dari mulut Novy juga mengalir keluar sperma yang tidak dapat ditelan lagi oleh Novy.</p>
<p>Novy hanya dapat menggigil kedinginan. Namun penderitaannya belum berakhir sampai di situ. Novykembali diperkosa secara bergantian oleh orang-orang yang lewat, satpam, tukang parkir, temannya, dan bahkan dua orang dosennya ikut memperkosanya. Vagina, anus dan mulutnya dimasuki oleh penis-penis lain, dan dia dipaksa menelan sperma mereka semua. Sebagian meratakan spermanya di seluruh tubuh Novy. Ada yang iseng mencoret-coret tubuh Novy dengan spidol permanen dengan gambar-gambar dan kata-kata jorok. Bahkan orang terakhir yang memperkosa Novy memasukkan ranting pohon sepanjang 25 cm ke dalam vagina dan anus Novy sampai berdarah-darah dan meninggalkannya di situ.</p>
<p>Novy tergeletak di tanah dengan tubuh dan wajah yang kembali berlumuran oleh darah serta sperma, dan ranting pohon yang menancap di anus dan vaginanya. Payudara dan vagina Novy terlihat memar dan berwarna kemerahan. Bulatan pantatnya juga terlihat memar dan kemerahan. Novy sudah tidak dapat merasakan lagi vagina dan lubang anusnya. Akhirnya Novy kembali pingsan karena kesakitan dan kecapaian.</p>
<p>Total Novy telah diperkosa oleh lebih dari 30 orang dalam semalam, sampai akhirnya dia ditolong pada jam 05:30 pagi oleh seorang dosen wanita yang melihat keadaan Novy yang menyedihkan. Saat ditanya siapa yang memperkosa dirinya, Novy tidak berani menjawab, karena teringat ancaman Shanty yang akan menyebarluaskan rekaman video Novy yang telanjang bulat sedang bermasturbasi dan diperkosa oleh banyak orang. Novy lebih memilih bungkam. Dan setelah kejadian itu, Novy tidak dapat bergerak sama sekali sampai berhari-hari, dan dia merasa bahwa penderitaannya masih akan terulang lagi di kemudian hari. demikian cerita pemerkosaan yang menarik buat anda jadikan renungan. sampai juma.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="cerita seks model diperkosa">cerita seks model diperkosa</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="www anak smp diperkosa sampai berdarah darah com">www anak smp diperkosa sampai berdarah darah com</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="cewek di ikat tak berdaya">cewek di ikat tak berdaya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="Ceritasex spermanya selalu ditumpahkan didalam memekku">Ceritasex spermanya selalu ditumpahkan didalam memekku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="ceritaberkali kali sex">ceritaberkali kali sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="cerita vagina dan anus di paksa masuk">cerita vagina dan anus di paksa masuk</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="cerita tentang diikat dan diperkosa">cerita tentang diikat dan diperkosa</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="Cerita sperma prawan">Cerita sperma prawan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="Cerita sex satpam majikn">Cerita sex satpam majikn</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="cerita sex diperkosa">cerita sex diperkosa</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="Cerita Sex aku pingsan ikat telanjang">Cerita Sex aku pingsan ikat telanjang</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="cerita sex abg model di paksa telanjang">cerita sex abg model di paksa telanjang</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="cewek diperkosa habis-habisan">cewek diperkosa habis-habisan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="diikat dan diperkosa cerita pemerkosaan">diikat dan diperkosa cerita pemerkosaan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="dikerjai temanku">dikerjai temanku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="vagina akibat diperkosa">vagina akibat diperkosa</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="Tolong Sakit perih keperawanan ku">Tolong Sakit perih keperawanan ku</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="Supir mengangkang perawan">Supir mengangkang perawan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="sex dengan ank majikn">sex dengan ank majikn</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html" title="pria memperkosa puting payudara wanita">pria memperkosa puting payudara wanita</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/abg/aku-diperkosa-temanku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rintihan Saat ML</title>
		<link>http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html</link>
		<comments>http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 08:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[jembut]]></category>
		<category><![CDATA[masih sempit]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritadewasa.modelperawan.info/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Dewasa &#8211; Ini adalah pengalaman unik saya sendiri yang kejadiannya masih berlangsung sampai sekarang ini. Ini benar-benar terjadi. Sebelumnya perkenalkan nama (panggilan) saya Ery, asal kota Surabaya dan sekarang masih berstatus mahasiswa sebuah PT di kota Malang. Umur saya masih 23 tahun dan saat ini sebenarnya saya baru saja lulus kuliah (tinggal menunggu wisuda). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cerita Dewasa</strong> &#8211; Ini adalah pengalaman unik saya sendiri yang kejadiannya masih berlangsung<br />
sampai sekarang ini. Ini benar-benar terjadi. Sebelumnya perkenalkan nama<br />
(panggilan) saya Ery, asal kota Surabaya dan sekarang masih berstatus mahasiswa<br />
sebuah PT di kota Malang. Umur saya masih 23 tahun dan saat ini sebenarnya saya<br />
baru saja lulus kuliah (tinggal menunggu wisuda). Sebenarnya awal kejadian nya<br />
baru berlangsung sejak 1 bulan yang lalu dan masih berlangsung hingga sekarang,<br />
tepatnya dimulai sekitar akhir bulan September 2006 kemaren. Keunikan pengalaman<br />
sex saya ini karena saya melakukannya dengan ibu kost teman kuliah sekaligus<br />
sahabat saya sendiri yaitu Agus (panggilan). Ibu kost sahabat saya ini<br />
sebenarnya bisa dikatakan masih muda juga, sekitar usia 34 tahun. Namanya mbak<br />
Marisa. Sudah bersuami namun seperti yang saya lihat sendiri, rumah tangga<br />
mereka tidak pernah akur. Mbak Marisa sendiri tidak pernah mengatakan ada apa<br />
sebenarnya yang menyebabkan ia tidak pernah akur dengan sang suami. Namun dari<br />
selentingan yang pernah dan sering Agus dengar ketika mereka bertengkar, intinya<br />
adalah karena keinginan mbak Marisa untuk memiliki anak, sedangkan sang suami<br />
walaupun sebenarnya bukan mandul (menurut gosip pegawai salon milik mbak Marisa)<br />
bibit spermanya lemah. Pak Herman (suaminya) katanya sudah berusaha berobat<br />
kesana kemari tetapi belum ada perkembangan yang meyakinkan. Mungkin karena<br />
keinginan yg begitu besar dari mbak Marisa inilah yang menyebabkan Pak Herman<br />
sampai kehilangan gairah sex nya lagi. Dan ini menurut Agus sudah terjadi<br />
semenjak pertama kali dia kost di tempat itu, atau semenjak 2 tahun yang lalu,<br />
karena sebelumnya memang Agus kost di kawasan kampus STIE MK. Saya sendiri baru<br />
sekitar 1 tahun yang lalu kerap ke tempat Agus yang sekarang (di kawasan<br />
perumahan Purwantoro Agung), dan saya sendiri kost dikawasan Blimbing. Dengan<br />
mbak Marisa sendiri sebenarnya saya juga barusan akrab sekitar 2 bulan yang<br />
lalu. Itu juga gara-garanya karena wajahnya yang benar2 sangat mirip dengan<br />
Esmeralda yang selalu diputar SCTV saban hari. Saya sering menggodanya dengan<br />
sebutan mbak Esmeralda Indonesia. Mbak Marisa ini asli orang Manado sehingga<br />
nggak heran wajahnya begitu cantik dan putih rada-rada indo seperti orang Manado<br />
kebanyakan. Sedang suaminya Pak Herman bekerja sebagai kapten kapal sebuah<br />
perusahaan pelayaran swasta. Sehingga dapat dibilang selama setahun hanya<br />
beberapa kali saja Pak Herman pulang ke rumah, selebihnya tentu banyak berlayar<br />
keluar negeri.<br />
Rumah mbak Marisa ini bisa dikatakan lumayan besar dan mewah. Maklumlah<br />
pekerjaan sang Suami pasti sangat mendukung sekali dalam soal materi. Selain<br />
dibuat tempat kost, mbak Marisa juga membuka usaha Salon yang cukup maju.<br />
Sehingga bisa dibilang tempat kost si Agus ini tak pernah sepi, selain Agus<br />
masih ada 5 orang lagi yang kost di situ, kesemuanya kebetulan cewek single yang<br />
sudah bekerja semua. Si Agus memang benar2 mujur diterima disitu karena<br />
kebetulan mbak Marisa memang ingin setidaknya ada penghuni cowok yang bisa<br />
menjaga dan mengawasi rumahnya. Maklum selama Pak Herman berlayar isi rumah itu<br />
memang cewek semua. Dan mbak Marisa bukanlah orang yang begitu peduli dengan<br />
aturan budaya ketimuran. Semua tamu cowok dan cewek boleh bebas masuk bertamu<br />
(kebanyakan masuk kedalam kamar kost) asal jangan sampai diatas jam 11 malam.<br />
Perlu saya jelaskan sebelumnya tempat tinggal Mbak Marisa ini bentuknya seperti<br />
huruf U dilihat dari depan, antara tempat kost dengan rumah induk berdiri<br />
sendiri-sendiri hanya terpisahkan dengan taman dan kolam ikan yang cukup lebar,<br />
sedang ruang untuk salon kecantikannya jadi satu dengan rumah induk. Jadi tidak<br />
heran, saking bebasnya bisa dikatakan hampir saban hari tamu2 pria atau wanita<br />
entah pacar atau teman ketiga cewek tsb termasuk juga Agus leluasa bebas keluar<br />
masuk bahkan tidak jarang ada yang sampai nginap segala. Seringkali ketika<br />
mampir ke sini, sewaktu saya berjalan menuju kamar si Agus yang berada diujung<br />
belakang sendiri, di salah satu kamar cewek penghuni kost itu sering terdengar<br />
suara lenguhan atau rintihan pelan orang yang sedang asyik masyuk bersenggama<br />
ria. Kalau sudah begitu saya tinggal mencari ada nggak sendal si Agus diantara<br />
salah satu pintu depan kamar cewe2 tersebut. Kalau tidak ada berarti bukan si<br />
Agus yg sedang ngerjain cewek2 itu. Memang si Agus sekali lagi benar2 mujur.<br />
Dari kelima cewek tersebut 3 diantaranya bisa diajak nge***t (just for fun<br />
tentunya), meskipun sebenarnya mereka bukan pelacur. Edannya mereka semua juga<br />
cantik2 sekali dan berasal dari luar daerah. Tetapi dibanding mbak Marisa<br />
kecantikan mereka masih kalah, selain lebih putih mbak Marisa kelihatan jauh<br />
lebih menarik dan anggun.<br />
Di tempat tersebut Agus sudah dikenal sebagai Ayam Jago alias tukang nidurin<br />
cewek. Sahabatku ini memang bejat dan maniak sex, 3 dari 5 cewek penghuni kamar<br />
kost tempat mbak Marisa itu sudah digarap semuanya. Salah satunya, Si Nani<br />
menurut Agus masih perawan ketika ia pertama kali menggagahinya. Aku tak bisa<br />
membayangkan sudah berapa kali temanku Agus ini menggilir Farida, Nani dan Yeni<br />
selama 2 tahun ini. Edannya &#8230;. Gratis lagi. !!!!<br />
Andai saja mau, bisa saja aku ikut mencicipi kemulusan dan kemolekan tubuh<br />
mereka dan mereguk kenikmatan sex bersama mereka, tapi saya bener-bener ogah<br />
dapet bekasnya si Agus.<br />
&#8221; Ogah Gus &#8230; barang bekas pakaimu &#8230;&#8221;, teriakku ketus.<br />
Haa &#8230;.. hhaaa &#8230;ha &#8230;&#8230; kalo sudah gitu dia pasti ketawa ngakak.<br />
&#8221; Alaaa .. Ery&#8230;.Ery &#8230;. munafik banget si kau &#8230;apa bedanya friend &#8230; khan<br />
masih mending bekas sahabat sendiri &#8230; ha ..ha&#8230;&#8221;, celetuk Agus dengan logat<br />
bataknya yg kental.<br />
&#8221; Ogaaaaaaaaahhhhh &#8230;&#8230;..&#8221;<br />
&#8221; He&#8230;hee &#8230; kao nggak kasihan sama Farida, ama Nani en juga Yeni &#8230;. mereka<br />
kepingin banget bisa ngerasain kejantanan kon**l kau kawan &#8230; he..hee &#8230;&#8221;<br />
&#8221; Kalo sama Mona atau mbak Marisa mungkin aku mau Gus &#8230;. &#8220;, kataku kesal.<br />
(Mona adalah salah satu penghuni kamar yg termasuk cewe baik2 dan paling manis<br />
menurutku)<br />
&#8221; Haaah &#8230; beneran nih Er &#8230; he..he &#8230; rayuanku aja belum berhasil Er &#8230;mmm<br />
&#8230;. Terus terang aku pengen sekali menidurinya &#8230;. He&#8230;he &#8230;&#8221;<br />
&#8221; Edaan &#8230; masih mau nambah juga &#8230;. awas kau Gus&#8230;&#8221;, ujarku kesal. Terus<br />
terang kadang aku sendiri kasihan juga dengan Farida, Nani atau Yeni yg<br />
cantik&#8230;. Kok mau-mau nya digarap Agus yg notabene udah item kaya pantat panci<br />
&#8230; gendut lagi (Agus memang postur tubuhnya rada gendut dan berkulit agak<br />
kehitaman karena sering keluyuran)</p>
<p>Sore itu selesai bimbingan skripsi aku langsung mampir ke tempat Agus hendak<br />
pinjam film VCD nya yg katanya baru dibelinya kemaren. Ia memang kolektor film2<br />
bioskop. Saat itu suasana tempat mbak Marisa sedikit lebih sepi dibanding<br />
biasanya. Salonnya pun sudah ditutup. Kamar mbak Marisa kulihat dari seberang<br />
taman kelihatan gelap karena lampunya dimatikan. Mungkin sedang pergi pikirku.<br />
Aku bergegas menuju ke kamar Agus yg berada di ujung belakang dan kulihat pintu<br />
kamarnya sedikit terbuka dan lampunya dihidupkan. Aku sudah hendak menerobos<br />
masuk untuk ngagetin dia karena aku tahu Agus orangnya gampang kagetan dan<br />
penakut namun niatku segera kuurungkan ketika didepan pintu kamarnya kudengar<br />
ada suara erangan dan rintihan wanita.<br />
Siall &#8230; pikirku. Sore-sore begini mau Maghrib bisa-bisanya &#8230;&#8230;Agus sedang<br />
&#8230;<br />
Dari suara erangannya aku bisa menduga itu pasti si cantik Farida yg sedang<br />
digarapnya.<br />
&#8221; Ooouuuhhh &#8230;. Guusss &#8230; nnngggghhhhh &#8230;&#8230; nnnngggghhhhhhhhhhhhhhgggggg<br />
&#8230;..&#8221;<br />
Syittt &#8230;. Bisikku. Si Farida tampaknya pas lagi orgasme.<br />
&#8221; Nnnnnnngggghhhh &#8230;.. ooouuuuuhhhh &#8230;.Guss &#8230;..nnnggggngggghhh&#8230;..&#8221;<br />
&#8221; Enaak khan Rida &#8230;.&#8221;, bisik Agus terdengar dengan napas memburu. Keliatannya<br />
dia belum enjakulasi.<br />
Penasaran juga aku mendengarnya, mau tak mau alat vitalku tegang juga.<br />
Gimana-gimana sebenarnya aku kepingin juga bisa ngerasain yg rasanya senggama.<br />
Saya memang masih perjaka ting-ting dan saat ini bahkan belum punya pacar sama<br />
sekali. Lucu memang, terus terang menurut orang saya ini tergolong sangat<br />
tampan, dan saya pun menyadari itu, banyak cewek2 cantik yg sebenarnya naksir<br />
tapi saya lebih senang menghabiskan waktu di Cyber Cafe surfing internet atau<br />
kalo tidak kongkow ke tempat Agus saban waktu, daripada cari pacar. Selain kata<br />
orang sangat tampan, tubuh saya sangat atletis karna saya juga rajin fitness dan<br />
olahraga, tinggi tubuh saya 172 cm, warna kulit sawo matang dan kalo boleh saya<br />
sebutkan juga ukuran alat vital saya panjang kurang lebih 16,5 centi.<br />
Dengan rasa penasaran saya mencoba mengintip dari celah pintu kamar Agus yang<br />
sedikit terbuka. Astaga &#8230;. Selama ini baru pertama kali ini saya melihat Agus<br />
ngerjain cewek. Untung kebetulan posisi senggama mereka agak sedikit<br />
membelakangi pintu kamar. Dan kulihat Agus dgn posisi setengah berdiri (dog<br />
style) sedang menggarap tubuh bugil Farida yang tidur setengah menelungkup<br />
diatas tempat tidur, pinggul Farida kelihatan begitu padat, putih mulus dan<br />
seksi sekali. Sambil memeluk sebuah guling Farida menunggingkan pantatnya kearah<br />
tubuh Agus yg juga telanjang bulat. Kulihat betapa buasnya si Agus mengayuh<br />
pinggulnya kedepan belakang menghunjamkan batang penisnya yg ternyata berwarna<br />
coklat kehitaman kedalam liang kemaluan milik Farida yg berwarna putih<br />
kemerahan. Aku benar2 kagum dengan bentuk bukit kemaluan milik Farida itu. Besar<br />
montok dan ber<a href="http://http://ceritadewasa.modelperawan.info/tag/jembut/">jembut</a> lebat kehitaman. Sedang liang vaginanya yg merah itu<br />
kelihatan masih sempit, terbukti dengan ketatnya jepitan daging vaginanya saat<br />
menjepit batang <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/tag/penis/">penis</a> milik Agus yg ternyata relatif kecil (mungkin diameternya<br />
cuman 3 centi saja), saya tidak menyangka penis si Agus sekecil itu. Daging<br />
liang vagina milik Farida itu sampai tertarik keluar begitu Agus menarik batang<br />
penisnya yg hitam panjang itu keluar sebelum dihunjamkannya kembali dengan buas<br />
sampai kandas ke liang kemaluan Farida.<br />
&#8221; Oooooouuuuhhhhh ..nnnnggggghhhhh &#8230;.. enaaak sekali Guss &#8230;.nnngggghhhh &#8230;.<br />
Yaaahhhhh &#8230;&#8230; oowwwwwwwooowww &#8230;&#8230;..&#8221;, rintih Farida penuh kenikmatan.<br />
&#8221; Yeeaaaahh &#8230; &#8220;, teriak Agus gemas melihat Farida sedang mereguk kenikmatan<br />
orgasmenya, digoyangkannya dengan membabi buta pinggulnya ke depan belakang,<br />
batang penis milik Agus yg kehitaman itu tampak basah berlendir ketika berulang<br />
kali dihunjamkan keluar masuk ke dalam liang vagina Farida yg terlihat sempit<br />
mungil itu. Kontras sekali rasanya melihat tubuh Farida yg bahenol putih mulus<br />
dengan pinggulnya yg seksi aduhai sedang disetubuhi oleh tubuh Agus yg hitam<br />
sedikit gembrot. Persis orang negro sedang ngerjain cewe bule.<br />
Edaan sekali ketika pada akhirnya kulihat tubuh Agus kelihatan bergetar hebat,<br />
goyangan pinggulnya bergerak semakin cepat seperti piston sambil mulutnya<br />
menggeram hebat.<br />
&#8221; Aaaaaaaaarggghhhhhhhhhh &#8230;&#8230;.. yeeaaaaahhhh &#8230;&#8230;. aaaagggkgkgkggghhhhhh<br />
&#8230;..&#8221; pekik Agus keenakan. Gila pikirku, rupanya Agus sedang meregang melepas<br />
enjakulasinya.<br />
&#8221; Ridaaaa &#8230; aaaahhhggggggkkkgggffffhhh &#8230;&#8230; maniiiku keluuuaar &#8230;..<br />
yyaaahgghhh ..aaaggghhh &#8230;.&#8221;<br />
Aku mendelik gemas melihat tubuh Agus menggeliat-geliat keenakan mirip cacing<br />
kepanasan, sementara pinggulnya dihentak-hentakkan dengan kuat ke pantat Farida<br />
yang montok seksi. Aku membayangkan Agus sedang memuntahkan air maninya yang<br />
kental ke dalang liang vagina Farida yg terlihat sempit itu. Edan pikirku &#8230;<br />
tidak pake kondom lagi si Agus, gimana kalo Farida hamil.<br />
Tanpa terasa alat vitalku jadi tegang ngaceng membayangkan puncak kenikmatan yg<br />
sedang Agus alami.<br />
&#8221; Aaawwww &#8230;. aaawww &#8230;..Gus &#8230; pelan-pelan dong &#8230;. vaginaku sakit &#8230;.<br />
Guss &#8230;. aawww &#8230;. Iiiihhhh &#8230;. Gussss &#8230; kok .. manimu dikeluarin di dalam<br />
sih &#8230; &#8220;, pekik Farida kesakitan setengah protes karena si Agus memuntahkan air<br />
maninya ke dalam tubuh Farida. Tapi Agus sama sekali tak peduli, sambil terus<br />
menggeram hebat dan meregang keenakan terus dihentak-hentakkannya dgn kuat<br />
pinggulnya menghantam pantat Farida, sembari mengeluar masukkan batang penisnya<br />
yg sedang meledak memuntahkan air mani ke dalam liang <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/tag/vagina/">vagina</a>nya. Jemari kedua<br />
tangan Agus yg kekar begitu kuat memegangi pinggang Farida hingga cewe cantik<br />
itu tak bisa bergerak sama sekali.<br />
&#8221; Aduuuuhhhh &#8230; Gus &#8230;. sakkiiiitt &#8230; aawww &#8230;. kok dikeluarin di dalem sih<br />
&#8230;.. iihhh &#8230; sudah ..Gus &#8230; sudah &#8230; iihhh &#8230; aku bisa hamiil gus &#8230;.iihh<br />
kentaalnya &#8230;.aaawww ..&#8221;, pekik Farida semakin kesakitan.<br />
Gilaaa &#8230; si Agus pikirku. Mau enaknya aja dia. Aku tak tahan menyaksikan<br />
adegan merangsang itu lebih lama lagi.<br />
Setengah berlari aku menuju ke kursi taman disamping kolam ikan yg persis berada<br />
ditengah2 komplek rumah mbak Marisa itu. Kuhempaskan pantatku diatas kursi<br />
panjang yg tepat berada dibawah lampu taman. Suasana senja itu semakin bertambah<br />
temaram. Aku mencoba menghapus bayangan2 hot yg mungkin masih berlangsung di<br />
kamar Agus. Sambil menunggu mereka selesai main, kurenggangkan otot-otot dan<br />
perasaanku sendiri yg sempat tegang tadi. Alat vitalku masih sedikit ngaceng<br />
membayangkan kejadian hot tadi.<br />
Dan tanpa terasa 10 menit telah berlalu &#8230;.<br />
Namun kulihat pintu kamar si Agus masih belum juga terbuka menandakan kedua<br />
insan bejat itu masih berada dalam kamar. Aku mulai heran ngapain aja si Farida<br />
lama-lama disitu &#8230; khan tadi sudah sama-sama puas. &#8230;. Atau barangkali mereka<br />
masih teler keenakan dan tertidur disitu &#8230;. Waaah sialan &#8230; jadi obat nyamuk<br />
nih aku. Kenyataanya memang saat itu tubuhku mulai gatal-gatal dikerumuni<br />
nyamuk.<br />
Ketika aku hendak memutuskan untuk balik pulang saja tiba-tiba kurasakan ada<br />
seseorang yg menepuk pundakku dari belakang.<br />
&#8221; Heii &#8230; dik Ery &#8230;!&#8221;<br />
Aku terhenyak kaget dan menoleh ke belakang. Oooohhhh &#8230; aku mengelus dada<br />
lega. Ternyata mbak Marisa yg datang.<br />
&#8221; Eeeeh &#8230;.. Mbak Esmeralda &#8230; bikin kaget aja mbak &#8230;&#8221;, ujarku lega.<br />
&#8221; Kok ada disini dik Ery &#8230;si Agus kemana &#8230; apa sedang keluar..?&#8221;, tanyanya<br />
sambil tersenyum manis padaku. Duuh &#8230; wajah mbak Marisa ini bener2<br />
cuaaaaantiiiknya selangit &#8230;. nggak heran kalo banyak yg naksir &#8230; termasuk<br />
juga aku &#8230; he&#8230;hee&#8230;.<br />
&#8221; Ngghhh &#8230; anu ..mbakk &#8230;.ada siihh &#8230;.sedang &#8230;nggggg..&#8221;, sahutku bingung<br />
harus mengatakan apa kepada mbak Marisa tentang si Agus &#8230;. Masa aku harus<br />
bilang dia sedang maen kuda-kudaan dengan Farida&#8230;. Hee&#8230;he&#8230;<br />
&#8221; Sedang apa &#8230;.?&#8221;, tanya mbak Marisa sambil memandang heran melihatku rada<br />
gugup. Namun sejenak kemudian kulihat mukanya yg cantik mempesona itu bersemu<br />
merah &#8230;<br />
&#8221; Ooohhhh &#8230;.&#8221;, ujarnya lirih.<br />
&#8221; Kenapa mbak..?&#8221;, tanyaku setengah heran melihat perubahan roman mukanya yg<br />
tiba-tiba itu.<br />
&#8221; Nggak pa-pa &#8230;. Saya ngerti kok &#8230;!&#8221;<br />
&#8220;Ngerti apa sih mbak..?&#8221;, tanyaku masih kurang paham.<br />
&#8221; Alaaaa &#8230; kamu ini dik Ery &#8230; pura-pura lagi &#8230; yaah &#8230; mbak sudah tahu<br />
kok dari dulu &#8230;&#8221;, sahutnya pelan sambil tersenyum manis kembali.<br />
&#8221; Tahu apa sih mbak &#8230;?&#8221;, tanyaku makin bingung. Aku memang benar-benar nggak<br />
ngerti arah pembicaraannya.<br />
&#8221; Iiiiih &#8230;. hik..hik&#8230;. dik Ery ini &#8230;. itu yang dik Ery liat tadi di kamar<br />
si Agus &#8230;&#8221;, ujarnya tanpa basa-basi lagi.<br />
Deggg &#8230; aku kaget juga mendengarnya. Ternyata mbak Marisa sudah mengetahui<br />
perselingkuhan yg terjadi di tempat kostnya ini.<br />
&#8221; Mbak &#8230; su ..sudah tau &#8230;&#8221;, tanyaku pelan setengah malu2.<br />
&#8221; Sudahlah dik Ery &#8230; mereka toh sudah dewasa semua &#8230;. biarkan mereka sendiri<br />
yg menanggung segala resikonya &#8230;. Mbak bisa mengerti &#8230;. boleh saja &#8230; asal<br />
jangan bikin ribut saja &#8230; yuk masuk &#8230;.dik Ery tunggu dirumah mbak saja &#8230;<br />
yukkk &#8230;&#8221;, ujarnya kemudian sambil mengajakku masuk kerumahnya lewat pintu<br />
belakang.<br />
Bagai kerbau dicocok hidungnya. Aku manut saja ketika jemari tangannya menggamit<br />
lenganku. Kami berjalan berdampingan menuju kepintu belakang rumahnya. Ada rasa Bersambung&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<h4>Cerita Dewasa | Cerita Seks</h4>*<a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="cerita sex di taman">cerita sex di taman</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="cerita saat ML">cerita saat ML</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="pacaran dengan ibu kos">pacaran dengan ibu kos</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="cerita ml di taman">cerita ml di taman</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="cerita dewasa ml perawan">cerita dewasa ml perawan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="Cerita dewasa farida">Cerita dewasa farida</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="Cerita Rintihan sex">Cerita Rintihan sex</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="cerita Ml">cerita Ml</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="cerita Ml dengan orang manado">cerita Ml dengan orang manado</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="jembut mengintip">jembut mengintip</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="Cerita sex ditaman">Cerita sex ditaman</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="cerita seks dewasa ml">cerita seks dewasa ml</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="Cerita sex di kamar kos">Cerita sex di kamar kos</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="cerita sex dengan mbak yang masih perawan">cerita sex dengan mbak yang masih perawan</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="cerita sex nyonya pengusaha main sex dengan pegawainya">cerita sex nyonya pengusaha main sex dengan pegawainya</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="crita sex marissa">crita sex marissa</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="Ceritadewasa di taman saat main">Ceritadewasa di taman saat main</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="farida guru perkosa bejat">farida guru perkosa bejat</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="gadis mlcerita dewasa">gadis mlcerita dewasa</a>, <a href="http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html" title="cerita sex ngentot bu farida com">cerita sex ngentot bu farida com</a>*<!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritadewasa.modelperawan.info/umum/rintihan-saat-ml.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced)
Database Caching 7/39 queries in 0.209 seconds using disk
Object Caching 1971/2054 objects using disk

Served from: ceritadewasa.modelperawan.info @ 2012-02-05 18:59:16 -->
